Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dampak Dokumentasi Asuhan Keperawatan Electronic Health Record Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Agarta, Aprilia; Febriani, Nelly
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 9 No 02 (2019): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2019
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.538 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v9i02.221

Abstract

Kepuasan kerja merupakan hal yang penting untuk diteliti karena kepuasan pekerjaan akan meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit. Semoga sistem dokumentasi komputer akan memudahkan dan memuaskan penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengaruh asuhan keperawatan menggunakan Electronic Health Record dengan kepuasan kerja perawat di unit rawat inap RSUD Pasar Minggu, Jakarta. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dimulai dari bulan April hingga Juni 2018 hingga perawat tingkat sarjana dengan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara metode dokumentasi Laporan Kesehatan Elektronik dengan kepuasan kerja perawat (Pvalue 0,006). Menurut penelitian ini, semoga rumah sakit akan tetap menjadi sistem EHR untuk memudahkan prosedur dokumenter perawat mereka.
Determinan Kepatuhan Perawat Mengidentifikasi Pasien Selama Pemberian Obat di Rumah Sakit Febriani, Nelly; Siregar, Tatiana
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 10 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Maret 2020
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.232 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v10i01.412

Abstract

Pendahuluan: Identifikasi pasien digunakan untuk ketepatan pemberian pelayanan, pengobatan dan tindakan atau prosedur kepada pasien, serta bagian dari keselamatan pasien sebagai tolok ukur mutu pelayanan kesehatan. Ketidak patuhan mengidentifikasi pasien berisiko menciderai fisik dan psikis, bahkan berakibat kematian. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui faktor penentu kepatuhan perawat mengidentifikasi pasien dalam proses pemberian obat. Metode: Desain penelitian descriptive Colrelation dengan teknis analisis Regresi Linier ganda. Teknik pengambilan sampel mengunakan Total sampling sebanyak 48 perawat. Hasil: Kelima dimensi dari kepatuhan betidak berkorelasi dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien (p value > 0,005), dan hanya 18,9% faktor identifikasi pasien dilakukan oleh perawat dimana nilai R Square (R2) sebesar 0,189, sisanya 81,9% disebabkan karena hal lain yang perlu digali lebih jauh. Kesimpulan:. tidak dapat ditentukannya faktor penentu yang utama kepatuhan perawat pelaksana karena faktor tersebut, bukanlah faktor penentu utama kepatuhan perawat mengidentifikasi pasien dalam pemberian obat
Comparison of Charge Nurses’ and Registered Nurses’ Perceptions of Management Functions in the Implementation of Supervision in Hospital Febriani, Nelly; Siregar, Tatiana
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 11 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Volume 22 June 2021: Covid-19 disease,
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.172 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v11i02.976

Abstract

Introduction: Different perceptions in the supervision process, part of the management functions of nurse manager, are at risk and have a bad impact, such as conflicts that will result in lack of motivation, communication barrier, and decreased performance and quality of services in the hospital. Purpose: The purpose of the study was to compare the perception of the head of the room with the implementing nurse about the role and function of management in the implementation of supervision. Methods: This quantitative study was conducted on a population of 515 nurses, and 81 nurses were used as a sample (71 nurses and 7 room heads) which were selected by accidental sampling. The research tool is in the form of a questionnaire containing management functions in supervision. Data were analyzed using independent t-test. Results: The results of this research did not show a significant difference between charge nurses’ and registered nurses’ perceptions of the management function in supervision, as indicated by the p-value> 0.025 (95% CI), p-value = 0.990 (planning), p-value = 0.957 (organizing), p-value=0.962 (staffing), p-value=0.508 (directing), Conclusion: With actuating aspect that obtained p-value = 0.977 and controlling aspect that obtained p-value = 0.790, the conclusion of this research is there was no significant difference between charge nurses’ and registered nurses’ perceptions of management functions in supervision.
Pemberdayaan Isteri-Isteri Nelayan Pabean Udik Kecamatan Indramyu dalam Diversikasi Ikan Tongkol menjadi Abon Ikan Tongkol Siregar, Tatiana; Ritanti, Ritanti; Febriani, Nelly; Permatasari, Indah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.2720

Abstract

Wilayah Indonesia teridiri atas lautan dan daratan dan dua pertiganya merupakan lautan Salah satu daerah pesisir pantai adalah Kuwu Pabean Udik terletak di Indramyu Jawa Barat. dan pekerjaan warga adalah sebagai nelayan, namun penghasilan dari nelayan tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga kebutuhan dan kehidupan rumah tangga katagorik miskin. Isteri-isteri nelayan di Pabean Udik 90% sebagian adalah ibu rumah tangga, dan sebagian mereka 28 orang terlibat dalam kegiatan PKK atau Kader Kesehatan Posyandu. Tujuan pengabdian kepada masayarakat untuk memberdayakan perempuan isteri-isteri nelayan dalam memanfaatkan tangkapan nelayan berupa diversifikasi olahan ikan tongkol menjadi abon ikan sehingga bernilai ekonomis serta dapat menambah income bagi keluarga dan dapat meningkatkan status kesehatan keluarga. Metode abdimas dengan cara training of trainers (ToT) dan pendampingan kepada perempuan nelayan terkait diversifikasi Ikan Tongkol menjadi Abon Ikan Tongkol. Kegiatan berlangsung 3 bulan dengan melibatkan 10 mahasiswa sebagai fasilitator pada saat peroses pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan produk Abon Ikan Tongkol dengan nilai standar gizi dan sertifikat halal siap diapsarakan. Diharapakan peran Pemda setempat untuk memberikan sumbangan modal agar produk rumah tangga ini bermanfaat bagi warga Kuwu Pabean Udik Indramyu.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GERAKAN SADARI KEPADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 5 DEPOK Lestari, Bonieta Dwi; Samaria, Dora; Febriani, Nelly; Rahma, Annisa; Meta, Melani; Izza, Nurul; Apriliana, Vionita
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.6207

Abstract

Adolescence or childhood to adulthood is a condition characterized by the maturation of reproductive organs and functions. In adolescent girls, it is marked by the first menstruation (menarche), and also secondary signs such as the introduction of breast cells that must be handled optimally so that it does not lead to something undesirable such as breasts. Therefore, activities are needed to identify factors of adolescent knowledge and health education to equip their reproductive health knowledge. Thus, the purpose of this activity is to analyze the knowledge factor about the reproductive system of adolescent girls at SMAN 5 Depok, followed by a demonstration of the Breast Self-Examination (BSE). The method of activity is carried out offline, using a pre-experimental design with a one group pre-test post-test design. In addition, a simulation of SADARI examination per group was carried out using phantom breasts. From the PKM that has been carried out, it is found that there is an increase in knowledge related to the reproductive system in adolescents and the introduction of SADARI, and is supported by the acquisition of significant pretest and posttest score.abstract in bahasaRemaja atau masa peralihan anak-anak menuju dewasa adalah suatu kondisi yang ditandai dengan matangnya organ dan fungsi reproduksi. Pada remaja wanita ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), dan juga tanda-tanda sekunder seperti pembesaran sel-sel payudara yang harus dirawat secara maksimal agar tidak tidak mengarah ke suatu hal yang tidak diinginkan seperti kanker payudara. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan untuk mengidentifikasi faktor pengetahuan remaja dan edukasi kesehatan untuk membekali pengetahuan kesehatan reproduksi mereka. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis faktor pengetahuan mengenai sistem reproduksi remaja putri di SMAN 5 Depok, diikuti dengan pendemonstrasian gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para remaja putri di SMAN 5 Depok tentang sistem reproduksi khususnya menstruasi dan kanker payudara. Metode kegiatan dilakukan secara luring, menggunakan rancangan one group pretest and posttest design. Selain itu, simulasi pemeriksaan SADARI per kelompok dilakukan dengan menggunakan phantom payudara. Dari PKM yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan terkait sistem reproduksi wanita pada remaja dan pengenalan SADARI, dan pernyataan ini didukung oleh perolehan score pretest dan posttest yang signifikan.
Gaya Kepemimpinan Transformasional Leadership Kepala Ruangan Berhubungan Interprofessional Collaboration Perawat Fitriyani, Elsa; Febriani, Nelly
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3129

Abstract

Transformational leadership style is very effective in improving interprofessional collaboration in hospitals by providing a clear vision, encouraging open communication, valuing each profession, facilitating interprofessional meetings, and ensuring continuous development, transformational leaders can create a collaborative and productive work environment. The purpose of the study was to determine the relationship between the transformational leadership style of the head of the room in improving team collaboration in the inpatient room of Khidmat Sehat Afiat (KISA) Hospital, Depok City.This study used a quantitative method with a chi-square correlation test with a cross-sectional approach. Sampling using Accidental sampling sample amounted to 108 employees.The results data obtained through the Multifactor Leadership Questionnaire, Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) obtained that there is a significant relationship between the transformational leadership style of the head of the room with the level of team collaboration p-value 0.002. It is expected that future researchers will develop data by expanding the population, adding variables and different measuring instruments. It is also expected that the hospital will develop a transformational leadership training program for the head of the room to improve team performance
Hubungan work-life balance perawat dengan medication administration error di ruang rawat inap : The relationship between work-life balance of nurses and medication administration error in the inpatient room Ansar, Nabilah Aulia; Febriani, Nelly
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2250

Abstract

Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada setiap tahap proses pengobatan. Perawat diajarkan prinsip dan keterampilan untuk memberikan obat dengan aman, namun kesalahan pemberian obat masih dilaporkan. Medication Error dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi pekerja kesehatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan work-life balance perawat dengan medication administration error di ruang rawat inap. Metode penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 dengan menggunakan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 115 responden yang didapat melalui teknik Purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan ciri khusus yang ditetapkan peneliti. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner. Sebagian besar responden memiliki work-life balance tinggi dan tidak melakukan kesalahan pemberian obat yaitu sebanyak 60 responden (52.2%). Hasil perhitungan uji chi-square didapatkan nilai p value = 0,001., CI 95% yang artinya terdapat hubungan work-life balance perawat dengan medication administration error. Terdapat pula hubungan antara masing-masing dimensi work-life balance yaitu keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan, dan keseimbangan kepuasan dengan medication administration error. Terdapat hubungan antara work-life balance perawat dengan medication administration error di Ruang Rawat Inap yang dibuktikan dengan hasil uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,001
Barriers to Implementing Comprehensive Sexuality Education as a Strategy to Prevent Adolescent Pregnancy in Indramayu District, Indonesia Kurnaesih, Een; Herbawani, Chahya Kharin; Febriani, Nelly
Kesmas Vol. 20, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of comprehensive sexuality education (CSE) is not optimal. This qualitative study aimed to identify and contextualize barriers to CSE implementation, specifically in Indramayu District, Indonesia. Conventional content analysis procedures were used. Seven participants, consisting of relevant authorities, were interviewed. A purposive sampling technique was employed to select participants. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews. All interviews were recorded and transcribed verbatim. Data were analyzed using conventional qualitative content analysis. The barriers to CSE implementation in Indramayu District were identified across five themes: advocacy, technical considerations, coordination and collaboration, integration with other sexual and reproductive health projects, and access beyond school, highlighting the need for improved coordination, targeted outreach, and curriculum development to address these challenges and enhance program effectiveness.
Pentingnya Persiapan dalam Pendidikan Kesehatan pada Pasien di Rumah Sakit Febriani, Nelly; Handiyani, Hanny; Kuntarti, Kuntarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.886 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.28

Abstract

Latar belakang: pelaksanaan pendidikan kesehatan penting dilaksanakan rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang hubungan dengan pelaksanaan pendidikan kesehatan di rumah sakit. Metode: analisis multivariat terhadap 81 perawat pelaksana, dipilih dengan cosecutive sampling. Pengukuran faktor yang mempengaruhi pendidikan kesehatan menggunakan kuesioner ( Cronbach= 0,953; 0,870).Hasil: Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan kesehatan yang baik di antaranya persiapan, lingkungan dan sumber daya, serta sikap pasien (p=0,008; p=0,004; p= 0,023). Faktor yang paling dominan berpengaruh yaitu persiapan pendidikan kesehatan (p=0,013; OR=3,87).Kesimpulan: Persiapan pelaksanaan pendidikan kesehatan meningkatkan perawat pelaksana untuk melaksanakan pendidikan kesehatan dengan baik sebesar 3, 87 kali lebih tinggi dibanding pendidikan kesehatan yang tidak dipersiapakan dengan baik. Rekomendasi yang muncul dari penelitian ini agar meningkatkan pemahaman perawat akan perannya dalam melaksanakan pendidikan kesehatan, dengan melakukan persiapan dan menggunakan sumber daya yang ada. Background: the implementation of health education at hospital is important. Objective this research to determine the factors most related to implementation of health education at hospital.Methods: descriptive cross sectional analytic to 81 nurses, chosen by cosecutive sampling. Measurement of factors that affect the implementation of health education using questionnaires.Results: Factors that influence health education is going well including preparation, environment and resources, and patient’s attitudes (p=0.008; p=0.004; p= 0.023). Among the three factors that affect the implementation of health education, found that the most dominant factor is preparation to implementation of health education (p=0.013; OR=3.87).Conclusion: preparation to implementation of health education would give 3.87 times greater chance for nurses to conduct health education are well compared with preparation are not do well. Recommendation from this study is increase the understanding of its role and nurse will carry out health education, the preparation and use of available resources.
PERAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DALAM MEMOTIVASI PERAWAT PADA PENCEGAHAN RISIKO JATUH DI RUMAH SAKIT Khotimah, Latifah Khusnul; Febriani, Nelly
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.4111

Abstract

: Pencegahan risiko jatuh dalam menjaga keselamatan pasien tidak terlepas dari motivasi perawat. Perawat yang termotivasi dalam pencegahan risiko jatuh dipengaruhi oleh peran kepala ruangan dalam melaksanakan supervisi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan peran supervisi kepala ruangan dengan motivasi perawat dalam pencegahan risiko jatuh di Rumah Sakit Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 70 perawat. Gambaran peran supervisi kepala ruangan dengan kategori baik sebanyak 48 perawat (68,6%) dan kategori kurang baik 22 perawat (31,4%). Gambaran motivasi perawat sebanyak 44 perawat (62,9%) termotivasi dan 26 perawat (37,1%) tidak termotivasi. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara peran supervisi kepala ruangan dengan motivasi perawat dalam pencegahan risiko jatuh (p Value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini kepala ruangan dapat terus melaksanakan evaluasi melalui kegiatan supervisi yang dapat menmbulkan motivasi perawat dalam pencegahan risiko jatuh. Rekomendasi penelitian ini diharapkan kepala ruangan senantiasa berperan untuk meningkatkan pelaksanaan supervisi yang baik agar terjadi peningkatan motivasi perawat dalam pencegahan risiko jatuh.Kata kunci: motivasi, pencegahan risiko jatuh, perawat, supervisi
Co-Authors A, Atikah Afiati, Farida Agarta, Aprilia Amma, Salsabila Shafa Muradi Anjani, Agustin Ratna Annastasya, Dara Annisa Rahma Ansar, Nabilah Aulia Apriliana, Vionita Arafah, Nathaniela Ardiansari, Putri Arisma, Sari Aulia, Della Zahra Aulia, Nadya Syifa Az-Zahr, Syahla Alifia Azhari, Nurdinda Bonieta Dwi Lestari Cahyani, Salma Nisrina Chairani, Aulia Nasywa Chairunisa, Khanza Hanaya Dila Sari Putri Dongoran, Fitri Ramayani Dora Samaria Dyah Utari Een Kurnaesih Erlingga, Maurine Rivalda Fadhilah, Nur Syafrina Fadila, Nazma Putri Fitria, Miranti Bunga Fitriyani, Elsa Hanifa, Isnaini Haniifah, Kayla Hanny Handiyani Herbawani, Chahya Kharin Hidayat, Wahid Humaira, Khansa Indah Permatasari Indah Permatasari Islam, Difa' Shohwatul Izza, Nurul Julia Hartati Khairini, Hafizah Khairunnisa, Cintia Zahwa Khotimah, Latifah Khusnul Kuntarti Kusumadewi, Jovita Putri Lestari, Bonieta Dwi Maulana, Akmal Ma'sum Maulina, Ayu Maulina, Ayu Mazaya, Hasna Melani Meta Meta, Melani Mutia, Rai Ananda Muzayanah, Lailatul N, Nurlaila Nabila, Anna Nabila, Diya Napitupulu, Friskila Novelia Nugraha, Destiana Aulia Nugroho, Regina Aprillia Nurul Izza Pebriani, Putri Wiwit Pramesty, Syarla Bella Dewi Putri, Irly Aisyah Putri, Nafisya Nur Adiba Purnomo Rahma, Annisa Ratnasari, Ajeng Ayu Ratnawati, Diah Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Roselowati, Yessy Rahma Safitri, Aida Cecilya Saharawati, Regita Siregar, Tatiana Sulistiawati, Ratna Syachfitri, Zellda Nur Syavira, Ainur Rizqi Syukria, Yahya Tasya, Naswa Triana, Puput Adi Vionita Apriliana