Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERANCANGAN PRA-PABRIKASI KOMPONEN RUMAH TUMBUH TAHAN GEMPA Habsya, Chundakus
TERAS Vol 10
Publisher : TERAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of houses in Indonesia are conventionally constructed, so that takes a long time and expensive but have not the strength of earthquake resistant. As an alternative to overcome this, we have performed design of Pre-Fabrication of Sloof Segment, Columns, Beams, Lockbrick Modular Houses Growth Earthquake Resistant, resulting in 3 components (Sloof beams, columns, lockbrick), consists of 12 types. This component can be used to build houses grew gradually until type 27 type 70, the implementation does not require highly skilled carpenters, short construction time, and the price is cheaper than conventional means. Research approach begins with the framework approach of the program, then the method described implementation mechanism of the machine, the production process, proceed with step work machine, and printer engine design that will be created. Activity yield (1) Printing Machinery Segment Sloof, Modular Block (2) Modular Block Sloof Product Segment (3) Test compressive and flexural test product can not be done due to time constraints. 
LOCKBRICK MODULAR BETON UNTUK ALTERNATIF BAHAN DINDING YANG MEMENUHI MUTU SNI DENGAN BIAYA MURAH Habsya, Chundakus; rahmawati, Anis; Sumarni, Sri
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.955 KB)

Abstract

Lockbrick modular merupakan hasil desain prapabrikasi komponen bangunan gedung.Lockbrick modular merupakan bahan dinding, yang pelaksanaannya tidakmembutuhkan spesi pengikat, melainkan cukup disusun dan dirangkai, masing-masingsaling mengunci oleh karena sisi sambungan berbentuk sambungan jantan betina. Lockbrick modular dapat untuk berbagai tinggi dan lebar dinding sesuai kelipatan dimensi modul 15 cm. Bagian dalam dinding Lockbrick modular ada lubang 7 cm x 7 cm menerus dari atas ke bawah berfungsi mengurangi bobot, penghambat panas, untuk perkuatan dinding, tempat pipa air bersih, dan kabel listrik. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan, daya serap air lockbrick modular yang memenuhi syarat mutu SNI, dan biaya per-m2 dinding yang menggunakan lockbrick. Metode penelitianeksperimen dengan uji kuat tekan, daya serap air dan menghitung biaya dinding menggunakan acuan Harga Satuan Pekerjaan Bahan dan Upah Pekerjaan Konstruksi Propinsi Jawa Tengah Untuk Kota Surakarta. Prosentase campuran adalah 1 pc : 4 agregat, yang terdiri dari pasir : ladu : kerikil dengan berbagai variasi komposisi. Masingmasing komposisi dicetak 3 lockbrick modular. Hasil peneli-tian adalah produk lockbrick modular memenuhi syarat mutu kuat tekan dan daya serap air SNI bata beton berlubang mutu II, III dan IV.  Produk lockbrick modular dengan kuat tekan optimal 6.84 MPa,daya serap air 19.55% memenuhi syarat mutu II. Biaya dinding lockbrick modular per-m2, 24% lebih murah dari biaya dinding batako
PERANCANGAN PRA-PABRIKASI KOMPONEN RUMAH TUMBUH TAHAN GEMPA Habsya, Chundakus; Sumarni, Sri; S, Guntur; Basori, Basori
-
Publisher : TERAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of houses in Indonesia are conventionally constructed, so that takes a long time and expensive but have not the strength of earthquake resistant. As an alternative to overcome this, we have performed design of Pre-Fabrication of Sloof Segment, Columns, Beams, Lockbrick Modular Houses Growth Earthquake Resistant, resulting in 3 components (Sloof beams, columns, lockbrick), consists of 12 types. This component can be used to build houses grew gradually until type 27 type 70, the implementation does not require highly skilled carpenters, short construction time, and the price is cheaper than conventional means. Research approach begins with the framework approach of the program, then the method described implementation mechanism of the machine, the production process, proceed with step work machine, and printer engine design that will be created. Activity yield (1) Printing Machinery Segment Sloof, Modular Block (2) Modular Block Sloof Product Segment (3) Test compressive and flexural test product can not be done due to time constraints. 
LOCKBRICK MODULAR BETON UNTUK ALTERNATIF BAHAN DINDING YANG MEMENUHI MUTU SNI DENGAN BIAYA MURAH Habsya, Chundakus; rahmawati, Anis; Sumarni, Sri
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.955 KB)

Abstract

Lockbrick modular merupakan hasil desain prapabrikasi komponen bangunan gedung.Lockbrick modular merupakan bahan dinding, yang pelaksanaannya tidakmembutuhkan spesi pengikat, melainkan cukup disusun dan dirangkai, masing-masingsaling mengunci oleh karena sisi sambungan berbentuk sambungan jantan betina. Lockbrick modular dapat untuk berbagai tinggi dan lebar dinding sesuai kelipatan dimensi modul 15 cm. Bagian dalam dinding Lockbrick modular ada lubang 7 cm x 7 cm menerus dari atas ke bawah berfungsi mengurangi bobot, penghambat panas, untuk perkuatan dinding, tempat pipa air bersih, dan kabel listrik. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan, daya serap air lockbrick modular yang memenuhi syarat mutu SNI, dan biaya per-m2 dinding yang menggunakan lockbrick. Metode penelitianeksperimen dengan uji kuat tekan, daya serap air dan menghitung biaya dinding menggunakan acuan Harga Satuan Pekerjaan Bahan dan Upah Pekerjaan Konstruksi Propinsi Jawa Tengah Untuk Kota Surakarta. Prosentase campuran adalah 1 pc : 4 agregat, yang terdiri dari pasir : ladu : kerikil dengan berbagai variasi komposisi. Masingmasing komposisi dicetak 3 lockbrick modular. Hasil peneli-tian adalah produk lockbrick modular memenuhi syarat mutu kuat tekan dan daya serap air SNI bata beton berlubang mutu II, III dan IV.  Produk lockbrick modular dengan kuat tekan optimal 6.84 MPa,daya serap air 19.55% memenuhi syarat mutu II. Biaya dinding lockbrick modular per-m2, 24% lebih murah dari biaya dinding batako
PENGARUH PENGGUNAAN PECAHAN GENTENG DAN PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN SEGMEN KOLOM MODULAR DAN BEBAN AKSIAL KOMPONEN KOLOM SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON P, Handri Setia; Habsya, Chundakus; Adi S, Taufiq Lilo
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 3, No 2 (2017): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.081 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i2.18230

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaanpecahan genteng dan penambahan fly ash terhadap kuat tekan segmen kolom modular,(2) pengaruh penggunaan pecahan genteng dan penambahan fly ash terhadap bebanaksial komponen kolom, (3) mengetahui persentase optimal penggunaan pecahangenteng dan penambahan fly ash yang menghasilkan kuat tekan maksimal segmenkolom modular, (4) mengetahui persentase optimal penggunaan pecahan genteng danpenambahan fly ash yang menghasilkan beban aksial maksimal komponen kolom.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif denganpenelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Sampel yang digunakansegmen kolom berbentuk kubus dengan ukuran 150 mm x 150 mm x 150 mm denganlubang pada tengah berukuran 80 mm x 80 mm x150 mm sebanyak 36 buah untukpengujian kuat tekan segmen kolom modular. Dan sampel uji beban aksial komponenkolom dengan ukuran 150 mm x 150 mm x 600 mm sebanyak 36 buah untuk pengujianbeban aksial komponen kolom. Jumlah seluruh benda uji 72 buah. Persentasepenggunaan pecahan genteng 0%,20%, 40%, dan 60% terhadap berat pasir. Sedangkanpersentase penambahan fly ash terhadap berat agregat halus 0%, 15% dan 30%.Pengujian kuat tekan segmen kolom modular dan beban aksial komponen kolomdilakukan saat umur beton 28 hari.Hasil penelitian sebagai berikut, (1) Penggunaan pecahan genteng berpengaruhnegatif terhadap kuat tekan segmen kolom modular dan penggunaan fly ashberpengaruh positif terhadap kuat tekan segmen kolom modular, (2) Penggunaanpecahan genteng berpengaruh negatif terhadap beban aksial komponen kolom danpenggunaan fly ash bersifat positif terhadap beban aksial komponen kolom. (3) Nilaioptimal kuat tekan segmen kolom adalah 13,95 MPa pada persentase 20% penggunaanpecahan genteng dan 30% penambahan fly ash. (4) Nilai optimal beban aksialkomponen kolom adalah 133,33 KN pada persentase 20% penggunaan pecahan gentengdan 30% penambahan fly ash.Kata kunci: segmen kolom modular, kuat tekan segmen kolom, beban aksialkomponen kolom, pecahan genteng, fly ash
REDESIGN PURWANTORO BUS STATION WITH GREEN ARCHITECTURE CONCEPT Kurnianto, Ewang; Habsya, Chundakus; Nurhidayati, Aryanti
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 5, No 5 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.693 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is ( 1 ) Designing Purwantoro Bus Station with Green Architecture concept. ( 2 ) Planing circulation passengers and bus so, comfortable and smooth so there is no mixing buses and passenger flows. ( 3 ) Designing the site so that all activities and passenger vehicles can run well for the present and future with green architecture concept. ( 4 ) Achieve the bus station environment refers to the Green Architecture .The study used a qualitative research. Primary data obtained from the observation of the research object. Secondary data is from records or documents obtained from Department of Transportation. Further data processing and analysis followed axisting condition bus station. Having completed the analysis existing then do analysis design concepts. The final step is designing new bus station.The results of this study indicate that: ( 1 ) Design of Purwantoro Bus Station using Green Architecture concept: (a ) Using solar cell roof were 112 pieces sollar cell to produce electricity for building manager 67000 watts used every day suplay of electric lighting Purwantoro Bus Station. ( b ) Use  green roof on a building rooftop lounge area adds green space in the bus station. ( 2 ) The design and arrangement of the passenger and bus circulation in Purwantoro bus station is made easy, safe and convenient. ( 3 ) Site Purwantoro Bus Station designed to accommodate all activities according to the standard passenger vehicle and type of bus station by adding some space. ( 4 ) Design layout bus station using a mixture of patterns facilitate is to grouping of each function and the type of space and maximize green space in the bus station .Keyword: redesign, green architecture, green roof, solar cell.
PENERAPAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR CAD 2D PADA SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA Purnomo, Dwi; Efendi, Agus; Habsya, Chundakus
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.66 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Peningkatan prestasibelajar siswa dalam mata pelajaran CAD 2D dengan penerapan model sinektik di kelasXI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 2 Surakarta. 2) Efektivitas penerapanmodel sinektik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran CAD 2D di kelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas XITGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 menggunakan model sinektik padamata pelajaran CAD 2D dengan kompetensi dasar menggambar menggunakan perangkatlunak, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Penerapan model sinektik dapat meningkatkan prestasi belajar (nilai kompetensi) siswakelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 pada mata pelajaranCAD 2D. 2) Kualitas proses pembelajaran mengalami perbaikan yaitu meningkatnyakreatifitas siswa selama kegiatan belajar berlangsung dengan diterapkannya modelsinektik, dibandingkan dengan keadaan pembelajaran sebelum diterapkannya tindakankelas.Kata Kunci : Model Sinektik, Prestasi Belajar.
WASTE MANAGEMENT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA PERWUJUDAN GREEN CONSTRUCTION (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG–GEDUNG DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA) Hastuti, Sri Puji; Habsya, Chundakus; Lilo, Taufik
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.28 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apa saja jenis limbah konstruksi yang dihasilkan proyek-proyek pembangunan gedung di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), (2) apa saja penyebab munculnya limbah-limbah konstruksi pada proyek-proyek pembangunan gedung di UNS, (3) apa saja dampak limbah konstruksi pada proyek-proyek pembangunan gedung di UNS, (4) apa saja upaya pengelolaan limbah yang dilakukan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung di UNS untuk mewujudkan green construction dan (5) seberapa efektif waste management yang dilakukan untuk mewujudkan green construction. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian pada proyek pembangunan Tempat Ibadah UNS Kentingan, gedung PTK UNS Pabelan, gedung Pascasarjana dan gedung Pusdiklat antara lain: (1) Jenis limbah konstruksi yang ditemukan pada keempat proyek sebagian besar di dominasi limbah padat. Sedangkan limbah cair dan gas relatif sedikit atau hampir tidak ada. (2) Penyebab munculnya limbah konstruksi pada keempat proyek diantaranya berasal dari perencanaan, pengadaan, penanganan, pelaksanaan dan residual. Residual menjadi penyebab yang paling banyak menghasilkan limbah konstruksi karena munculnya sisa-sisa penggunaan material konstruksi sulit untuk dihindari. (3) Dampak limbah konstruksi pada keempat proyek diantaranya mengotori lingkungan proyek, menyebabkan kebisingan, mencemari tanah, menurunkan kualitas air tanah serta mengganggu kesehatan manusia. (4) Upaya pengelolaan limbah konstruksi yang dilakukan keempat kontraktor proyek tersebut adalah menjual limbah konstruksi, menggunakan untuk urugan, memberikan kepada warga sekitar atau tukang dan mengalirkan limbah cair tidak beracun (non-B3) berupa genangan air semen ke drainase sekitar  proyek. Sedangkan  konsultan manajemen  konstruksi dan  konsultan  perencana  mengatakan bahwa yang lebih banyak berperan dalam upaya pengelolaan limbah adalah kontraktor. (5) Penilaian Waste Management Performance Evaluation Tool (WMPET) menunjukkan bahwa manajemen limbah konstruksi keempat proyek tersebut tidak efektif untuk mengurangi limbah konstruksi maupun meningkatkan kegiatan daur ulang  limbah  konstruksi.  Nilai  keefektifan  yang  didapat  sebesar  442,8  dari  1000  atau  44,28%.  Waste management yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menangani proyek pembangunan gedung di UNS, terutama kontraktor, belum memenuhi kriteria green construction.Kata Kunci: waste management, limbah konstruksi, Sebelas Maret, green construction.
THE EFFECT OF USING MIXED WASTE ASH COMBUSTIONAS THE PARTIALLY REPLACEMENT OF FINE AGREGATE TO THE LOCKBRICK MODULAR CHARACTERISTICS Prihatono, Yogo; Habsya, Chundakus; Sumarni, Sri
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 4 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.426 KB)

Abstract

ABSTRACTThe goal of this research to discover: the effect of using mixed waste ash combustion to partially replace fine agregate against specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption, discover the optimal percentage of mixed waste ash combustionutilized on partial replacement of fine agregate against specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption. Any variable work on this research is a dependent variable: specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption, independent variable: variation of mixed waste ash combustion added with the percentage of 0%, 15%, 20% and 25% from total weight of sand. The result of this research can be concluded as: the variation of mixed waste ash combustion as partial substitute for fine agregate affect heavily in a negative way against specific gravity and compressive strength of modular lockbrick wherein decreasing the values.At the same time, the value of moduler lockbrick water absorption effect heavily in a positive way wherein causing the values to increase. The optimal values of specific gravity, compressive strength and water absorption occurs in the variation of 15% because it belongs to small amount of specific gravity and modular lockbrick type III without ignoring the values of compressive strenght and water absorption.Keyword: lockbrick modular, mixed waste ash combustion, specific gravity, compressivestrength, water absorption.
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS KOLOM MODULAR Wibowo, Fedra Ari; Habsya, Chundakus; Agustin, Rima Sri
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 7, No 1 (2021): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v7i1.60710

Abstract

masih menggunakan metode konvensional. Proses bongkar pasang begesting kolom akan menunda waktu pemasangan batu-bata, sehingga dalam menyelesaikan bangunan akan membutuhkan waktu yang semakin lama. Menggunakan komponen prapabrikasi merupakan salah satu solusi untuk mempersingkat waktu dalam pengerjaan bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) persentase limbah kaca sebagai pengganti sebagian agregat halus agar diperoleh nilai penyerapan air segmen kolom modular yang minimal; (2) persentase optimal limbah kaca sebagai pengganti sebagian agregat halus agar diperoleh kuat aksial kolom modular beton yang maksimal; (3) perbandingan kuat aksial dan biaya pembuatan kolom praktis konvensional dengan kolom modular beton. Penelitian kuantitatif ini menguji uji penyerapan air segmen kolom modular yang mengacu SNI 03-0349-1989 dan uji kuat aksial kolom modular beton yang mengacu SNI 2847-2013. Biaya pembuatan dan pekerjaan benda uji menggunakan acuan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 050-151 tahun 2019 Tentang Standar Satuan Harga tahun Anggaran 2019 dan Peraturan PUPR 28/PRT/M/2016 tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Variasi limbah kaca sebesar 15% sebagai pengganti agregat halus menghasilkan penyerapan air segmen kolom praktis modular minimal sebesar 11, 68% dan memenuhi mutu II SNI 03-0349-1989; (2) Variasi limbah kaca optimal sebesar 3,74% sebagai pengganti agregat halus  menghasilkan kuat aksial  kolom praktis modular beton maksimal sebesar 7,39 MPa; (3) Kuat aksial kolom praktis konvensional 17% lebih tinggi dari kolom praktis modular beton sedangkan biaya pembuatan kolom praktis konvensional 39,59% lebih tinggi dari kolom praktis modular beton. Abstract:One of the components of building construction is a column. The column implementation method still uses conventional methods. The process of loading and unloading the columns will delay the installation of the bricks, so finishing the building will take longer. Using prefabricated components is one solution to shorten the time in building construction. This study aimed to examine  (1) the percentage of glass waste as a substitute of the fine aggregate in order to obtain minimal water absorption value for the practical modular column segment; (2) the percentage optimal of glass waste as a substitute for some of the fine aggregate in order to obtain maximum axial strength of the concrete modular practical column; (3) the comparison of axial strength and manufacturing cost of conventional practical columns with concrete modular practical columns. This quantitative research tests with a practical modular column segment water absorption test referring to SNI 03-0349-1989 and a concrete modular practical column axial strength test referring to SNI 2847-2013. The manufacturing costs and specimen processing referring to the Mayor of Surakarta Decree Number 050-151 of 2019 concerning the Standard Unit Price for the 2019 Fiscal year and PUPR Regulation 28 / PRT / M / 2016 concerning the Analysis of Work Unit Prices in the Public Works Sector. The results of this study were as follows: (1) The variation of glass waste by 15% as a substitute for fine aggregate resulted in the minimal 11.68% of the modular practical column segment water splitting and fulfilling the quality II SNI 03-0349-1989.; (2) The variation of glass waste optimal by 3.74% as a substitute for fine aggregate resulted in the maximum axial strength of the concrete modular practical column of 7.39 Mpa.; (3) The conventional practical column's axial strength was 17% higher than the concrete modular practical column, while the manufacturing cost of the conventional practical column was 39,59% higher than the concrete modular practical column.