Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDEKATAN RESEARCH-BASED LEARNING MAHASISWA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK JALANAN USIA SEKOLAH TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA BANDUNG Megasari, Mona; Aliarosa, Windasari
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v0i0.84

Abstract

Research-based learning merupakan metode yang menggunakan riset sebagai latar belakang metodologi dan memiliki hasil eksperimental yang positif. RBL melibatkan tenaga pendidik spesialis untuk mengembangkan keterampilan seperti problem solving, critical thinking dan kreativitas mahasiswa. Salah satu mata kuliah yang tepat untuk menerapkan RBL sebagai metode pembelajaran adalah Child Abuse dalam Keperawatan dengan topik kekerasan seksual pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan anak jalanan tentang pencegahan kekerasan seksual di Kota Bandung melalui pendekatan Research-Based Learning mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain quasy-experiment: pretest-posttest control group dengan jumlah responden sebanyak 15 responden untuk kelompok intervensi dan 16 responden untuk kelompok kontrol yang ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan software komputer untuk menghitung frekuensi pada analisis univariat dan paired t-test untuk analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retensi pengetahuan responden pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan retensi pada kelompok kontrol sehingga kegiatan RBL mahasiswa secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan anak jalanan usia sekolah tentang pencegahan kekerasan seksual di Kota Bandung. Pendekatan Research Based Learning ini dapat menjadi strategi pembelajaran pada mata kuliah Child Abuse, agar dapat dilanjutkan pada tahun ajaran selanjutnya dengan harapan angka kejadian kekerasan seksual pada anak, khususnya anak rentan (anak jalanan), dapat berkurang atau bahkan dapat dicegah. Kata Kunci : Kekerasan Seksual, Anak, Research-Based Learning
Analisis Pengaruh Waktu Tunggu dan Mutu Pelayanan Farmasi Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Citeureup Riyanto, Agus; Megasari, Mona
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v15i1.566

Abstract

Patient satisfaction is the level of patient feelings that arise from the results of health service performance obtained after the patient compares the services he receives. Patient satisfaction is influenced by aspects of pharmaceutical services such as drugs, attitudes and services of pharmaceutical personnel, comfort and cleanliness of the waiting room and waiting time for drugs. This study purpose was to determine the effect of waiting time and quality of pharmaceutical services on patient satisfaction at the Citeureup Public Health Center. This study used cross sectional design. The research sample was 101 patients at the Citeureup Public Health Center. Data collection using a questionnaire and data analysis was using the chi-square test. Results of the study showed that there was an influence of waiting time and quality of pharmaceutical services on patient satisfaction (p= 0.009 and p= 0.001). Pharmaceutical installation officers must be friendly and clear in conveying information to improve the quality of service and be able to meet the expectations and needs of patients.
Pneumonia pada Balita Tidak Diberikan ASI Eksklusif dan Imunisasi DPT-HB-HIB Riyanto, Agus; Megasari, Mona
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.420

Abstract

Pneumonia menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap tingginya angka kematian balita. Banyak balita menderita pneumonia di Puskesmas Padasuka Kota Cimahi tidak diberikan ASI eksklusif dan tidak diberikan imunisasi DPT˗HB˗HIB lengkap. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi DPT˗HB˗HIB dengan kejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Padasuka Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol, sampel sebanyak 126 balita terdiri dari 63 kasus yaitu balita menderita pneumonia dan 63 kontrol yaitu tetangga kasus tetapi tidak menderita gangguan pernapasan memiliki jenis kelamin dan umur sama dengan kasus. Teknik pengumpulan data pemberian ASI eksklusif yaitu wawancara terhadap ibu balita menggunakan kuesioner, data status imuniasi yaitu Melihat Buku Kartu Menuju Sehat (KMS) atau Buku Kartu Ibu dan Anak (KIA), dan kejadian pneumonia melihat data rekam medis di Puskesmas. Analisis statistik menggunakan uji kai˗kuadrat dan mengkaji besarnya risiko menggunakan Odd Ratio (OR: 95% CI). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna pemberian ASI eksklusif dengan pneumonia pada balita (p<alpha), OR=2,3 (95% CI: 1,09˗4,8). Ada hubungan bermakna status imunisasi DPT˗HB˗HIB dengan pneumonia pada balita (p<alpha), OR=2,4 (95% CI: 1,08˗5,5). Balita tidak diberikan ASI eksklusif berisiko 2,3 kali menderita pneumonia dibandingkan dengan balita diberikan ASI eksklusif. Balita tidak diberikan  imunisasi DPT˗HB˗HIB lengkap berisiko 2,4 kali menderita pneumonia dibandingkan dengan balita diberikan imunisasi DPT-HB-HIB lengkap.
COMMUNITY SERVICE "RECHARGE YOUR ENERGY": UNPACK THE SECRET OF ANEMIA-FREE PRODUCTIVE LIFE WITH THE IMPLEMENTATION OF MUNG BEAN JUICE IN STUDENTS GRADE 12 SMAN 1 BATUJAJAR, BATUJAJAR DISTRICT, WEST BANDUNG REGENCY Deasy, Afrieani; Megasari, Mona; Atira, Atira; Supiyanto, Supiyanto; Irwani Pr, Nabila; Azharil, Firda; Ayu, Diah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i06.1887

Abstract

Adolescence is a crucial developmental stage characterized by rapid physical and mental changes that require proper nutrition and sufficient energy intake. At SMAN 1 Batujajar, a significant number of students show signs of anemia, indicating the need for targeted health education. This study evaluates the effectiveness of an anemia-prevention seminar titled “Recharge Your Energy: Unlocking the Secrets to a Productive, Anemia-Free Life” in enhancing students’ knowledge about the causes, symptoms, and prevention of anemia, including the benefits of consuming mung bean juice. Using a quantitative descriptive design, 91 participants completed pre-tests and post-tests, along with health checks such as blood pressure and conjunctiva examinations. Findings revealed that 62 students were clinically identified as anemic. Knowledge levels improved after the seminar, demonstrating increased understanding of iron intake, balanced nutrition, healthy lifestyle habits, and mung bean juice benefits. The program proved effective and is recommended for ongoing school-based health promotion.
Pengaruh Gadget Dan Booklet Terhadap Kualitas Tidur Anak Di Sd Negeri Linggabudi Cimahi: The Influence of Gadgets and Booklets on Children's Sleep Quality at Linggabudi Elementary School, Cimahi MEGASARI, MONA; Maryati, Sri; Septiani, Devila
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 20 No. 3 (2025): : Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v20i3.467

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan tingkat kepuasan tidur seseorang ketika seseorang bangun dari tidur malam, mereka akan merasa segar dan bugar. Namun, kurang tidur dapat menyebabkan ketidak seimbangan fisik dan mental. Anak-anak di dalam usia sekolah membutuhkan tidur yang cukup, menurut American Academy of Pediatrics sebuah organisasi yang menangani masalah anak usia sekolah. Menurut temuan penelitian, anak usia sekolah yang tidak cukup tidur lebih mungkin menderita sejumlah efek yang merugikan, termasuk masalah belajar dan ingatan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi penggunaan gadget menggunakan media booklet terhadap kualitas tidur anak di SD Negeri Linggabudi Cimahi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 20 siswa kelas VI yaitu dari kelas a 10 orang dan b 10 dengan Teknik pengambilan sampel melalui teknik cluster random sampling. Intervensi diberikan selama 3 kali dalam 1 minggu dengan menggunakan Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji McNemar. Hasil: Kualitas tidur anak sebelum diberikan edukasi sebagian besar tergolong buruk. Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet selama 7 hari, terjadi peningkatan kualitas tidur yang signifikan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,0001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi penggunaan gadget menggunakan media booklet terhadap kualitas tidur anak. Kesimpulan: Edukasi penggunaan gadget menggunakan media booklet efektif meningkatkan kualitas tidur anak. Saran: Diharapkan media booklet dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi edukatif dalam meningkatkan perilaku sehat anak, khususnya dalam penggunaan gadget yang bijak.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Program Senam Lansia Terstruktur (Senam Ceria) dengan Pendekatan Edukasi Interaktif Berbasis Komunitas Sri Wahyuni; Mona Megasari; Ade Ira Maulida; Jasmine Citra Lestari; Cyndy Sri Wahyuni
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7716

Abstract

The increasing number of older adults requires promotive and preventive efforts to maintain quality of life, as aging is associated with declines in physical, psychological, and social functioning. Preliminary observations in RW 13, Leuwigajah Village, South Cimahi District, revealed that many older adults did not engage in regular physical activity and had limited knowledge regarding safe and appropriate exercise. This program aimed to improve older adults’ knowledge through a Structured Elderly Exercise Program (Senam Ceria) integrating health education and direct practice. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The intervention consisted of health education sessions, interactive discussions, structured exercise practice, and leaflet distribution. A total of 11 older adults participated in the program. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank test. The results demonstrated an increase in the mean knowledge score from 77.27 ± 8.28 in the pre-test to 97.27 ± 4.67 in the post-test. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference (p = 0.003). The distribution of knowledge categories improved from 45% “good” and 55% “moderate” at pre-test to 100% “good” at post-test. The Structured Elderly Exercise Program (Senam Ceria) was proven effective in enhancing knowledge, participation, and awareness of the importance of regular physical activity among older adults. The program is recommended for sustainable implementation as part of community-based elderly health promotion initiatives.
Memberdayakan Remaja Melalui Pendidikan Kesehatan Berpusat pada Individu: Efektivitas Metode Brainstorming Menggunakan Media E-Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bullying Mona Megasari; Emi Salmiyah; Syifa Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v15i2.621

Abstract

Adolescent bullying is a major public health issue harming mental health, emotions, and academics. Person-centered, community-based education is key for awareness and prevention among students. This study aimed to evaluate the effectiveness of a person-centered health education method using brainstorming sessions supported by e-booklet media to improve adolescents’ knowledge and attitudes toward bullying. A quasi-experimental design was conducted at a junior high school in West Java, Indonesia, involving 54 students divided into intervention and control groups. The intervention group received health education through brainstorming sessions supported by an interactive e-booklet, while the control group received a conventional lecture. Data were analyzed using appropriate non-parametric statistical tests. The intervention group showed a statistically significant improvement in both knowledge and attitudes compared to the control group (p < 0.05). The brainstorming method encouraged active participation and emotional engagement, while the e-booklet served as an accessible and engaging educational tool for adolescents. This study highlights the importance of community-based, person-centered approaches in adolescent health promotion. Engaging students through interactive and reflective methods enhances knowledge and fosters positive attitudes. The integration of digital media in health education can be an effective strategy to increase awareness and prevent bullying in school setting
EDUKASI KESEHATAN MENTAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMA: STUDI PENYULUHAN “MENTAL HEALTH IS THE REAL GLOW UP” Bagja Angga Sukma; Afrieani Deasy; Emy Salmiyah; Mona Megasari; Risnawati Risnawati; Intan Nurjanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.1915

Abstract

Mental health constitutes a crucial component of adolescent development; however, many students continue to demonstrate limited knowledge regarding the identification of stress, anxiety, and appropriate emotional management strategies. The educational program titled “Mental Health is The Real Glow Up” was held at SMAN 1 Cililin on October 13, 2025, with the objective of enhancing students’ comprehension and awareness of mental health. This study utilized a quantitative descriptive design with a pre-test and post-test approach. A total of 100 students participated in the activity. Evaluation findings revealed a notable improvement in students’ knowledge: prior to the intervention, most students fell into the moderate (47%) and poor (40%) knowledge categories, whereas following the intervention, the majority shifted to the good (47%) and moderate (53%) categories. The program demonstrated its effectiveness in increasing students’ mental health literacy and is recommended for adoption as a routine school initiative to further strengthen mental health awareness among adolescents.  
Peningkatan Kualitas Hidup ODHA Melalui PHBS dan Personal Hygiene Afrieani Deasy; Meilati Suryani; Atira; Ijun Rijwan; Mona Megasari; Diah Ayu; Mira Eriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 04 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i04.2196

Abstract

Adopting Clean and Healthy Living Behaviors and maintaining personal hygiene are crucial steps in preserving health and improving the quality of life for people living with HIV/AIDS. However, knowledge regarding PHBS and personal hygiene still needs to be enhanced through health education activities. Objective: This educational activity aimed to increase the knowledge of PLWHA regarding PHBS through the provision of health education. Methods: Pre-test and post-test methods were employed in this activity. Data were analyzed descriptively by comparing the mean scores before and after the education. Results: The evaluation showed a mean pre-test score of 66.8, while the mean post-test score rose to 92.4. This reflects an average increase of 25.6 points, or 38.32%. In the post-test phase, 16 participants (64%) achieved a score of 100, 3 participants (12%) scored 90, 3 participants (12%) scored 80, 2 participants (8%) scored 70, and 1 participant (4%) scored 60. These results indicate that the majority of participants possessed an excellent level of understanding after attending the health education session.