Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang KB Pasca Salin dengan Keikutsertaan Menjadi Akseptor KB di RSU Balimbingan Kota Pematang Siantar Friany Martogi Gultom; Lasria Simamora; Tetti Seriati Situmorang; Mediana Beru Sembiring
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i2.1515

Abstract

In Indonesia, government attention to the use of post-saline contraceptives is increasing. According to the recommendations of The National Meeting on Family Planning Programs in 2012, the postpartum and post-miscarriage Family Planning (KB PP & PK) program is designated as a priority program that should be available in every province. This program aims not only to increase the number of contraceptive use, but also to improve maternal and child health (JNPK, 2012). Post-copy family planning is one of the government programs with a target of 80%, although the acceptor of post-copy family planning only reaches 30%, the Minister of Health of the Republic of Indonesia considers this achievement as a significant progress in increasing community participation in family planning programs. Meanwhile, the number of family planning acceptors in North Sumatra in 2012 reached 4,041 acceptors. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge about post-copy family planning and participation in becoming a family planning acceptor at Balimbingan Hospital, Tanah Jawa District, Simalungun Regency, Pematang Siantar City in 2024. This study applies an analytical survey method with a cross-sectional approach with sampling carried out using the Incidental Sampling technique of 44 people. The data analysis technique applied was Spearman's Rho Correlation with a significance level of 5% or a confidence level of 95%. The results of the study based on the output test statistics obtained the result of p=0.007 (<0.05). The conclusion of the study is that Ha is accepted, which means that maternal knowledge has a significant relationship with participation in becoming a post-copy family planning acceptor. It is hoped that the Family Planning program management officer at Balimbingan Hospital will continue to provide accurate information, education and counseling.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Damanik, Nopalina Suyanti; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.
Pemberdayaan Menerapkan Basic Feeding Rules pada Praktik Pemberian MP-ASI untuk Mencegah Stunting Situmorang, Tetti Seriati; Damanik, Nopalina Suyanti; Nainggolan, Anna Waris; Haslim, Syahrin Sakinah; Silalahi, Feronika; Hulzanah, Mifta; Ernamari, Ernamari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9919

Abstract

Edukasi bagi ibu dan keluarga menjadi penting untuk mengoptimalisasi pertumbuhan anak pada 1000 HPK agar dapat mencegah stunting. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pemberdayaan keluarga menerapkan basic feeding rules pada pemberian MP-ASI untuk mencegah stunting terhadap 32 balita usia 6-18 bulan. Tahapan metode kegatan ini sebagai berikut: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan dilakukan sesuai tahapan pada perencanaan yang telag disusun. Dari 32 balita, terdapat 10 balita yang telah mampu makan secara mandiri dan teratur, 20 balita lainnya belum menerapkan pernah makan dengan menerapkan basic feeding rules sebelumnya. Hingga kegiatan pengabdian selesai terdapat 17 balita yang makan MP-ASI sesuai basic feeding rules. Kegiatan ini berdampak bagi pencegahan stunting khususnya pada balita usia 6-18 bulan melalui upaya memnuhi asupan gizi balita pada awal fase makan-MP-ASI. Disarankan kepada para keluarga balita untuk terus mempraktikkan metode basic feeding rules pada prkatik pemberian MP-ASI.
Hubungan Jenis Dan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Terhadap Siklus Haid Br Ginting, Setia Arihta; Situmorang, Tetti Seriati; Simanjuntak, Markus Doddy; Theresia, Sisca; Sania, Putri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13102

Abstract

The Family Planning (KB) program is carried out in order to regulate the number of births or space births. The target of the family planning program is couples of childbearing age (PUS), with more emphasis on the group of women of childbearing age (WUS) who are in the age range 15-49 years. The majority of WUS currently use contraception, namely 59.7%.This study aims to determine the relationship between the type and duration of use of hormonal contraceptives on menstrual disorders in women of childbearing age in Pasar 8 Namotrasi village, Sei Bingai sub-district, Langkat district.This research is an analytical observational study with a cross-sectional design. There is a significant relationship between the type of hormonal contraception and menstrual disorders in women of childbearing age in Pasar 8 Namotrasi Village (p=0.000). There is a significant relationship between the duration of contraceptive use. hormonal and menstrual disorders in women of childbearing age in Pasar 8 Namotrasi Village (p=0.000).There is a need for further research regarding other factors, for example the level of WUS compliance with contraceptive use which affects menstruation. So you can find better treatment. Keywords: Type of birth control, duration of birth control, WUS ABSTRAK Program Keluarga Berencana (KB) dilakukan diantaranya dalam rangka mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran. Sasaran program KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang lebih dititikberatkan pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) yang berada pada kisaran usia 15-49 tahun. Sebagian besar WUS saat ini menggunakan kontrasepsi, yakni sebanyak 59,7%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis dan lama penggunaan alat kontrasepsi hormonal terhadap gangguan menstruasi pada wanita usia subur di desa pasar 8 namotrasi kecamatan sei bingai kabupaten Langkat.Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional study).Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kontrasepsi hormonal dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur di Desa Pasar 8 Namotrasi (p=0,000).Terdapat hubungan yang bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur di Desa Pasar 8 Namotrasi (p=0,000).Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor lain misalnya tingkat kepatuhan WUS pada penggunaan kontrasepsi yang mempengaruhi menstruasi. Sehingga dapat menemukan penanganan yang lebih baik. Kata kunci : Jenis KB, Lama KB, WUS
Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Klinik Utama Siar Mentari Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Mentari, Santi; Ratna Dewi, Eva; Seriati Situmorang, Tetti; Damanik, Nopalina; Geovani Gauri, Wina; Ariyani, Aulia
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v4i1.863

Abstract

Hyperemesis Gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda bila terjadi terus menerus dapat terjadi dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hypokliremik. Faktor psikologis merupakan faktor utama disamping pengaruh hormonal. Yang jelas wanita sebelum kehamilan sudah menderita spatik dengan gejala tidak suka makan dan mual, akan mengalami hiperemesis gravidarum yang lebih berat (Marmi:2016 ). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum yang terjadi pada ibu hamil di klinik Utama Siar Mentari Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Dengan metodelogi Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional study, metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil yang mengalami stress pada masa kehamilan yakni sebanyak 17 responden (42.50%) sedangkan responden yang mengalami stress yakni sebanyak 23 responden (57.50%). Hasil analisis bivariat antara hubungan stres dengan hiperemesis gravidarum adalah p = 0.008 (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hiperemsis Gravidarum di Klinik Utama Siar Mentari Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2023 dengan hasil nilai p = 0.008. Dengan demikian nilai p < α 5 %, 0.008 < 0.05.
Self Help Approach Dan Penerapan E-Leaflet Berbasis Audio Visual Dalam Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Dalam Penurunan Total Fertility Rate (TFR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Baru Tahun 2023 Sari, Isyos; Ginting, Siska; Sinaga, Asnita; Sinuhaji, Lidya Natalia Br; Dosriamaya Noni, Emma; Barus, Magdalena Br; Depi, Nirmala; Situmorang, Tetti Seriati; Nabilla, Nadya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prioritas Permasalahan pengabdian kepada masyarat adalah Upaya yang konsisten, berkelanjutan, Keterpaduan Pembangunan Masyarakat. Keserasian, Kemampuan Diri, Kaderisasi sebagai arah dan sasaran dalam pemberdayaan kemandirian masyarakat guna terus meningkatkan pencapaian tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatnya kemandirian masyarakat dalam Penurunan Total Fertility Rate (TFR) dengan pendekatan Self-Help Approach Penerapan E- Leaflet Berbasis Audio Visual. Hasil pengabdian kepada masyarat ini menunjukkan meningkatnya kemandirian masyarakat berfocus pada Pendekatan pembangunan masyarakat yang mengutamakan sumber, potensi, dan kekuatan dari dalam masyarakat untuk meningkatkan derajat Kesehatan khusunya Penurunan Total Fertility Rate.
The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes and Giving Early Complementary Breastfeeding at UPTD Boronadu Health Center South Nias Regency in 2022 Fau, Yentiria; Painem, Painem; Purba, Edy Marjuang; Sari, Febriana; Situmorang, Tetti Seriati; Nainggolan, Anna Waris; Sinaga, Rosmani
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.901 KB)

Abstract

Giving complementary breastfeeding too early is one of the inhibiting factors for exclusive breastfeeding. The results of a preliminary survey conducted at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency where interviews were conducted with mothers and it was found that 8 mothers did not know that babies should only be given breast milk until they were 6 months old and they agreed that babies less than 6 months old were given additional food other than breast milk such as bananas, tea, formula milk and other foods. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers regarding early complementary breastfeeding at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency in 2022. This study was an analytic observational study with a cross sectional design. The population is all mothers having babies more than 6 months at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency, namely 118. The number of samples based on the sample formula is 48 people. There is a significant relationship between the knowledge (p=0.022) and attitudes (p=0.006) of postpartum mothers and the provision of early complementary breastfeeding in the UPTD Work Area of the Boronadu Health Center in 2022. It is also hoped that health workers at the UPTD Boronadu Health Center will be able to further increase public knowledge regarding complementary breastfeeding and increasing its role in efforts to achieve exclusive breastfeeding through counseling, which can be carried out at village meetings, posyandu and counseling during pregnancy checks.
Predisposing, supporting and reinforcing factors of stunting risk: A case-control study Sitorus, Rotua; Munthe, Dewi Sartika; Br Sinuhaji, Lidya Natalia; Situmorang, Tetti Seriati; Sitorus, Samsider
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 11 ISSUE 1, 2023
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2023.11(1).11-21

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan target penurunan stunting yang signifikan sebesar 14% pada tahun 2024.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membahas prevalensi terkini dan mengungkap faktor risiko terbesar kasus stunting di kota Medan dengan metode kuantitatif dengan desain case-control. Kasus stunting tertinggi di Kota Medan terdapat di Puskesmas Kecamatan Medan Tembung yaitu 442 anak dari 6.603 anak balita.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Data diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data populasi adalah 442 ibu balita stunting yang terdiri dari 30 ibu sebagai kasus dan 30 ibu sebagai kontrol. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,034), tindakan (p = 0,033), sikap (p = 0,029), dukungan kader (p = 0,027), pendapatan keluarga (p = 0,019), dan dukungan keluarga (p = 0,008). ) berpengaruh pada ibu yang berisiko melahirkan balita stunting. Dukungan keluarga yang buruk sebagai faktor dominan memiliki risiko 12,6 kali ibu melahirkan balita stunting.Kesimpulan: Kajian ini menyarankan agar Dinas Kesehatan Kota Medan memperkuat koordinasi lintas sektoral antara pemerintah kecamatan, puskesmas, dan kelurahan secara bersama-sama dan berkomitmen untuk menurunkan angka kejadian stunting di Kota Medan. KATA KUNCI: dukungan Keluarga; faktor risiko; Kota Medan; stunting   ABSTRACTBackground: The Indonesian government has designated stunting as a national priority issue in the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) with a target of a significant stunting reduction to be 14 % in 2024.Objectives: This research aims to address the recent prevalence and to reveal the most risk factor of stunting cases in Medan city with a quantitative method with a case-control design. The highest cases of stunting in Medan city were found at the Public Health Center in Medan Tembung district, namely 442 children out of 6,603 children under five.Methods: This study used a case-control design. Data were obtained by the purposive sampling technique. The population data was 442 mothers with stunting toddlers consisting of 30 mothers as cases and 30 as controls. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results: The results showed that knowledge (p = 0.034), actions (p = 0.033), attitudes (p = 0.029), cadre support (p = 0.027), family income (p = 0.019), and family support (p = 0.008) had an effect on mothers at risk of giving birth to stunting toddlers. As the dominant factor, poor family support had a 12.6 times higher risk of mothers giving birth to stunted toddlers. Conclusions: This study suggests that the Health Services in Medan city must strengthen the cross-sectoral coordination between sub-district administrations, health centers, and villages jointly and commit to reducing the incidence of stunting in Medan city. KEYWORD: family support; risk factor; Medan city; stunting 
Pemberdayaan Keluarga melalui Edukasi Praktik Basic Feeding Rules sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Puskesmas Tanjung Morawa Khairunnisa Situmorang; Tetti Seriati Situmorang; Humaida Hanim; Juana Lusianti; Nisa Arisma; Cesy Marlianata Simanullang; Salju Salju
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat akibat kurangnya pengetahuan keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi Basic Feeding Rules terhadap pengetahuan dan praktik pemberian makan keluarga sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain non-equivalent control group pre-test and post-test. Sebanyak 50 ibu atau pengasuh balita usia 6–24 bulan berpartisipasi dalam kegiatan ini dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 25 responden kelompok intervensi yang mendapatkan edukasi Basic Feeding Rules dan 25 responden kelompok kontrol yang tidak mendapatkan edukasi. Edukasi diberikan menggunakan media leaflet dan flipbook. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan dan praktik pemberian makan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan praktik pemberian makan pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna. Edukasi Basic Feeding Rules terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik pemberian makan keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga melalui edukasi terstruktur dapat menjadi strategi potensial dalam pencegahan stunting di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Flipbook-Based Nutrition Education: A Strategy to Improve Self-Efficacy for Stunting Prevention Among Pregnant Women During the First 1,000 Days of Life Mesrida Simarmata; Indra Agussamad; Siti Nurmawan; Tetti Seriati Situmorang; Astaria Br Ginting; Srininta Srininta; Zahara Herani; Fahrunnisa Herawati
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.836

Abstract

Maternal self-efficacy is a critical determinant in the application of nutritional knowledge to prevent stunting during the first 1,000 days of life. Innovative educational tools are needed to bolster pregnant women's confidence in managing their nutritional needs. This study aimed to evaluate the effectiveness of a flipbook-based nutritional education intervention on pregnant women's self-efficacy in preventing stunting. This quantitative study employed a quasi-experimental design with a two-group pre-post test. A total of 40 pregnant women at the Medan Denai Health Center were selected using total sampling and randomly assigned into two groups: a treatment group (n=20) receiving flipbook-based education and a control group (n=20) receiving education without flipbooks. Self-efficacy was measured using a validated 15-item questionnaire. Data analysis was performed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests due to the non-normal distribution of the data. In the treatment group, self-efficacy scores significantly improved from a pre-test mean of 35.75 to a post-test mean of 51.05 (Wilcoxon test, p=0.000). The control group showed a minimal increase from 35.35 to 36.25 (Wilcoxon test, p=0.041). A comparison between the two groups revealed that the treatment group achieved a significantly higher mean rank (29.88) compared to the control group (11.13). The Mann-Whitney test confirmed a significant difference (p<0.001), indicating that the flipbook intervention was more effective in increasing maternal self-efficacy than conventional methods. Flipbook-based educational innovation is an effective and promising tool for enhancing the self-efficacy of pregnant women in practicing stunting prevention during the first 1,000 days of life.
Co-Authors Agussamad, Indra Agussmad, Indra Anna Waris Nainggolan Ariyani, Aulia Astaria Br Ginting Barus, Magdalena Br Br Ginting, Setia Arihta Br Sinuhaji, Lidya Natalia Cesy Marlianata Simanullang Damanik, Nopalina Damanik, Nopalina Suyanti Deby Cyntia Yun Depi, Nirmala Dewi Sartika Munthe Dosriamaya Noni, Emma Ernamari ernamari Ernamari Ernamari Ernamari Ernamari Ernamari, Ernamari Eva Ratna Dewi Fahrunnisa Herawati Fau, Yentiria Febriana Sari, Febriana Friany Martogi Gultom Geovani Gauri, Wina Ginting, Siska Harta Wandi Bangun, Indra Haslim, Syahrin Sakinah Hulzanah, Mifta Humaida Hanim Imarina Tarigan Indra Agussamad Iqra Manisa Iqra Manisah Ira Agustina Iyos Sari Sembiring Jasica Pratini Juana Lusianti Juliani Khairunnisa Situmorang Lilis Junita Lisa Erawati Sibarani Manurung, Basaria Marliani Maskaum Hasibuan Mentari, Santi Mesrida Simarmata Munthe, Juliana Nabilla, Nadya Nilawarasati Ninsah M Putri Sembiring Nisa Arisma Nolifhera Hudayati Manurung Nopalina Suyanti Damanik Nur Azizah Nur Azizah Lubis Nurhayati, Tengku Painem, Painem PARNINGOTAN SIMANJUNTAK Parningotan Simanjuntak Parningotan Simanjuntak Pinem, Srilina Purba, Edy Marjuang Ratna Dewi, Eva Retno Wahyuni RETNO WAHYUNI Riska Susanti Pasaribu Ruhil Dwi Cahyani Salju Salju Samsider Sitorus Sania, Putri Sari Nduma Ambarita Sari, Isyos Sembiring, Mediana Sihombing, Sanni Silalahi, Feronika Simamora, Lasria SIMANJUNTAK, MARKUS DODDY SINAGA, ASNITA SINAGA, KAMELIA SINAGA, ROSMANI Sinaga, Siti Nurmawan Sinuhaji, Lidya Natalia Br Siti Nurmawan Sitorus, Rotua Situmorang, Ita Purnama Sari Srininta Srininta Tengku Nurhayati Theresia, Sisca Yusrah Al qomariah tuz zahroh Zahara Herani