Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Menimbulkan Rasa Percaya Diri Melalui Metode Bercerita Di Raudhatul Al-Ulya Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020 Mareyke Jessy Tanod
Wahana Vol 74 No 2 (2022): Wahana Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v74i2.7179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan guru dalam menanamkan rasa percaya diri siswa di Raudhatul Al-Ulya Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020. Secara khusus menjelaskan peran guru sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan motivator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi yang berjumlah 67 responden. Teknik pengumpulan pokok data menggunakan angket, analisis data menggunakan teknik presentase. Berdasarkan data dan pembahasan hasil penelitian, diketahui bahwa guru kurang berperan dalam menanamkan rasa percaya diri siswa khususnya guru belum maksimal menjalankan peranannya sebagai pendidik dalam menanamkan rasa percaya diri, guru belum maksimal menjalankan peranannya sebagai pembimbing dalam menanamkan rasa percaya diri, guru belum maksimal menjalankan peranannya sebagai pelatih dalam menanamkan rasa percaya diri, dan guru belum maksimal menjalankan peranannya sebagai motivator dalam menanamkan rasa percaya diri siswa di Raudhatul Al-Ulya Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020.
Educational History Game Based on Hero Struggle Stories to Strengthen the Patriotic Character of Elementary School Students Yulia Siska; Andri Wicaksono; Ambyah Harjanto; Mareyke Jessy Tanod; Irfan Bayu Saputra
Vidya Karya Vol 41, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v41i1.25591

Abstract

Local history learning in elementary schools plays an important role in developing students’ national identity and patriotic character. However, history instruction is often delivered through memorization-based approaches with limited interactive media, resulting in low engagement and weak value internalization. This study aimed to develop and evaluate a narrative-based educational history game incorporating local hero struggle stories to strengthen the patriotic character of elementary school students. The research employed a research and development method using the ADDIE model. Participants consisted of three expert validators, one teacher, and 25 fifth-grade students in an elementary school in Bandar Lampung, Indonesia. Data were collected through validation questionnaires, user responses, and pretest–posttest instruments. Results showed the game achieved very high feasibility (97.5%), was very practical for teachers (92.5%), and highly attractive for students (95%). Effectiveness testing indicated significant improvement in students’ historical understanding and patriotic character, supported by moderate N-gain results (0.66). The findings contribute practically by providing an interactive learning medium for elementary history instruction and theoretically by supporting the integration of narrative-based game learning for character education.
Pengembangan Media Mystery Board pada Mata Pelajaran IPAS Materi Perubahan Wujud Benda Mareyke Jessy Tanod; Desti Nurul Khotimah; Harjanto Ambyah; Ridho Agung Juwantara
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, serta respon siswa dan guru terhadap media Mystery board pada materi perubahan wujud benda. Penelitian ini dilatarbelakangi dalam proses pembelajaran di kelas hanya menggunakan buku cetak dan belum adanya media pembelajaran yang di gunakan dikelas berbentuk media mystery board yang berfokus pada materi perubahan wujud benda.  Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan lima tahap, yaitu (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Media mystery board divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Kemudian mystery board yang telah direvisi diuji cobakan untuk mengetahui respon guru dan siswa. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata skor 79%, hasil validasi ahli media dengan rata-rata skor 99%, serta hasil validasi ahli bahasa memperoleh rata-rata skor 85%. Dari ketiga validator ahli tersebut maka media mystery board dikategorikan “sangat layak”. Respon guru diperoleh rata-rata skor 94%, serta respon siswa uji kelompok kecil memperoleh rata-rata skor 94%, dan uji coba kelompok besar memperoleh rata-rata skor 93%. Maka hasil pengembangan mystery board pada penelitian ini dikategorikan “sangat menarik”. Pengembangan media mystery board Pada Materi perubahan wujud benda Pada siswa Kelas IV di SD Negeri Sidosari Tahun Ajaran 2024/2025 menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D), dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media mystery board pada materi perubahan wujud benda sangat layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran.
Analisis Efektivitas Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Empati Kognitif Siswa SDN 02 Kemiling Sri Murni; Fiki Prayogi; Mareyke Jessy Tanod
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): Pedagogia
Publisher : Program Studi PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan, STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/pedagogia.v6i1.1917

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of group guidance services in improving cognitive empathy among students at SDN 2 Kemiling. Cognitive empathy is a student's ability to understand the feelings and conditions of others and to put themselves in their shoes. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and an empathy scale. The results showed that implementing group guidance, consisting of six meetings, increased student activity and participation and improved cognitive empathy scores based on a scale distributed before and after the service. Factors such as cognitive development, mood, and parenting styles also influenced students' empathy levels. These findings indicate that group guidance is an effective strategy for fostering cognitive empathy in elementary school students.