Articles
Perbedaan Kematangan Emosi Remaja Ditinjau Dari Bentuk Pola Asuh Orangtua
Putri, Nabilla;
Primanita, Rida Yanna
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 1 No 4 (2024): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62260/causalita.v1i4.143
During adolescence, a person will go through several phases with varying levels of difficulty in their developmental tasks. Adolescence is a developmental period that is closely related to emotional problems. This research aims to determine the description of emotional maturity in adolescents, to understand the description of parenting patterns applied to adolescents. To determine the differences in emotional maturity of adolescents in terms of the form of parental parenting. This research uses quantitative research methodology, this research is descriptive in nature. Descriptive research is a research method that attempts to describe, describe and interpret objects as they are without intending to draw conclusions that apply to the general public. The population used in this research is teenagers who have the characteristics of teenagers aged 13-18 years, living with their parents/guardians and also domiciled in Bukittinggi. There were 80 teenagers in this study Data collection instruments were created in natural and technical conditionsThe data collection is based more on internal statements scale and questionnaire form. Based on hypothesis testing using the Kruskal Wallis test in SPSS, Asymp results were obtained. Sig is 0.012. This value is smaller than 0.05 so it can be said that H0 is accepted and Ha is rejected, which means there is no difference in the emotional maturity of teenagers in terms of the form of parenting applied by parents.
Dinamika Kesepian Pada Remaja Pecandu Sosial Media
Khairizal , Nadia Aderiani;
Primanita, Rida Yanna
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 2 No 1 (2024): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62260/causalita.v2i1.220
Internet telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia, termasuk di Indonesia, dengan remaja sebagai salah satu pengguna aktifnya. Remaja menggunakan internet untuk berbagai keperluan seperti belajar, bermain game, dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan adiksi media sosial dan dinamika kesepian pada remaja yang kecanduan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua subjek yang merupakan pecandu media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan subjek dan orang terdekat mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek menghabiskan waktu yang signifikan di media sosial, yang mempengaruhi kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari mereka. Kesepian ditemukan sebagai faktor utama yang mendorong penggunaan media sosial secara berlebihan. Kedua subjek merasa kesepian dan menemukan pelarian dalam media sosial. Hubungan keluarga dan lingkungan sosial yang kurang mendukung memperparah kondisi ini. Penelitian ini menyarankan perlunya intervensi untuk mengurangi adiksi media sosial dan meningkatkan kualitas hubungan sosial remaja.
Kontribusi Growth Mindset Terhadap Grit Pada Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Mawati, Ibtihaj;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i1.2006
This research aims to see the contribution of growth mindset to grit in students who are working on their thesis. This research applies a correlational quantitative approach. The population of the study were padang state university students who were working on their thesis with a sample size of 175 people determined based on accidental sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire developed by researcher to measure grit and growth mindset based on the grit concept from duckworth (2018) and the growth mindset concept from dweck (2006). Data were analyzed using simple regression. the research results indicated that growth mindset contributed 51.4% to grit.
Konstribusi Strategi Coping Terhadap Homesickness Pada Mahasiswa Baru Yang Merantau Di Perguruan Tinggi Kota Bukittinggi
Wiriawan, Larasati;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.2424
The purpose of this study is to see if there are differences in coping strategies in dealing with homesickness in new students who migrate in Bukittinggi city colleges. In this study using correlational quantitative methods. The sample in this study consisted of 97 new students who migrated. The sampling technique used in this study was purposive sampling with participant criteria a) Students of class 2023 who migrated in the city of Bukittinggi b) Aged 18-22 years c) Migrants from outside the West Sumatra region. The scale used in this study with homesickness variables was compiled by researchers who referred to aspects put forward by Stroebe (2002), and coping strategy variables were compiled by researchers who referred to aspects put forward by Lazarus & Folkman (1984). Based on the analysis obtained with the value of t count = -125,865 with a significance of 0.000. So it can be concluded that there are differences in coping strategies in dealing with homesickness in new students who migrate in Bukittinggi city colleges.
Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Perilaku Prososial Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lubuk Basung
Kamil, M Aiqal;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.2426
Perilaku prososial tindakan sukarela yang bertujuan untuk membantu, mendukung , atau memberikan manfaat kepada orang lain atau kelompok sosial. Ini melibatkan tindakan yang dilakukan dengan niat baik, tanpa adanya keuntungan pribadi yang langsung. Tujuan dari penelitian ini ialah buat menguji antara variable regulasi emosi dengan perilaku prososial pada anak SMA N 1 Lubuk Basung. Dalam peneitian ini menggunakan kuatitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 87 siswa SMA N 1 Lubuk Basung. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu proportionate stratified random sampling yaitu Teknik yang digunakanbila populasi dikelompokan atau dikategorikan yang disebut strata (stratified). Skala pada variabel perilaku prososial di konstruksi mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Eisenberg & Mussen (2003), dan varibel regulasi emosi di kontruksi mengacu pada aspek Gross & Thompson (2006) sebagai instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis yang diperoleh dengan nilai koerlasi r = 0,292 dan 0,006 (p<0,5) ditemukan, yang menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel regulasi emosi dan perlaku prososial pada siswa SMA N 1 Lubuk Basung.
Pengaruh Father Involvement Terhadap Perilaku Agresif Pada Siswa Laki-Laki Usia Prasekolah Di Kota Padang Panjang
Prasetia, Hari Bayu;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.2702
Children in preschool educational facilities are usually between four and six years old. Children begin to interact socially with more people or friends at this age. Children also begin to exhibit different behaviors. Each child exhibits aggression at different levels. Physical or verbal aggression is a common occurrence in children between the ages of 4-6 years. There are many things that can cause aggressive behavior, including personal problems originating from within the family and environmental problems arising from the environment. The family is one of the external factors that is very important for the development of this type of behavior. Father involvement at home is one of the factors suspected of being related to aggressive behavior in children. This study used a quantitative approach to collect and examine research data. A total of 86 kindergarten students in Padang Panjang City became the research sample. The right sample was selected using the cluster sampling technique. Various statistical methods were used to analyze the data. including simple linear regression tests, Using Windows SPSS 25, conducting hypothesis tests, linearity tests, and normality tests. The research findings showed a significant relationship of 38.9% between father involvement and aggressive behavior. Based on the results of this study, it can be concluded that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected.
Kontribusi Beban Kerja Dan Insentif Terhadap kinerja Kurir J&T Express Pada Era Belanja Online Di Sumatera Barat
Koto, Dicky Febrian;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.2703
This study aims to see the contribution of workload and incentives to the performance of J&T express couriers in the era of online shopping in West Sumatra. The population in this study were J & T express couriers who worked in the cities of Payakumbuh, Bukittinggi, and lubuk crocodile with a total population and sample of 69 people. The sample method used was total sampling. Data were collected using a workload and incentive scale compiled by the researcher himself, the incentive scale uses measuring instruments that have been adapted by Saputra (2019) based on the dimensions compiled by Afandi (2018). The results of this study indicate that there is a positive and significant contribution between incentives to the performance of J & T couriers in West Sumatra. There is no significant contribution between workload and performance on J & T couriers in West Sumatra. Workload and incentives simultaneously contribute to the performance of J&T express couriers in West Sumatra.
Hubungan Work Engagement Terhadap Turnover Intention Pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Di Kota Bukittinggi
Rahman, Fadhlur;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.2720
Turnover Intention ialah keinginan pekerja untuk berhenti bekerja oleh keinginannya sendiri atau memilih untuk berhenti bekerja dari tempat kerjanya saat ini ke tempat kerja lain. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan variabel work engagement dengan variabel turnover intention pada perawat rawat inap rumah sakit di kota Bukittinggi. Riset ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sampel dalam riset ini berjumlah 87 perawat rawat inap rumah sakit di kota Bukittinggi yang didapatkan dari teknik cluster sampling. Skala turnover intention menggunakan skala dari riset Rahmad (2020) berlandaskan teori dari Lee (2008) serta skala work engagement menggunakan skala dari riset Rahmadani & Sebayang (2017) berlandaskaan teori yang dikemukakan oleh Schaufeli & Bakker (2004). Hasil analisis yang diperoleh nilai korelasi r = - 0,296 dan p = 0.005 (p<0.5), temuan ini menemukan hubungan negatif pada variabel work engagement dengan variabel turnover intention pada perawat rawat inap di rumah sakit di kota Bukittinggi.
Gambaran self efficacy pada mahasiswa psikogi UNP kampus V Bukittinggi yang mengalami Low Back Pain
Nirmala Anggraini;
Primanita, Rida Yanna
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 2 No 2 (2024): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62260/causalita.v2i2.222
Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat. LBP merupakan nyeri punggung bawah bisa menjadi pemicu utama kecacatan yang mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan seseorang. Penelitian yang dilakukan di Polandia tahun 2018, remaja menderita LBP sebanyak 74,4 %. Sebanyak 82,8 % remaja perempuan lebih sering merasakan nyeri daripada remaja laki-laki yang hanya 64,3 %. Di Indonesia tahun 2018, diperkirakan sebanyak 7,6%-37% dan 26,74 % penduduk Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas dan yang bekerja mengeluhkan bahwa mereka merasakan nyeri di punggung bawah. Berdasarkan hasil wawancara terdapat mahasiswa yang mengalami LBP namun mahasiswa tersebut tidak mau berusaha untuk menyembuhkan LBP padahal mereka tahu cara mengurangi LBP. Salah satu faktor yang mempengaruhi LBP yaitu self efficacy. Self-efficacy dapat memberikan seseorang kemampuan untuk bertahan hidup dan tangguh dalam menghadapi kesulitan. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi mahasiswa psikologi kampus V UNP. Bertujuan untuk mengetahui gambaran Self-efficacy pada mahasiswa Psikologi Kampus lima Bukittinggi yang menderita Low Back Pain. teknik sampel yang digunakan yaitu non-probability. Hasil penelitian ini yaitu self efficacy pada Mahasiswa Psikologi UNP Kampus V Bukittinggi yang mengalami low back pain berada dalam kategori tinggi dengan persentase 87,5%. Jenis kelamin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi self efficacy, dimana perempuan memiliki self efficacy yang lebih tinggi yaitu 61,54%, dibandingkan laki-laki sebesar 25,96%.
Perbedaan Kematangan Emosi Ditinjau Dari Parental Bonding Pada Mahasiswa Universitas Di Sumatera Barat
Meylinda, Moethia;
Primanita, Rida Yanna
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v7i2.3138
Ketika menginjak perguruan tinggi, mahasiswa sudah memasuki usia dewasa awal. Memasuki usia dewasa awal mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap masa perkembangannya, dimana mahasiswa dituntut untuk dapat bertanggung jawab terhadap kehidupannya sehingga tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain atau hal ini disebut dengan kematangan emosi. Kematangan emosi mengacu kepada kemampuan mahasiswa untuk mengendalikan emosi mereka, berpikir dengan baik, dan melihat masalah secara objektif, mengabaikan segala hal yang dapat membuat mereka mengeluarkan emosi negatif dan konsisten dalam menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi ditinjau dari parental bonding pada mahasiswa universitas di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif yang menghasilkan perbandingan Y berdasarkan vaariasi oleh X. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa universitas di Sumatra Barat sebanyak 347 mahasiswa. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan berbagai teknik statistik, termasuk uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kematangan emosi ditinjau dari parental bonding dengan nilai p = 0,000 (p < 0,005), dengan 214 mahasiswa pada kategori tinggi, 132 mahasiswa pada kategori sedang dan satu mahasiswa pada kategori rendah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan optimal parenting yang paling mendukung kematangan emosi mahasiswa