Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PROFIL MISKONSEPSI MATERI EVOLUSI SISWA KELAS XII IPA SMA DAN MA DI KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Anandita Eka Setiadi; Ari Sunandar; Hanum Mukti Rahayu; Mahwar Qurbaniah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i1.3906

Abstract

Studens at Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, have difficulty in understanding the material of evolution, this is an indication that students are getting misconception, so to solve the problem we need to do an analysis. One of the instruments that can be used to identify misconception is a Three Tier Test. These research aim, to analyze student misconception on evolution material using Three Tier Test at SMA and MA in Kabupaten Kubu Raya. The method that used is descriptive method with qualitative approach. The subjects of the research were students of grade 12 IPA SMAN 1 Sungai Kakap, SMAN 3 Sungai Kakap, MAN 1 Kubu Raya, and MA Al Mustaqim, 2016/2017 in academic year, which consists 144 students. Data collecting techniques that we used was three tier tests. Results show that in SMA the average percentage of students who misconception is 32,09%, in MA the average percentage of students who misconception is 40,46%. The highest percentage of misconception is in evolutionary mechanism concept, 44.86% at SMA students and 52,96% at MA student. Misconception on Darwin's theory of evolutionary concept is 32.35% at SMA students and 26,32% at MA student. On the concept of evidence for evolution is 19.06% at SMA student and 42,11% at MA student
Pendekatan CTL Terhadap Sikap Ilmiah Pada Materi Ciri-ciri Makhluk Hidup Kelas VII MTs Mathla'ul Anwar Heny Jayanti; Arif Didik Kurniawan; Ari Sunandar
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i1.1417

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemauan guru untuk memperbaiki pembelajaran dikarenakan rendahnya sikap ilmiah siswa kelas VII MTs Mathla’ul Anwar Pontianak pada pelajaran biologi. pembelajaran kontekstual atau yang dikenal dengan CTL ( Contextual Teaching and Learning) adalah suatu strategi mengajar dimana konsep yang sedang dipelajari diberikan dalam situasi nyata sehingga siswa memahami konsep tersebut dan melihat keterkaitannya dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap ilmiah siswa kelas VII pada materi ciri-ciri mahluk hidup yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran CTL dan mengetahui pengaruh pembelajaran CTL terhadap sikap ilmiah siswa kelas VII MTs Mathla’ul Anwar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi tidak langsung dan teknik observasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar angket dan observasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah effect size dan analisa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa MTs Mathla’ul Anwar Pontianak kelas kontrol dan kelas eksperimen  pada pelajaran biologi didapat nilai rata-rata tiap sikap ilmiah pada kelas eksperimen diperoleh nilai sebesar 71,81 sedangkan kelas kontrol diperoleh nilai lebih rendah yaitu sebesar 60,75. Pengaruh pembelajaran CTL terhadap sikap lmiah siswa maka dilakukan perhitungan effect size. Berdasarkan perhitungan dengan effect size  diperoleh nilai 2,89 yang termasuk kriteria tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan sigmifikan perolehan sikap ilmiah yang diajarkan dengan pembelajaran CTL dan Pembelajaran Konvensional. Hal ini terlihat dari hasil uji statistik U-Mann Whitney bahwa taraf signifikan 0,00 < 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan antara kelas ekperimen dan kelas kontol.
Minat Belajar Siswa Terhadap Materi Perubahan Lingkungan Menggunakan Media Pembelajaran Powtoon Di Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Mayasari Mayasari; Nuri Dewi Muldayanti; Ari Sunandar; Mahwar Qurbaniah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1365

Abstract

The purpose of this study was to determine student interest in environmental change using Powtoon learning media in class X SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. This research is a qualitative descriptive study using the Simple Random Sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The sample in this study amounted to 72 students. The results obtained from this study, namely X IPA SMA Muhammadiyah 1 Pontianak obtained the results of the percentage of interest, namely 66.04% in the high category. The happy feeling indicator obtained from X IPA is 67.48% in the high category. The indicator of student involvement obtained by X IPA is 59.92% in the medium category. The indicator of student attention obtained by X IPA is 65.63% in the high category. The indicator of student interest obtained by X IPA is 71.50% in the high category. The results of the study concluded that students' interest in learning about environmental change using Powtoon learning media in class X SMA Muhammadiyah 1 Pontianak had a high-interest category.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROYEK DALAM PEMBUATAN GEL HAND SANITIZER DAUN KESUM PADA MATERI BIOTEKNOLOGI SISWA XII TAMAN MULIA Hani Sri Wahyuni; Mahwar Qurbaniah; Ari Sunandar; Agistha Wulandari
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 13, No 2 (2022): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v13i2.6341

Abstract

biology teachers at Taman Mulia Kubu Raya School,  project-based student worksheets (LKPD) in making hand sanitizer gels and teachers also did not have experience in making kesum leaf hand sanitizer gels. This study aims to develop a project-based LKPD manufacture of kesum leaf hand sanitizer gel on biotechnology materials.  Research is the development of Thiagrajan with amodified 4D model into 3D. student worksheets (LKPD) manufacture of hand sanitizer gels that are developed are feasible based on percentage of eligibility for media, material, and language experts are 92.87%, 84.88%, and 83.33%, respectively, with very decent criteria, can be used but need a little revision. The percentage of the questionnaire responses to the initial scale test and the large scale test were 89.99% and 92.70%, respectively, with very good the learning process. the results obtained, it shows that the student worksheets (LKPD) for students biotechnology materials.Kata kunci: Daun kesum, Hand Sanitizer, LKPD.
Pemanfaatan Habitat oleh Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Gunung Palung sebagai Sumber Belajar Biologi Yoga Febriyanda; Ari Sunandar; Anandita Eka Setiadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 5 (2022): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i5.1869

Abstract

One of the most distributed primate species in Gunung Palung National Park is the long-tailed monkey (Macaca fascicularis). This study aims to determine habitat characteristics, daily activities, use of habitat as a source of food by long-tailed monkeys, and potential use of habitat by long-tailed monkeys in Gunung Palung National Park as a source of learning biology. The study was conducted using the observation method with focal animal sampling data collection techniques in two transects. The results show that the habitat characteristics have a position that is not far from the watershed (watershed) and belongs to the alluvial forest area. The vegetation condition is dominated by trees from the Angiospermae sub-division which is divided into 12 families. The result of the frequency of resting activity is the highest daily activity among the 4 types of activity observed, which is 48 times. While the plant species that became the highest source of diet trees was Blumeodendron tokbrai, with a percentage of 55.56%. Judging from the results of 7 respondents who came from high school teachers in North Kayong Regency, Gunung Palung National Park was suitable as a learning resource. The requirements of learning resources, namely clarity of potential, conformity with learning objectives, the accuracy of targets, clarity of exploration guidelines, and clarity of expected gains, the results of the study on Habitat Utilization by Long-Tailed Monkeys in Gunung Palung National Park in achieving basic competencies in the spatial material scope of biology, various levels of biodiversity, plants, and materials ecology can be used as a learning resource for high school biology class X
Efektivitas Media Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Riska Citra Miranda; Anandita Eka Setiadi; Ari Sunandar
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i2.6396

Abstract

Pemanfaatan media memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga memperlancar serta meningatkan proses dan hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang umumnya digunakan guru di MTs Negeri 2 Mempawah adalah media power point, sedangkan media animasi merupakan media yang memiliki kelebihan yang dapat menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan media power point. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Bentuk penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan None Equivalent Control Group Design. Penentuan kelas kontrol dan eksperimen menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan soal pretest-posttest, yang dianalisis dengan uji t dan effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa yang diajar menggunakan media animasi memperoleh nilai sebesar 34,23 sedangkan siswa yang diajarkan menggunakan media PPT memperoleh nilai sebesar 12,81. Selisih nilai gain kedua kelas tersebut sebesar 21,42. Hasil uji independent samples test yang didapatkan taraf signifikan 0,000<0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah media animasi terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia dikelas VIII MTs Negeri 2 Mempawah. Rata-rata nilai postest kelas eksperimen (83,19) lebih besar dibanding rata-rata nilai postest kelas kontrol (60,73). Berdasarkan hasil uji-t, diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan media video animasi dan media ppt. Nilai effect size (ES) yang diperoleh sebesar 2,48 dengan interpretasi cohen’s kategori besar.
IDENTIFIKASI POTENSI LOKAL KAPUAS HULU SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI SMA yudiaztu panca; ari sunandar; hanum mukti rahayu
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2023): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v5i1.2333

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal yang ada di daerah Kapuas Hulu sebagai sumber belajar biologi yang sesuai dengan kompetensi dasar pada kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei melalui pendekatan deskriptif eksploratif. Partisipan dalam Penelitian ini adalah guru biologi dari 3 sekolah menengah atas di kecamatan Putussibau kabupaten Kapuas hulu yang berjumlah 5 orang guru. Pemilihan sample menggunakan Teknik purposive sampel. Instrument penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi berupa gambar. Hasil kajian terdapat 14 potensi lokal di kabupaten Kapuas hulu. Terdiri dari 6 jenis sumber daya alam 3 flora 3 fauna, 1 Kawasan konservasi, 3 kuliner, 1 seni, 2 kerajinan dan 1 upacara adat. Pengelompokkan potensi lokal dapat dikaitkan dengan mata pelajaran biologi di SMA. Potensi lokal dapat dikategorikan pemanfaatannya dalam bidang Pendidikan, yaitu sumber daya alam dan Kawasan konservasi dapat di jadikan sebagai kegiatan praktikum pada pembelajaran dengan bantuan (LKPD), selanjutnya kuliner lokal dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan praktikum pada perangkat pembelajaran (RPP), potensi lokal seni, kerajinan dan upacara adat dapat dijadikan sebagai referensi tambahan untuk program pengayaan perangkat pembelajaran ( RPP).
Development of a Pocket Book Based on Mind Mapping on Material Classification of Class VII Living Things Nurul Fahriza; Ari Sunandar; Hanum Mukti Rahayu
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.25

Abstract

The presence of learning media in teaching and learning activities has an important meaning. This study aims to develop a pocket book media based on mind mapping on class VII living things classification material. This research uses the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection was carried out using a validated questionnaire for material experts, linguists, media experts, and student response questionnaires. The results showed that the developed mind mapping-based pocket book media scored 85% for the media aspect (very feasible), 85% for the language aspect (very feasible), and 94% for the material aspect (very feasible). While the results of student responses used 2 development trials, namely small-scale trials of 90.96% (Very Positive) and large-scale trials of 92.41% (Very Positive). It can be concluded that the pocketbook media developed is very feasible and gets a very positive response from students so it can be used in learning class VII living things classification material.
Pelatihan media pembelajaran Articulate Storyline bagi guru SMA di kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya Hanum Mukti Rahayu; Diana Diana; Ari Sunandar; Mahwar Qurbaniah; Anandita Eka Setiadi; Ahmad Faisal Amri; Delva Hernanda
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 4 No 1 (2023): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v4i1.7365

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya transfomasi pembelajaran dari luring menjadi daring. Perubahan tersebut membawa konsekuensi yaitu berkembangnya penggunaan perangkat pembelajaran berbasis digital. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan yaitu articulate storyline, yang dapat memfasilitasi guru dalam membuat media ajar berbasis digital. Sehingga dapat mengakomodir peserta didik dalam proses pmebelajaran. Berdasarkan letak geografis, sebagian besar Sekolah Menengah Atas (SMA) diwilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berada pada daerah dengan cakupan jaringan internet yang memadai. Namun, pembuatan media ajar berbasis digital belum banyak dilakukan oleh guru diarea tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan guru di wilayah Kota Pontianak dan Kabuaten Kubu Raya. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian yaitu; kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline; praktik dan pendampingan pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline; dan evaluasi kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 21 guru yang berasal dari 10 SMA Negeri dan Swasta di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Hasil angket menunjukkan bahwa  84,6% peserta pelatihan belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan Articulate Storyline, 92,3% materi pelatihan yang diberikan menambah pengetahun baru bagi peserta, 76,9% peserta menilai kegiatan pelatihan dapat dilakukan kembali kepada para guru lainnya dan dapat membantu guru dalam menyiapkan media ajar, 92,3% peserta menilai materi pelatihan relevan untuk pembelajaran di era blended learning, dan 100% peserta setuju untuk menerapkan materi pelatihan dalam membuat media ajar.
Augmented Reality-Based Lactic Acid Bacteria Diversity Flash Card Traditional Pakati'ng Rape’ Food Raden Salwa; Hanum Mukti Rahayu; Ari Sunandar
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 56 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v56i2.64268

Abstract

The impact of the Industrial Revolution 4.0 on education is to position education for modern learning. Modern learning must certainly involve learning media that can optimize the learning process. This study aims develop flash card media of lactic acid bacteria diversity of traditional food Pakati’ng Rape’ based on augmented reality. This research uses a research and development (R&D) method with the Alessi and Trollip development model and involves 9 validators to validate flash card learning media. This research instrument uses validation sheets consisting of language validation sheets, media validation sheets and material validation sheets with quantitative analysis techniques. For the practicality test, there is a student response questionnaire instrument. The results of this study are the development of flash card media diversity of lactic acid bacteria traditional food Pakati’ng Rape’ based augmented reality has been declared feasible with an average of 90.39% (is very practical). Based on the result of student responses, the average wa 79% (practical) in the small-scale test and 80% (practical) in the large-scale test. Flash card media diversity of lactic acid bacteria tradisional food Pakati’ng Rape’ based on agumented reality to be valid and practical so that it can be used in learning.