Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Growth And Yield of Soybean Devon I Variety With Application of Cow Manure And Mycorrhiza Daryanti; Teguh Supriyadi; Achmad Fatchul Aziez; Dwi Susilo Utami; Sukamto
Agricultural Science Vol. 3 No. 2 (2020): March
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the environmentally friendly ways to increase soybean production was to use organic fertilizers and mycorrhiza. This study aimed to determine the effect of cow manure dose and a dose of mycorrhiza on the growth and yield of soybean varieties Devon I. The study was conducted in April to September 2019 in Teguhan village, Sragen Regency, altitude 86 masl, with the grumosol soil type. This study used a randomized block design Complete by a factor of two treatments, the first factor dose of cow manure consists of four levels ie K0 = 0 tonnes / ha, K1 = 5 tonnes / ha, K2 = 10 tonnes / ha, K3 = 15 ton / ha and a dose of mycorrhiza consists of three levels ie M0 = 0 g, M1 = 3 g, M2 = 6 g per plant. The use of fertilizer was reduced by half a dose recommendation. The results showed that the dose of cow manure significantly affected the growth and yield of soybean, the mycorrhiza dose had no significant effect on the growth and yield of soybean. The lowest productivity in this study in the treatment without cow manure (1.158 tonnes/ha) and the highest productivity in the treatment of cow manure is 15 tonnes/ha (1, 46 tonnes/ha).
PENINGKATAN PEMAHAMAN IBU-IBU PKK DI DESA TRIYAGAN TENTANG MANFAAT UBI JALAR DAN VARIASI PENGOLAHANNYA Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; Teguh Supriyadi; Eko Hartoyo; Kusriani Prasetyowati; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2001

Abstract

Ubi jalar merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat mengenal ubi jalar sebagai bahan makanan yang murah dan mengenyangkan, namun masih banyak yang belum memahami bahwa ubi jalar mengandung berbagai senyawa yang berguna bagi kesehatan. Ubi jalar juga bisa diolah menjadi aneka makanan kekinian yang menarik minat untuk mengkonsumsi ubi jalar. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat ubi jalar bagi kesehatan dan cara mengolah ubi jalar yang bervariasi dan bisa menjadi ide usaha. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022 bertempat di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan dengan cara penyuluhan dan praktek. Kegiatan ini diikuti oleh 34 orang ibu. Materi pengabdian dapat diterima dengan baik dan menambah wawasan tentang manfaat ubi jalar bagi kesehatan. Kegiatan praktek pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah ubi jalar menjadi berbagai hidangan yang menarik.
Rhizoctonia mycorrhizae application and watering intervals on Dendrobium violaceoflavens seedling: a study of its effect on drought stress R Soelistijono; Daryanti Daryanti; Haryuni Haryuni; Irvansyah Cahya Perwita; Dian Rakhmawati
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/21123

Abstract

Dendrobium violaceoflavens merupakan spesies asli Papua, habitat alaminya adalah daerah dengan curah hujan tinggi sehingga akan menjadi masalah bila dibudidayakan dan terlambat dalam penyiraman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman pada pertumbuhan vegetatif bibit D. violaceoflavens terhadap cekaman kekeringan (faktor abiotik). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama: dengan dan tanpa aplikasi Rhizoctonia mikoriza, faktor kedua adalah interval penyiraman 2 hari, 4 hari dan 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan [1] aplikasi Rhizoctonia mikoriza berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan nilai tertinggi 2,43 cm, jumlah daun 3,17 helai, dan jumlah akar 4,6 helai; [2] Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan nilai tertinggi 2, 85 cm, jumlah daun 3,35 helai, jumlah akar 5,27 helai, dan bobot segar 1,23 g; [3] Interaksi pemberian Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman 4 hari berpengaruh nyata pada panjang daun 1,90 cm dan jumlah daun 3,70 helai, dan pada akar terbentuk struktur peloton. Hasil terbaik diperoleh pada aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan interval penyiraman 4 hari dalam penanggulangan cekaman kekeringan.ABSTRACTDendrobium violaceoflavens is a native species of Papua, its natural habitat is an area with high rainfall that will be a problem if it is cultivated and watering is delayed. The aim of this study was to determine the effect of Rhizoctonia mycorrhizae application and watering interval on vegetative growth of D. violaceoflavensseedlings on drought stress (abiotic factors).Research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors and 5 replications. First factor was with and without application of Rhizoctonia mycorrhizae, second factor was watering interval of 2 days, 4 days and 6 days. The result showed that [1] the application of Rhizoctonia mycorrhizae had a significant effect on plant height with the highest value of 2.43 cm, number of leaves 3.17 leaves, number of roots 4.6 leaves; [2] watering interval significantly affected on plant height with the highest value of 2.85 cm, number of leaves 3.35 sheets , number of roots 5.27, fresh weight of 1.23 g; [3] Interaction between Rhizoctonia mycorrhizae and watering interval of 4 days significantly affected on leaf length 1.90 cm, leaf number 3.70 sheets and a peloton structure was formed on the root. Best results were obtained on the application of Rhizoctonia mycorrhizae and watering interval of 4 days in overcoming the drought stress.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA TRIYAGAN Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2382

Abstract

Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, tetapi ketersediaan lahan untuk areal pertanian sebagai tempat menghasilkan pangan semakin berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan pangan adalah dengan pemberdayaan keluarga untuk bertanam tanaman pangan di pekarangan rumah. Meskipun lahan terbatas bukan menjadi hambatan untuk bertanam. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk bertanam di lahan sempit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Desa Triyagan dalam pemanfaatan pekarangan untuk bertanam aneka tanaman pangan seperti sayuran, buah dan bumbu dapur atau tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Nopember 2022 – Januari 2023 bertempat di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan adalah dengan cara penyuluhan dan praktek. Dalam kegiatan pengabdian ini diberikan bantuan berupa rak vertikultur serta aneka alat dan bahan lainnya (pot, polibag, aneka bibit sayuran, media tanam, pupuk organik). Kepada ibu-ibu peserta diberikan materi tentang dasar-dasar bertanam, aneka kreasi cara bertanam yang bisa diterapkan di pekarangan,tahap-tahap budidaya tanaman. Ibu-ibu peserta dibimbing untuk melakukan praktek langsung cara bertanam sayuran mulai dari penyiapan media, penanaman, pemeliharaan. Respon peserta cukup baik dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan 90% peserta berhasil melaksanakan praktek bertanam sayuran di pekarangan masing-masing.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMUDA TANI KOMODITAS HORTIKULTURA Suswadi Suswadi; Norbertus Citra Irawan; Agung Prasetyo; Mahananto Mahananto; Kusriani Prasetyowati; Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; Teguh Supriyadi; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2698

Abstract

Permasalahan dalam pengetahuan pemasaran online bagi petani hortikultura mencakup kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran digital yang efektif, keterbatasan aksesibilitas teknologi dan koneksi internet di daerah pedesaan, serta ketidakpahaman tentang analisis data dan tren pasar, yang secara keseluruhan menghambat optimisasi pemasaran online dan meningkatkan pendapatan serta peluang bisnis petani hortikultura. Solusi untuk masalah pengetahuan dan keterampilan pemasaran online bagi petani hortikultura adalah melalui program pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Program ini mencakup pemahaman strategi pemasaran digital, penggunaan platform online, konten menarik, analisis data, dan pemahaman perilaku konsumen. Pelatihan membantu petani hortikultura hadapi tantangan pemasaran online. Materi disajikan dengan bahasa sederhana dan mudah diakses. Workshop kolaboratif memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani. Evaluasi dan umpan balik terus meningkatkan kualitas pelatihan. Diharapkan petani dapat sukses dalam pemasaran online dan bisnis mereka di era digital.
Pengaruh Pemangkasan Cabang Lateral dan Dosis Pemberian Pupuk NPK pada Tanaman Bunga Kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis L) Endang Suprapti; Agus Budiyono; Tyas Soemarah Kurnia Dewi; Daryanti; Alif Amirul Fatkhurahman
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 23 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v23i2.2744

Abstract

Cauliflower is a vegetable that has commercial value and good prospects, especially for public consumption. According to the Central Bureau of Statistics of the Republic of Indonesia cauliflower production has decreased from 2019 to 2021, it is necessary to improve maintenance, one of which is by pruning lateral branches to increase productivity, thereby increasing the rate of photosynthesis to produce high productivity and the right dose of NPK fertilizer to maximize growth in the vegetative and generative phases thereby increasing the yield of cauliflower plants. This study aims to determine the effect of pruning lateral branches and doses of NPK fertilizer on the growth and yield of cauliflower. The research was conducted in the hamlet of Jinarum, Girilayu, Matesih, Karanganyar from July to September 2022. The research method used a Completely Randomized Block Design (RAKL) consisting of 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is lateral branch pruning P0: without pruning, P1: pruning lateral branches 3 WAP, P2: pruning lateral branches 5 MST. The second factor is the dose of NPK fertilizer with doses of N1: 150 kg/ha, N2: 200 kg/ha, N3: 250 kg/ha. The results showed (1) Pruning lateral branches had a very significant effect on fresh stover, dry stover, crop diameter, crop weight per plant, and crop weight per plot. However, it did not have a significant effect on plant height and number of leaves. (2) NPK fertilizer doses had a very significant effect on fresh stover, dry stover, crop diameter, and crop weight per plant, had a significant effect on crop weight per plot, and had no significant effect on plant height and number of leaves. (3) The interaction between treatments had a very significant effect on fresh stover, dry stover, and crop weight per plant, and had no significant effect on plant height, number of leaves, crop diameter, and crop weight per plot. (4) The highest yield was obtained in the pruning treatment 3 weeks after planting with a dose of NPK fertilizer of 200 kg/ha, namely the crop weight of 11,997.4 grams per plot (. 26,644 kg/ha). Kata kunci : pruning lateral branches, the dose of NPK fertilizer
The Effect using Rhizoctonia Mycorrhizaee on Dendrobium nandia anindhita Seedling R Soelistijono; K Aprilliyan; Daryanti Daryanti
Journal of Biodiversity and Biotechnology Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jbb.v1i2.56352

Abstract

Dendrobium nandia anindhita orchid is a favored hybrid of orchid because it flowers easyly and has high variety of flower colors. The aim of this study was to determine the effect of the application of Rhizoctonia mycorrhizaee on seedling Dendrobium hybrid orchids. It is expected that the seedling will have the characteristics of the Dendrobium orchid species. The research was carried out in a green house and laboratory of the Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University. The design used was a completely randomized design with one variable and 25 seedling samples each. The results showed: (1) Microscopically, Rhizoctonia mycorrhizaee had the following characteristics: Fungal hyphae growing on PDA media were white, branches of Rhizoctonia mycorrhizaee hyphae formed elbows and had septa; (2) The application treatment of Rhizoctonia mycorrhizaee (M) had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of roots, root length and plant fresh weight, treatment (M) had no significant effect on parameters of leaf length; (3) Morphological observations showed that the orchid plants that were applied to Rhizcotonia mycorrhizae had greener leaf colors, more leaves, and longer roots than those without Rhizcotonia mycorrhizae.
Application of Rhizoctonia mycorrhiza and without Rhizoctonia mycorrhiza in improving vegetative growth of Dendrobium nindii seedlings R Soelistijono; Daryanti Daryanti; Siti Mardhikasari; Tyara Yunika Sari; Dian Rakhmawati
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/30844

Abstract

Dendrobium is a genus of orchid that has the most attraction among the public rather than other types, especially for orchid species such as Dendrobium nindii type. The obstacle in cultivating orchids species is the slow vegetative growth when compared to orchids resulting from crosses (hybrid orchids). This research aimed to determine the vegetative growth of D. nindii seedlings using Rhizoctonia sp. The research was conducted at the Greenhouse, Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University from January to July 2023. The research used quantitative descriptive method consisting of one treatment with six replications and each replications contained ten plants. The factor was application of Rhizoctonia mycorrhiza and without application of Rhizoctonia mycorrhiza. The results showed that (1) the morphological characteristics of Rhizoctonia mycorrhiza were white colonies, with right-angled branches and two nuclei, (2) the application of mycorrhizal Rhizoctonia had a very significant effect on the vegetative growth of D. nindii as shown in the parameters of plant height, leaf length, number of leaves, root length, number of roots and fresh weight of seedlings, and (3) there was an association of Rhizoctonia mycorrhiza with the formation of the peloton structure.ABSTRAKDendrobium merupakan salah satu genus anggrek yang memiliki daya tarik paling banyak di masyarakat diantara jenis anggrek lainnya terutama untuk anggrek spesies seperti Dendrobium nindii. Kendala dalam budidaya anggrek spesies adalah pertumbuhan vegetatif yang lambat bila dibandingkan dengan anggrek hasil persilangan (anggrek hibrida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan vegetatif bibit D. nindii dengan menggunakan Rhizoctonia sp. Penelitian dilakukan di Rumahkasa Fakultas Pertanian Unversitas Tunas Pembangunan dari Januari sampai Juli 2023. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan enam ulangan dan setiap ulangan terdiri enam tanaman. Faktor perlakuan adalah aplikasi Rhizoctonia mikoriza dan tanpa aplikasi Rhizoctonia mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan (1) ciri morfologi Rhizoctonia mikoriza berupa koloni berwarna putih, dengan percabangan siku-siku dan berinti dua, (2) pemberian Rhizoctonia mikoriza berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan vegetatif D. nindii  yang ditunjukan pada parameter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar dan berat segar bibit, dan (3) terjadi asosiasi Rhizoctonia mikoriza dengan terbentuknya struktur peloton.
BIMBINGAN PEMBUATAN PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PROGRAM BERTANAM SAYURAN ORGANIK DI DESA TRIYAGAN Daryanti Daryanti; Tyas Soemarah KD; Endang Suprapti; Agus Budiyono; R. Soelistijono; Teguh Supriyadi; Wiyono Wiyono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2695

Abstract

Sayuran organik masih sulit dijumpai di pasaran, kalaupun ada harganya mahal. Untuk mendukung keberhasilan usaha bertanam sayuran organik diperlukan pupuk dan pestisida organik. Berdasar hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat lanjutan untuk mendukung kegiatan bertanam sayuran organik di pekarangan rumah yang telah berjalan di Desa Triyagan. Kegiatan pengabdian berupa bimbingan pembuatan pupuk dan pestisida organik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang banyak tersedia dan mudah didapat di lingkungan Desa Triyagan. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Mei- Juli 2023. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu kader PKK dan KWT di Desa Triyagan. Dalam kegiatan ini pembuatan pupuk organik memanfaatkan limbah dapur dan halaman dengan metode komposter ember dan karung. Sedangkan pestisida organik dibuat dari bahan yang mudah didapat di dapur dan lingkungan (bawang putih, kunyit, lengkuas, daun sirsat, daun mimba, sereh, sirih). Kegiatan pengabdian telah terlaksana dan para peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik.