Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengenalan APOCIL (Apoteker Cilik) dan Edukasi Pentingnya Vitamin pada Anak di SDN Badurame Turi Lamongan Irma Susanti; Tusamma Salsabiila; Novely Dwita Ramadhani; M. Muflih Zaki Al-Hadi; Annisa Ariantika; Gharizah Raisa Aqila; Sintya Shafa Qotrunnida
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2024): Maret: Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v2i2.1054

Abstract

The role of pharmacists is very important in providing education about medicines, especially vitamins. The introduction of vitamins at elementary school level is one of the duties of a pharmacist. This service was carried out at SDN Badurame with the theme "Introducing Apocil (Little Pharmacist) and Education on the Importance of Vitamins to Children at SDN Badurame Turi Lamongan". The aim of introducing vitamins is to reduce errors in vitamin consumption that often occur at the adolescent level. By introducing it from elementary school level, it is hoped that it can educate students that medicine is poison and can only be used according to certain conditions, type of disease and dosage. The target of this activity is students in grades 4, 5 and 6 at SDN Badurame. Implementation of activities begins with the preparation stage, namely making the required instruments (posters and attendance lists). Followed by the implementation stage, namely educational activities in the form of delivering material, demonstrations and questions and answers. There are 2 materials provided, namely Introduction to the Pharmacist Profession and Vitamin Education. The results of this service activity showed that students were able to receive learning material well. This was proven during demonstration activities and question and answer sessions, all students were able to demonstrate and answer all questions well and correctly.
Hubungan Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hardyanti, Rizqi Irma; Utami, Primanitha Riana; Susanti, Irma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4879

Abstract

Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun dan merupakan suatu kelompok metabolisme terjadi karena kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Diabetes melitus dengan hipertensi menyebabkan Drug Related Problems (DRPs). Faktor risiko untuk Drug Related Problems usia, jenis kelamin, polifarmasi, jumlah diagnosa dan penyakit penyerta. Diabetes melitus dengan hipertensi menambah keberagaman obat (polifarmasi) menyebabkan Drug Related Problems. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi, macam-macam Drug Related Problems, dan hubungan faktor risiko pasien diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian Drug Related Problems. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif non-eksperimental dengan  desain penelitian cross-sectional. Populasi pada penelitian 112 pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dari rekam medis pasien dan pengolahan data uji statistik Chi-Square. Dari 88 pasien didapatkan hasil faktor risiko yang menimbulkan penyakit diabetes melitus dengan hipertensi adalah jenis kelamin, usia, indeks masa tubuh, penyakit penyerta, dan polifarmasi. Uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian DRP, didapatkan nilai p=0,019; p=0,000; serta p=0,033. Berdasarkan nilai p tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor risiko indeks usia dengan interaksi obat, polifarmasi dengan interaksi obat, dan polifarmasi dengan obat tidak tepat. Polifarmasi menyebabkan interaksi obat yang merugikan, mempengaruhi keaadaan klinis, dan meningkatkan toksisitas pengobatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA YANG RASIONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIKA: Increasing Public Knowledge About the Rational Use of Antibiotics Is Part of Efforts to Prevent Antibiotic Resistance Susanti*, Irma; Octavia, Devi Ristian; Wahyudi, Afiv; Ramadhani, Bagus Maulana
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.134

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang termasuk kategori obat keras yang harus didiberikan dengan resep dokter, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Penggunaan antibiotik yang rasional di Indonesia khususnya di Jawa Timur masih belum sesuai dengan nilai parameter yang ditetapkan World Health Organization. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini yaitu dengan metode ceramah dan membagikan brosur. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional sebagian upaya pencegahan resistensi antibiotika di Desa Paji Kabupaten Lamongan, didapatkan hasil peningkatan pengetahuan responden setelah mendapatkan edukasi tentang penggunaan antibiotik yang rasional.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL REGULER PADA UNIT GIZI PUSKESMAS GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Wulan Kusumo, Djati; Muzayinatun Niswah, Farokhah; Susanti, Irma; Prastiwi Handayani, Riana; Afizal, Aditya; Nisa, Nadlifatun; Mega Irfani, Iftinan; Ayu Febrianti, Risma; Agung Suryani, Kinanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

Semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, termasuk produk yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Sampai saat ini, jumlah Unit Gizi Puskesmas maupun Rumah Sakit yang bersertifikat halal masih sedikit. Sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini penting dilakukan karena Puskemas Glagah Kabupaten Lamongan akan menjadi Puskesmas pertama yang bersertifikasi halal pada unit gizinya. Melalui sertifikasi halal, Puskesmas dapat mewujudkan pelayanan unggul dan memberikan kepuasan pelayanan kepada pasien. Tujuan kegiatan PkM adalah melakukan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal pada Unit Gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendampingi penyusunan dokumen manual sistem jaminan halal unit gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan PkM ini dilakukan melalui 4 tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai Puskemas mengalami peningkatan pengetahuan khususnya terkait konsep halal yang sesuai serta mengetahui pentingnya dan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia, khususnya pada makanan dan minuman, termasuk pada unit pelayanan kesehatan seperti Puskemas. Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang sebelumnya belum sempurna dilakukan, sekarang telah mengalami peningkatan dan sesuai dengan standar BPJPH.
Pengaruh Drug Related Problems terhadap Target Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus: The Influence of Drug Related Problems on Blood Pressure Reduction Targets in Hypertensive Patients with Diabetes Mellitus Rohmah, Shofiyatur; Susanti, Irma; Negara, Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2482

Abstract

Hypertension is a noncommunicable illness that is a severe health concern across the world also one of the main global causes of early mortality. It might be difficult to treat people with diabetes mellitus and hypertension using pharmaceuticals, including the use of many drugs, which allows for unexpected treatment outcomes DRPs. Examining the impact of DRPs on blood pressure reduction goals in individuals with diabetes mellitus who had hypertension was the aim of this study. This research was conducted on 86 outpatients in August-October 2023. Data collection used purposive sampling method. The results showed the achievement of blood pressure as much as 41 (47.68%). The occurrence of DRPs found included indications without therapy 13 (3.43%), therapy without indication 16 (4.23%), drug interactions 349 (92.32%). Mann whitney statistical test results obtained p=0.947. The study revealed that DRPs had no effect on the blood pressure lowering aim. Keywords:          Blood Pressure, Diabetes Mellitus, Drug Related Problems, Hypertension   Abstrak Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius di dunia dan salah satu penyebab utama kematian. Pemberian terapi farmakologi untuk pasien hipertensi dengan diabetes mellitus sangat beragam, seperti penggunaan obat yang lebih dari satu. Hal ini memungkinkan terjadinya hasil pengobatan yang tidak diharapkan yaitu DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh DRPs Terhadap Target Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Diabetes Mellitus. Pada penelitian ini dilakukan terhadap seluruh pasien hipertensi dengan diabetes melitus rawat jalan pada bulan Agustus-Oktober tahun 2023 dengan sampel 86. Pengambilan data menggunakan purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian tekanan darah sebanyak 41 (47,68%). Hasil kejadian DRPs meliputi indikasi tanpa terapi 13 (3,43%), Terapi tanpa indikasi 16 (4,23%), Interaksi obat 349 (92,32%). Hasil uji statistik Mann whitney didapatkan nilai p=0,947. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh kejadian DRPs terhadap target penurunan tekanan darah. Kata Kunci:         Diabetes Mellitus, Drug Related Problems, Hipertensi, Tekanan Darah
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Lansia dengan Hipertensi: The Effect of Family Support on Medication Adherence in Elderly Patients with Hypertension A’yun, Hanindira Qurrotu; Susanti, Irma; Octavia, Devi Ristian
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2485

Abstract

Old age is the phase of life that reaches the end of the human cycle in the world. One of the challenges faced by the elderly is a decrease in the function of the cardiovascular system, including hypertension problems. If not treated seriously, hypertension in the elderly can result in various complications such as heart attacks, coronary heart disease, kidney failure and stroke. Hypertension sufferers need family support to comply with taking antihypertensive medication. This study aims to determine the effect of family support on medication adherence in elderly patients with hypertension. This research was conducted on all elderly hypertensive patients with or without complications who were undergoing hypertension therapy at the Babat Community Health Center in the period December-January 2024. This research method used Cross-Sectional, samples were taken using the Purposive Sampling method. Data were analyzed using the Chi Square test. The research results show that the Asymp Sig. (2 tailed) obtained is 0.00, this proves that family support influences the level of compliance of elderly patients in taking medication for hypertension. Keywords:          Family support, Hypertension, Compliance with taking medication   Abstrak Usia lanjut adalah fase kehidupan yang mencapai akhir siklus manusia di dunia. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh lansia adalah penurunan fungsi sistem kardiovaskular, termasuk masalah hipertensi. Jika tidak ditangani dengan serius, hipertensi pada lansia dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi seperti penyakit serangan jantung, jantung koroner, gagal ginjal, dan stroke. Penderita hipertensi membutuhkan dukungan keluarga agar patuh dalam minum obat antihpertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien lansia dengan hipertensi. Pada penelitian ini dilakukan terhadap seluruh pasien lansia hipertensi dengan atau tanpa komplikasi yang sedang menjalani terapi hipertensi di Puskesmas Babat pada periode bulan Desember-Januari tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan Cross-Sectional, sampel diambil menggunakan metode Purposive Sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa nilai Asymp Sig. (2 tailed) yang didapatkan yaitu 0,00, ini membuktikan bahwa dukungan keluarga memengaruhi tingkat kepatuhan pasien lansia dalam mengonsumsi obat untuk hipertensi. Kata Kunci:         Dukungan keluarga, Hipertensi, Kepatuhan minum obat
Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi Susanti, Irma -
Jurnal Surya Vol 13 No 2 (2021): VOL 13 NO 02 AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i2.274

Abstract

Background: Kondisi komplikasi kronis seperti pada diabetes melitus  dengan hipertensi dapat memunculkan masalah baru yaitu multiuse of prescription atau polifarmasi. Penggunaan sejumlah obat bersamaan mempunyai risiko terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan satu dari masalah terkait obat (drug- related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien.Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran adanya interaksi obat.Design: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat non eksperimental. Pengambilan dan pengumpulan data retrospektif didapatkan dari rekam medik. Populasi pada penelitian ini adalah pasien geriatri yang melakukan pengobatan diabetes melitus dengan hipertensi di Puskesmas Lamongan bulan Januari-Maret 2020 sedangkan sampel pada penelitian ini adalah semua data pasien yang masuk dalam kriteria inklusi.Results: Terdapat interaksi obat sebanyak 76% dari 58 data pasien yang didapatkan. Interaksi yang terjadi paling banyak adalah antara metformin dan amlodipin yaitu sebanyak 86,4%, sedangkan kelompok interaksi paling banyak adalah monitor closely yaitu sebanyak 95,5%.Conclusions: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang cukup tinggi pada peresepan pasien dengan diabetes melitus dan hipertensi sehingga sebaiknya penggunaan obat-obat yang memungkinkan terjadinya interaksi dikaji ulang penggunaanya bila mempunyai efek merugikan yang lebih besar daripada efek yang menguntungkan untuk pasien.Keyword: Diabetes Melitus, Geriatri, Interaksi Obat
PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG Irma Susanti; Afiv Wahyudi; Septian Dwi Mulyana; Popy Dwi Permata Sari; Vivi Tri Rusdiana Putri Jayanti; Haeny Sholichatin; M. Miftakhul Akhyar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54169

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.
ANALISIS FARMAKOEKONOMI TELEMEDICINE: COST-BENEFIT ANALYSIS PADA DUA MODEL PELAYANAN KESEHATAN Devi Ristian Octavia; Salma Nur Azizah; Heri Wijaya; Irma Susanti; Sri Bintang Sahara Mahaputra KN; Zalina Zahari
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1031

Abstract

Pelayanan kesehatan memerlukan biaya medis langsung maupun biaya nonmedis tidak langsung yang dapat menjadi beban bagi pasien dan masyarakat. Telemedicine merupakan inovasi layanan kesehatan yang memungkinkan pasien memperoleh pelayanan medis tanpa harus melakukan kunjungan tatap muka ke rumah sakit, sehingga berpotensi menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Telemedicine menjadi salah satu alternatif layanan kesehatan jarak jauh yang dapat meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mengurangi biaya yang dikeluarkan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan manfaat biaya antara layanan telemedicine langsung dan layanan kesehatan rawat jalan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sebanyak 6 pasien. Analisis manfaat biaya dilakukan menggunakan metode Human Capital (HC) dan Benefit-Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layanan telemedicine memberikan penghematan biaya sebesar Rp. 985.000 per tahun dengan nilai BCR sebesar 1,6. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,071, yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model layanan kesehatan. Telemedicine memiliki potensi memberikan efisiensi biaya bagi pasien dan masyarakat. Analisis biaya menjadi aspek penting dalam menentukan model pelayanan kesehatan yang paling memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tingkat Pengetahuan Remaja: Cara Memilih Dan Menggunakan Suplemen Yang Aman Bagi Remaja Irma Susanti; Auliya Rohma Sa'ida; Hilda Amelia Faustin; Hilda Rohadatul Aliyah; Risma Ayu Fepbianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38701

Abstract

Suplemen kesehatan saat ini telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk remaja seiring meningkatnya promosi industri dan tren gaya hidup sehat di media sosial. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan sehingga diperlukan pengetahuan yang baik dalam memilih dan menggunakan suplemen secara aman. Oleh karena itu, edukasi kesehatan mengenai suplemen menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait pemilihan dan penggunaan yang rasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja mengenai cara memilih dan menggunakan suplemen kesehatan yang aman. Metode yang digunakan edukasi melalui penyuluhan. Subjek dalam kegiatan ini adalah siswa SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan jumlah 38 orang yang diberikan edukasi melalui metode ceramah menggunakan media power point. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan remaja antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi, yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait pemilihan dan penggunaan suplemen kesehatan. Kesimpulan dari adanya kegiatan ini edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja sehingga dapat mendukung penggunaan suplemen yang lebih aman, tepat, dan rasional.
Co-Authors Aditya Sindu Sakti Afiv Wahyudi Afiv Wahyudi Afizal, Aditya Agung Suryani, Kinanti Ahmad Mighfar Syarifuddin Al-Hafidz, M. Fadlil Amalia Dwiyanis Ruhmana Anisa Zulfa Fatihah Annisa Ariantika Auliya Rohma Sa'ida Ayu Febrianti, Risma Ayu Fermiasari A’yun, Hanindira Qurrotu Berliana Putri Nabella Denes Yulfa Fatma Aisyah Devi Ristian Octavia Devi Ristian Octavia Devi Ristian Octavia Devi Ristian Octavia Devi Ristian Octavia Dyah Puspita Sari Elasari Dwi Pratiwi Fathin Dliyaun Nisa' Ali Fatmawati, Sahla Ayu Fermiasari, Ayu Gharizah Raisa Aqila Haeny Sholichatin Hardyanti, Rizqi Irma Harica Karinina Rahma Aulia Heri Wijaya Hilda Amelia Faustin Hilda Rohadatul Aliyah Ifa Aris Suminingtyas khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kusumo, Djati Wulan Laela Novita Sari Laura Ayu Khurin’in M. Fadlil Al-Hafidz M. Miftakhul Akhyar M. Muflih Zaki Al-Hadi Maya Maghfirotur Rohmah Mega Irfani, Iftinan Muhtaromah Muzayinatun Niswah, Farokhah Naily Maulidyah Shohifa Al Ulya Nisa, Nadlifatun Novely Dwita Ramadhani Novia Yessy Rencani T Nur' Aini Izza Susanti Nurul Qiyaam Octavia, Devi Ristian Popy Dwi Permata Sari Prastiwi Handayani, Riana Primanitha Ria Utami Puspa Ayu Faizah Ramadhani, Bagus Maulana Risma Ayu Fepbianti Rohmah, Maya Maghfirotur Rohmah, Shofiyatur Rully Yuliandhari Rully Yuliandhari Sahla Ayu Fatmawati Salma Nur Azizah Salma Nur Azizah Sari, Laela Novita Septian Dwi Mulyana Sintya Shafa Qotrunnida Siti Rahmatul Azizah Sri Bintang Mahaputra Kusuma Negara Sri Bintang Sahara Mahaputra KN Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusumanegara Talitha Nathania Ichsan Tusamma Salsabiila Utami, Primanitha Riana Virgianti Nur Faridah, Virgianti Vivi Tri Rusdiana Putri Jayanti Wahyudi, Afiv Zalina Zahari