Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tinjauan Kuat Tekan Beton Berupa Serat Ban Bekas dan Pozolan Di Dalam Agregat Halus Harry, Aulia; Bunyamin, Bunyamin; Idroes, Imransyah; Hady, Munirul; Pramanda, Heru; Munirwan, Reza Pahlevi
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v9i2.8386

Abstract

Pemanfaatan limbah sebagai bahan pengganti atau bahan tambahan pada campuran beton dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan. Salah satu limbah yang telah banyak dimanfaatkan oleh peneliti dalam beton adalah ban bekas. Serat yang ada dalam ban bekas digunakan sebagai bahan tambah terhadap semen maupun agregat. Namun, beberapa penelitian menunjukkan kekuatan beton menurun. Pada penelitian ini, serat ban bekas dikombinasikan dengan bahan lain yang mengandung silika yaitu pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kuat tekan beton yang menggunakan pozzolan sebagai pengganti sebahagian agregat halus sebesar 10% dan serat ban bekas sebagai bahan aditif sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Bahan Pozolan yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, sedangkan serat ban bekas kendaraan berasal dari Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium, dengan kuat tekan betn rencana sebesar 17,00 MPa, dengan benda uji berjumlah 20 buah, di mana setiap variasi terdiri dari 5 benda uji. Pengujian berupa kuat tekan beton terhadap perendaman benda uji selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% berturut-turut didapatkan sebesar 18,29 MPa, 12,23 MPa, 11,82 MPa, dan 10,84 MPa. Kuat tekan beton menurun, hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah serat ban bekas yang ditambahkan ke dalam beton, sehingga daya ikat antar serat dan semen menjadi tidak baik.
Evaluasi Kinerja Persimpangan Akibat Adanya Fly Over Simpang Surabaya Terhadap Arus Lalu Lintas Mahendra, Akhiar; Heru Pramanda; Munirul Hady
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i1.718

Abstract

Salah satu titik kemacetan persimpangan kota Banda Aceh terletak pada ruas Jalan Tgk. Chik Ditiro sebelah Barat Menuju Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Tgk. Imuem Luengbata sebelah Timur Menuju Luengbata, jalan T. Hasan Dek sebelah Utara Menuju Jambo tape dan jalan Dr.Mr. Mohd Hasan sebelah Selatan menuju Batoh yang di kenal dengan Simpang Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahuiperanan dari fly over Simpang Surabaya serta dampak adanya fly over terhadap kinerja persimpangan pada saat ini. Dalam hal ini ruang lingkup permasalahan dibatasi pada Volume Lalu Lintas, Kapasitas Simpang dan Tundaan/Delay. Penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapat data primer dan data sekunder. Kinerja Simpang Bersinyal diolah dengan menggukan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, Menghitung nilai parameter kinerja simpang Surabaya berdasarkan jam sibuk selama 3 Hari yaitu Senin, Kamis dan Sabtu, dengan periode waktu 2 jam saat pagi, siang dan sore hari, sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian– penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan kinerja persimpangan akibat adanya Fly Over. setelah dilakukan survey maka simpang surabaya banda aceh di peroleh hasil volume tertinggi hari senin yaitu 2.472,6 kend/jam dengan rincian Volume lalulintas yang sudah di Ekivalensikan pada lengan Utara 1.180,1,Selatan 754,4, Barat 289,4, Timur 248,7. Kapasitas pada lengan Utara 1.929,52, Selatan 1.555,26, Barat 958,08, Timur 555,3. Lalu Derajat Kejenuhan (DS) Utara 0,61, Selatan 0,48, Barat 0,30, Timur 0,44. Dan Tundaan Utara 5,01, Selatan 5,01, Barat 5,01, Timur 5,01. Dengan mengkalikan total Volume lalu lintas dengan Tundaan maka di peroleh hasil tingkat kinerja Simpang atau Level Of Service (LOS)dengan nilai 20,04 dan termasuk dalam katagori (C) yang berarti Pergerakan yang kurang baik atau waktu siklus yang lebih Panjang.
Tinjauan Ulang Struktur Pondasi Gedung Imigrasi Kelas I Banda Aceh-Aceh Dari Pondasi KSLL Ke Pondasi Tiang Pancang Hady, Munirul; Bunyamin, Bunyamin; Samsul Bahri
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.941

Abstract

Pemilihan bentuk dan jenis pondasi pada bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. Kesalahan dalam pemilihan pondasi dapat menyebabkan kerusakan bangunan. Oleh karena itu, penelitian yang mendalam diperlukan untuk menentukan struktur pondasi yang tepat guna memastikan keamanan dan kekokohan bangunan. Dalam konteks pembangunan Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh, permasalahan muncul terkait dengan pemilihan struktur pondasi yang optimal. Apakah penggunaan pondasi tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) yang telah direncanakan sebelumnya. Objek penelitian adalah Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Data primer diperoleh dari survei lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari as built drawing dan peta wilayah. Pemodelan bangunan dilakukan menggunakan program ETABS sesuai standar pembebanan SNI 2847-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penggunaan pondasi tiang pancang memenuhi persyaratan sebagai alternatif desain pengganti pondasi KSLL pada Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi KSLL. Struktur gedung baja mungkin menawarkan efisiensi dalam penggunaan material, ditunjukkan oleh penggunaan tiang pancang dengan diameter yang lebih kecil dan panjang yang lebih pendek. Pada bangunan dengan struktur beton, digunakan tiang pancang berdiameter 30 cm dengan panjang 5 m, sementara pada bangunan dengan struktur baja, digunakan tiang pancang berdiameter 20 cm dengan panjang 4 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tiang pancang sebagai alternatif pondasi dapat menjadi solusi yang memadai. Perbandingan antara struktur baja dan beton memberikan wawasan tentang berbagai opsi konstruksi yang tersedia, mempertimbangkan kekuatan, stabilitas, dan faktor-faktor teknis lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam peningkatan pemahaman tentang pemilihan struktur pondasi yang tepat untuk bangunan gedung, khususnya Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh.
PENGARUH BENTUK KOLOM TERHADAP GAYA LATERAL GEMPA PADA GEDUNG LANDMARK BSI ACEH Hady, Munirul; Maulana, Satria; Idroes, Imransyah
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 11, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v11i1.10304

Abstract

Posisi geografis Indonesia yang terletak antara lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Indonesia terletak di jalur gunung api (ring of fire) bagian dari cincin api Pasifik. Ruang lingkup penelitian ini adalah Penelitian ini mengacu pada SNI-1726-2019, SNI-1727-2020 dan SNI-2847-2019, dengan menggunakan metode gempa dinamis (respons spektrum) tetap mempertahankan mutu beton, mutu baja. Hasil berat total bangunan: gedung landmark BSI Aceh dengan kolom spiral 16.443,05 ton lebih kecil saat bangunan tersebut didesain menggunakan kolom terikat sebesar 17.222,20 ton. Diagram Moment: desain dengan kolom terikat sebesar = 1103.04 kN-m dan kolom spiral memiliki nilai moment M3 = 1579,61 kN-m. Gaya aksial: gedung dengan kolom spiral sebesar nilai = -2284,69 , dan pada gedung kolom terikat memiliki nilai = -2767,47 . Displacement Lateral Maksimum Setiap Lantai: Gedung dengan kolom terikat memiliki displacement sebesar 0.018mm dan desain kolom spiral sebesar 0.023mm. gaya geser: pada gedung dengan kolom spiral yaitu sebesar = -8,54 kN/m dan kolom terikat sebesar = -154,53 kN/m dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan kolom spiral menawarkan kekuatan, stabilitas, dan keandalan struktural yang lebih baik daripada desain gedung dengan kolom terikat.
Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Pemecahan Masalah: Mengapa Hal Ini Penting Dan Bagaimana Cara Melakukannya Hafriani; Rawi Juanda; Cut Ratna Dewi; Munirul Hady
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/qxw5yg10

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the application of problem-based learning model or Problem Based Learning in improving the ability to think critically and problem solving in students. The method used in this study is the study of literature by reviewing several relevant sources. The results showed that the problem-based learning model proved effective for improving critical thinking and problem solving skills in students. Through the stages of learning that exist in Problem Based Learning, students will be accustomed to observe, ask questions, analyze, collect information, process information,and communicate the results of their thinking so that the ability to think critically and problem solving students will grow. Therefore, teachers are expected to apply problem-based learning models to develop students ' critical thinking and problem-solving skills.
Analisis Efisiensi Biaya Produksi Batako, Batu Bata Merah dan Hebel Dengan Penerapan Metode Target Costing maulidi, syahrul; Ariansyah , Dedek; Pramanda, Heru; Bunyamin, Bunyamin; Hady, Munirul
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i3.1038

Abstract

This research is driven by the importance of cost efficiency in the local building material industry in Aceh, especially in addressing fluctuations in raw material prices, high labor costs, and limited production technology. The study aims to analyze the cost efficiency of producing three types of construction materials batako (concrete blocks), red bricks, and lightweight bricks (hebel) using the target costing method. The research was conducted at three local business units in Aceh: Usaha Aneka Lobang Angin (batako), Sentral Batu Bata (red bricks), and BUMG Pulo Kemiro (hebel). A descriptive quantitative approach was used, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The analysis showed that the cost efficiency levels of each product were 93.33% for batako, 92.96% for hebel, and 90.00% for red bricks. These figures were calculated by comparing the target cost with actual production costs, based on a 25% profit margin. Factors affecting efficiency include raw material prices, production methods, daily productivity, and overhead costs. Among the three, batu bata merah was identified as the most efficient and suitable product for development by small and medium enterprises (SMEs) in Aceh. The application of the target costing method helps business actors control costs, improve production efficiency, and support sustainable business growth.