Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Keberhasilan Sambung Pucuk Durian (Durio zibethinus) Lokal Aceh Akibat Perlakuan Cara dan Lama Penyimpanan Batang Atas Liwanza, Nasrun; Muksalmina, Muksalmina; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy
Agrium Vol 16 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.5869

Abstract

Sambung pucuk merupakan salah satu teknik penyambungan yang biasa digunakan pada perbanyakan tanaman durian. Kendala utama pada saat penyambungan adalah  jarak antara tempat pembibitan untuk  pengerjaan sambungan (sumber batang bawah) dan pohon induk unggul lokal Aceh (sumber batang atas).  Tempat penyambungan dan pohon induk  biasanya berjauhan, bahkan  bisa sampai berbeda pulau. Selain itu, jumlah tanaman yang akan disambungkan sangat banyak sehingga sulit diselesaikan dalam waktu satu hari.  Oleh karena itu batang atas harus dikemas kembali dan disimpan, karena tertundanya waktu penyambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara dan lama waktu penyimpanan batang atas terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman durian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama  adalah  cara penyimpanan batang atas (P) terdiri dari 2 jenis yaitu batang atas tanpa dibungkus kertas koran (P1), dan batang atas yang dibungkus kertas koran (P2). Faktor kedua adalah lama penyimpanan batang atas (L) terdiri dari 6 taraf yaitu  batang atas langsung disambungkan (L0), disimpan satu hari (L1), disimpan dua hari (L2), disimpan tiga hari (L3), disimpan empat hari (L4), dan disimpan lima hari (L5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor cara penyimpanan batang atas (dibungkus dan tidak dibungkus koran) secara tunggal tidak memberikan pengaruh di semua peubah yang diamati. Faktor lama penyimpanan batang atas secara tunggal berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit durian hasil sambungan. Batang atas dapat disimpan paling lama hanya 2 hari. Semakin lama batang atas disimpan sebelum disambungkan, akan menurunkan tingkat keberhasilan sambungan. Kombinasi perlakuan antara cara dan lama penyimpanan batang atas tidak memberikan pengaruh di semua peubah yang diamati.
Prediksi erosi metode USLE pada berbagai tutupan lahan di Sub-DAS Krueng Simpo Yuanda, Ayi Riska; Akbar, Halim; Yusra, Yusra; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25541

Abstract

Erosi merupakan peristiwa pelepasan partikel tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami seperti aliran air dan angin. Penelitian ini dilaksanakan di Sub-DAS Krueng Simpo Kabupaten Bireun. Salah satu metode yang umum digunakan untuk memprediksi tingkat erosi adalah metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemanfaatan dan penggunaan lahan pada suatu daerah sehingga dapat diterapkan di Sub-DAS Krueng Simpo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei yang terdiri dari empat tahap yaitu, (1) tahap persiapan; (2) survei pendahuluan; (3) survei utama; dan (4) analisis data dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya erosi di Sub-DAS Krueng Simpo dengan menggunakan Metode USLE Adalah 725,22 t ha-1 y-1 dengan erosi toleransi 38,27 t ha-1 y-1. Semua SPL di lokasi penelitian dengan tutupan lahan kebun campuran dan pertanian lahan kering memiliki nilai erosi diatas batas toleransi sehingga dilakukan teknik konservasi dengan pembuatan teras gulud dan penanaman cover crop pada lahan tersebut.
Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Suyansyah, Istover; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.