Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Bank Sampah Sebagai Salah Satu Solusi Pengelolaan Sampah Anorganik Di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Carina Sarasati; Tri Susetyo Andadari; Taufiq Rizza Nuzuluddin; Maria Rosita Maharani; Adi Sasmito
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 2 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i2.239

Abstract

To create a clean tourist village, the people of Kandri Village carry out waste management using the 3R system (reduce, reuse, recycle). This system takes the form of a waste bank that effectively manages inorganic waste while providing economic benefits for the surrounding community. One of the active waste banks in Kandri Village, Gunungpati District is the "Nuri" Waste Bank which is located at RT 09 RW 04. To develop inorganic waste management at this waste bank, it is necessary to socialize and build an inorganic waste storage space which is carried out in the form of 'Devotion' activities. to Society'. The method includes physical construction and socialization of inorganic waste management at the "Nuri" Waste Bank. The final result of this activity is the development of a physical building for storage space for segregated and weighted inorganic waste at the "Nuri" Waste Bank before it is collected by officers. Another result is the socialization of the management of the "Nuri" Waste Bank which is expected to increase community participation and provide environmental and economic benefits, especially for the people of Kandri Village, Gunungpati District.
DESIGN OF MARINA BEACH TOURISM AREA WITH A MODERN APPROACH PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI MARINA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Adi Wicaksana, Satria; Anityas Dian Susanti; Adi Sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 1 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i1.149

Abstract

Pantai Marina di Semarang merupakan destinasi wisata pantai yang memiliki daya tarik utama berupa pemandangan Laut Jawa dan berfungsi sebagai ruang rekreasi publik. Sebagai bagian dari kota besar di Indonesia, kebutuhan akan kawasan wisata pantai yang nyaman dan modern menjadi penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata. Penelitian ini berfokus pada perancangan kawasan wisata Pantai Marina dengan pendekatan Arsitektur Modern, yang mengutamakan kesederhanaan bentuk, efisiensi ruang, dan fungsionalitas. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta analisis kondisi eksisting untuk mengidentifikasi potensi pengembangan kawasan. Hasil dari perancangan ini mencakup pengoptimalan ruang publik, pengembangan fasilitas wisata, serta perancangan villa sebagai akomodasi bagi pengunjung. Dengan pendekatan Arsitektur Modern, desain kawasan wisata ini menonjolkan keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan Pantai Marina tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengalaman wisata tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Dengan mengintegrasikan elemen modern dalam desain arsitektur, kawasan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih baik serta mempertahankan nilai historis dan ekologis pantai. Perancangan kawasan wisata Pantai Marina berbasis Arsitektur Modern bertujuan untuk menciptakan lingkungan wisata yang lebih fungsional, estetis, dan nyaman, sekaligus tetap menjaga keseimbangan dengan kondisi alam dan budaya setempat.
DESIGN OF A TYPE C HOSPITAL IN SALATIGA WITH THE APPLICATION OF JAVANESE NEO-VERNACULAR ARCHITECTURE PERANCANGAN RUMAH SAKIT TIPE C DI SALATIGA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR JAWA Pratama, Fiki Reza; Anityas Dian Susanti; Adi Sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.162

Abstract

Kebutuhan layanan kesehatan di Kota Salatiga menunjukkan peningkatan signifikan seiring pertumbuhan penduduk dan perluasan cakupan layanan. Meskipun ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Salatiga terlihat mencukupi secara statistik (848 bed untuk 198.372 jiwa), kenyataannya kota ini turut menampung pasien dari Kabupaten Semarang bagian selatan, yang berpenduduk sekitar 1 juta jiwa. Jika dikombinasikan, total populasi mencapai 1,19 juta jiwa, sementara berdasarkan standar WHO, diperlukan setidaknya 1.198 tempat tidur. Dengan kekurangan sekitar 350 tempat tidur, maka pembangunan Rumah Sakit Tipe C menjadi kebutuhan mendesak. Penelitian ini mengusulkan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular Jawa dalam perancangan rumah sakit tersebut. Gaya arsitektur ini merupakan adaptasi kontemporer dari arsitektur tradisional Jawa yang mengutamakan harmonisasi nilai budaya lokal dengan kebutuhan fungsional dan teknologi modern. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen seperti bentuk rumah Jawa dan material lokal, pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan desain rumah sakit yang kontekstual, ramah lingkungan, serta lebih diterima oleh masyarakat setempat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain fasilitas kesehatan yang tidak hanya memenuhi standar teknis, namun juga memperhatikan identitas budaya dan kearifan lokal.