Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KOMPRES JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI SENDI (RHEUMATOID ARTRITIS)PADA LANSIA Dedi Kurnia; Lisdianti; Sri Agustina
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1470

Abstract

Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan Dengan Kinerja Kader Kesehatan Dalam Upaya Penanganan penyakit Tb Paru Di Puskesmas Dedi Kurnia; Wildan setiawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1472

Abstract

Tuberculosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycrcobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru serta termasuk penyakit menular. Angka kejadian kasus tuberculosis terus meningkat secara drastis di seuruh dunia setiap tahunnya. Indonesia dilaporkan pada tahun 2015 sebagai Negara ke-2 kasus TBC terbanyak. Salah satu upaya dalam memutuskan angka penularan TBC yaitu dengan melakukan pencegahan penularan, khususnya yang di lakukan pasien TBC kepada anggota keluarganya, dengan keluarga berperan aktif dalam memberi dukungan kepada pasien dalam mencegah penularan kepada anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan dan tercatat di UPT Yankes Kecamatan Pameungpeuk, dengan jumlah populasi 53 orang. Jumlah kuesioner keseluruhan dalam penelitian ini yaitu 61 item soal yang di bagi kedalam 2 varibel diantaranya, pada variabel dukungan keluarga memiliki jumlah soal sebanyak 33 item soal, pada variabel perilaku memiliki 28 item soal. Dengan tekhnik sampling total sampling dan uji rank spearman, di dapat hasil koefisien sebesar 0.538 dengan nilai p value = 0,001 dimana hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang positif, dengan kategori tingkat hubungan sedang. Semakin meningkatnya dukungan keluarga, maka semakin baik perilaku pasien dalam pencegahan penluran TBC paru.
Kepatuhan Minum Obat Dengan Kejadian Kekambuhan Hipertensi Primer Di Desa Padaulun Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Dedi Kurnia; Nandar Wirawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1489

Abstract

Kekambuhan hipertensi disebabkan oleh perubahan gaya hidup, seperti konsumsi makanan berkolesterol, diet tinggi garam, kurang berolahraga, dan pengobatan yang kurang optimal. Kurangnya kepatuhan penderita hipertensi dalam pengobatan bisa menimbulkan dampak buruk, antara lain seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tujuan riset ini ialah mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan dengan kejadian kekambuhan hipertensi primer. Riset ini memanfaatkan desain slot deposit 5000 riset korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden yang terdiagnosis hipertensi tanpa penyakit penyerta. Riset dilakukan di Desa Padaulun. Metodologi pengumpulan data yang dimanfaatkan dalam riset ini ialah pemberian kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji statistik Spearman Rank. Ada harapan bahwa keluarga penderita hipertensi untuk ikut berpartisipasi dalam program pengobatan antihipertensi, dengan tujuan akhir mencapai hasil kesehatan yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kambuhnya hipertensi.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung Dedi Kurnia; Monesha Aulia Shaleha
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/asrexc87

Abstract

World Health Organitation (WHO) 2018, menilai prevalensi pasien gastritis di banyak negara di dunia Amerika, Hongkong, Australia, China dan sekitar 583.635 orang di Asia Tenggara menderita gastritis setiap tahun. Angka kejadian gastritis di Puskesmas di Jawa Barat masih cukup tinggi dari 21 besar penyakit setelah Nasoparingitis dan Hipertensi Primer. Sejauh ini belum ada perubahan yang signifikan dari tahun 2009 hingga sekarang. Gastritis atau yang lebih sering kita sebut penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas dan bisa berakibat fatal jika tidak dikelola dengan baik. Biasanya gastritis terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat dan pola makan tidak teratur sehingga dapat merangsang sekresi asam lambung. Beberapa infeksi mikroba juga dapat menyebabkan gastritis. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui adakah Hubungan Antara Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dalam penelitian ini berjumlah 120 seluruh Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung dari tingkat 1 - 4. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner melalui google form. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 61,6% Mahasiswa memiliki pola makan yang sehat dan 60,8% Mahasiswa tidak mengalami gastritis. Uji Chi-square menunjukan hasil p-value= 0,000 < (0.05). Artinya secara statistik bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pola Makan dan Kejadian Gastritis pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Bale Bandung.