Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Incorporating Progressive Muscle Relaxation dan Diaphragm Breathing Exercise terhadap Aliran Puncak Ekspirasi Pasien Asma Keristina Ajul; Yakobus Siswadi; Wilhelmus Hary Susilo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.1927

Abstract

Asthma is a disorder in the form of chronic inflammation of the airways, resulting in the narrowing of the airways, thereby increasing resistance to airflow and decreasing the expiratory flow rate. Asthma management is not only pharmacological but also non-pharmacological. The latter includes exercises incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise which can increase peak expiratory flow. The aim of this study was to determine the effect of incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise on the increase in peak expiratory flow (PEF) of asthma patients. The research method was quasy experimental pre-test and post-test with control group. The number of research respondents was 80 people, divided into 2 groups, namely 60 people in the intervention group and 20 people in the control group. The results of the paired sample t-test difference in the intervention group showed a significant difference in PEF before and after the intervention (65.05% vs 81.17%, p = 0.00). The results of the independent t-test showed a significant difference between the PEF of the intervention group and the control group (81.17% vs 65.10%, p = 0.00). In conclusion, incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise has an effect on the improvement of PEF.
EFEKTIFITAS PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN BERBASIS EMR TERHADAP EFEKTIFITAS BEDSIDE HANDOVER METODE SBAR: SYSTEMATIC REVIEW Cicilia; Yakobus Siswadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1042

Abstract

  Latar belakang: Komunikasi merupakan bagian dari perilaku manusia yang memungkinkan kelangsungan hidup dalam komunitas. Metode: Menggunakan desain penelitian systematic review dengan menggunakan database PubMed, Scopus, dan Sciendirect. Hasil : Berdasarkan pencarian terdapat 500 artikel dan setelah proses screening hanya 7 artikel sesuai kriteria dan dianalisa hasil dinjauan sistematis menunjukkan bahwa dokumentasi keperawatan berbasis EMR dalam pelaksanaan handover berbasis SBAR sangat berperan penting dalam pelaksanaan proses timbang terima, karena dapat meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulan : adanya hubungan penggunaan metode komunikasi efektif SBAR dengan pelaksanaan timbang terima (handover). Kata Kunci : SBAR, Dokumentasi Keperawatan,  EMR, Handover  
EFEKTIVITAS PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN ELEKTORNIK: TINJAUAN SISTEMATIS Indrayani, Dwi; Yakobus Siswadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1043

Abstract

Latar belakang: Dokumentasi pada asuhan keperawatan adalah suatu tanggungjawab perawat yang bisa dipertanggungjawabkan melalui aspek hukum maupun etik.. Metode: Menggunakan desain penelitian systematic review dengan menggunakan database PubMed, Sciendirect, dan EBSCO. Hasil : Berdasarkan hasil pencarian ditemukan 203 artikel dan ada 9 yang sesuai kriteria dan tujuan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas perawat yang telah mendapatkan pelatihan pengisian kelengkapan dokumentasi keperawatan memiliki tingkat kelengkapan pengisian dokumentasi keperawatan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Kesimpulan : Hasil tinjauan pustaka sistematis menunjukkan bahwa pemberian pelatihan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan efektif dilakukan.
Edukasi Caregiver untuk Merawat Orang yang Terinfeksi dengan HIV (ODHA) di Indonesia Elysabeth Sinulingga; Yakobus Siswadi; Lani Natalia Watania; Erivita Sakti; Regina Situmorang; Frida Lina Br Tarigan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/81av6q14

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang edukasi caregiver untuk merawat orang yang terinfeksi dengan HIV (ODHA). ODHA sering mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga ODHA sering merahasiakan status HIV dan mengalami penolakan baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Komisi HIV/AIDS dan NAPZA (KPA) Moderamen GBKP terbentuk atas kepedulian tentang masalah HIV/AIDS yang ada di Tanah Karo. Bentuk pelayanan KPA Moderamen GBKP antara lain pemberian sosialisasi mengenai HIV/AIDS, pendampingan ODHA dan keluarga, serta menyediakan rumah singgah untuk membantu ODHA dan keluarganya. Caregiver informal seringkali harus memberikan bantuan dan perawatan terhadap ODHA tanpa dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sementara ODHA berisiko mengalami perubahan kesehatan terkait penurunan daya tahan tubuh dan komplikasi terkait dengan hal tersebut selain dari pengelolaan efek samping akibat pengobatan (ARV). Pelatihan caregiver diberikan berdasarkan peka budaya Karo dan spiritual Nasrani diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan Kesehatan ODHA, personal hygine ODHA. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terutama individu yang hidup dengan HIV/AIDS dan keluarga/orang yang mendampingi sehingga diharapkan individu dan keluarga/pendamping (caregiver informal) dapat melakukan tindakan yang tepat dan sesuai dalam memelihara kondisi kesehatan dan mencegah komplikasi akibat HIV yakni menurun menjadi AIDS. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah materi diberikan dalam bentuk pre-post quiz. Target luaran PKM adalah diseminasi dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal PKM-CSR atau jurnal akreditasi sinta.
GERAKAN BERSAMA (GEBER) MELAWAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN Yakobus Siswadi; Bima Adi Saputra; Mega Sampepadang; Chrisnawati Chrisnawati; Ermeisi Er Unja; Aulia Rahman; Oktovin Oktovin; Warjiman Warjiman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2711

Abstract

Indonesia is still among the 10 countries with the highest number of tuberculosis cases in the world. Prevention, treatment, and tracing efforts have been carried out, but many new cases are still being found. Handling tuberculosis cases is a shared responsibility and requires cross-sector collaboration. One of the sectors currently involved is the Ministry of Education and Culture, through the Tuberculosis-Aware Schools Program. The TB-Conscious School Program is the embodiment of GEBER towards the elimination of TB by 2030 in educational institutions. Based on coordination with the Sungai Bilu Community Health Center, it was deemed necessary to hold a GEBER event at SMK Wirakrama 1 Banjarmasin. The purpose of this activity was to increase synergy between educational institutions and health services in the context of implementing GEBER through health education and TB detection in school children. The methods used were lectures, demonstrations, and sputum sampling for examination. This activity was attended by 46 students, with males making up the majority at 58%. Based on the evaluation results, there was an increase in participants' knowledge, with the majority (58.7%) scoring “adequate” on the pre-test and 100% scoring “good” on the post-test. The conclusion is that GEBER represents the active participation of various parties in TB management.