Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Tingkat Hidrasi dan Kadar Sebum Wajah Pada Perenang Zhillan Zhalila Prakoso; Sukmawati Tansil Tan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kmffr972

Abstract

Kulit wajah merupakan area tubuh yang paling sering terpapar lingkungan dan rentan mengalami gangguan fisiologis, terutama pada individu yang rutin berenang di kolam berklorin. Paparan klorin diketahui dapat menurunkan kadar sebum dan hidrasi kulit melalui mekanisme pengikisan lipid dan peningkatan transepidermal water loss (TEWL). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat hidrasi dan kadar sebum kulit wajah pada perenang usia produktif di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 perenang aktif berusia 18–35 tahun diperiksa di dua lokasi kolam renang umum di Bandung. Data dikumpulkan melalui pengukuran lima titik wajah menggunakan Skin Analyzer Runve 45 dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sebum rendah paling banyak ditemukan pada area hidung (72,9%), diikuti pipi kanan (70,0%) dan dagu (62,9%). Tingkat hidrasi kulit kering paling tinggi juga ditemukan pada hidung (18,6%), pipi kanan (11,4%), dan dagu (10,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas berenang secara rutin dapat berdampak pada penurunan fungsi sawar kulit, terutama pada area wajah yang memiliki stratum korneum tipis atau jumlah kelenjar sebasea lebih rendah. Disarankan agar perenang melakukan perawatan kulit yang tepat, seperti membilas wajah setelah berenang, menggunakan pelembap, menghindari sabun iritatif, dan mengaplikasikan sunscreen tahan air untuk menjaga keseimbangan fisiologis kulit wajah.
Pemeriksaan Kadar Air Dan Minyak Kulit Sebagai Edukasi Kesehatan Kulit Tropis Sukmawati Tansil Tan; Alexander Halim Santoso; Edwin Destra; Ines Haryanto; Corry Calista Alexin
Gotong Royong Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v2i2.167

Abstract

Imbalance in skin surface water and oil levels serves as an early indicator of skin barrier disruption, particularly in populations residing in tropical climates. Assessing these parameters can effectively raise public awareness regarding the importance of hydration in maintaining skin integrity. This community activity was conducted among adults at St. Francis of Assisi Church, South Jakarta. Skin hydration and oil levels were measured using a portable digital skin analyzer, followed by group education through visual posters emphasizing the role of adequate fluid intake in supporting skin health. A total of 65 participants were assessed. The mean water content was 44.45%, oil content 21%, and the average hydration index was 49.3. While most participants fell within the neutral range, over one-third exhibited low water or oil levels, indicating a potential risk for impaired skin moisture balance. Skin hydration and sebum levels reflect the homeostatic condition of the skin surface, which is closely linked to systemic fluid adequacy. Education based on individual examination results provides a tangible understanding of the role of hydration in preserving skin barrier function, and may support behavioral change toward better fluid management and skin care. Keywords: Hydration, Oil, Tropical Skin, Health Education, Non-Invasive Screening