Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Kelelahan Akibat Aktivitas Fisik Malam Dengan Kejadian Insomnia Pada Olahragawan Futsal Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.681 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.1996

Abstract

Kualitas dan kuantitas yang buruk dapat menyebabkan Tidur adalah bagian dari ritme biologis tubuh untuk mengembalikan stamina dan salah satu Faktor-  yang mempengaruhi pola tidur seseorang adalah kelelahan. Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa kurang lebih 1/3 dari orang dewasa pernah menderita insomnia tiap tahunnya, tingginya prevalensi penderita insomnia pada remaja – dewasa dimungkinkan karena aktivitas yang tidak teratur (Taruna, 2007).   Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui “Pengaruh Tingkat Kelelahan Akibat Aktivitas Fisik Malam dengan Kejadian Insomnia pada Olahragawan Futsal”.Penelitian ini menggunakan design One- Shoot Case Study (Studi kasus satu tembakan) dimana dalam desain penelitian ini terdapat suatu kelompok diberi treatment (perlakuan) dan selanjutnya di observasi hasilnya (treatment adalah sebagai variabel independen dan hasil adalah sebagai variabel dependen).Hasil penelitian dengan Uji statistic mann-withney  diperoleh nilai p=0,003, karena p<0,05 berarti ada pengaruh bermakna terhadap tingkat kelelahan akibat aktivitas fisik malam dengan kejadian insomnia pada olahragawan futsal. Terdapat pengaruh bermakna tingkat kelelahan akibat aktivitas fisik malam dengan kejadian insomnia pada olahragawan futsal (p=0,03) atau p<0,05.
PERBANDINGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA DENGAN DAN TANPA RIWAYAT HIPERTENSI DI KELUARGA SETELAH MELALUI PEMBEBANAN COLD PRESSOR TEST Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.553 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3975

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat Indonesia, 90-95% diantaranya menderita hipertensi essensial yang cenderung meningkat secara tiba-tiba. Cold Pressor Test adalah salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk uji saring adanya kecenderungan hipertensi (Sharon, 2009). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada mahasiswa dengan dan tanpa riwayat hipertensi dengan pembebanan CPT. Desain penelitian menggunakan jenis peneltian quasi eksperimental. Populasi berasal dari mahasiswa UINAM. sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel adalah 60 responden dan terbagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 30 responden dengan riwayat dan tanpa riwayat hiperetensi.Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji nonparametrik karena uji normalitas menunjukkan p value <0,05 (tidak normal), sehingga uji yang digunakan adalah uji wilcoxon dan uji mann whitney. Uji wilcoxon (α<0,05), uji mann whitney (α<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan setalah pembebanan cold pressor test, baik pada kelompok riwayat hipertensi maupun tanpa riwayat hipertensi. Responden pada kelompok riwayat Hipertensi mayoritas mengalami Hipereaktor terutama pada tekanan darah sistolik yaitu sebanyak 22 orang (73,3%), sedangkan tekanan darah diastolik cenderung mengalami hiporeaktor dan hampir sebanding dengan jumlah responden yang mengalami normoreaktor. Adapun responden yang tanpa riwayat Hipertensi mayoritas mengalami normoreaktor pada tekanan darah sistolik (53,3%) sedangkan tekanan darah diastolik cenderung hiporeaktor (60%). Disarankan kepada perawat dan petugas kesehatan yang berwenang dapat melakukan deteksi dini risiko Hipertensi dengan menggunakan CPT.
PENGARUH TEKNIK STERIL TERAPI CAIRAN INTRAVENA TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RUANG PERAWATAN RSUD SINJAI Aziz, Wulan Anggraini; Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 2 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.04 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i2.4964

Abstract

pemberian infus intravena yaitu menyediakan air elektrolit untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, mengganti air dan memperbaiki kekurangan elektrolit serta menyediakan suatu mdium untuk pemberian obat secara IV, tindakan pemasangan infud bia menimbulkan beberapa resiko jika tidak dilakukan secara benar yaitu phlebitis. Tujauan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh teknik steril terapi cairan intravena terhadap kejadian phlebitis di ruang perawatan RSUD Sinjai. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan equivalent control group design, dimana teknik steril terapi cairan intravena sebagai variabel dependen. Penelitian ini dilaksankandi ruang perawatan RSUD SIjai. Populasi pada penelitian ini adlah semua pasien yang mndapatkan terapi cairan intravna dan semua perawat di ruangan perawatn II dan III RUD SIjai dngan jumlah 4614 Responden, sedangkan jumlah sampel sebanyak 30 responden yaitu 15 responden untuk kelompok eksperimen dan 15 responden untuk kelompok control yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Hasil Analisis menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik steril terapi cairan intravena terdapat 12 (40%) responden yang tidak mengalami phlebitis dan 3 (10%) responden yang mengalami phlebitis. Sedangkan pada kelompok control tanpa menggunakan teknik steril terapi cairan intravena terdapat 0 (0,0%) responden yang tidak mngalami phlebitis dan 15 (15%) responden yang mengalami phlebitis. Berdasarkan hasi uji statistic chi square dengan Yates Correction diperoleh X2 hitung = 16,806 > X2 tabel = 3,841. Hal tersebut memperlihatkan bahwa ada pegaruh teknik steril terapi cairan intravena terhadap kejadian phlebitis
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG TERHADAP TEKANAN DARAH DAN ASAM URAT DI DUSUN SARITE’NE DESA BILI-BILI Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.992 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i1.5476

Abstract

Tekanan darah tinggi (Hipertensi) dan kadar asam urat tinggi (Hiperurisemia) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif dan kejadian sindrom metabolik. Perlu upaya untuk mendeteksi dini faktor yang berpengaruh terhadap hipertensi dan hiperurisemia. Salah satu metode yang dilakukan salah satu metode yang dapat dilakukan adalah pengukuran antropometri. Pengukuran yang dilakukan adalah lingkar pinggang. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang terhadap tekanan darah dan lingkar pinggang terhadap asam urat di Dusun Sarite’ne Desa Bili- Bili.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 60 orang dan instrumen yang digunakan berupa lembar observasi alat ukur untuk lingkar pinggang menggunakan metline, alat ukur untuk tekanan darah menggunakan Spygmomanometer raksa dan alat ukur asam urat menggunakan Easy Touch GC. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September  2017.Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan hubungan antara lingkar pinggang terhadap tekanan darah (p= 0,014) dan terdapat hubungan antara lingkar pinggang terhadap asam urat (p= 0,004). Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar pinggang terhadap tekanan darah dan lingkar pinggang terhadap asam urat.
HUBUNGAN GOLONGAN DARAH DENGAN GAYA BELAJAR KOLB LEARNING STYLE INVENTORY MAHASISWA KEPERAWATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR hafid, muhammad anwar; Sutria, Eny
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.748 KB) | DOI: 10.24252/join.v4i1.7490

Abstract

Gaya belajar merupakan cara termudah yang dimiliki oleh individu dalam menyerap, mengatur, dan mengelola informasi yang diterima. Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan seseorang dalam belajar. Jika keberhasilan dalam tercapainya tujuan Pendidikan bergantung pada kegiatan belajar mengajar, maka keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri tidak bias lepas dari gaya belajar peserta didik. Salah satu metode yang digunakan dalam menentukan gaya belajar adalah model Learning Style Inventory yang dikenalkan oleh David Kolb dan menghasilkan kesimpulan adanya empat gaya belajar yang umum, yaitu Diverger, Assimilator, Accomodator, dan Converger.Desain penelitian ini menggunakan Total Sampling yaitu semua mahasiswa S1 keperawatan UIN Alauddin Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Keperawatan UIN Alauddin Makassar semester II, IV, dan VI dengan jumlah 155 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji spearman, didapatkan hasil nilai  p = 0,426 atau  p>0,05 yang memiliki arti hipotesis nol (H0) diterima karena kekuatan korelasi antar variabel yang lemah selain itu nilai  r= -.064 yang berarti korelasi positif sehingga hipotesis  nol (H0) diterima yakni tidak ada hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan gaya belajar Kolb.Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi institusi Keperawatan UIN Alauddin Makasssar agar dapat memperhatikan gaya belajar mahasiswa sesuai dengan karakteristiknya sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
ANALISIS TINGKAT KEBAHAGIAAN PADA LANSIA PENERIMA MANFAAT DAN BUKAN PENERIMA MANFAAT PROGRAM DAY CARE SERVICE Rakhmadani, Nur Anna; Sutria, Eny; Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.891 KB) | DOI: 10.24252/join.v4i1.7716

Abstract

Considering the importance of providing services for the elderly, the social institution Tresna Werdha also manages the day care service program, where this service is very helpful for the elderly who need services to create social relationships. Services provided through day care services are social services, physical services, psychosocial services, skills services, spiritual and religious services and providing economic business assistance. This service is an activity to increase productivity in order to increase income and as a place or facility for positive activities in the utilization of leisure time for the elderly.Research design is descriptive with a sample of 88 people using purposive sampling divided into two groups, namely 44 elderly people in each group. Data collection techniques using oxford happiness questionnaire sheet while the analysis used with Mann Whitney Test (alpha 0.05)Based on the results of the study, it was found that there were differences in happiness levels in elderly beneficiaries and not beneficiaries of day care service programs (p = 0,000). Elderly beneficiaries of the dominant day care service program have a high level of happiness as evidenced by the number of elderly in the category of high happiness 37 people (84.1%) compared to the elderly who did not receive the benefits of the day care service program as evidenced by the number of 26 people (59.1%) . Elders who attend their day care service get family support and services from social care institutions in the form of physical, skills, psychosocial, spiritual and religious services and can meet with peers. Keywords: Elderly Happiness, Day Care Service
The effect of Alternate Nostril Breathing (ANB) on blood pressure dynamics in hypertensive patients Muh. Anwar Hafid; Nurul Hidayati
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 22 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.4136

Abstract

Hypertension is a major public health problem that requires safe and affordable non-pharmacological support. Alternate Nostril Breathing (ANB) may help reduce blood pressure by promoting autonomic balance, but its serial effects across repeated sessions remain limited. This study aimed to examine the effect of ANB on blood pressure dynamics in hypertensive patients. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was used. Twenty-five hypertensive patients were selected purposively and received one supervised ANB session daily for seven consecutive days. Blood pressure was measured at baseline and after each session. Data were analyzed using repeated-measures ANOVA. The respondents were all women, mostly aged 56–60 years, with low educational attainment, and most were housewives. Mean systolic blood pressure decreased from 154.68 mmHg at baseline to 139.20 mmHg at Post 7, while mean diastolic blood pressure declined from 97.28 mmHg to 83.12 mmHg. All comparisons showed significant reductions across the intervention period. ANB was associated with a progressive and significant reduction in blood pressure among hypertensive patients (p-value <0.05). ANB may be considered a simple, low-cost complementary intervention in primary health care, and future studies should use controlled designs with larger samples and longer follow-up to confirm its effectiveness.
Analisis Kebutuhan Spiritual Care Pada Pasien Anak dan Keluarga di Pelayanan Rumah Sakit Yapika Fitria Fitria; Arbianingsih Arbianingsih; Ahmad Ahmad; Muhammad Anwar Hafid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61732

Abstract

Hospitalisasi pada anak sering kali menimbulkan dampak multidimensional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan psikologis, tetapi juga aspek spiritual pasien dan keluarganya. Pemenuhan kebutuhan spiritual merupakan bagian penting dari pelayanan keperawatan holistik karena berkontribusi terhadap kemampuan koping, harapan, ketenangan batin, serta adaptasi selama proses perawatan. Meskipun demikian, identifikasi kebutuhan spiritual anak dan keluarga masih belum menjadi bagian yang optimal dalam praktik pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan spiritual care pada pasien anak dan keluarga di Rumah Sakit Yapika. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 45 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama tiga minggu pengumpulan data. Data dikumpulkan menggunakan Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) versi Indonesia dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sangat membutuhkan spiritual care sebanyak 28 responden (62,2%), diikuti kategori amat sangat membutuhkan sebanyak 16 responden (35,6%), dan kategori agak membutuhkan sebanyak 1 responden (2,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,598), kelas perawatan (p=0,426), maupun usia perkembangan (p=0,530) dengan tingkat kebutuhan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan mendasar yang dirasakan oleh hampir seluruh pasien anak dan keluarga tanpa dipengaruhi karakteristik demografis tertentu. Penelitian ini memberikan evidence awal mengenai kebutuhan spiritual pasien anak dan keluarga yang dapat menjadi landasan dalam pengembangan asuhan keperawatan terintegrasi spiritual care berbasis Family-Centered Care untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: family-centered care; hospitalisasi anak; kebutuhan spiritual; pelayanan keperawatan; spiritual care Abstract Hospitalization in children often produces multidimensional effects that influence not only physical and psychological conditions but also the spiritual aspects of patients and their families. Meeting spiritual needs is an important part of holistic nursing care because it contributes to coping ability, hope, inner peace, and adaptation during treatment. However, identification of the spiritual needs of children and families has not yet become an optimal part of health service practice. This study aimed to analyze the spiritual care needs of pediatric patients and families at Yapika Hospital. The study used a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. A total of 45 respondents were selected using accidental sampling over three weeks of data collection. Data were collected using the Indonesian version of the Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) and analyzed using the Chi-Square test at a significance level of α=0.05. The results showed that most respondents were in the high spiritual care need category (28 respondents, 62.2%), followed by the very high need category (16 respondents, 35.6%), and the moderate need category (1 respondent, 2.2%). Bivariate analysis showed no significant relationship between sex (p=0.598), care class (p=0.426), or developmental age (p=0.530) and the level of spiritual need. These findings indicate that spiritual need is a fundamental need felt by almost all pediatric patients and families regardless of demographic characteristics. This study provides preliminary evidence on the spiritual needs of pediatric patients and families that can serve as a basis for developing integrated spiritual care nursing practice based on Family-Centered Care to improve service quality and patient satisfaction. Keywords: family-centered care; pediatric hospitalization; spiritual needs; nursing care; spiritual care
Edukasi Pijat Kaki untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien NSTEMI Maria Ulfah Ashar; Nurul Khusnul Khotimah; Musdalifah Mukhtar; Anwar Hafid
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1230

Abstract

Pendahuluan: Pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut NSTEMI, keluhan umum yang sering dirasakan yaitu rasa nyeri terutama di area dada kiri sebagai akibat dari tidak optimalnya pompa jantung yang disebabkan adanya sumbatan. Terapi komplementer/alternatif yang bisa dilakukan sudah sangat banyak, salah satunya pijat refleksi kaki. Pijat refleksi atau reflexology massage merupakan terapi komplementer yang sering dijadikan bahan penelitian dalam penerapan pengurangan nyeri, biasanya yaitu Foot Massage reflexology atau pijat refleksi kaki. Metode: Pemberian edukasi dan simulasi langsung teknik pijat kaki untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan diagnosis NSTEMI. Pendekatan yang digunakan adalah metode direct communication. Hasil: Pasien dan keluarga mampu mempraktikkan teknik tersebut sesuai instruksi dan SOP yang diberikan. Kesimpulan: Setelah dilakukan edukasi kesehatan foot massage, pasien dan keluarga mengetahui cara dan manfaat foot massage, mau melakukan foot massage, dan mampu melakukan foot massage.