Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GIS-based hybrid AHP–random forest model for optimal waste transfer station siting: A case study Rizki Agam Syahputra; Sofiyanurriyanti Sofiyanurriyanti; Kasmawati Kasmawati; Risnadi Irawan; Mustafa Kamal; Putri Sarina Agustavia
Journal Industrial Servicess Vol 12, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v12i1.34731

Abstract

Rapid urbanization and post-disaster recovery in developing cities present significant challenges for municipal solid waste management, escalating operational costs and environmental burdens. The primary logistical bottleneck is often the inefficient placement of intermediate waste infrastructure. This study addresses this gap by proposing and validating a novel hybrid spatial decision support framework for the optimal siting of Temporary Waste Transfer Stations (TWTS) in Meulaboh, Indonesia. The framework integrates a Geographic Information System (GIS) with the Analytic Hierarchy Process (AHP) and a Random Forest (RF) machine learning model. AHP structures the problem using expert knowledge and local regulatory standards to generate an initial suitability map. To overcome AHP's linearity and subjectivity, this map generates pseudo-labeled data to train the RF model, which learns complex, non-linear relationships among spatial factors. The RF model demonstrated exceptional performance with an Area Under the Curve (AUC) of 0.96. The framework evaluated 43 villages (Gampong), identifying specific areas in Meureubo and Johan Pahlawan as top candidates due to favorable land use and proximity to road networks. This hybrid approach offers a robust, transparent, and scalable methodology for post-disaster urban infrastructure planning.
Pemberdayaan Galangan Kapal Tradisional Aceh Barat untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Kapal Tradisional di Aceh Barat Iing Pamungkas; Heri Tri Irawan; Abdiel Khaleil Akmal; Risnadi Irawan; T.M. Azis Pandria; Azhar
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 1 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v1i1.3

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan galangan kapal tradisional di Aceh Barat guna meningkatkan kualitas produksi kapal. Industri ini merupakan warisan budaya penting, namun menghadapi tantangan signifikan, seperti kurangnya standar mutu, yang berdampak pada rendahnya daya tahan produk dan menurunnya daya saing. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan partisipatif yang berfokus pada manajemen mutu sederhana, pemilihan bahan baku yang tepat, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dengan kondisi lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk yang signifikan, terlihat dari konstruksi kapal yang lebih kokoh dan efisiensi penggunaan material. Para pengrajin kini mampu menghasilkan kapal yang lebih awet, yang secara langsung meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing di pasar. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga mutu. Kesimpulannya, pemberdayaan berbasis pengetahuan ini merupakan strategi efektif untuk melestarikan industri tradisional. Disarankan untuk membentuk kelompok mandiri pengrajin dan menjalin kolaborasi dengan pemerintah agar dampak positif ini berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat galangan kapal di Aceh Barat.