Articles
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI MELALUI METODE PENYULUHAN
Strahmawati Hamzah;
Sitti Nurul Hikma Saleh;
Hamzah B
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 2 (2022): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jpmk.v3i2.234
Masalah kesehatan masyarakat khususnya yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Kesadaran masyarakat tentang petingnya kesehatan masih cenderung tidak merata disetiap daerah termasuk masalah hipertensi yang masih dominan dimasyarakat. Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah hipertensi adalah dengan meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat kelurahan Mogolaing. Studi pendahuluan menunjukkan masalah hipertensi masih menjadi masalah dominan dimasyarakat dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi masih rendah. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi melalui penyuluhan kesehatan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan media leaflet. Tahapan kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah 20 orang yang masuk kelompok rentan penyakit hipertensi. Hasil penyuluhan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi dengan perbedaan rata-rata skor pengetahuan pada saat pre-test dan post-test adalah 5,67. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi setelah diberikan penyuluhan kesehatan menunjukkan masyarakat telah berupaya untuk berperilaku positif. Perilaku positif masyarakat tentang hipertensi dapat timbul karena adanya kesesuaian reaksi atau respon terhadap stimulus yang diberikan. Peran aktif kader sangat penting untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat secara rutin, dan bersama-sama dengan masyarakat menyebarluaskan informasi tentang hipertensi sebagai keberlanjutan dari program.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) PADA MAHASISWA DI KOTAMOBAGU
Strahmawati Hamzah;
Hamzah B
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.385 KB)
|
DOI: 10.37905/jpkm.v2i1.11835
Di Indonesia proporsi aktivitas fisik hanya mengalami kenaikan sebesar 7,4% dari 26,1% menjadi 33,5%. Sosialisasi dua kegiatan utama GERMAS yaitu aktivitas fisik dan konsumsi buah dan sayur harus terus digalakkan untuk mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan mengubah perilaku negatif menjadi positif. Perlu suatu terobosan yang melibatkan masyarakat didalam suatu program dengan tujuan memandirikan masyarakat untuk berperilaku sehat. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan perilaku positif mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu melalui kegiatan GERMAS. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan melibatkan 65 mahasiswa dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang menekankan pada dua pesan pokok GERMAS yaitu aktivitas fisik dan pembiasaan konsumsi buah san sayur. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa untuk melakukan senam sehat bersama dan makan buah secara serentak. Hasil kegiatan terdapat perubahan pengetahuan dan perilaku peserta tentang GERMAS yang dapat dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan pos-test, dengan serta kemauan mahasiswa untuk melakukan senam bersama dan ikut gerakan konsumsi buah secara serentak.Melalui kegiatan senam sehat bersama dan makan buah serentak menempatkan mahasiswa menjadi bagian dari program GERMAS sehingga ini akan menguatkan upaya promotif dan preventif melalui program GERMAS. Kesimpulan kegiatan gerakan senam sehat bersama, gerakan makan buah serentak (GERTAK) yang digalakkan terbukti efektif meningkatkan perilaku positif mahasiswa. Pemberdayaan melalui kegiatan GERMAS telah meningkatkan kesadaran dan kemampuan mahasiswa untuk berperilaku hidup sehat.Saran dari kegiatan ini adalah keberlanjutan program yang telah digalakkan untuk mahasiswa rutin melakukan gerakan senam sehat bersama dan rajin mengkonsumsi buah dan sayur.Kata Kunci: GERMAS; Senam Sehat; Makan Buah; Pemberdayaan; Mahasiswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA STIKES GRAHA MEDIKA
Hamzah B;
Rahmawati Hamzah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.254 KB)
|
DOI: 10.24269/ijhs.v4i2.2641
Salah satu masalah kesehatan terbesar yang memiliki dampak pada kinerja akademik adalah masalah stres akademik. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terhadap stres yang berasal dari kehidupan akademik. Stres yang biasanya dialami mahasiswa disebabkan adanya tuntutan kehidupan dan tanggung jawab akademik. Perubahan sistem pembelajaran online selama pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa memperoleh tugas yang lebih banyak dan jadwal perkuliahan yang padat. Penelitian ini menggunakan design cross sectional study. Responden sebanyak 204 mahasiswa ditarik dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang terdiri dari data demografi dan pernyataan mengenai level stres akademik dengan Depression Anxiety and Stress Scale 42 yang telah dimodifikasi. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat stres sedang (34,8%), nilai variabel usia p value = 0,001, beban kuliah p value = 0,045, indeks prestasi p value = 0,302, dan status tempat tinggal p value = 0,166. Sehingga terdapat hubungan antara usia dan beban kuliah dengan stres akademik pada mahasiswa. Mahasiswa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan maka akan berakibat pada gangguan kemampuan melakukan adaptasi terhadap stressor yang diterima dari proses akademik.
Analysis of Factors Associated with IUD KB Acceptors at the Health Center Poyawa Besar
Strahmawati Hamzah;
Hamzah B
Journal of sciences and health Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Sciences and Health
Publisher : Politeknik Karya Persada Muna
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54619/jsh.v1i3.78
Baground: The high rate of population growth is the main problem faced by Indonesia in the field of population. Uncontrolled population growth rate can lead to health problems and population problems. One of the efforts made by the government to suppress the rate of population growth is the long term family planning program such as the IUD. In fact, the use of IUDs is still lacking because it is influenced by low knowledge and lack of husband support. The purpose of this study was to determine the factors associated with IUD KB acceptors at the Health Center Poyawa Besar in Kotamobagu. Method: The type of research used is analytic observational with a cross sectional study design. The sample in this study was 51 respondents, obtained by accidental sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed by univariate and bivariate with chi square test. Results: The results showed that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.001) and husband’s support (p = 0.000) with IUD family planning acceptors at the Health Center Poyawa Besar in Kotamobagu. Knowledge and the husband's support can influence a person in choosing contraceptives to use. Conclusions: Factors related to IUD family planning acceptors at the Puskesmas Pembantu Poyowa Besar are the level of knowledge and husband's support. Keywords: Knowledge, husband support, family planning
HUBUNGAN PENGGUNAAN AIR BERSIH DAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA
Hamzah B;
Strahmawati Hamzah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2078
ABSTRACT Diarrhea is still a health problem in the world, there are about 2 million cases of diarrhea worldwide every year, and 1,9 million children under five years die from diarrhea every year. Diarrhea in Indonesia is an endemic disease and it is very potential for Extraordinary Events to occur. Diarrhea was the 3rd highest infectious disease in North Sulawesi in 2016 with a total of 23,881 cases. This study aims to analyze the relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu City. This study used a cross sectional study design with a total sample of 130 children under five. The subject of this research is the mother/the closest person to the toddler. The sampling technique used is simple random sampling. The data collection instrument used a questionnaire and an observation sheet. The data were then analyzed by univariate and bivariate using chi square test. The results showed that there was a relationship between the use of clean water and the incidence of diarrhea in children under five (p = 0,036
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA SISWI SMAN 1 LOLAK
Strahmawati Hamzah;
Hamzah B
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2094
ABSTRACT Data from the World Health Organization shows that the incidence of dysmenorrhea is quite high throughout the world. The average incidence of dysmenorrhea in young women is between 16,8%-81%. The prevalence of adolescent girls in Indonesia is that the incidence of dysmenorrhea is 64,25%, consisting of 54,89% primary dysmenorrhea and 9,36% secondary dysmenorrhea. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of dysmenorrhea in SMA Negeri 1 Lolak. This study used an analytic observational design with a cross sectional study design with a sample size of 68 respondents. The sampling technique used was total sampling. Data for each variable was collected using a questionnaire through interviews and then the data was then analyzed by univariate and bivariate with chi square test. The results of research conducted at SMAN 1 Lolak showed that there was a relationship between the age of menarche and the incidence of dysmenorrhea in class XI students (p = 0,030 < 0,05), there was a relationship between family history and the incidence of dysmenorrhea in class XI students (p = 0,039 < 0,05), and there is a relationship between exercise habits and the incidence of dysmenorrhea in class XI students (p=0,024
Analisis Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu
Hamzah B;
Hairil Akbar
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/kujkm.v6i1.854
Latar belakang:Skabies merupakan penyakit kulit yang masih sering dijumpai di Indonesia dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Angka prevalensi skabies diseluruh dunia dilaporkan sekitar 300 juta kasus per tahun dimana di Indonesia skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan mandi dan kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu tahun 2018.Metode Penelitian:Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Acidental Sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada responden dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil:Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara kebiasaan mandi dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu (p=0,007<0,05) dan ada hubungan antara kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu (p=0,009<0,05).Kesimpulan:Ada hubungan antara kebiasaan mandi dan kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu tahun 2018.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA KESEHATAN TENTANG UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
Hamzah B
Bali Health Published Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (630.151 KB)
|
DOI: 10.47859/bhpj.v2i1.113
Latar Belakang: Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran covid-19, maka diperlukan peran semua pihak untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Mahasiswa dapat mengambil peran untuk selalu aktif memberikan informasi terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dimasyarakat. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa STIKES Graha Medika dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kotamobagu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif menggunakn teknik accidental sampling dengan jumlah responden 107 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diisi melalui google form. Data dianalisis menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil: hasil penelitian didapatkan mayoritas usia responden adalah 15-20 tahun sebanyak (63,5%), responden terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan sebanyak (90,7%), dari 107 mahasiswa yang menjadi responden terdapat (91,6%) yang mempunyai pengetahuan baik dan terdapat (8,4%) yang mempunyai pengetahuan kurang baik tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19, selanjutnya terdapat (94,4%) mahasiswa yang mempunyai sikap positif dan (5,6%) mahasiswa yang mempunyai sikap negatif tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa STIKES Graha Medika mempunyai pengetahuan yang baik (91,6%) dan sikap positif (94,4%) tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kotamobagu.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Stunting di Desa Tobela Kecamatan Porehu
Hamzah B;
St. Rahmawati Hamzah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Alesha Media Digital
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1009.026 KB)
|
DOI: 10.59025/js.v2i1.66
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang terjadi sejak janin hingga anak umur dua tahun. Secara nasional prevalensi balita stunting di Indonesia adalah 30,8% dan di Sulawesi Tenggara sebanyak 30,2%. Angka ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan angka yang dianjurkan WHO yaitu <20%. Pemantauan kasus stunting dapat dilakukan melalui pengukuran antropometri di Posyandu. Meskipun ibu sudah datang ke posyandu, akan tetapi kesadaran dan pengetahuan ibu tentang stunting masih rendah. Penyuluhan kesehatan sebagai media edukasi dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan ibu dalam melakukan pencegahan stunting. Waktu pelaksanaan pada hari Kamis 15 September 2022 di Posyandu Desa Tobela yang dihadiri 18 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting, dimana sebelum dilakukan penyuluhan skor pengetahuan adalah 9,42 dan setelah dilakukan penyuluhan skor pengetahuan adalah 18,35 dengan perbedaan rata-rata skor pengetahuan adalah 8,93. Sebagai kesimpulan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya pencegahan stunting.
Hubungan Activity Of Daily Living (ADL) Dengan Keseimbangan Tubuh Pada Lansia Diposyandu Lansia
jikrun jaata;
Cici Prisilia Singal;
Hamzah B;
Echa Effendy Siswanto Amir
Nursing Inside Community Vol. 5 No. 1 (2022): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses penuaan menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Lansia aktif akan banyak bergerak sehingga memicu kontraksi otot, sintesis protein kontraktil lebih cepat, selanjutnya akan meningkatkan filamen aktin dan miosin pada miofibril yang menyebabkan massa otot meningkat, kekuatan otot yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan Activity of Daily Living (ADL) dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Posyandu Lansia. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan tipe penelitian cross sectional. uji normalitas menggunakan kolmogorov-smirnov, uji korelasi menggunakan rank spearmen. Indeks barthel digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas hidup sehari-hari dan time up go test untuk mengukur keseimbangan tubuh pada lansia. hasil : tersedia 4 responden dengan kemampuan mandiri, ketergantungan sedang sebanyak 62 orang dan ketergantungan ringan sebanyak 49 orang, ketergantungan berat sebanyak 4 orang. skor TUG normal sebanyak 5 orang dan 114 orang tidak normal. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank spearmen diperoleh nilai p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai p-value < 0,05. yang berarti Hₒ ditolak maka ada hubungan Activity Of Daily Living (ADL) dengan keseimbangan tubuh pada lansia diposyandu lansia UPTD puskesmas motoboi kecil kelurahan motoboi kecil. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara aktivitas hidup sehari-hari (ADL) dengan keseimbangan tubuh pada lansia di posyandu lansia UPTD puskesmas motoboi keecil kelurahan motoboi kecil. Untuk lansia yang ada di kelurahan motoboi kecil agar tetap melakukan aktivitas sehari-hari agar bagian tubuh bisa bergerak dan tidak ada gangguan imobilitas dan tetap mengontrol kesehatan ke posyandu lansia ataupun ke puskesmas terdekat.