Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Journal (IEJ)

ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) PADA PROSES PEMBUATAN PLAT SAMBUNG TIANG PANCANG PT WIJAYA KARYA BETON, TBK BINJAI Cut Ita Erliana; Khairul Amri
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i1.496

Abstract

PT Wijaya Karya Beton suatu perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi beton dimana distribusinya mencakup hampir seluruh indonesia. Penelitian ini dilakukan pada pekerja di stasiun kerja pembuatan plat sambung pada work shop plat sambung. Para pekerja tersebut bekerja secara repetitif dengan postur tubuh yang tidak efektif sehingga hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan rasa sakit dan nyeri pada beberapa bagian tubuh yang dapat mempengaruhi produktivitas para pekerja. Nilai postur kerja yang memiliki level resiko tertinggi adalah elemen kerja meletakkan besi spiral pada mesin gulung spiral dengan postur bungkuk, proses mengeluarkan besi spiral pada mesin gulung spiral dengan postur jongkok, pengambilan plat sambung dari gudang penyimpanan dengan postur berdiri dengan beban lebih dari 10 kg dan proses pengelasan tulangan angkur dengan plat sambung dengan postur bungkuk, ke 4 elemen kerja tersebut memiliki skor 7, sehingga postur kerja pada elemen ini harus diperbaiki sekarang juga.
PERENCANAAN ULANG TATA LETAK GUDANG MATERIAL BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAGE DAN PENDEKATAN SIMULASI PADA PT. AINI SEJAHTERA Amri Amri; Syamsul Bahri; Putri Lenggo Geni
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v10i1.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan total momen dan waktu simulasi perpindahan bahan baku pada layout awal terhadap layout usulan pada PT. Aini Sejahtera. Evaluasi digunakan dengan menggunakan peta aliran proses untuk mengetahui proses perpindahan bahan baku pada gudang material bahan baku. Selanjutnya menggambarkan kondisi awal gudang dan mensimulasikannya kedalam software Promodel untuk diketahui berapa waktu simulasi pengambilan bahan baku di gudang selama 1 bulan. Setelah itu melakukan perancangan ulang dengan menggunakan software Visio 2016, setelah melakukan perancangan ulang menggunakan metode shared storage dilakukan pengukuran menggunakan metode aisle, sehingga didapatkan perbandingan jarak perpindahan antara layout awal dan layout usulan yaitu sebesar 25000.08 meter/tahun dan mensimulasikan kembali rancangan usulan tersebut, sehingga didapatkan waktu simulasi tercepat dari ke 3 usulan yaitu sebesar 21.71 jam/bulan dimana terjadi penurunan angka perpindahan yang mana pada layout awal sebesar 34.06 jam/bulan. Dan dari perbaikan rancangan menggunakan metode shared storage terjadi penurunan total momen perpindahan sebesar 36% selama setahun.
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI MODEL GOALS PROGRAMMING PADA PERENCANAAN PRODUKSI UD. SAHABAT MITRA BINAAN PT. TELKOM Kurniawan Suprobo; Muhammad Zakaria; Amri Amri
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.680

Abstract

Camilan akar kelapa merupakan makanan ringan yang diproduksi oleh UD. Angsa Dua sejak tahun 1995. Produk camilan ini perlu mendapat perhatian terutama berhubungan dengan kemasannya, dikarenakan selama ini kemasan yang digunakan kurang menarik, sehingga berpengaruh terhadap nilai jual.  Penelitian ini bertujuan merancang kemasan camilan akar kelapa untuk meningkatkan daya tarik konsumen yang nantinya akan berdampak kepada pertambahan nilai jual.  Metode yang digunakan dalam rancangan kemasan adalah value engineering dan analytical hierarchy process (AHP). Metode value engineering diterapkan pada perbaikan nilai, performansi dan biaya dari desain kemasan dengan kriteria: merek dagang, ukuran berat bersih, identitas produk, menarik, kesesuaian warna, tipografi dan ukuran huruf. Metode analytical hierarchy process (AHP) diterapkan pada fase analisis untuk membantu mengetahui prioritas dari kriteria yang sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan desain alternatif dengan nilai performansi tertinggi adalah alternatif 1 (A-B-D-F), yaitu desain dengan material kemasan terbuat dari aluminium foil standing pouch, menggunakan stiker cromo, warna yang digunakan bernuansa terang dan menggunakan huruf yang sesuai. Desain alternatif yang terpilih ini memiliki nilai (value) sebesar 0,1568. Nilai ini diperoleh dari performansi sebesar 41,7 dan biaya untuk ukuran ¼ kg Rp.3.100 per kemasan, biaya untuk ukuran ½ kg Rp.3.600 per kemasan dan biaya untuk ukuran 1 kg Rp.400 perkemasan.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BATAKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Bakhtiar Bakthtiar; Amri Amri; Safiatullah Safiatullah
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i2.102

Abstract

UD. Karya Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat-alat bangunan, dalam menjalankan usaha perusahaan berusaha untuk tetap memenuhi kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Perusahaan mengalami kesulitan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk tersebut. Pada penelitian ini analisa pengendalian kualitas produk menggunakan metode Taguchi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk yang dominan terjadi pada produk Batako. Kemudian memberikan usulan perbaikan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Penelitian dilakukan dengan tahapan pengumpulan data produksi, pengendalian mutu proses, peta kontrol p, analisa penyebab masalah dengan menggunakan diagram sebab akibat, diagram pareto. Hasil implementasi pengendalian kualitas menunjukkan bahwa, terjadi penurunan persentase rata-rata tingkat kerusakan produk batako dari 3,73% menjadi 1,85%, sehingga terjadi penurunan sebesar 1,88% . Selain itu juga dengan menurunnya fungsi kerugian kualitas atau Quality Loss Function (QLF) yang dihasilkan yaitu Rp 88.680,000,48 per-tahun menjadi Rp 21.600,000,48 -per tahun, sehingga terjadi penurunan sebesar 5.590.000.00 per-bulan atau Rp 670.800.000.0 per-tahun.
Perancangan Kursi yang Ergonomis sebagai Alat Bantu di Stasiun Kerja Produksi Air Galon ( Studi Kasus PT. Ima Montaz Sejahtera) Amri Amri; Fatimah Fatimah; Yusnidar Yusnidar
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i2.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu operator distasiun kerja produksi air galon di PT. Ima Montaz Sejahtera dalam bekerja berupa kursi operator. Perancangan kursi dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor anthropometri dan seluruh perhitungan dimensinya menggunakan uji keseragaman data dengan derajat kebebasan (s) = 5% = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95% (k) = 2, data dianggap seragam karena tidak ada yang keluar dari batas. Kemudian uji kecukupan data, semua data dianggap cukup karena semua nilai N’ N. Dan uji kenormalan data, semua data berdistribusi normal karena χ2 hitung χ2 tabel. Kemudian dihitung persentil menggunakan P5, P50 dan P95, sehingga diharapkan kursi yang dirancang sesuai untuk operator yang memiliki ukuran fisik yang berbeda-beda. Kursi yang dirancang memiliki lima kaki dan mempunyai roda, untuk menjamin kestabilannya dengan tinggi alas 69 cm, lebar alas 41 cm, dan panjang alas 50 cm. Selain itu, kursi yang dirancang juga dilengkapi dengan sandaran punggung yang dapat disesuaikan (adjustable) untuk menopang punggung operator saat beristirahat. Baik alas duduk maupun sandaran punggung dilengkapi dengan bantalan untuk mengurangi tekanan pada bagian-bagian tubuh yang bersentuhan dengan kursi. Selanjutnya, kursi ini dirancang dapat berputar 360 o, sehingga operator dapat mendorong galon tanpa harus memutar badannya. Pijakan kaki yang dibuat melingkar diharapkan dapat menambah kenyamanan operator di saat melaksanakan tugasnya.
Analisis Sistem Antrian pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan menggunakan simulasi Arena Amri Amri; Muhammad Muhammad; Teuku Sybran Malasy
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v2i2.74

Abstract

Pertamina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Untuk menghadapi kemungkinan datangnya pesaing, Pertamina akhir-akhir ini telah meremajakan stasiun-stasiunnya, misalnya dengan perubahan pada penampilan dan penambahan fasilitas. PT. Tarmizi SPBU Pertamina 14.243.435 merupakan salah satu stasiun pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di kota Lhokseumawe yang terletak di Jalan Merdeka Timur No. 123 Cunda-Lhokseumawe yaitu di dekat hotel Lido Graha. SPBU merupakan tempat di mana kendaraan bermotor bisa memperoleh bahan bakar. SPBU tersebut memiliki 5 mesin pengisian BBM, yaitu ada premium dan solar. Khusus untuk kendaraan roda dua mempunyai satu mesin pengisian BBM yaitu premium dengan 2 orang operator. Pada saat jam sibuk sering terjadi antrian yang panjang mencapai 5-10 sepeda motor, sehingga banyak konsumen/pelanggan yang menunggu sebelum mengisi bahan bakar. Kondisi demikian harus menjadi perhatian khusus dari pihak SPBU, agar mereka tidak banyak kehilangan pemasukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai utilisasi dengan 2 orang operator masing-masing 62 % dibandingkan dengan 4 orang operator dengan nilai utilisasinya 31 %, dengan penambahan server/operator menjadi 4 orang dari sebelumnya 2 orang, waktu menunggu dari 2.031 menit menjadi 0.503 menit dan jumlah kendaaran yang menunggu menjadi menurun dari 8.757 kendaraan/sepeda motor menjadi 3.329 kendaraan saja. Dari ketiga skenario perbaikan yang diberikan dapat direkomendasikan bahwa skenario 3 menjadi skenario terbaik karena waktu menunggu pada saat pengisian bakar menurun dari 2.031 menit menjadi 0.503 menit dan jumlah kendaaran yang menunggu juga menjadi menurun dari 8.757 kendaraan/sepeda motor menjadi 3.329 yaitu penambahan server/operator dari 2 orang menjadi 4 orang.
ANALISIS WASTE PADA PROSES PEMBONGKARAN PETI KEMAS DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE DI PT PELINDO I CABANG LHOKSEUMAWE Munawwaroh Daulay; Amri Amri; Syukriah Syukriah
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v10i2.681

Abstract

PT Pelindo I Cabang Lhokseumawe merupakan pelabuhan yang menyediakan pelayanan dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat, bongkar muat peti kemas, curah cair dan curah kering. Dalam prakteknya, terdapat beberapa jenis pemborosan pada proses pembongkaran peti kemas yang dapat menurunkan produktivitas perusahaan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah waktu proses pembongkaran peti kemas tidak sesuai dengan standar yang di tetapkan oleh perusahaan yaitu 20 container/jam sedangkan di lapangan hanya dapat membongkar 9 container/jam. Hal ini disebabkan oleh aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah yang berdampak pada waktu transportasi dan waktu menunggu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi waste yang terdapat pada aliran proses pembongkaran peti kemas dan mengusulkan perbaikan guna mengeliminasi waste. Metode yang digunakan adalah lean service dan Value Stream Mapping. Berdasarkan hasil perhitungan data diketahui bahwa jenis pemborosan yang paling berpengaruh adalah transportasi sebesar 45,60% dan waiting sebesar 29,47%. Oleh karena itu, usulan perbaikan adalah perlunya penjadwalan dan pengalokasian waktu bongkar muat, penyediaan crane dengan kondisi yang sesuai, pelatihan bagi operator dan pembuatan SOP slot penyusunan peti kemas. Hasil perhitungan usulan perbaikan setelah penerapan lean service menunjukkan jumlah container mengalami peningkatan dari 9 container/jam menjadi 12 container/jam, penurunan waktu lead time dari 413,03 detik menjadi 300,06 dan peningkatan Process Cycle Efficiency dari 34,04% menjadi 58,75%, hal ini bermakna bahwa adanya peningkatan produktivitas perusahaan setelah penerapan lean service.
Analisis Sistem Kerja Sortasi Biji Kopi Dengan Menggunakan Pendekatan Ergonomi Di CV. Kopi Tunah Kolak Jaya Amri A; Anwar A; Rizka Finusa
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i1.39

Abstract

Sistem kerja yang ergonomis merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan olehperusahaan, khususnya pada saat melakukan sortasi biji kopi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untukmenganalisis sistem kerja sortasi biji kopi dengan menggunakan pendekatan ergonomi. Langkah – langkahyang dilakukan adalah dengan pengambilan data postur kerja dan data antropometri tubuh pekerja. Data yangdiperlukan adalah data postur kerja, dan data antropometri yang diperlukan adalah data tinggi bahu duduk,tinggi siku duduk, tinggi popliteal, pantat popliteal, jangkauan tangan, lebar pinggul, lebar bahu, danrentangan tangan, data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tinggi nahu 62.82 cm, tinggi popliteal 42.72 cm,pantat popliteal 40.79 cm, lebar pinggul 37.58 cm, lebar bahu 45.85 cm, tinggi siku duduk 67.20 cm, jangkaunjauh 174.60 cm.
ANALISIS PENGEMBANGAN PRODUK PECI DENGAN PENDEKATAN REKAYASA NILAI DI UKM AL-ADIN SABEENA KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Amri Amri; Sri Meutia; Mukhlisin Mukhlisin
Industrial Engineering Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v9i1.494

Abstract

Salah satu produk yang perlu mendapat perhatian adalah produk peci yang semakin hari penjualannya semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan produk peci dan menghemat biaya produksi serta menambah nilai jual yang nantinya dapat menjadi daya tarik konsumen untuk membelinya. Metode yang digunakan adalah Value Engineering dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode Value Engineering diterapkan pada perbaikan nilai, performansi dan biaya dari rancangan peci yang terdiri dari identitas produk, ukuran border,tambahan fungsi, warna sesuai dan menarik. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diterapkan pada fase analisis untuk membantu mengetahui prioritas dari kriteria yang sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan desain alternatif dengan nilai performansi tertinggi adalah alternatif 1 (A-B-D-E), yaitu desain dengan material utama peci terbuat dari karton ubi dan kain beludru, warna yang digunakan bernuansa gelap, peci berbentuk persegi panjang, dan dengan hiasan semi bordir. Desain alternatif terpilih ini menghabiskan biaya sebesar 20,310,00 untuk satu unit peci.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DI BENGKEL SARI BUMI UTAMA LHOKSEMAWE Amri Amri; Sri Meutia; Trismira Wulan Sari
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i1.721

Abstract

Bengkel Sari Bumi Utama Lhokseumawe merupakan bengkel cabang Honda yang menyediakan jasa pelayanan service dan jual beli spareparts sepeda motor. Sebagai perusahaan yang bergerak di pelayanan jasa, sangat mengutamakan kualitas layanan untuk mendapatkan loyalitas dari konsumen, hal tersebut dapat tercapai apabila keinginan konsumen sudah terpenuhi yaitu dengan melihat Voice Of Customer (VOC) melalui survei langsung kepada konsumen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan 20 atribut pelayanan yang dikelompokkan kedalam 5 dimensi pelayanan jasa dan dibagikan kepada 79 sampel yang telah ditentukan. Untuk melihat pelayanan jasa sudah baik atau belum, dapat dilihat menggunakan Service Quality (Servqual) yaitu dengan melihat analisa gap (kesenjangan), dalam mengklasifikasikan tiap atribut pelayanan dapat menggunakan Model Kano, dan meningkatkan kualitas layanan digunakan Quality Function Deployment (QFD).  Hasil analisa rata-rata gap (kesenjangan) didapatkan -0,75696, artinya setiap atribut pelayanan perlu dilakukan pengembangan kualitas layanan. Dari analisa Model Kano didapatkan 3 atribut masuk ke klasifikasi M, dan 17 atribut masuk kategori O, kemudian hasil dari penyusunan House Of Quality (HOQ) level 1 sampai level 3 didapatkan 12 atribut prosedur kualitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Bengkel Sari Bumi Utama Lhokseumawe.