Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Sekolah dalam Mempertahankan Harmonisasi Sosial Ade Rizka Tanjung; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.176

Abstract

Indonesia salah satu negara yang majemuk terdiri dari berbagai ras, etnik, dan agama. Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia dapat memicu terjadi konflik. SMA Sultan Iskandar Muda salah satu sekolah yang mempunyai siswa dari latar belakang yang beragam dari etnik, agama, bahkan status sosial ekonomi.Namun keberagaman maupun perbedaan yang ada tidak pernah memicu terjadi konflik antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan terjalin harmonisasi sosial antar siswa di SMA Sultan Iskandar Muda. Penelitian dianalisis dengan memanfaatkan teori struktural fungsionalisme dari Talcott Parson dengan skema AGIL. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pemilihan informan dalam penelitian memakai teknik purposive sampling, dalam penelitian ini informan berjumlah 23 orang yang diantaranya, Kepala Keguruan, Kepala Sekolah, Guru, serta siswa SMA Sultan Iskandar Muda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara secara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data penelitian terdiri dari beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan harmonisasi sosial antar siswa seperti menerapkan doa lintas agama, kelas religiusitas, pengintegrasian pendidikan multikultural dalam mata pelajaran yang relevan.
Makna Simbol Upacara Panggih Pengantin pada Masyarakat Jawa di Nagari Lunang Laila Friska; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbol upacara panggih pengantin dalam upacara perkawinan masyarakat Jawa di Nagari Lunang Barat, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Panggih pengantin dipraktekkan oleh migran asal Jawa di Sumatera Barat. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik Clifford Geertz. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dengan tipe etnografi. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis etnografi Clifford Geertz. Hasil penelitian makna simbol upacara panggih pengantin, yaitu: (1) daun sirih dan beras kuning yang bermakna pengantin menyatukan hati dan pikiran untuk menjalani rumah tangga, (2) potong benang yang bermakna tidak ada lagi jarak pemisah kedua pengantin, (3) ngidak endog dan wijikan yang bermakna sebagai tanda bakti istri kepada suami dan sebaliknya, (4) kain sindur binayung bermakna telah selesainya tanggung jawab orang tua terhadap anak hingga mengantarkan anaknya untuk menjalani rumah tangga, (5) sungkeman yang bermakna tanda bakti anak kepada orang tua, (6) kacar kucur bermakna bahwa suami bertanggung jawab memenuhi nafkah kepada istri, (7) pakaian adat yang dikenakan memiliki makna dan harapan bahwa kedua pengantin memiliki kepribadian yang halus dan sabar dalam menjalani bahtera rumah tangga, (8) musik pengiring yang digunakan pada upacara panggih pengantin masyarakat Jawa di Nagari Lunang Barat adalah salah satu simbol menunjukkan identitas budaya Jawa.
Upaya Masyarakat Lokal dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Panorama Baru Bukittinggi Irfan Setiawan Putra; Lia Amelia; Junaidi Ikhsan Fajri; Elsy Puspita Yanti; Lathifah Azzahra; Melly Putri Azhari; Diska Dwi Zamiarti; Della Rahmadani; Rahmad Ilahi; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.29

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya masyarakat lokal dalam meningkatkan perekonomian melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan di Panorama Baru Bukittinggi. Hal ini menarik untuk diteliti karena masyarakat berperan aktif dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal di Panorama Baru di Bukittinggi. Teori yang digunakan untuk analisis penelitian ini teori modernisasi oleh William F. Ogburn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan informan dilakukan teknik purpose sampling dengan memilih informan yang terkait dalam pembangunan pariwisata tersebut diantaranya, pelaku wisata, pedagang, dan wisatawan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung upaya masayarakat lokal dalam pengembangan ekonomi di Panorma Baru. Selanjutnya wawancara dilakukan dengan menanyakan hal-hal berkaitan upaya masyarakat dalam meningkatkan perekonomian melalui pembangunan pariwisata. Selain itu, peneliti juga mengambil beberapa dokumentasi untuk menguatkan data informasi seperti data jumlah wisatawan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka upaya masyarakat lokal dalam meningkatkan ekonomi di Panorama Baru diantaranya, Pertama, Meningkatkan Peluang Usaha UKM. Kedua, Membuka Lapangan Pekerjaan. Ketiga, Menjaga Kelestarian Pariwisata sebagai upaya mempertahankan budaya lokal.
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Sehat di Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Sumatera Barat Lia Amelia; Nora Susilawati; Eka Asih Febriani; Delmira Syafrini; Fadilla Saputri; Adri Febrianto
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i4.446

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sehat di Nagari Sungai Pinang, Sumatera Barat. Masalah ini menarik karena Nagari Sungai Pinang termasuk kedalam kawasan wisata di Sumatera Barat dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak baik lokal maupun mancanegara. Pengembangan pariwisata sehat belum diiringi oleh kesiapan masyarakat setempat. Salah satu indikatornya adalah minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pariwisata sehat serta kurangnya minat masyarakat mengolah potensi alam yang ada di daerah mereka. Padahal daerah ini memiliki peluang besar mengembangkan pariwisata sehat dengan menghasilkan produk kesehatan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), dimana buah kelapa bahan utama produk mudah didapatkan serta tumbuh subur di sepanjang pesisir pantai Nagari Sungai Pinang. Hal ini menjadi alasan pentingnya diadakan pembinaan terhadap masyarakat, sebagai solusi permasalahan pada mitra dengan melaksanakan pelatihan pembuatan produk pariwisata sehat Virgin Coconut Oil (VCO). Melalui pelatihan tersebut masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pengembangan pariwisata sehat dan mengenalkan berbagai produk-produk pariwisata sehat yang dapat dibuat dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di Nagari Sungai Pinang. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah sosialisasi, pelatihan pembuatan dan pengemasan produk pariwisata sehat Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam membuat inovasi dari pengolahan kelapa, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat menjadi icon pariwisata sehat dan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di Nagari Sungai Pinang.
Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial dan Sosialisasi Agrowisata di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Sumatera Barat Lia Amelia; Nora Susilawati; Muhammad David Hendra; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Adri Febrianto
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1019

Abstract

Nagari Batu Bajanjang memiliki potensi pertanian yang cukup strategis di Sumatera Barat. Realita tersebut menjadikan nagari ini sebagai daerah yang terkenal akan pariwisatanya, terkhusus pada agrowisata. Namun, perkembangan komiditi pertanian yang sudah menjadi destinasi wisata belum dikenal dan diketahui secara menyuluruh oleh masyarakat luar. Beberapa permasalahan yang mendasari pentingnya Pengabdian ini adalah kurangnya pengembangan pariwisata berbasis agrowisata di Nagari Batu Bajanjang, kurangnya pengetahuan mitra dalam membuat konten media sosial sebagai promosi agrowisata di Nagari Batu Bajanjang, serta belum adanya konten video cinematik, foto dan tulisan yang berkaitan dengan agrowisata pada Media Sosial nagari. Urgensi dari pengabdian ini mengarah kepada optimalisasi perkembangan pariwisata di Sumatera Barat, termasuk Nagari Batu Bajanjang. Destinasi wisata yang sudah ada tentu tidak dapat dikenal luas oleh masyarakat tanpa adanya proses pengenalan ataupun promosi. Penting untuk memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan media sosial sebagai media promosi pariwisata di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang cara mempromosikan potensi agrowisata nagari melalui konten media sosial yang kreatif dan menarik, sehingga di masa yang akan datang tersebut dapat berkembang menjadi desa agrowisata di Sumatera Barat.