Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengenalan APOCIL (Apoteker Cilik) dan Edukasi Pentingnya Vitamin pada Anak di SDN Badurame Turi Lamongan Irma Susanti; Tusamma Salsabiila; Novely Dwita Ramadhani; M. Muflih Zaki Al-Hadi; Annisa Ariantika; Gharizah Raisa Aqila; Sintya Shafa Qotrunnida
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2024): Maret: Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v2i2.1054

Abstract

The role of pharmacists is very important in providing education about medicines, especially vitamins. The introduction of vitamins at elementary school level is one of the duties of a pharmacist. This service was carried out at SDN Badurame with the theme "Introducing Apocil (Little Pharmacist) and Education on the Importance of Vitamins to Children at SDN Badurame Turi Lamongan". The aim of introducing vitamins is to reduce errors in vitamin consumption that often occur at the adolescent level. By introducing it from elementary school level, it is hoped that it can educate students that medicine is poison and can only be used according to certain conditions, type of disease and dosage. The target of this activity is students in grades 4, 5 and 6 at SDN Badurame. Implementation of activities begins with the preparation stage, namely making the required instruments (posters and attendance lists). Followed by the implementation stage, namely educational activities in the form of delivering material, demonstrations and questions and answers. There are 2 materials provided, namely Introduction to the Pharmacist Profession and Vitamin Education. The results of this service activity showed that students were able to receive learning material well. This was proven during demonstration activities and question and answer sessions, all students were able to demonstrate and answer all questions well and correctly.
Hubungan Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hardyanti, Rizqi Irma; Utami, Primanitha Riana; Susanti, Irma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4879

Abstract

Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun dan merupakan suatu kelompok metabolisme terjadi karena kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Diabetes melitus dengan hipertensi menyebabkan Drug Related Problems (DRPs). Faktor risiko untuk Drug Related Problems usia, jenis kelamin, polifarmasi, jumlah diagnosa dan penyakit penyerta. Diabetes melitus dengan hipertensi menambah keberagaman obat (polifarmasi) menyebabkan Drug Related Problems. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi, macam-macam Drug Related Problems, dan hubungan faktor risiko pasien diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian Drug Related Problems. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif non-eksperimental dengan  desain penelitian cross-sectional. Populasi pada penelitian 112 pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dari rekam medis pasien dan pengolahan data uji statistik Chi-Square. Dari 88 pasien didapatkan hasil faktor risiko yang menimbulkan penyakit diabetes melitus dengan hipertensi adalah jenis kelamin, usia, indeks masa tubuh, penyakit penyerta, dan polifarmasi. Uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian DRP, didapatkan nilai p=0,019; p=0,000; serta p=0,033. Berdasarkan nilai p tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor risiko indeks usia dengan interaksi obat, polifarmasi dengan interaksi obat, dan polifarmasi dengan obat tidak tepat. Polifarmasi menyebabkan interaksi obat yang merugikan, mempengaruhi keaadaan klinis, dan meningkatkan toksisitas pengobatan.
Narrative Review of Anti-Retrovirals Used in COVID-19 Treatment Aditya Sindu Sakti; Irma Susanti; Djati Wulan Kusumo
Journal Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober : Journal of Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science
Publisher : Prodi D3 Farmasi Politeknik Katolik Mangunwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61740/jcp2s.v3i2.54

Abstract

The COVID-19 pandemic has necessitated the exploration of various therapeutic strategies, including the repurposing of existing antiviral drugs. This narrative review examines the use of anti-retroviral agents in the treatment of COVID-19, focusing on their mechanisms of action, efficacy, and safety profiles. Key antiretrovirals discussed include Remdesivir, Lopinavir/Ritonavir, Ribavirin, Oseltamivir, Favipiravir, and Sofosbuvir. These agents primarily act by inhibiting RNA-dependent RNA polymerase (RdRp), a critical enzyme in the replication cycle of SARS-CoV-2. Clinical trials and in vitro studies have provided mixed results regarding their effectiveness, with some agents showing promise in reducing mortality and improving recovery times, while others have demonstrated limited efficacy. The review highlights the urgent need for further clinical research to optimize antiviral regimens and improve patient outcomes in the ongoing battle against COVID-19.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA YANG RASIONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIKA: Increasing Public Knowledge About the Rational Use of Antibiotics Is Part of Efforts to Prevent Antibiotic Resistance Susanti*, Irma; Octavia, Devi Ristian; Wahyudi, Afiv; Ramadhani, Bagus Maulana
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.134

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang termasuk kategori obat keras yang harus didiberikan dengan resep dokter, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Penggunaan antibiotik yang rasional di Indonesia khususnya di Jawa Timur masih belum sesuai dengan nilai parameter yang ditetapkan World Health Organization. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini yaitu dengan metode ceramah dan membagikan brosur. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional sebagian upaya pencegahan resistensi antibiotika di Desa Paji Kabupaten Lamongan, didapatkan hasil peningkatan pengetahuan responden setelah mendapatkan edukasi tentang penggunaan antibiotik yang rasional.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL REGULER PADA UNIT GIZI PUSKESMAS GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Wulan Kusumo, Djati; Muzayinatun Niswah, Farokhah; Susanti, Irma; Prastiwi Handayani, Riana; Afizal, Aditya; Nisa, Nadlifatun; Mega Irfani, Iftinan; Ayu Febrianti, Risma; Agung Suryani, Kinanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

Semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, termasuk produk yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Sampai saat ini, jumlah Unit Gizi Puskesmas maupun Rumah Sakit yang bersertifikat halal masih sedikit. Sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini penting dilakukan karena Puskemas Glagah Kabupaten Lamongan akan menjadi Puskesmas pertama yang bersertifikasi halal pada unit gizinya. Melalui sertifikasi halal, Puskesmas dapat mewujudkan pelayanan unggul dan memberikan kepuasan pelayanan kepada pasien. Tujuan kegiatan PkM adalah melakukan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal pada Unit Gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendampingi penyusunan dokumen manual sistem jaminan halal unit gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan PkM ini dilakukan melalui 4 tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai Puskemas mengalami peningkatan pengetahuan khususnya terkait konsep halal yang sesuai serta mengetahui pentingnya dan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia, khususnya pada makanan dan minuman, termasuk pada unit pelayanan kesehatan seperti Puskemas. Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang sebelumnya belum sempurna dilakukan, sekarang telah mengalami peningkatan dan sesuai dengan standar BPJPH.
Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi Susanti, Irma -
Jurnal Surya Vol 13 No 2 (2021): VOL 13 NO 02 AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i2.274

Abstract

Background: Kondisi komplikasi kronis seperti pada diabetes melitus  dengan hipertensi dapat memunculkan masalah baru yaitu multiuse of prescription atau polifarmasi. Penggunaan sejumlah obat bersamaan mempunyai risiko terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan satu dari masalah terkait obat (drug- related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien.Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran adanya interaksi obat.Design: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat non eksperimental. Pengambilan dan pengumpulan data retrospektif didapatkan dari rekam medik. Populasi pada penelitian ini adalah pasien geriatri yang melakukan pengobatan diabetes melitus dengan hipertensi di Puskesmas Lamongan bulan Januari-Maret 2020 sedangkan sampel pada penelitian ini adalah semua data pasien yang masuk dalam kriteria inklusi.Results: Terdapat interaksi obat sebanyak 76% dari 58 data pasien yang didapatkan. Interaksi yang terjadi paling banyak adalah antara metformin dan amlodipin yaitu sebanyak 86,4%, sedangkan kelompok interaksi paling banyak adalah monitor closely yaitu sebanyak 95,5%.Conclusions: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang cukup tinggi pada peresepan pasien dengan diabetes melitus dan hipertensi sehingga sebaiknya penggunaan obat-obat yang memungkinkan terjadinya interaksi dikaji ulang penggunaanya bila mempunyai efek merugikan yang lebih besar daripada efek yang menguntungkan untuk pasien.Keyword: Diabetes Melitus, Geriatri, Interaksi Obat