Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Desi Ameliawati; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to know the influence of using leaflet towards students learning activity and learning result. The research design was pretest-posttest non equivalent group. The research samples were VIII1 and VIII5 was chosen by purposive sampling. The qualitative data were student learning activity observation sheet and student responses questionnaire, that was analyzed descriptively. The quantitative data was the test average value was analyzed by t-test and U-test. The result showed that the student learning activity (express the idea/opinion, enquiring ability, teamwork/discussing with friends, and present the discussion result) was improved with average 78.23. The students learning result was increased with average value of pretest (36.94); posttest (72.22); and   N-gain (56.50).  Most of students gave possitive respond to the use of leaflet learning material. Thus, the use of leaflet learning material increased the students activity and learning result in the human digestive system subject matter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar leaflet terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII1 dan VIII5 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif berupa rata-rata nilai tes yang dianalisis dengan uji-t dan uji-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa (mengemukakan ide, kemampuan bertanya, bekerjasama/berdiskusi dengan teman, dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok) meningkat dengan rata-rata 78,23. Hasil belajar mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai pretes (36,94), postes (72,22), dan N-gain (56,50). Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhdaap penggunaan bahan ajar leaflet. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar leaflet berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas dan hasi belajar siswa pada materi pokok sistem pencernaan manusia. Kata kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, leaflet, sistem pencernaan manusia
PROFIL KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA SD NEGERI 2 RAJABASA DALAM PEMBELAJARAN IPA Sherly Aprillia Putri; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purpose was to describe the ability of cooperative and the cooperative pattern among students at grade IV and V in Elementary School 2 Rajabasa Bandar Lampung in 2015/2016. This research used simple descriptive design. The sample of the research were fourth grade and fifth grade that were 94 students that chosen by using purposive sampling. The qualitative data were cooperative ability and students cooperative pattern that were obtained from observation sheets, students questionnaire, teachers interview, and documentation. Data was analyzed descriptively. The result of the research showed that students cooperative ability in science learning has high criteria and the score was 72,23%. Aspect of obey the rules was the highest percentage of students cooperative ability that was 77,49% with high criteria. There were four pattern of students cooperative pattern formed. The dominant cooperative pattern was spontaneous.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kerjasama dan pola kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung tahun ajaran 2015/2016. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV dan V berjumlah 94 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kualitatif berupa kemampuan dan pola kerjasama siswa, diperoleh dari lembar observasi, angket siswa, wawancara guru, serta dokumentasi, data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA berkriteria tinggi dan total skor sebesar 72,23%. Aspek taat aturan merupakan aspek kemampuan kerjasama siswa dengan persentase tertinggi yaitu 77,49% berkriteria tinggi. Pola kerjasama siswa yang terbentuk terdapat empat pola kerjasama. Pola kerjasama paling dominan yaitu pola kerjasama spontan.Kata kunci: diskusi, kemampuan kerjasama, pembelajaran IPA, pola kerjasama
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI Putri Sulamtina; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know misconceptions of VIIIth grade students on photosintetic and respiration subject and the factors that affected students misconception at Jatiagung. The samples were 282 students that selected using purposive sampling technique. The design used simple descriptive research.. The quantitative data were obtained from the students' answer and interpreted into criteria. The qualitative data were factors that affected the studentss misconceptions that were obtained from questionnaire and analyzed using Pearson Product Moment Test Correlational. The result showed that the level of misconceptions was "medium" (38.63 2.39). The factors have correlation with studentss missconceptio (0, 128-0,177). The factors were directed learning, discousse learning, students and teacher interaction, homework discussion, understanding language, and learning interest.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Jatiagung pada materi fotosintesis dan respirasi, dan faktor - faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi siswa. Sampel penelitian terdiri dari 282 siswa kelas VIII Tahun Ajaran 2015/2016 yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian berupa desain deskriptif sederhana. Data kuantitatif berupa skor miskonsepsi yang diperoleh dari jawaban siswa kemudian dianalisis dengan melakukan perhitungan rerata skor serta diinterpretasikan ke dalam kriteria. Data kualitatif berupa faktor - faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi dan diuji nilai korelasinya menggunakan Uji Korelasional Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat miskonsepsi berkategori sedang (38,632,39). Faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi yaitu keterarahan dalam pembelajaran, penggunaan metode ceramah, interaksi guru dengan siswa, pembahasan tugas rumah, pemahaman penggunaan bahasa, serta minat terhadap pembelajaran, yang memiliki nilai korelasi antara 0,128-0,177.Kata kunci: certainty resposibility indeks, fotosintesis, miskonsepsi, respirasi
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA Nadia Ulfah Ulfah; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim wereto find out the types of learning styles of students, to know the different learning styles between the gender, and to know the relationship between learning styles based on gender and learning outcomes. This study was a descriptive study with a sample of students SMP in Kedaton District Bandar Lampung amounted to 100 students selected by purposive sampling. Research data were of learning styles and learning outcomes, obtained from questionnaires and written tests plural choice, analyzed that were descriptively and test different Mann-Whitney U Kendall's Tau Correlation test. The result was three Learning style.The number of student whit visual learning style is more dominant than the auditorial learning style and kinesthetic. Learning styles based on gender there is no significantly different. There was no significant correlation between learning styles and learning outcomes in male and female students.Keywords:gender, learning achievement, learning style,sciencePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gaya belajar siswa, mengetahui perbedaan gaya belajar antar Gender, dan hubungan gaya belajar berdasarkan gender dengan hasil belajar. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif dengan sampel siswa SMP kelas VII se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 100 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan uji beda Mann- Whitney U serta uji Korelasi Kendalls Tau. Hasilnya,terdapat tiga gaya belajar,jumlah siswadengan gaya belajar visual lebih dominan dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik terhadap hasil belajar. Pada uji Mann-whitney U tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan. Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar, IPA
PROFIL KOMPETENSI LITERASI SAINS SISWA SMP SE-KECAMATAN PAGELARAN Ana Rianti; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was  to know the competence of scientific literacy of class IX students. This research design was descriptive which used purposive sampling technique with 34 students. The result were quantitative data that were obtained from the score of PISA 2006 test and analyzed by calculating the average score. The qualitative data were obtained from internal dan exsternal factors that were analyzed by calculating the percentage score. The data analysis showed that students competence of scientific literacy were “very low” with mean score 33,60. The students of public school had higher competence of  scientific literacy than students in private school and  female students competence of scientific literacy was higher than  male students. Internal factor that influenced was students interest to continue their study. External factors that influenced were learning process in the class, science learning facilities, education background of parents, parents guidance at home, and teacher professionalism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi sains siswa kelas IX SMP se- Kecamatan Pagelaran. Desain penelitian ini ialah deskriptif menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 341 siswa kelas IX. Data kuantitatif diperoleh dari skor uji tes soal PISA 2006 dan dianalisis dengan melakukan perhitungan rerata skor. Data kualitatif berupa faktor internal dan eksternal yang dianalisis dengan menghitung persentase skor.  Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi literasi sains siswa termasuk dalam kriteria “sangat rendah” dengan skor rerata 33,60. Siswa sekolah  negeri memiliki kompetensi literasi lebih tinggi dibandingkan siswa sekolah swasta dan siswa perempuan memiliki kompetensi literasi lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Faktor internal yang berpengaruh adalah  minat siswa untuk melanjutkan sekolah. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah  proses pembelajaran guru dikelas, fasilitas pembelajaran IPA, latar belakang pendidikan orang tua, bimbingan orang tua dirumah, dan  profesionalisme guru.  Kata kunci : gender, literasi sains, status sekolah
PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN AKTIVITAS SISWA Suri Dewi Yanti; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to know the influence of  using leaflet learning material toward mastery of the material and students activity. The research design was pretest-postest non equivalent group. Samples were VIIIA  and VIIIB, chosen by purposive sampling. The research data were the quantitative and qualitative data. The quantitative data was the average value of test analyzed by using t-test and U-test. The qualitative data was the observation sheet of learning activities and questionnaire responses of students analyzed descriptive. The results showed that the using of leaflet learning material can improve students mastery of the material, with N-gain average score was 59.49. The student learning activities (teamwork, express their idea, ask questions, and present the discussion result) also improved with average 78.06. Most of students gave positive respond (agree) to the using of leaflet learning material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar leaflet terhadap penguasaan materi dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian pretes-postes kelompok non-equivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA dan VIIIB, dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan ajar leaflet dapat meningkatkan penguasaan materi siswa, dengan rata-rata nilai N-gain 59,49. Aktivitas belajar siswa (bekerjasama dalam kelompok, mengemukakan ide/ gagasan, mengajukan pertanyaan, dan mempresentasikan hasil diskusi) juga meningkat dengan rata-rata 78,06. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif (setuju) terhadap penggunaan bahan ajar leaflet. Kata kunci: aktivitas belajar, bahan ajar leaflet, penguasaan materi
THE EFFECTIVENESS OF CREATIVE PROBLEM SOLVING ON LOGICAL THINKING ABILITY AND MASTERY OF CONCEPTS Dina Shafira; dewi lengkana; Tri jalmo; Dina maulina
JURNAL PENA SAINS Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pena Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jps.v7i1.6038

Abstract

This research aims to determine the effect of Creative Problem Solving (CPS) on logical thinking ability and concept achievement. The design was a nonequivalent pretest-posttest control group design. The samples were 60 students of X MIA 1 and X MIA 3 selected through cluster random sampling technique. Data on logical thinking ability obtained using the Test of Logical Thinking (TOLT and data on concept achievement (cognitive aspects) gathered using pretest and posttest. Both data were analyzed by Independent Sample t-Test at a 5% confidence level. The results showed that CPS give effect significantly the experimental class logical thinking ability (0.41± 0.13) was higher than the control class (0.21 ± 0.07). The mastery of concepts on the experiment class (0.61 ± 0.20) higher than the control class (0.41 ± 0.20). It means that CPS influences students’ logical thinking ability and mastery of concepts.
PELATIHAN PENUYUSUNAN LKS BERBASIS MODEL PROJECT BASED LEARNING BAGI GURU IPA SMP Noor Fadiawati; Dewi Lengkana; Chansyanah Diawati; Tri Jalmo
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.98 KB)

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PjBL) merupakan model pembelajaran di mana siswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui suatu proyek dalam jangka waktu tertentu, untuk menyelidiki dan menanggapi pertanyaan kompleks.  Pada model ini, pembelajaran dirancang berdasarkan masalah kehidupan nyata dan ber­sifat ill-structured, sehingga siswa menjadi terdorong lebih aktif dalam belajar dan kreativitas siswa menjadi berkembang. Akan tetapi faktanya kemampuan guru dalam menerapkan model ini relatif rendah.  Untuk itu perlu dilakukan pelatihan penyusunan LKS berbasis model PjBL. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman guru IPA tentang model PjBL, dan keterampilan guru IPA dalam menyusun LKS berbasis PjBL.  Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pendampingan. Kegiatan ini  dilaksanakan di gedung G FKIP Universitas Lampung.  Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Model evaluasi program yang digunakan adalah model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Berdasarkan hasil evaluasi, dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru tentang model PjBL, hal ini terlihat dari peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes dengan n-gain rata-rata sebesar 0,88 (kategori tinggi); dan meningkatnya keterampilan guru dalam menyusun LKS berbasis model PjBL DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i2.hal.74-81
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM MENGUKUR DIMENSI PENGETAHUAN BAGI GURU-GURU BIOLOGI SMA DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Median Agus Priadi; Tri Jalmo; Darlen Sikumbang
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.615 KB)

Abstract

Assesmen merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Assesmen yang dilakukan dengan baik dan menggunakan instrumen tes yang tepat  dapat membantu guru dalam memperoleh informasi, mengindentifikasi dan memetakan tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Permasalahan yang terjadi di sekolah adalah instrumen yang dibuat oleh guru dalam melakukan assesmen hanya berupa instrumen tes yang cenderung lebih banyak menguji aspek ingatan, sedangkan instrumen yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa belum banyak dibuat dan digunakan oleh guru.Selain itu, guru belum memperhatikan tahap perkembangan berpikir siswa.Banyak alasan yang dikemukakan oleh guru, diantaranya kurangnya kemampuan dan keteram­pilan guru dalam membuat instrumen penilaian yang melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi.Berdasarkan uraian di atas, guru perlu dilatihdalam membuat atau menyusun instrumen tes sebagai Assesment for learningyang dapat membantu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada guru biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk menyusun instrumen tes pada materi Biologi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui ceramah, diskusi, dan proyek. Pada kegiatan ceramah pemateri meyampaikan materi tentang teknik penambangan instrumen penilaian sesuai dengan prosedur yang baku dilanjutkan dengan diskusi. Setelah diskusi, peserta pelatihan megerjakan tugas proyek berupa menyusun instrument tes mata pelajaran, menganalisis secara kualitatif, mengujicobakannya. Berdasarkan hasil kegiatan, diperoleh simpulan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perancangan instrumen tes biologi  Berdasarkan hasil nilai pretest diketahui bahwa pemahaman awal guru-guru tergolong sedang. Pada akhir pelatihan, rata-rata nilai posttest guru-guru lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai pretest, peningkatan pemahaman guru-guru perancangan instrumen tes Biologi tergolong sedang.DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i1.hal.14-26 
Development of LKPD Teaching Materials Based on Community Science Technology To Improve Students’ High Level of Communication and Thinking Ability Pihraf Risana; Tri Jalmo; Pujiati Pujiati; Dwi Yulianti; Rochmiyati Rochmiyati
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.108 KB) | DOI: 10.51276/edu.v2i3.184

Abstract

This development research aims to realize the development of STM-based LKPD, to find out the effect of developing STM-based LKPD which is theoretically feasible and suitable for use by educators in classroom learning. The research method used is development research (Research and Development) by using research steps according to Borg and Gall. The population in this study were fifth grade elementary school/MI educators in Rajabasa District, Bandar Lampung City, which amounted to eight educators. The sample used in this study was a saturated sample, namely eight educators. This study uses a qualitative descriptive analysis. Data collection techniques in this study were carried out in two ways, namely observation, and questionnaires (needs analysis questionnaire). The instruments in this study consisted of: 1) needs analysis instruments, 2) materials expert validation instruments, media experts and linguists, 3) user validation instruments (educators). The results of prototype product development were validated by material experts, media experts and linguists and validated by users, namely fifth grade educators at SD/MI Rajabasa District, Bandar Lampung City, totaling eight educators to support students' communication and high-level thinking skills in the learning process in the classroom.