Articles
Teguh di Tengah Tantangan: Kontribusi Grit terhadap Career Adaptability pada First-Generation College Students
Khalisa, Syifa Azkia;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi grit terhadap career adaptability pada mahasiswa first-generation college students (FGCS) di Sumatera Barat. FGCS merupakan kelompok mahasiswa yang menghadapi berbagai hambatan akademik, sosial, dan karier, sehingga memerlukan sumber daya psikologis internal untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa FGCS yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Grit-S dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki kontribusi yang signifikan terhadap career adaptability (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 47,2% terhadap career adaptability, sedangkan 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, tingkat grit berada pada kategori sedang, sedangkan career adaptability berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa grit merupakan faktor internal penting yang mendukung kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa FGCS dalam menghadapi tantangan akademik dan transisi ke dunia kerja.
Hubungan Loneliness dengan Psychological Distress pada Emerging Adulthood dengan PSMU
Ridha, Muhammad Arif;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.427
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness dan psychological distress pada emerging adults dalam konteks Passive Social Media Use (PSMU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 185 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna media sosial pasif. Data dikumpulkan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang telah diadaptasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat loneliness (M = 48,86; SD = 16,133) dan psychological distress (M = 49,95; SD = 16,572) berada pada kategori sedang dengan variasi yang cukup tinggi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara loneliness dan psychological distress (r = 0,816; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula distress psikologis yang dialami. Penelitian ini menegaskan peran loneliness sebagai faktor psikologis yang berkaitan erat dengan kerentanan distress pada emerging adults dalam konteks penggunaan media sosial pasif serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis peningkatan keterhubungan sosial.
Emotional Eating Ditinjau dari Big Five Personality pada Remaja di Kota Bukittinggi
Andini, Fitri;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.428
Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional dan sering terjadi pada remaja yang mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional eating ditinjau dari dimensi big five personality pada remaja di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 199 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Big Five Inventory (BFI) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori emotional eating sedang (55,27%). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan emotional eating berdasarkan dimensi big five personality (p < 0,001). Dimensi agreeableness memiliki kecenderungan tertinggi terhadap emotional eating, sedangkan conscientiousness berperan sebagai faktor protektif.
Hubungan Antara Attachment Orang Tua dengan Autonomy pada Remaja Awal di Bukittinggi
Putri, Hanifah Salma;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.410
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat autonomy, tingkat attachment dengan orang tua, serta hubungan antara attachment orang tua dan autonomy pada remaja awal di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 139 remaja berusia 12–15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala autonomy dan skala attachment orang tua, kemudian dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk autonomy maupun attachment orang tua. Selain itu, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, meskipun tingkat kekuatannya tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara remaja dan orang tua turut berkontribusi dalam perkembangan autonomy, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Dengan demikian, attachment orang tua berperan sebagai landasan emosional yang penting dalam mendukung perkembangan autonomy pada remaja awal.
Teguh di Tengah Tantangan: Kontribusi Grit terhadap Career Adaptability pada First-Generation College Students
Khalisa, Syifa Azkia;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi grit terhadap career adaptability pada mahasiswa first-generation college students (FGCS) di Sumatera Barat. FGCS merupakan kelompok mahasiswa yang menghadapi berbagai hambatan akademik, sosial, dan karier, sehingga memerlukan sumber daya psikologis internal untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa FGCS yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Grit-S dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki kontribusi yang signifikan terhadap career adaptability (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 47,2% terhadap career adaptability, sedangkan 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, tingkat grit berada pada kategori sedang, sedangkan career adaptability berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa grit merupakan faktor internal penting yang mendukung kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa FGCS dalam menghadapi tantangan akademik dan transisi ke dunia kerja.
Hubungan Loneliness dengan Psychological Distress pada Emerging Adulthood dengan PSMU
Ridha, Muhammad Arif;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.427
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness dan psychological distress pada emerging adults dalam konteks Passive Social Media Use (PSMU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 185 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna media sosial pasif. Data dikumpulkan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang telah diadaptasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat loneliness (M = 48,86; SD = 16,133) dan psychological distress (M = 49,95; SD = 16,572) berada pada kategori sedang dengan variasi yang cukup tinggi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara loneliness dan psychological distress (r = 0,816; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula distress psikologis yang dialami. Penelitian ini menegaskan peran loneliness sebagai faktor psikologis yang berkaitan erat dengan kerentanan distress pada emerging adults dalam konteks penggunaan media sosial pasif serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis peningkatan keterhubungan sosial.
Emotional Eating Ditinjau dari Big Five Personality pada Remaja di Kota Bukittinggi
Andini, Fitri;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.428
Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional dan sering terjadi pada remaja yang mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional eating ditinjau dari dimensi big five personality pada remaja di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 199 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Big Five Inventory (BFI) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori emotional eating sedang (55,27%). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan emotional eating berdasarkan dimensi big five personality (p < 0,001). Dimensi agreeableness memiliki kecenderungan tertinggi terhadap emotional eating, sedangkan conscientiousness berperan sebagai faktor protektif.
Studi Tentang Career Adaptability Pada Mahasiswa Semester Akhir
Azmi, Mayori Faldisa;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat career adaptability pada mahasiswa semester akhir. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis deskriptif. Sebanyak 384 mahasiswa semester akhir di Sumatera Barat menjadi sampel penelitian. Diperoleh melalui cluster sampling. Instrumen dalam penelitian disusun berdasarkan dimensi-dimensi career adaptability oleh Savickas (2013) yang telah memenuhi validitas, reliabilitas, dan daya diskriminasi aitem. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa semester akhir memiliki career adaptability yang tinggi yaitu mahasiswa telah mempersiapkan strategi pengembangan kariernya, berinisiatif dalam mengeksplorasi karier, memiliki keyakinan kerier yang kuat, serta mampu membuat keputusan karier dengan mandiri.
Hubungan antara Social Anxiety dengan Loneliness pada Remaja yang Kecanduan Media Sosial TikTok di Kota Padang
Tiara Pabela;
Rida Yanna Primanita
AHKAM Vol 5 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/ahkam.v5i2.9721
Although social anxiety and loneliness have become a focus in various previous studies, research that specifically discusses the relationship between the two among adolescent TikTok users in local contexts, such as Padang City, remains limited. This study aims to analyze the relationship between social anxiety and loneliness among adolescent TikTok users. This study employed a quantitative approach with a correlational design, involving 100 adolescent participants aged 13–19 years who were selected through the purposive sampling technique. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A), and were then analyzed using the Spearman correlation test because the data were not normally distributed. The results show a positive and significant relationship between social anxiety and loneliness among adolescent TikTok users (p = 0.003; r = 0.295). These findings contribute to the development of adolescent psychology studies, particularly regarding the relationship between social anxiety and loneliness in the context of social media use. The conclusion of the study emphasizes that the higher the social anxiety experienced by adolescents, the higher the tendency toward loneliness they feel in the context of TikTok use. The implications of this study include theoretical contributions to the adolescent psychology literature as well as practical implications for educational institutions and local government in Padang in designing psychosocial support efforts for adolescent social media users.
HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI TAHUN PERTAMA KAMPUS V BUKITTINGGI
Fitri Andini;
Rida Yanna Primanita
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.1146-1151
Perubahan dari jenjang pendidikan menengah atas ke perguruan tinggi menuntut mahasiswa baru untuk mampu menyesuaikan diri dengan bebagai tuntutan yang lebih kompleks, mencakup akadedmik, sosial, maupun psikologis. Dalam proses tersebut, kematangan emosi menjadi salah satu faktor penting. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada mahasiswa psikologi tahun pertama kampus V Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 78 subjek yang ditentukan melalui total sampling. Instrument penelitian terdiri dari skala kematangan emosi sebanyak 60 item dengan 15 item dinyatakan tidak valid dan skala penyesuaian diri berjumlah 41 item dengan 11 item gugur. Hasil uji reliabilitas sebesar 0,867 untuk kematangan emosi dan 0,801 untuk penyesuaian diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri (sig. 0,004; r = 0,324), yang berarti semakin tinggi kematangan emosi, semakin baik penyesuaian diri mahasiswa.