Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Dinamika Islam Kultural: Studi atas Dialektika Islam dan Budaya Lokal Madura Paisun, Paisun
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.450

Abstract

Throughout the history, it is well-known that the ingress and the progress of Islam in Indonesia, especially in Java and Madura, were held almost without any tension and conflict. Even in the societies with some former belief systems such as Animism and Buddhism, Islam was easily accepted as a religion that brings peace within its teachings. During periods, Islam and local cultures perform a dialectical relationship and give rise to local variances of Islam, such as Javanese Islam, Madurese Islam, Sasak Islam, Sundanese Islam, etc. Those variances of Islam are the result of an acculturation process between Islam with the local cultures. In other word, this process is also called as “inculturation”. These local variances of Islam, further termed as the “cultural Islam” in this paper, have become a characteristics of Indonesian Islamic societies phenomenon which are different from Middle-East’s Islamic society and European Islamic society. This paper discusses about the Madurese Islam, one of these cultural Islam’s variances. Dialectical process between Islam and the local culture of Madura in turn generates a unique Madurese Islam, which is distinctive and esoteric. In its further developments, Islam and Madurese tradition are seen as unity and inseparatable, though people can still distinguish one another. This study seeks to uncover and expose the Islamic cultural dynamics that exist and grow in Madura: how big is the change that occurred, in which part, and what factors underlie these changes. This study provides benefit in enriching our scientific study about Indonesian cultural heritage, especially about the dialectical relationship between Islam and Madurese local culture. Sepanjang sejarah, diketahui bahwa masuknya dan kemajuan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa dan Madura, berlangsung hampir tanpa ketegangan dan konflik. Bahkan di masyarakat dengan beberapa sistem kepercayaan sebelumnya seperti Animisme dan Budhisme, Islam dengan mudah diterima sebagai agama yang membawa kedamaian dalam ajarannya. Selama periode tersebut, Islam dan budaya lokal melakukan hubungan dialektis dan menimbulkan varian Islam lokal, seperti Islam Jawa, Islam Madura, Sasak Islam, Islam Sunda, dan sebagainya. Perbedaan varian Islam tersebut adalah hasil proses akulturasi antara Islam dengan budaya lokal. Dengan kata lain, proses ini juga disebut sebagai "inkulturasi". Variasi Islam lokal ini, yang selanjutnya disebut sebagai "Islam budaya" dalam makalah ini, telah menjadi ciri khas fenomena masyarakat Islam Indonesia yang berbeda dari masyarakat Islam Timur Tengah dan masyarakat Islam Eropa. Tulisan ini membahas tentang Islam Madura, salah satu varian Islam budaya ini. Proses dialektis antara Islam dan budaya lokal Madura pada gilirannya menghasilkan Islam Madura yang unik, yang khas dan esoteris. Dalam perkembangan selanjutnya, tradisi Islam dan Madura dipandang sebagai kesatuan dan tak terpisahkan, meski orang masih bisa saling membedakan. Studi ini bertujuan untuk mengungkap dan mengekspos dinamika budaya Islam yang ada dan berkembang di Madura: seberapa besar perubahan yang terjadi, di bagian mana, dan faktor-faktor apa yang mendasari perubahan ini. Studi ini memberi manfaat dalam memperkaya kajian ilmiah kita tentang warisan budaya Indonesia, terutama tentang hubungan dialektis antara Islam dan budaya lokal Madura.
Peran Wali Kelas dalam Bimbingan Konseling untuk Pembentukan Karakter Akhlakul Karimah Santriwati Syarifah, Syarifah; Nurhasanah, Muwahidah; Sirojuddin, Akhmad; Paisun, Paisun; Wafa, Ali
Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2025): Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi, March, 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/sosaintek.v2i1.7293

Abstract

Expressions of joy, tremendous courage, and a high sense of self-worth all arise in the adolescent phase. As a result, children in this stage often make noisy and irritating noises. Adolescents in this stage have lofty, often unattainable goals and overly optimistic thinking. Their speech, which is often “normal,” becomes unpleasant or pathetic in this phase because they are very sensitive to the opinions of others. When viewed as children, especially young ones, they are highly resented. Based on this description, this research intends to examine how the role of homeroom teachers in guidance and counseling in the formation of the character of Akhlakul Karimah Santriwati Class 2 KMI (Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyah) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 1 Mantingan Ngawi. This research uses qualitative methods which include unstructured interviews, participant and non-participant observations, as well as documentation. From the research that took place at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri campus 1, Mantingan, Ngawi, data processing revealed that homeroom teachers play an important role in the lives of grade 2 students because these students are undergoing a transition period that can lead to crisis. In boarding schools, homeroom teachers act as mentors and counselors, replacing the role of parents. In addition to being teachers and educators, homeroom teachers act as role models and motivators. Homeroom teachers play an important role in moral formation, mental growth, and positive personal development. In addition, homeroom teachers act as confidants and friends to their students, helping them overcome any problems. To improve the morale of their students, homeroom teachers should always provide assistance and counseling to their students before becoming friends and lovers and encouraging them to be more independent and more extreme in handling every problem they face.
REFORMULASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMENEP Mushthafa, M.; Takdir, Mohammad; Syamli, Ah.; Paisun, Paisun
Jurnal Karaton Vol 2 No 1 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep yang dikelola sesuai dengan standar mutu pendidikan nasional. Penelitian ini mengungkap tiga permasalahan utama, yaitu (1) bagaimana kebijakan pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep (2) bagaimana implementasi standar mutu pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep (3) bagaiman dampak kebijakan pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep. Penelitin ini menggunakan metode kualitif-lapangan pada beberapa 8 lembaga tingkat sekolah dasar di Kabupaten Sumenep, yakni di Kecamatan Pragaan dan Kecamatan Batang-Batang. Untuk mengumpulkan data di lapangan, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, bentuk kebijakan pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep, yaitu kebijakan pendirian lembaga baru, penerimaan peserta didik, kesejahteraan guru, dan pemerataan pendidikan tingkat sekolah dasar. Kedua, implementasi standar mutu pengelolaan lembaga pendidikan dasar dilakukan dengan meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, meningkatkan keterampilan, bakat, dan minat siswa, peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan, penerapan sekolah berbasis digital dan literasi, peningkatan pengawasan, monitoring dan evaluasi program sekolah, dan peningkatan skill kepemimpinan kepala sekolah. Ketiga, dampak kebijakan pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep adalah moratorium pendirian lembaga baru, pembatasan pembangunan sekolah, re-grouping lembaga, persaingan dan perebutan murid, dan tertibnya sistem penerimaan siswa baru.
Gadai Berantai dalam Sorotan Hukum Islam: Studi Kasus di Desa Jaddung, Pragaan, Sumenep Efaulamanah; Paisun
Santara: Journal of Islamic Law and Humanity Vol. 1 No. 1 (2025): Islamic Law and Humanity
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/santara.v1i1.126

Abstract

This study examines the wisdom contained in the repetition of the verse "Waylu Yawmaiz li al-Mukazzibin" in Surah al-Mursalat using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. The purpose of this study is to provide new insights into the meaning of the repetition of verses in Surah al-Mursalat. This repetition occurs ten times and is the main focus of this study, which is considered a sign from Allah containing important messages. To reveal this meaning, a semiotic approach is used with Saussure's dyadic theory (two elements). This study uses a library research method with descriptive analytical data presentation. The primary data sources used are Surah al-Mursalat and Ferdinand de Saussure's work, Course in General Linguistics, which has been translated into Indonesian. The results of the research show that: a) The repetition of the verse in Surah al-Mursalat functions as an affirmation and reinforcement of the warning for those who lie, b) The repetition of "Waylu" contains a threat for people who reject the teachings of Allah and the Day of Judgment, and provides a reward for those who are pious, c) The repetition of "Waylu" together with "al-Mukazzibin" reminds us not to lie and deny Allah's decrees, d) The wisdom contained in the Surah al-Mursalat reminds us of the retribution for people who deny the teachings of Allah and the Day of Judgment, as well as being a motivation to do good
Integrasi moderat agama dan sains; Jalan tengah Mehdi Golshani antara mazhab islamis dan instrumentalis Ach. Maimun; Paisun; Ach. Khatib
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.73

Abstract

Relasi antara agama dan sains dalam pemikiran Islam kontemporer masih diwarnai oleh ketegangan antara pendekatan integratif dan pendekatan yang menekankan netralitas sains. Polarisasi ini memunculkan kebutuhan akan kerangka konseptual yang mampu menjembatani kedua posisi tersebut secara proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sains Islam menurut Mehdi Golshani serta mengkaji posisi moderatnya di antara mazhab Islamis dan instrumentalis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan yang dianalisis secara filosofis-komparatif melalui kerangka multidimensi sains. Data diperoleh dari karya-karya utama Golshani dan literatur relevan dalam bidang filsafat ilmu dan sains Islam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sains Islam menurut Golshani merupakan sains yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara selektif pada dimensi metafisika, aspek epistemologis tertentu, teore fundamental, serta orientasi teoretis dan praktis sains. Sementara itu, pada dimensi metodologis dan teore deskriptif, sains tetap bersifat universal dan objektif sehingga tidak memerlukan intervensi nilai agama. Temuan ini menegaskan bahwa Golshani menolak dua posisi ekstrem, yaitu islamisasi total sains dan klaim netralitas absolut sains, dengan menawarkan pendekatan integrasi moderat yang bersifat dialogis dan kontekstual. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam pengembangan filsafat ilmu Islam melalui model integrasi berbasis dimensi sains, serta secara praktis memberikan dasar konseptual bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan agama dan sains secara lebih substantif.
Halal tanpa Label: Implementasi Kaidah Fiqhiyah dalam Transaksi Produk Impor pada Masyarakat Muslim Pedesaan Khazaimah Khazaimah; Maksum Maksum; Paisun Paisun
YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Cv. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/yudhistira.v3i4.1658

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana masyarakat Muslim pedesaan mengimplementasikan kaidah-kaidah hukum Islam untuk mengevaluasi status kehalalan produk makanan impor tanpa sertifikasi formal di Desa Bragung, Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan, penelitian ini menganalisis kerangka penafsiran yang diterapkan ketika masyarakat menyeimbangkan kewajiban religius dan realitas pasar. Temuan mengungkapkan tiga pola implementasi yang berbeda yaitu tekstual-konservatif, kontekstual-moderat, dan utilitarian-pragmatis. Pola ini menunjukkan bagaimana kaidah fiqh seperti asas keberlanjutan hukum asal dan prinsip kepastian berfungsi sebagai alat epistemologis dalam keputusan konsumsi sehari-hari. Penelitian ini juga mengidentifikasi tipologi produk berdasarkan persepsi risiko kehalalan, di mana kaidah yang berbeda diterapkan sesuai dengan kategori produk. Studi ini mendemonstrasikan ketahanan dan adaptabilitas yurisprudensi Islam klasik dalam konteks kontemporer, memberikan wawasan tentang bagaimana sistem pengetahuan tradisional tetap relevan secara fungsional dalam struktur ekonomi global sambil mempertahankan identitas religius.
Ecoliteracy Sampah Pembalut Sekali Pakai pada Santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Abdul Halim; Dila Fitri Nabilla; Paisun Paisun; Lutfi Uswatun Hasanah
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i1.8332

Abstract

The modern community's alarming waste issue is single-use sanitary pads. Every day, 26 tons of sanitary pad waste are generated in Indonesia. Over a year, each person is estimated to produce 300 sanitary pad wastes, totaling around 11,000 wastes throughout their lifetime. In Islamic boarding schools (pesantren), this sanitary pad waste problem also needs immediate attention. At Annuqayah Islamic Boarding School, with a total of 3,468 female students, there is a potential of producing 1,040,400 single-use sanitary pad wastes annually. Hence, reducing sanitary pad waste is crucial. This community service activity aims to reduce single-use sanitary pad waste through minimizing their usage. The method employed in this activity was through the Participatory Action Research (PAR) approach, where students were encouraged to be more environmentally conscious and gradually abandon the use of single-use sanitary pads. The strategies involved in the activity include conducting Focus Group Discussions (FGD), Environmental Film Discussions, Environmental Seminars, training on making environmentally friendly sanitary pads, establishing an environmentally friendly sanitary pad production house, FGDs on policy formulation regarding the implementation of environmentally friendly sanitary pads, and mentoring on the implementation of environmentally friendly sanitary pads in the pesantren. The results of the community service show that this activity successfully increased students' awareness and concern for the environment, enhanced students' knowledge about single-use sanitary pads, provided life skills training on making environmentally friendly sanitary pads, established regulations prohibiting the use of single-use sanitary pads in the pesantren, and implemented the use of environmentally friendly sanitary pads at Annuqayah Islamic Boarding School