Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ALTERNATIF PERENCANAAN GEOMETRIK JALUR LINTAS SELATAN LOT 6 RUAS NGLARAP-KLATHAK Muhammad Rizqi Dwi Prasetia Muhyidin; Achendri Kurniawan; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6292

Abstract

Jalan memiliki aspek dan peranan penting sebagai akses penghubung antar daerah serta dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. Salah satu upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan membangun Jalan Lintas Selatan Lot. 6 yang berlokasi antara Kabupaten Trenggalek – Kabupaten Tulungagung. Perencanaan jalan yang ada didesain oleh PT. Perentjana Djaja, namun kondisi jalan eksisting yang kurang nyaman dan masih menggunakan peraturan geometrik yang lama. Maka karena itu, tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah merencanakan alternatif perencanaan geometrik jalan dengan peraturan terbaru yaitu Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) 2021. Sesudah melihat presentase data CBR tanah dasar yang rendah, maka direncanakan perkerasan kaku jalan dengan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (MDP 2017) untuk menghindari penurunan yang tidak seragam, dimana sebelumnya menggunakan perkerasan lentur. Untuk memperkirakan besaran biaya yang digunakan untuk mengetahui jumlah harga sebuah proyek yang dilaksanakan maka RAB juga perlu dilakukan perhitungan, sehingga dapat ditentukan alternatif jalan yang paling terjangkau dengan desain trase yang nyaman. Berdasarkan hasil alternatif perencanaan geometrik dan perkerasan kaku pada Jalan Lintas Selatan Lot 6 Ruas Nglarap-Klathak ditentukan dengan trase Alternatif 2 yang terdiri dari 15 tikungan terdiri dari 13 tikungan S-C-S, dan 2 tikungan F-C pada alinyemen horizontal, dan ada 7 lengkung vertikal yang terdiri dari 2 lengkung vertikal cembung, dan 5 lengkung vertikal cekung. Perencanaan perkerasan kaku dengan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (MDP 2017) diperoleh tebal plat beton 305 mm dengan mutu beton K-450 (fc’ 40 Mpa), tebal lapisan pondasi bawah 300 mm dengan diameter dowel ø38mm dengan panjang 450mm dan jarak 300mm, dan panjang Tie Bar 700mm dengan diameter Tie Bar D16mm serta jarak antar Tie Bar 750mm. Serta didapatkan hasil total rencana anggaran biaya untuk seluruh pekerjaan adalah Rp92.066.418.782,53 (Sembilan puluh dua miliar enam puluh enam juta empat ratus delapan belas ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah).
PERENCANAAN ULANG INTERCHANGE KRAKSAAN JALAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI SEKSI 1 Rohman Suprayogi; Udi Subagyo; Martince Novianti Bani
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6334

Abstract

Pada ruas jalan tol Probolinggo-Banyuwangi khususnya area interchnage kraksaan yang didesain menggunakan pedoman geometrik jalan Tol (Standar Geometrik Jalan Tol No 007 BM 2009) dan Geometrik Jalan Antar Kota Tahun 1997 (TPGJAK, No.038T/BM/1997). Dengan kondisi topografi persawahan yang ada, koridor jalan dan penempatan simpang susun perlu dipertimbangkan. Penelitian ini mengkaji perencanaan ulang desain geometrik jalan dengan menggunakan peraturan terbaru yaitu Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (PDGJ No. 13/P/BM/2021) dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (MDP 2017) yang digunakan sebagai pedoman desain perkerasan kaku. Berdasarkan perencanaan ulang Interchange Kraksaan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi seksi 1 STA mainroad STA 5+000 hingga STA 9+000 serta jalan akses STA 0+000 hingga STA 3+147 diperoleh tipe bentuk intrchange terompet, dengan 4 jalan ramp di dalamnya. hasil perencanaan ulang alinyemen horizontal keseluruhan terdapat 17 PI yang dimana 5 PI kelokan SCS dan 12 PI kelokan FC. Sedangkan pada alinyemen vertikal secara keseluruhan terdapat 22 Lekuk vertikal dari 10 lekuk tipe cembung dan 12 lekuk tipe cekung. 2.
PERBANDINGAN KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PKJI 2023 TERHADAP SOFTWARE PTV VISSIM Ilham Suryo Pangestu; Udi Subagyo; Nain Dhaniarti Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.6923

Abstract

Kota Tangerang memiliki 13 kecamatan salah satunya kecamatan Jatiuwung. Berdasarkan hasil Badan Pusat Statistik Kota Tangerang jumlah penduduk pada kecamatan jatiuwung pada tahun 2023 sebanyak 107.510 jiwa. Kecamatan Jatiuwung dilewati oleh Jalan Gatot Subroto yang merupakan jalan lintas menuju pelabuhan merak dan dilalui oleh Jalan Tol Jakarta-Merak serta terdapat banyak kawasan industri dan pemukiman padat penduduk pada daerah tersebut. Sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan pada ruas Jalan Gatot Subroto dan beberapa persimpangan. Salah satunya simpang tiga Jalan Gatot Subroto – Jalan Prabu Siliwangi. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei langsung berupa data volume kendaraan dan data kecepatan kendaraan. Data sekunder yang digunakan untuk menganalisis kinerja simpang adalah data geometrik simpang, data peta jaringan jalan, dan data pertumbuhan penduduk. Metode analisis yang digunakan menggunakan PKJI 2023 dan software PTV VISSIM. Dari hasil evaluasi, diketahui kinerja simpang kondisi eksisting menggunakan metode PKJI 2023 diperoleh nilai tundaan sebesar 206,49 detik/kend serta tingkat pelayanan F sedangkan kinerja simpang kondisi eksisting menggunakan metode software PTV VISSIM diperoleh nilai tundaan sebesar 119,73 detik/kend serta tingkat pelayanan F. Setelah dilakukan penanganan simpang, menggunakan metode PKJI 2023 nilai tundaan sebesar 82,72 detik/kend serta tingkat pelayanan F, sedangkan menggunakan metode software PTV VISSIM diperoleh nilai tundaan sebesar 46,89 detik/kend serta tingkat pelayanan E.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN ALTERNATIF ANTARA JALAN RAYA PURUT LUMBANG - JALAN RAYA SUKAPURA DI KABUPATEN PROBOLINGGO Galih Satya Pamungkas; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.7818

Abstract

Kabupaten Probolinggo sebagai daerah produktif di sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan jalan alternatif untuk menunjang mobilitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Demi menunjang agar bisa meningkatkan perekonomian warga di daerah pasar patalan dan dapat mempersingkat waktu salah satunya dengan pembangunan jalan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan geometrik jalan alternatif antara jalan raya purut lumbang – jalan raya sukapura. Tiga alternatif perencanaan disusun untuk menentukan jalur paling aman, nyaman, dan efisien. Data yang akan digunakan yaitu peta topografi dan tata guna lahan serta Perencanaan mengacu pada PDGJ 2021. Hasilnya, Alternatif 1 dipilih dengan panjang jalan 9.713,60 meter, lima tikungan S-C-S pada alinemen horizontal, serta 51 lengkung vertikal (26 cekung dan 25 cembung).
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KREBET SENGGRONG – PRINGU KABUPATEN MALANG Pucca Ardelia Hassya Prakosa; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan perkerasan lentur pada ruas Jalan Krebet Senggrong – Pringu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antar kawasan permukiman, pertanian, dan destinasi wisata lokal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka kerusakan jalan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, di mana sekitar 20% dari total panjang jalan di Kabupaten Malang berada dalam kondisi rusak. Kerusakan-kerusakan yang terjadi, seperti retak kulit buaya, retak blok, lubang, dan alur roda (rutting), tidak hanya menurunkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan lalu lintas dan efisiensi transportasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan yang mencakup observasi visual untuk menghitung Surface Distress Index (SDI) serta pengukuran ketidakrataan permukaan menggunakan International Roughness Index (IRI) dengan bantuan aplikasi Roadroid. Data primer diperoleh dari survei langsung terhadap kondisi jalan, sedangkan data sekunder mencakup informasi teknis jalan dan daftar harga satuan pekerjaan dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jenis kerusakan dominan adalah retak kulit buaya sebesar 0,768%. Berdasarkan analisis SDI dan IRI, kondisi jalan diklasifikasikan menjadi 34% dalam kondisi baik, 36% sedang, dan 30% rusak ringan. Bentuk penanganan yang direkomendasikan mencakup pemeliharaan rutin dan berkala, seperti penambalan lubang, pengisian retak, serta perataan permukaan perkerasan. Estimasi biaya penanganan dihitung menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tahun anggaran 2024 sesuai regulasi pemerintah daerah. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teknis dan praktis bagi instansi terkait dalam merancang kebijakan perbaikan infrastruktur jalan secara tepat guna, efisien, dan berkelanjutan.