Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF ENGLISH TEACHING MATERIALS USED AT ELEMENTARY SCHOOLS IN KECAMATAN PADANG UTARA Suci Junida Fitri; An Fauzia Rozani Sy.; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie I
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.039 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.2010

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini menganalisis materi bahasa inggris yang digunanakan pada sekolah dasar yang ada di kecamatan padang utara. Data penelitian ini ialah 7 buku sumber (materi ajar) bahasa inggris yang digunakan pada kelas V (lima)  dan buku ini diperoleh dari 7 sumber sekolah dasar yang ada di kecamatan padang utara. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini ialah materi bahasa inggris yang digunakan di SD Kecamatan Padang Utara relevan dengan kurikulum KTSP 2006 dan perkembangan kognitif dan socio emosional anak SD. Penelitian ini merupakan Descriptive Research dengan menggunakan instrument checklist format. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Padang Utara, hanya 2 sekolah yang menggunakan materi ajar berupa buku (textbook) yang berjudul grow with English dan lets’ learn English penerbit Erlangga sedangkan 5 sekolah lagi menggunakan LKS (lembar kerja siswa ) dengan judul Sang Juara, Kreatif dan Sang Bintang sebagai bahan ajar atau materi ajar yang digunakan dalam mengajar bahasa inggris. Dari 7 materi ajar yang digunakan ada sekolah dasar kelas lima di kecamatan padang utara , hanya 64,3 % tingkat kerelevan materi ajar dengan kurikulum, dan 61,42% tingkata kerelevanan materi ajar yang digunakan dengan perkembangan kognitif anak SD. Sedangkan dari segi perkembanagn sosio emotional anak SD, materi ajar yang digunakan mencapai tingkat kerelevanan rendah yaitu 55,74 %. Kata kunci: materi ajar, Kognitif development, socio emotional development, bahasa Inggris.
TEACHING READING COMPREHENSION BY USING CAROUSEL BRAINSTORMING STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Rika Fidda Yuli; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie E
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.68 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1978

Abstract

Abstrak Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan mengenai penerapan strategi carousel brainstorming guna mengurangi masalah siswa dalam memahami isi bacaan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Carousel brainstorming menggunakan ‘chart paper’ dan ‘particular color of magic marker’ sebagai media. Carousel brainstorming juga menerapkan ‘Think-Pairs-Share’. Melalui makalah ini diharapkan akan memberikan hal yang bermanfaat bagi para guru dalam mengajarkan siswa untuk memahami isi bacaan. Selanjutnya, dengan menggunakan strategi carousel brainstorming ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memahami isi bacaan. Strategi ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk ikut serta memberikan ide yg mereka punyai. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengetahui semua ide yang setiap siswa temukan ketika bekerja secara berkelompok. Selanjutnya, strategi ini mampu memperkaya kosakata bahasa inggris siswa. Kemudian guru juga berkesempatan untuk mengajarkan bahasa Inggris, terutama membaca, dengan lebih menyenangkan.   Key words: Carousel brainstorming strategy, Think-Pair-Share, Teaching reading comprehension, Senior High School
A PORTFOLIO- BASED WRITING ASSESSMENT ON STUDENTS’ ABILITY IN WRITING A DESCRIPTIVE TEXT Arrista Berliana J; Saunir Saun; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie D
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.611 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1969

Abstract

Abstract The purpose of this research was to test whether the effect of using the portfolio- based writing assessment as an alternative assessment had better achievement on students’ writing ability of descriptive text. The research used posttest only design, which means that students’ ability in writing descriptive  text was measured after the students were given a treatment. The population and samples of this research were students of X grades in SMA Negeri 17 Tebo. The instrument of this research was writing test to write a descriptive text. The result of this research  showed that there was significant effect to the experimental group after getting the treatment. So that, the portfolio- based writing assessment could give better effect to students’ writing ability in writing descriptive text. Kata Kunci : Portfolio- based writing assessment, Kemampuan Menulis, Descriptive text
TEACHING IMPERATIVE SENTENCE THROUGH “ACT OUT ( A GUESSING GAME WITH MIME ) ACTIVITY” IN PROCEDURE TEXT AT JUNIOR HIGH SCHOOL Agnes Pertiwi Hertia; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 2 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.322 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i2.3700

Abstract

Abstrak Makalah ini betujuan untuk menjelaskan bagaimana cara penggunaan Act Out ( A Guessing Game with Mime ) Activity sebagai kegiatan yang dapat digunakan oleh guru di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) untuk mengajarkan kalimat perintah ( Imperative Sentence ). Dalam membuat kalimat perintah di dalam bahasa inggris siswa mengalami kesulitan untuk membedakan antara subjek, predikat, dan juga keterangan di dalam kalimat tersebut. Kegiatan ini diterapkan dalam pengajaran teks prosedur dengan memperlihatkan beberapa gambar kepada siswa. Pada kegiatan ini, ada beberapa tahapan yang harus di lalui. Pertama, guru akan memperlihatkan beberapa gambar kepada siswa, lalu guru menyuruh siswa menyebutkan gambar tersebut dalam bahasa inggris lalu menirukannya. Kedua, siswa akan dibentuk ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas empat atau lima orang, masing – masingnya kelompok akan menunjuk salah seorang temannya untuk menirukan gambar yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok akan mendapat giliran untuk tampil. Saat salah seorang dari masing-masing kelompok tersebut akan menirukan gambar yamg ada, sedangkan siswa yang lainnya pada kelompok yang sama akan menebak apa yang ditirukan oleh siswa tersebut. Kegiatan ini diterapkan dalam Whilst Teaching Activity . Key words: Act out activity, guessing game, mime, imperative sentence.
Teaching Reading Through Free Voluntary Reading (FVR) Strategy at Junior High School. Tati Sunarti Yenni; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie G
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.312 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1997

Abstract

Abstrak Artikel ini ditulis untuk memaparkan suatu strategi pembelajaran sekaligus pemilihan materi pembelajaran memahami teks narrative bahasa inggris disekolah menengah pertama dengan cara melalui bacaan bebas seperti komik, karena komik juga bisa dapat dijadikan sebagai media yang digunakan dalam pengajaran dalam memahami teks narrative. Kegiatan yang dibahas dalam artikel ini adalah kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal guru memberitahu siswa bahwa mereka akan membahas tentang  teks narrative.  Pada kegiatan inti, Pada kegiatan inti, guru akan membahas sedikit tentang teks narrative kepada siswa dengan melalui bacaan contohnya komik. Kemudian kegiatan akhir, guru memberikan refleksi tentang pelajaran dan menyimpulkan pelajaran dengan siswa. dan kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai bahan bacaan tersebut kepada siswa. Keunggulan dari media ini adalah siswa dibantu untuk mengembangkan ide idenya dalam membaca contoh teks narrative melalui komik.   Keywords      : Narrative teks, Free Voluntary Reading, comics, technique
USING CPC (CONTENT PROCESS CRAFT) TABLE TO TEACH READING COMPREHENSION AT SENIOR HIGH SCHOOL Hilfi Ghassani; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.361 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4379

Abstract

Abstrak   Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara menggunakan CPC (Content Process Craft) table dalam mengajar pemahaman membaca didalam pelajaran bahasa Inggris. Dalam pengajaran bahasa Inggris siswa SMA sering mengalami kesulitan dalam membaca dikarenakan mereka tidak begitu memahami bacaan yang mereka baca. Kemampuan siswa dalam memahami teks masih sangat kurang disebabkan karena kurang bervariasinya strategi ataupun aktifitas yang digunakan selama membaca. CPC (Content Process Craft) table digunakan untuk mempermudah siswa dalam menyusun informasi, memberikan pendapat, serta menggabungkaninformasi dan pendapat mereka menjadi sebuah gagasan yang baru. Penggunaan CPC (Content Process Craft) table akan mempermudah guru dan siswa dalam pengajaran pemahaman membaca. Dengan menggunakan tabel CPC (Content Process Craft) pada pengajaran membaca, kemampuan siswa dalam menganalisa bacaan akan semakin terasah sehingga pemahaman mereka menjadi lebih baik.   Keywords: CPC (Content Process Craft) Table
DIFFERENCES IN EUPHEMISMS USED BY MALE AND FEMALE IN MINANGKABAUNESE Imron Rosadi, Yuli Tiarina, Rusdi Noor Rosa (p: 121-132)
English Language and Literature Vol 2, No 1 (2013): SERIE : B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v2i1.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan tipe tipe ungkapan pelembut (eufemisme) dan fungsi fungsi ungkapan pelembut (eufemisme) yang diujarkan oleh laki laki dan perempuan di dalam bahasa Minangkabau. Penelitian  ini termasuk penelitian secara deskriptif yang berpijak pada  fakta dan realita dari ungkapan pelembut (eufemisme) yang diujarkan oleh laki laki dan perempuan di kawasan Minagkabau dalam percakapan sehari hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 221 buah eufemisme yang digunakan oleh laki laki dan perempuan dalam bahasa Minangkabau. Laki laki mengujarkan 143 ungkapan eufemisme dan memiliki 13 tipe ungkapan eufemisme sedangkan perempuan mengujarkan 78 ungkapan euphemism dan memiliki 15 tipe ungkapan eufemisme. Tipe yang paling banyak di temukan dari laki laki dan perempuan adalah external borrowing (kata pinjaman yang diambil dari luar bahasa Minangkabau atau bahasa asing). Sedangkan untuk fungsi eufemisme tersebut ditemukan bahwa laki laki memakai ungkapan eufemisme untuk menjaga perasaan pendengar dari rasa malu dan bersalah sedangkan perempuan adalah untuk menghaluskan dan menjaga rasa kesopanan dengan mengganti kata tersebut seindah mungkin atau fungsi positif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perempuan lebih ekspresif daripada laki laki dalam menggunakan ungkapan pelembut (eufemisme) dan bahasa Minangkabau lebih banyak menggunakan semantic change (perubahan makna asli). Kata Kunci: Sociolinguistics, Euphemism, Minangkabaunese, Male and Female.
THE WORD ORDERS OF SENTENTIAL CONSTRUCTION POSSESSED BY DEAF CHILD AND NORMAL HEARING CHILD Vera I Lingga, Jufrizal, Yuli Tiarina (p:89-99)
English Language and Literature Vol 1, No 3 (2013): SERIE : A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i3.1809

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk susunan kata dalam kalimat yang diujarkan oleh anak tunarungu dan anak berpendengaran normal dan kemudian membandingkannya untuk mengetahui sejauh mana susunan kata dalam kalimat mereka berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data diambil melalui teknik observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari kalimat yang dihasilkan anak tunarungu tersebut terdapat kalimat yang susunan katanya standar dan tidak standar dalam bahasa Indonesia. Kebanyakan dari kalimat yang dihasilkan oleh anak tunarungu mempunyai susunan kata yang tidak standar dalam bahasa Indonesia khususnya dalam kalimat declarative. Berbeda dengan anak tunarungu, bentuk susunan kata dalam kalimat anak berpendengaran normal pada umumnya standar. Hal ini membuktikan bahwa terganggunya pendengaran anak tunarungu berpengaruh kemampuan berbahasa mereka. Kata kunci:   language acquisition, sentence, word order deaf child, normal hearing child.
Students’ need on basic English grammar teaching material based on interactive multimedia: an innovative design Yuli Tiarina; Hermawati Syarif; Jufrizal Jufrizal; Yenni Rozimela
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020190419310

Abstract

This article, a part of dissertation entitled  Developing Basic English Grammar Teaching Material based on Interactive Multimedia at University Level, presents the results of a study conducted to find the model of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia needed by the students. This empirical research employed both quantitative and qualitative analyses. Seventy eight students of English Department of Universitas Negeri Padang were involved. The students  were required to articulate their need on a design of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. The data were collected through an open questionnaire. The first result is that Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia is very needed (with the score 3.1 out of 4). Second, the result indicates the organization of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. The organization consists of six parts. They are Time to watch/sing/read, Time to chat, Time to Focus, Time for fun practice, Time for tube, and Time for action. Third, the students have different learning style. Fourty two students (53.84%) have visual learning style. Twenty two students (28.21%) have audio learning style. The rest, fourteen students (17.95%) have kinestetic learning style. Four, the finding shows the students have their favorite movies, colors, and music. The students like comedy/humor, drama, horror, dokumentary, and action movies; they love pop, jazz, rock, country, and rap music; they adore blue, green, black, pink, and red color. Another important research finding is almost all students (91%) have their own laptop. Those findings will be considerations in designing the Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. Further research to see the effectiveness of the model of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia needs to be done.
Prinsip Kerjasama dalam Film Kartun Avatar Yuli Tiarina
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.88 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v11i1.77

Abstract

This study is aimed at analyzing the implementation of the cooperative principles in Avatar cartoon movie.  It was a descriptive study with the content analysis technique. The data were taken from the conversation from the characters in   the Avatar movie. The utterances were grouped into four types of cooperative principles; they are the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relation and the maxim of manner. It was found that the utterances among the characters in Avatar cartoon movies both fulfill and violate the cooperative principles. Key words: utterances, conversation, cooperative principles