Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAJENG KABUPATEN GOWA Eny Sutria; Fitriani Fitriani; Muhammad Anwar Hafid

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v3i2.33318

Abstract

Lanjut usia adalah suatu kondisi yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Kondisi hipertensi pada lanjut usia dapat mempengaruhi kemampuan kemandirian. Hipertensi pada lanjut usia dapat menyebabkan beberapa masalah pada kualitas hidup lansia, karena kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh tingkat kemandirian. Penurunan kualitas hidup lansia hipertensi salahsatunya diakibatkan adanya hambatan-hambatan pada fungsi kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Sehingga jika lansia mengalami hipertensi maka akan berkurang kemandirian dan kualitas hidupnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Analitik Korelatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling.Sampel yang diperoleh sebanyak 77 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kemandirian, dan kualitas hidup lansia hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan 69 (89,6%) responden memiliki kualitas hidup yang tinggi dan 71 (92,2%) responden memiliki tingkat kemandirian tinggi. Dari perhitungan analisis hubungan antar variabel menggunakan spss dengan uji alternatif dari uji chi-square yaitu Kolmogorov-smirnov didapatkan hasil ada hubungan antara tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi dengan p value 0,001<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, secara umum gambaran kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas bajeng Kabupaten Gowa berada pada kategori tinggi, dan tingkat kemandirian berada pada kategori tinggi. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kab. Gowa.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA SECURITY DI KAMPUS Anwar Hafid, Muh.; Muhammad Richzan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1302

Abstract

Security merupakan petugas keamanan yang menerapkan kerja shift dengan sistem penjadwalan pada periode tertentu. Salah satu risiko sistem kerja shift adalah berubahnya irama sirkadian pada pekerja. Perubahan sirkdian dapat menyebabkan gangguan tidur dan berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian risiko hipertensi pada security di Kampus UIN Alauddin Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022 pada security di Kampus UIN Alauddin Makassar. Analisa data menggunakan uji statistik Chi square. Pengumpulan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) dan untuk mengukur tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer Aneroid dan Stetoskop. Hasil penelitian menunjukkan dari 42 responden, terdapat kualitas tidur buruk pada security yang hipertensi sebanyak 28 responden (96,5%), dan kualitas tidur baik sebanyak 1 responden (3,4%). Untuk responden yang tidak hipertensi, didapatkan kualitas tidur buruk sebanyak 8 responden (61,5%) dan kualitas tidur baik 4 responden (38,5%). Dan dari hasil kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada responden menggunakan SPSS dengan uji Chi square diperoleh p-value sebesar 0,007 dengan taraf signifikan <0,05. Nilai p-value 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga Ha diterima Ho ditolak, didapatkan kekuatan hubungan sebesar OR:7,000. Kesimpulan dari penelitian ini yakni ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi dengan kekuatan hubungan 7 kali berisiko terhadap kejadian hipertensi Pada security di kampus UIN Alauddin Makassar
Buerger Allen Exercise In Type 2 Diabetes Mellitus Patients: A Literature Review Sari, Mutmainnah; Jamaluddin, Ahmad; Hafid, Muhammad Anwar; Risnah, Risnah
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.2.2024.175-185

Abstract

An effort that might be made to prevent complications of Diabetes Mellitus (DM) is by increasing peripheral blood circulation through the Buerger Allen exercise (BAE). Previous studies recommend reviewing the standard procedure of the BAE. Research related to the review of the effectiveness of BAE application on type 2 DM, which is summarized from various studies in latest original research is still lacking. The aim of this study is to describe the standard form of the Buerger Allen implementation that has been evaluated its effectiveness in patients with type 2 DM patients with complications. This literature review was performed with PICO keywords in 4 databases, including PubMed, Springer Link, Wiley Online Library, and Google Scholar in 2011-2022. We have concluded that the standard procedure for implementing the BAE consists of 5 stages and three main steps for each cycle. The steps are supine position (pre-exercise), elevation, Hanging, flexion-extension, and horizontal (post-exercise) steps. Each session consists of at least 3 to 6 cycles with approximately 30 minutes. Fifteen articles analyzed showed significant changes in lower peripheral perfusion of patients with type 2 DM. BAE is a simple non-pharmacological intervention that is considered an effective method for managing lower peripheral perfusion.
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN TEKNIK IMAJINASI TERBIMBING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Hafid, Muh Anwar; Riyadhatul Jinan; Risnah
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i2.458

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal, dimana jumlah hipertensi terus meningkat setiap tahunnya yang diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 milliar orang terkena hipertensi, dan 10,44 juta orang meninggal tiap tahunnya akibat hipertensi dan komplikasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas antara terapi relaksasi otot progresif dan teknik imajinasi terbimbing terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan penelitian Two Group Pre test and Post test Desaign dengan teknik purposive sampling, besar sample 36 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Terapi relaksasi otot progresif dan teknik imajinasi terbimbing. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan selama 15 menit dilakukan setiap hari selama enam hari. Setiap perlakuan dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post. Hasil penelitian menggunakan uji Friedman, Wilcoxon, Kruskal-Wallis, Mann Whitney menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik, diastolik pada masing-masing kelompok mengalami penurunan, terapi relaksasi otot progresif 9,89 mmHg dan 7,73 mmHg (p value = 0,000 α <0,05),teknik imajinasi terbimbing 4,2 mmHg dan 3,2 mmHg (p value = 0,000 α <0,05). Disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif lebih efektif daripada teknik imajinasi terbimbing dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Sebagai perawat diharapkan dapat menerapkan terapi seperti terapi relaksasi otot progresif dan teknik imajinasi terbimbing sebagai alternatif terapi non farmakologik dalam penanganan klienHipertensi.
The Effect of Buerger Allen Exercise on The Lower Extremity Peripheral Circulation in Type 2 Diabetic Patients Muh Anwar Hafid; Ilhamsyah Ilhamsyah; La Ode Agustino Saputra; Mutmainnah Sari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.669

Abstract

Prolonged elevated blood glucose levels leads to chronic microvascular complications, neuropathy complications and lower extremity peripheral circulation disorders. Actions that can be taken care in non-pharmacological that is Buerger Allen exercise.To determine the effect of Buerger Allen Exercise in lower limb peripheral circulation in diabetes mellitus patients.Study used a quantitative method with a pre-experimental design using a pre-post test without control group. Sampling technique is non-probability sampling with accidental sampling approach is obtained 5 respondents.The Wilcoxon Signed Rank Test results of the ABI value in the right limb are 0.043 or p <0.05 and the ABI value on the left limb are 0.025 or p <0.05.Buerger Allen Exercise is effective in improving peripheral circulation of the lower extremities and is an alternative for repairing impaired tissue perfusion in diabetic feet. Future research can examine the most appropriate frequency and duration.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI Nuratiqa, Nuratiqa; Risnah, Risnah; Hafid, Muhammad Anwar; Paharani, Aan; Irwan, Muhammad
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Januari - Juni 2020
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v8i1.122

Abstract

Pendahuluan: Penyakit hipertensi bukan hanya beresiko tinggi pada penderita penyakit kardiovaskuler tetapi juga penyakit yang lain seperti saraf dan ginjal. Semakin tinggi peningkatan tekanan darah, semakin besar pula resiko komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi pemderita di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan quesioner yang dibagikan pada pasian Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dapat diketahui. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel sebanyak 72 sampel. Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara motivasi berobat (ρ= 0,025 < α =0,05), dukungan keluarga (ρ= 0,021 < α=0,05), dan peran tenaga kesehatan (ρ= 0,037 < α = 0,05) dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi penderita di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara motivasi berobat, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi sehingga disrankan untuk memaksimalkan kondisi-kondisi tersebut agar pasien hipertensi dapat tertangani dengan baik.
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
Intervensi Head Up 15-30 Derajat Terhadap Perfusi Serebral Pasien Traumatic Brain Injury: Studi Kasus Saputra, La Ode Agustino; Hafid, Muh. Anwar; Jamaluddin, Ahmad
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 5 No 1 (2024): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i1.44451

Abstract

Background: Head injury or traumatic brain injury (TBI) is a traumatic disorder in brain function, either accompanied by bleeding or without bleeding in brain tissue. The incidence of head trauma is estimated at 500,000 cases annually with a mortality rate of more than 10% of patients dying before arriving at the hospital and more than 100,000 patients experiencing various disabilities. The phenomenon found in the field was that patients with head injuries due to traffic accidents who were treated in the ICU room at Labuang Baji Hospital Makassar, experienced cerebral perfusion disorders, decreased consciousness and some patients experienced headaches as a result of ineffective cerebral perfusion. The main treatment for head injury patients is increasing O2 status and positioning the patient with a head up of 15-300. Methods: the research method used is a case study method by carrying out the nursing process starting from assessment to evaluation in cases of traumatic brain injury in the Intensive Care Unit (ICU) room at Labuang Baji Hospital Makassar. Results: The nursing diagnoses found were the risk of ineffective cerebral tissue perfusion, impaired physical mobility, risk of nutritional deficit, and risk of infection. Discussion: head up intervention 15-300 can smooth cerebral perfusion and reduce intracranial pressure through several mechanisms, namely lowering blood pressure, changes in ventilation, increasing venous flow through unvalved jugular veins, thereby reducing central venous blood volume which reduces intracranial pressure. Transfer of CSF from the intracranial compartment to the spinal subarachnoid space1 can reduce intracranial pressure and improve cerebral perfusion. Conclusion: head up intervention 15-300 is effective to overcome the problem of ineffective cerebral perfusion risk.
HUBUNGAN HEALTH LITERACY DENGAN SELF CARE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SAMATA GOWA: Health Literacy And Self Care Among Pregnant Women At Primary Health Care Gowa IRWAN, SITI NURAINI; Gani, Nurul Fadhilah; Hafid, Muh. Anwar; Nurhidayah; Hasnah; Mubarak
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Health Literacy memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Health literacy merupakan kompetensi dasar dalam mengakses informasi dan pelayanan kesehatan. Di Indonesia, health masih relative rendah yaitu 73,8%. Di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Gowa, tingkat health literacy ibu hamil juga masih rendah yaitu sekitar 57,1%. Health literasi yang rendah diduga berdampak pada perilaku self care yang kurang selama kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara health literacy dengan self care pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh dari penelitian ini adalah 60 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The European Health Literacy Survey Quessinnaire (HLS-EUQ16) untuk mengukur health literacy dan kuesioner self care yang dikembangkan oleh peneliti yang keduanya telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Hasil: Hasil penelitian memakai uji statistic Chi-Square memiliki taraf signifikan 0,05 sehingga didapatkan hasil chi square p-value sebesar 0,002 dimana nilai p-value <0,05. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hipotesis diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara health literacy dengan self care pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Samata Gowa. Diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan memperhatikan health literacy ibu hamil dalam meningkatkan kemampuan dalam mengakses dan menggunakan informasi seputar kehamilan sehingga dapat meningkatkan self care pada ibu hamil
Effectiveness of Virgin Coconut Oil in The Provision of Injury Pressure Sores Stroke Patients: Systematic Review Sya'bani, Nurul Indah; Hafid, Muhammad Anwar; Putra, Andi Budiyanto Adi
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.86

Abstract

Background: VCO is an oil made from fresh coconuts and processed naturally or do not require heating and do not add other chemicals. The fatty acids contained in the VCO has the added benefit of making your skin soft. VCO is effectively applied as a moisturizer to the skin so that it can improve skin hydration and promotes healing of the skin. Decubitus is damage to the skin caused by friction or pressure on the skin located bony section.Purpose: This literature review aimed to determine the effectiveness of the VCO in reducing the risk of decubitus sores.Method: This research method Quantitative descriptive approach Systematic Review through some journals that are relevant to this article. This research article search by using keywords 1 "prevention of decubitus sores" keyword 2 "VCO" search database sources used in this study is Portal Garuda, ISJD and Google Scholar were published from 2015 to 2019 year.Results: The results of this study identified include the use of VCO prevent decubitus sores, that VCO is effective in prevention of decubitus sores in patients with stroke or bedrest.The use of VCO as decubitus sores preventive therapy has many benefits. Substances that are contained in the VCO can provide benefits or nutrients to keep the skin moist.Conclusion: Nurses as nursing care providers are expected to use the VCO to prevent decubitus sores in patients with stroke or bedrest as an intervention in a hospital or as therapy can do at home community.