Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Self-Esteem Dan Loneliness Pada Remaja Pengguna Media Sosial (Instagram) Hanifah Salma Putri; Rida Yanna Primanita
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.285

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-esteem and loneliness among adolescents who use Instagram social media in Bukittinggi City. The study used a quantitative approach with purposive sampling techniques involving 165 adolescents aged 15–19 years. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and the UCLA Loneliness Scale. The reliability test results showed a Cronbach's Alpha value of 0.849 for self-esteem and 0.859 for loneliness. Data analysis using the Spearman Rank Correlation test showed a correlation coefficient value of -0.400 with p < 0.001, which means that there is a negative and significant relationship between the two variables. The higher the self-esteem of adolescents, the lower the level of loneliness they feel. These findings indicate the important role of self-esteem in maintaining the psychological well-being of adolescents and the need for digital literacy to encourage healthy and balanced use of social media.
Hubungan Antara Meaning in Life dengan Resilience Pada Remaja Penyintas Bencana Galodo di Sumatera Barat Anisa Putri Wulandari; Rida Yanna Primanita
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara meaning in life dan resilience pada remaja penyintas bencana galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bencana galodo sebagai banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis remaja, sehingga diperlukan faktor internal seperti meaning in life untuk membantu proses adaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 106 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Meaning in Life Questionnaire (MLQ), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara meaning in life dan resilience (ρ = 0,518; p < 0,001). Secara parsial, dimensi presence of meaning memiliki hubungan positif dan signifikan dengan seluruh dimensi resilience, sedangkan search for meaning memiliki hubungan signifikan dengan sebagian besar dimensi resilience, kecuali pada dimensi spiritual influence yang tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meaning in life, khususnya keberadaan makna hidup, berperan penting dalam meningkatkan resilience pada remaja penyintas bencana.
Hubungan Antara Attachment Orang Tua dengan Autonomy pada Remaja Awal di Bukittinggi Putri, Hanifah Salma; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat autonomy, tingkat attachment dengan orang tua, serta hubungan antara attachment orang tua dan autonomy pada remaja awal di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 139 remaja berusia 12–15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala autonomy dan skala attachment orang tua, kemudian dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk autonomy maupun attachment orang tua. Selain itu, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, meskipun tingkat kekuatannya tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara remaja dan orang tua turut berkontribusi dalam perkembangan autonomy, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Dengan demikian, attachment orang tua berperan sebagai landasan emosional yang penting dalam mendukung perkembangan autonomy pada remaja awal.
Teguh di Tengah Tantangan: Kontribusi Grit terhadap Career Adaptability pada First-Generation College Students Khalisa, Syifa Azkia; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi grit terhadap career adaptability pada mahasiswa first-generation college students (FGCS) di Sumatera Barat. FGCS merupakan kelompok mahasiswa yang menghadapi berbagai hambatan akademik, sosial, dan karier, sehingga memerlukan sumber daya psikologis internal untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa FGCS yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Grit-S dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki kontribusi yang signifikan terhadap career adaptability (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 47,2% terhadap career adaptability, sedangkan 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, tingkat grit berada pada kategori sedang, sedangkan career adaptability berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa grit merupakan faktor internal penting yang mendukung kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa FGCS dalam menghadapi tantangan akademik dan transisi ke dunia kerja.
Hubungan Loneliness dengan Psychological Distress pada Emerging Adulthood dengan PSMU Ridha, Muhammad Arif; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness dan psychological distress pada emerging adults dalam konteks Passive Social Media Use (PSMU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 185 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna media sosial pasif. Data dikumpulkan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang telah diadaptasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat loneliness (M = 48,86; SD = 16,133) dan psychological distress (M = 49,95; SD = 16,572) berada pada kategori sedang dengan variasi yang cukup tinggi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara loneliness dan psychological distress (r = 0,816; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula distress psikologis yang dialami. Penelitian ini menegaskan peran loneliness sebagai faktor psikologis yang berkaitan erat dengan kerentanan distress pada emerging adults dalam konteks penggunaan media sosial pasif serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis peningkatan keterhubungan sosial.
Emotional Eating Ditinjau dari Big Five Personality pada Remaja di Kota Bukittinggi Andini, Fitri; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.428

Abstract

Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional dan sering terjadi pada remaja yang mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional eating ditinjau dari dimensi big five personality pada remaja di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 199 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Big Five Inventory (BFI) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori emotional eating sedang (55,27%). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan emotional eating berdasarkan dimensi big five personality (p < 0,001). Dimensi agreeableness memiliki kecenderungan tertinggi terhadap emotional eating, sedangkan conscientiousness berperan sebagai faktor protektif.
Hubungan Antara Attachment Orang Tua dengan Autonomy pada Remaja Awal di Bukittinggi Putri, Hanifah Salma; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat autonomy, tingkat attachment dengan orang tua, serta hubungan antara attachment orang tua dan autonomy pada remaja awal di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 139 remaja berusia 12–15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala autonomy dan skala attachment orang tua, kemudian dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk autonomy maupun attachment orang tua. Selain itu, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, meskipun tingkat kekuatannya tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara remaja dan orang tua turut berkontribusi dalam perkembangan autonomy, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Dengan demikian, attachment orang tua berperan sebagai landasan emosional yang penting dalam mendukung perkembangan autonomy pada remaja awal.
Teguh di Tengah Tantangan: Kontribusi Grit terhadap Career Adaptability pada First-Generation College Students Khalisa, Syifa Azkia; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi grit terhadap career adaptability pada mahasiswa first-generation college students (FGCS) di Sumatera Barat. FGCS merupakan kelompok mahasiswa yang menghadapi berbagai hambatan akademik, sosial, dan karier, sehingga memerlukan sumber daya psikologis internal untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa FGCS yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Grit-S dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki kontribusi yang signifikan terhadap career adaptability (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 47,2% terhadap career adaptability, sedangkan 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, tingkat grit berada pada kategori sedang, sedangkan career adaptability berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa grit merupakan faktor internal penting yang mendukung kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa FGCS dalam menghadapi tantangan akademik dan transisi ke dunia kerja.
Hubungan Loneliness dengan Psychological Distress pada Emerging Adulthood dengan PSMU Ridha, Muhammad Arif; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness dan psychological distress pada emerging adults dalam konteks Passive Social Media Use (PSMU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 185 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna media sosial pasif. Data dikumpulkan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang telah diadaptasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat loneliness (M = 48,86; SD = 16,133) dan psychological distress (M = 49,95; SD = 16,572) berada pada kategori sedang dengan variasi yang cukup tinggi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara loneliness dan psychological distress (r = 0,816; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula distress psikologis yang dialami. Penelitian ini menegaskan peran loneliness sebagai faktor psikologis yang berkaitan erat dengan kerentanan distress pada emerging adults dalam konteks penggunaan media sosial pasif serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis peningkatan keterhubungan sosial.
Emotional Eating Ditinjau dari Big Five Personality pada Remaja di Kota Bukittinggi Andini, Fitri; Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.428

Abstract

Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional dan sering terjadi pada remaja yang mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional eating ditinjau dari dimensi big five personality pada remaja di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 199 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Big Five Inventory (BFI) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori emotional eating sedang (55,27%). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan emotional eating berdasarkan dimensi big five personality (p < 0,001). Dimensi agreeableness memiliki kecenderungan tertinggi terhadap emotional eating, sedangkan conscientiousness berperan sebagai faktor protektif.
Co-Authors Adila Tsurayya Afrilyana, Afrilyana Aggraini, Nirmala Alfiah Rahmi Putri Alfiah Rahmi Putri Alviratulhusna Limupa Andini, Fitri Ane Putri Desrianti Anggia Afri Yolanda Anisa Putri Wulandari Anisa Septi Artanti Anna Fara Dina Islami Guci Ariep Ubaidilah Arvan Brillian Bachkti Hamda As Syafiyah, Aufizzahra asfy, Ibnu Asfy, M ibnu Asri Rima Oktavia Aufizzahra As Syafiyah, Aufizzahra Aulia Aulia Aviani, Yolivia Irna Ayuningsih, Helfi Azmi, Mayori Faldisa Bela Sari Duri Citra Zaskia Chairunnisa Deby Amanda Puri Diflatul Amini Dilla Noviana Dina Azhari Eristina, Tiara Fadila Lailatul Isttianah Fitri Andini Furqan Nursalam Hanifah Salma Putri Hartati, Niken Hendri Pratama Herwana, Renny Alfianti Hikmatul Wazkia Husnul Khotimah Illahi, Amanda Permata Ilma Yusra Iqbal Kurniawan Irma Juniarti Isttianah, Fadila Lailatul Ivodenia Pradiva Kamil, M Aiqal Kania Jeanrita Kania Jeanrita Khairizal , Nadia Aderiani Khairul, Miranda Khalisa, Syifa Azkia Koto, Dicky Febrian Koto, Nadia Aderini Lubis, Winda Safutri M, Magdalena Susyanti Madhuri Gemida Putri Mawati, Ibtihaj Mayang Sari, Putri Meissy Afriani Meylinda, Moethia Mudjiran Mudjiran Muhammad Roofiq MY Naila Chantika Putri Nirmala Anggraini Nisrina Khairunnisa Novita Dewi Nuraiga Fatmawati Nuzul Khaira Oki Pradana Oktafia, Putri Rahma Partini Nur Umayah Permata Julice Putri Pramisya, Rizki Prasetia, Hari Bayu Puput Nofia Rahma Putra, Alfian Yanda Putri Rahmah Putri, Hanifah Salma Putri, Nabilla Radhiya Nikita Dharma Rahma Dilla, Nadia Rahma, Puput Nofia Rahminda Nur Islamy Ermus Reno Julian Syaputra Ria Septia Ningsih Ridha, Muhammad Arif Rori Eka Putra Rozi Kurniawan Salma Syakira Sela Windiana Pungki Shindi Frastika Sianturi Silvani Dwi Ilhami Sitorus, Helina Sri Wahyuni Suci Rahma Nio Syafiyah, Aufizzahra As Syafrizal Syafrizal Tiara Eristina Tiara Pabela Tiya Oktasari Ulia Fitriati Usma Yulesa Usma Yulesa Vinnie Elvionita Violeta, Putri Aurel Vira Yuliani Vira Yuliani Wahyu Aulia Rahman Welin Yolanda Wiriawan, Larasati Yenni Putri Yuli Dwi Marta Yuninda Tria Ningsih Yuningsih, Sari Dewi Rahmah Zahra, Adifa Zakwan Adri Zelba Vibra