p-Index From 2021 - 2026
5.002
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Jurnal Energi Dan Manufaktur Jurnal Simetris Jurnal Teknik Mesin Jurnal Teknik Mesin SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Rekayasa Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Jurnal Mechanical Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementer (Elektro dan Mesin Terapan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Machine : Jurnal Teknik Mesin Prosiding Seminar Nasional Darmajaya Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Indonesia Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Journal of Innovation and Technology Indonesian Journal of Engineering and Science (IJES) ARMATUR : Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Jurnal Puruhita Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Polimesin Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Mechanical

Pengaruh Pemesinan Kering Terhadap Kekasaran dan Kekerasan Permukaan Paduan Titanium Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen-komponen mesin pesawat terbang yang dibuat daripada bahan paduan titanium memerlukan tingkat kelayakan dan kenyamanan terhadap kondisi permukaan yang dimesin. Integritas permukaan yang dimesin menjadi salah satu indikator penting terhadap kualitas komponen mesin yang diproduksi. Bagaimanapun juga, pada waktu pemesinan, permukaan paduan titanium yang dimesin mudah mengalami kerusakan karena bahan ini bersifat mampu-mesin yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh model pemesinan kering terhadap integritas permukaan bahan Ti-6%Al-4%V ELI yang dimesin. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekasaran permukaan yang diperoleh sangat ditentukan oleh kadar pemakanan dan jari-jari ujung pahat. Pada tingkat awal proses pemesinan, nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan ada pada level yang tinggi dan kemudian menurun seiring dengan aus yang berlaku pada ujung mata pahat. Pada jara beberapa mikron di bawah permukaan bahan yang dimesin, didapati efek pengerasan sehingga nilai kekerasan yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan pada permukaan paling atas. Bahkan, lapisan putih yang keras dijumpai setebal lebih kurang 2 m pada kondisi operasi pemesinan; kecepatan potong 95 m/min, feed rate of 0.35 mm/rev and depth of cut of 0.10 mm. Kondisi ini diperoleh pada akhir pemotongan atau pada kondisi aus telah mencapai maksimum. Kata kunci: pemesinan kering, titanium, kekasaran permukaan, kekerasan permukaan
Prestasi Pahat Karbida Berlapis TiN-Al2O3-TiCN Pada Saat Pembubut Baja Perkakas AISI D2 Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap pahat karbida dilakukan untuk menginvestigasi umur pahat sifat ausnya  pada berbagai kondisi proses pemesinan. Pahat karbida yang dilapisi (KC 125) dan tidak dilapisi (K 313) digunakan untuk membubut baha perkakas AISI D2 yang berbentuk bulat dengan nilai kekerasan 25 HRC. Pengujian dilakukan dalam keadaan kering atau tanpa menggunakan pelumas pada  berbagai jenis keceptan potong dan pemakanan, sedangkan kedalaman potong konstan. Disain penelitian Metode Tagcuhi diimplementasikan untuk mengakomodir parameter pemesinan pada beberapa jenis kecepatan potong dan pemakanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa progress haus untuk kedua jenis pahat karbida terdiri dari tiga tahap yaitu mekanisme haus awal, pertengahan (teratur) dan akhir pemesinan. Mekanisme aus perlahan dan seragam terjadi pada kadar pemakanan rendah, 0,05 mm/rev. secara umum, pahat karbida yang dilapisi menunjukkan prestasi yang lebih baik berbanding dengan pahat karbida yang tidak dilapisi. Umur pahat yang panjang dan keadaan permukaan yang baik diperoleh bila mengunakan pahat karbida yang dilapisi.Kata kunci : umur pahat, pahat karbida, pembubutan dan AISI D2.
Analisa Keausan Pahat pada Pemesinan Bor Magnesium AZ31 Gusri Akhyar Ibrahim; Joni Iskandar; Arinal Hamni; Sri Maria Puji Lestari
JURNAL MECHANICAL Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v8.i2.201711

Abstract

Pengeboran (drilling) adalah proses pembuatan lubang dengan cara menekan sebuah mata pahat yang berputar pada benda kerja. Selama proses permesinan terjadi interaksi antara mata bor  dengan benda kerja dimana benda kerja terpotong sedangkan mata bor mengalami gesekan. Gesekan yang dialami pahat berasal dari permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong, akibat gesekan ini  pahat mengalami aus. Tujuan penelitian ini akan menganalisa umur pakai pahat HSS pada pemesinan bor magnesium AZ31 dan untuk mendukung penelitian tersebut digunakan Metode Taguchi untuk menganalisa pembahsan hasil penelitian. Parameter permesinan bor yang digunakan yaitu; mata bor HSS (hight speed stell) dengan ukuran (10 mm, 12 mm, dan 14 mm), kecepatan putaran (635 Rpm, 970 Rpm, 1420 Rpm) dan menggunakan gerak makan (0,10 mm/rev, 0,18 mm/rev dan 0,24 mm/rev), dengan kedalam potong 50 mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan mikroskope digital USB dengan perbesaran 50x. Data keausan pahat dilihat setiap satu kali proses pengeboran dan proses pemesinan akan dihentikan jika mata bor sudah mengalami aus. Umur pahat tertinggi diperoleh pada diameter bor 10 mm dengan kecepatan putaran 635 rpm dan menggunakan gerak makan 0,10 mm/rev yaitu selama 12,74 menit, sedangkan umur pahat terendah diperoleh pada diameter bor 14 mm dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan menggunakan gerak makan sebesar 0,18 mm/rev yaitu selama 0,68 menit. Berdasarkan analisys of varian (ANOVA) parameter yang signifikan dalam mempengaruh umur pakai mata bor adalah kecepatan putaran (n). Semakin besar kecepatan putaran (n) maka keausan mata bor akan semakin cepat terjadi, hal tersebut disebabkan karena suhu tinggi yang di hasil dari gesekan antara mata bor dan benda kerja.
Konsep Proses Pemesinan Berkelanjutan Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metal industrial machining usually strongth pressure from all sectors, ether raw material industries or user metal industries. Manufacturint process which offered to all sectors industries  or companies that sustainable manufakturing consist of three main factor are efective cost, enviroment and social performance. Keywords: Sustainable, machining, social, enviroment, cost.
Optimasi Kepresisian Geometri Ulir Menggunakan Metode Taguchi-Grey Relation Analysis Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni; Muhammad Daud Aria Falah
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201910

Abstract

Metode Taguchi telah digunakan secara luas dalam proses optimasi terhadap suatu respon tunggal, sedangkan untuk menyelesaikan proses optimasi multi-respon dapat digunakan Metode Grey Relation Analysis (GRA). Metode Grey Relation Analysis (GRA) dapat mensimplifikasi proses multi-respon dengan mengubahnya kedalam respon tunggal. Kesalahan geometri ulir magnesium pada pemesinan bubut ulir dipengaruhi oleh diameter benda uji, kedalaman potong, dan kecepatan putar. Penelitian ini meneliti respon kesalahan pitch, kesalahan tinggi, dan kesalahan sudut ulir pada bentuk ulir luar metrik M1,5 dengan 3 level dan 3 faktor lalu pengolahan datanya menggunakan proses optimasi Taguchi-GRA. Penelitian ini menggunakan diameter benda kerja ulir digunakan 10, 14, 18 mm, kedalaman potong 0,23, 0,3067, 0,46 mm dan kecepatan putar 212, 318, 424 rpm. Hasil optimal didapatkan pada kombinasi kondisi pemotongan dengan faktor diameter 10 mm, kedalaman 0,46 mm dan kecepatan spindel 424 rpm, dimana respon kesalahan pitchnya 0,012667 mm, kesalahan tinggi 0,03833 mm, dan kesalahan sudut 1,5367o. Faktor yang berpengaruh signifikan yaitu kecepatan putar 56,66 % dan diameter benda kerja 25,85%.
Identifikasi Nilai Kekasaran Permukaan pada Pemesinan Paduan Magnesium Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The using of magnesium alloy, as alternative to iron and steel, is becoming more popular in the manufacturing industries. Magnesium and its alloys were classified as lighter material and also available in a quite large quantity in this world. Some of machined componens, included automotive and aerospace componens were produced by cutting, which is known as machining process. The machining process done in several conditions doe to the pharamater or factor in machining process. The main factors in machining process are  feed rate, cutting speed, machining condition and deep of cutting. The purpose of this research is to investigate the influence of cutting pharameter to the surface roughness of magnesium, when machined using milling process and supplied with cooling air from vortex tube cooler. Cutting pharameters  used in this research are feed rate and cutting speed. Feed rate used was three levels, those are 0,15 mm/rev, 0,20 mm/rev, and 0,25 mm/rev. Cutting speed used also three levels, those are 23,18 m/min, 32,15 m/min and 42,7 m/min. Cooling air is released from vortex tube cooler with 15 oC of temperature. The result of this research is found that feed rate affected signicantly on surface roughness value. The surface roughness value increased with increasing of the feed rate level. An other han, the surface roughness  value is also affected wear on the edge of the cutting tool. The wear on the cutting tool contributed to the changes of  nose radius (become bigger), so increase the surface roughness value.Keywords: magnesium material, surface roughness, milling, cutting pharameter, cooling air.
Analisis Konsumsi Energi Listrik Universal Milling Machine Pada Berbagai Keadaan Operasi dan Parameter Pemesinan Dimas Rizky Hermanto; Yanuar Burhanuddin; Suryadiwansa Harun; Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL MECHANICAL Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v9.i1.201806

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat pengaruh kondisi mesin dan variasi parameter pemesinan terhadap konsumsi daya listrik mesin frais universal Milko 12. Pengujian pemotongan dilakukan pada baja karbon SS400 dengan tiga kondisi operasi yaitu kondisi idle, kondisi meja bergerak dan kondisi melakukan pemotongan, dimana pada masing-masing kondisi tersebut dibagi lagi menjadi tiga variasi kecepatan spindel, laju pemakanan, dan kedalaman pemotongan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mesin frais konvensional Universal Milko-12.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi daya dan temperatur mesin meningkat seiring waktu proses dan peningkatan kecepatan spindel. Pada kondisi pemotongan, selain peningkatan kecepatan spindel peningkatkan kecepatan gerak meja dan kedalaman potong menyebabkan peningkatan temperatur dan konsumsi daya pemotongan
PEMBUATAN BIOPELET DENGAN MESIN EXTRUDER BERBAHAN BAKU LIMBAH PENYULINGAN BUAH PALA Ibrahim, Gusri Akhyar
JURNAL MECHANICAL Vol 15, No 2 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fossil energy is running low, causing an increase in the selling price of fossil fuels. This causes the global community to become aware and consider using renewable fuels which are more environmentally friendly. Utilizing nutmeg refining waste into biopellets can be a solution for managing waste and producing alternative fuel. This research focuses on utilizing nutmeg refining waste into biopellets with a mixture of 0%, 3% and 5% tapioca flour using an extruder machine with engine rotation speeds of 1700 RPM and 2800 RPM. The aim of this research is to determine the composition of the adhesive mixture and the engine rotation speed to obtain optimal heating value. The materials in this research were solid waste from nutmeg distillation and tapioca as adhesive. Making biopellets uses 2 treatments, namely 3 variations of adhesive mixture (0 gram, 90 grams, 150 grams) and 2 variations of machine rotation speed (1700 RPM and 2800 RPM). Meanwhile, the tools used are a pellet printing machine, tachometer, digital balance and caloribomb. The results obtained from testing the calorific value in this study were sample A 5,094.27 cal/g, Sample B 5,603.14 cal/g, Sample C 5,346.24 cal/g, Sample D 5,604.85, Sample E 5,789.10 cal/g, Sample F 5,571.65. So it can be concluded that the addition of adhesive and the engine rotation speed on the extruder machine affect the heating value obtained. Keywords: Biopellets, Extruder Machine, Nutmeg Refining Waste, Calorific Value
PEMBUATAN BIOPELET DENGAN MESIN EXTRUDER BERBAHAN BAKU LIMBAH PENYULINGAN BUAH PALA Ibrahim, Gusri Akhyar
JURNAL MECHANICAL Vol 15 No 2 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v15i2.4815

Abstract

Fossil energy is running low, causing an increase in the selling price of fossil fuels. This causes the global community to become aware and consider using renewable fuels which are more environmentally friendly. Utilizing nutmeg refining waste into biopellets can be a solution for managing waste and producing alternative fuel. This research focuses on utilizing nutmeg refining waste into biopellets with a mixture of 0%, 3% and 5% tapioca flour using an extruder machine with engine rotation speeds of 1700 RPM and 2800 RPM. The aim of this research is to determine the composition of the adhesive mixture and the engine rotation speed to obtain optimal heating value. The materials in this research were solid waste from nutmeg distillation and tapioca as adhesive. Making biopellets uses 2 treatments, namely 3 variations of adhesive mixture (0 gram, 90 grams, 150 grams) and 2 variations of machine rotation speed (1700 RPM and 2800 RPM). Meanwhile, the tools used are a pellet printing machine, tachometer, digital balance and caloribomb. The results obtained from testing the calorific value in this study were sample A 5,094.27 cal/g, Sample B 5,603.14 cal/g, Sample C 5,346.24 cal/g, Sample D 5,604.85, Sample E 5,789.10 cal/g, Sample F 5,571.65. So it can be concluded that the addition of adhesive and the engine rotation speed on the extruder machine affect the heating value obtained. Keywords: Biopellets, Extruder Machine, Nutmeg Refining Waste, Calorific Value
Co-Authors . Tarkono, . Achmad Yahya Teguh Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Afriani, Lusmelia Agus Haryanto Agus Setiawan Agus Setiawan Ahmad Su’udi Ahmad Yahya Ahmad Yahya TP Ahmad Yahya TP, Ahmad Akhmad Isnain Pulungan Akhmad Isnain Pulungan, Akhmad Isnain Alan Suseno Alim Fadila Rahman Amrizal Amrizal Anjar Tri Gunadi Anjar Tri Gunadi, Anjar Tri Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal, Arinal Armulani Patihawa Aufadhia Bagus Ramadhan Bagus Saputra Burhanuddin, Yanuar DEWI SARTIKA Dewi Sartika DEWI SARTIKA Didiek Embrijakto Dimas Rizky Hermanto Dityamri, Arzaq Guruh Dityamri, Arzaq Guruh Dodi Wibowo Dodi Wibowo, Dodi Dwiastanto, Lucius Patria Giri Eko Agus Supriyanto Endra Saputra Endro Prasetyo Wahono Ferdianto, Edo Firmansyah, Andre Gustiyawan, Ahmad Hamni, Arinal Henddy Purnomo Henddy Purnomo, Henddy Hendra Hendra Indra Hermawan Irwan Sukri Banuwa Joni Iskandar Joni Iskandar Julita, Sela Karina Gracia Agatha Tambunan Leksono, Panji Mario Lestari, Sri Maria Puji Libiru, Rofika Lusmeilia Afriani Lusmelia Afriani M. Dyan Susila M. Ridho Ulya Mahyudin, Yovial Milyanti, Rita Muhammad Daud Aria Falah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Taqwa Nanda Radigo Putra, Deky Niswah, hamimatun Novri Tanti, Novri Nur Efendi NUR EFENDI Patihawa, Armulani Pramono, Atik Pratondo, Tanto Ramadhan, Bagus Rantaujaya, Agus Rizki Ramadhan Robby Saputra Sahid Ar Rafi Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Endra Seldi Prayoga Shirley Savetlana Shirley Savetlana, Shirley Sri Hidayati Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Puji Maria Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Subeki Subeki Subeki Subeki, Subeki suci hardina rahmawati Supriyadi, Eko Agus Suryadiwansa Harun Tanto Pratondo Utomo Tarkono Tarkono Tarkono Tarkono, Tarkono Trisya Septiana Udin Hasanudin Valiandra, Tito Valiandra, Tito Wahyu Budiono Wahyu Hidayat Wibowo, Muhammad Pandu Wijaya, Bayu Frans Yahya, Achmad Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yusman Zamzami Yusman Zamzami, Yusman