Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PERENCANAAN MUSHOLA DARUL GHIFARI AN NASRI MERJOSARI LOWOKWARU KOTA MALANG Moch. Khamim; Winda Harsanti; Mohamad Zenurianto; Rinto Sasongko; Fajar Purnomo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.197

Abstract

Musholla menurut arti bahasa adalah tempat shalat. Musholla adalah untuk bangunan kecil yang dipergunakan sebagai tempat sujud, tempat shalat yang dapat memberikan sedikit pernaungan dari terik panas matahari. Istilah kedua yang digunakan sebagai tempat sholat adalah masjid. Secara bahasa, masjid berasal dari kata sajada-yasjudu-sujudan, yang berarti tempat sujud dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. atau tempat untuk mengerjakan shalat. Secara istilah, masjid mengandung makna sebagai pusat segala kebajikan kepada Allah Swt., di dalamnya terdapat dua bentuk kebajikan, yaitu kebajikan yang dikemas dalam bentuk ibadah khusus kepada Allah Swt. dan kebajikan yang dikemas dalam bentuk amaliyah sehari-hari dalam berkomunikasi dengan sesama jamaah. Desain mushola yang baik yaitu desain yang sesuai kebutuhan, keinginan jamaah, dan desain yang kekinian
STUDY OF FLOODING IN THE PANDANWANGI AREA IN WATERSHED KALISARI USING SWMM 5.1 APPLICATION Mohammad Zainul Arif Arif; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8596

Abstract

This study focuses on flooding issues in Pandanwangi area, particularly at the LA Sucipto-Gang Makam intersection in Malang City, which is part of the Kalisari watershed. Due to rapid urban development, the percentage of flooding has increased, possibly due to inadequate drainage or drainage systems that are unable to accommodate continuous rainfall. It is necessary to analyze the exact causes of flooding, therefore this study aims to analyze flood discharge using Gumbel Method, existing channel capacity, calculate the budget plan for redesign, and determine the influence of the watershed area on the Kalisari River Basin. The analysis methods used are hydrological and hydraulic analysis for calculations using three rainfall stations: Ciliwung, Singosari, and Jabung. Flood flow analysis and modeling are conducted using the EPA SWMM 5.1 application. Calculations for existing channels and redesign must be controlled to ensure that the calculations are accurate. Results After calculating the 10-year design rainfall using the Gumbel method, the result was 106.752 mm/day. Analysis using SWMM 5.1 software and calculations for existing channels and redesign revealed flooding from point S-R to point O-N. The new dimensions capable of accommodating flood discharge are a height of 1.2 m and a width of 0.4 m. The estimated budget for the redesign at that point is approximately Rp. 189,075,905.55.
PERENCANAAN PENYEDIAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI Fadia Zakiyatul Ulya; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8925

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Saat ini masyarakat Kecamatan Ngadiluwih masih menggunakan sumur sebagai sumber air bersih. Namun, penggunaan air sumur yang terus menerus dapat merusak kualitas air dan mengakibatkan pencemaran air tanah dan penurunan air tanah. Terkait hal tersebut, maka diperlukan untuk merencanakan sistem distribusi air bersih yang diambil dari sumber mata air. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk merencanakan layout pipa distribusi, menganalisis pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngadiluwih pada tahun 2044, menganalisis debit kebutuhan air bersih di Kecamatan Ngadiluwih, menganalisis dimensi pipa untuk memenuhi kebutuhan air saat jam puncak, menganalisis kapasitas reservoir untuk memenuhi kebutuhan air, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian ini menggunakan metode perhitungan domestik dan non domestik untuk menghitung kebutuhan air bersih. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah penduduk di tahun 2044 adalah 100.916 jiwa, dengan total rencana panajng pipa 41,670 km, debit yang dibutuhkan sebesar 41,825 liter/detik pada zona 1 dan 36,028 liter/detik pada zona 2, pipa pada rencana ini menggunakan pipa  PVC ukuran Ø 40 mm, Ø  50 mm, Ø 63 mm, Ø 75 mm, Ø 90 mm, Ø 110 mm, Ø 140 mm, Ø 180 mm, Ø 200 mm, Ø 250 mm. Kapasitas reservoir pada zona 1 adalah 2 x 5 x 5,8 m dan pada zona 2 adalah 2 x 5 x 5,1 m, dengan total Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan adalah Rp. 5.374.647.000,-.
ANALYSIS FLOOD AND HYDRAULICS IN SUB KENDALSARI - KEDAWUNG MALANG CITY Ilham Nurilfiansyah; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8956

Abstract

Flood and hydraulic analysis aims to evaluate the hydraulic conditions and flood potential of the Kendalsari–Kedawung drainage channel in Malang City. This area is densely populated, characterized by high rainfall intensity and rapid land development, which increases surface runoff volume. Therefore, a FLOOD AND HYDRAULIC ANALYSIS OF THE KENDALSARI–KEDAWUNG DRAINAGE CHANNEL IN MALANG CITY is required. The methods applied in this study include hydrological analysis using the Rational Method, which produced a channel capacity of Q = 0.505 m³/s. To determine the design discharge and hydraulic simulation using EPA SWMM software to assess the capacity of the existing channel. The objective of this analysis is to evaluate the current channel condition, and the results indicate that Channel K is unable to accommodate the peak discharge, leading to flood risk. After redesigning Channel K by adjusting the channel elevation, the surface runoff volume can be effectively controlled, and channel overflow is eliminated. For the redesign cost calculation of the drainage system at Point K, the required budget is IDR 458,283,905.