Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)

LOKAKARYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN ORGANISASI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK SEKOLAH PASCAL MONTESSORI BANDUNG Pradipta Dirgantara; Abdul Fadli Kalaloi; Indria Angga Dianita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.514 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18614

Abstract

Komunikasi menjadi salah satu tolok ukur kualitas kompetensi guru dan staf di lingkungan sekolah. Komunikasi interpersonal menjadi kemampuan dasar dalam berinteraksi dalam berkomunitas, berkelompok, dan berorganisasi. Selain itu komunikasi interpersonal bisa membangun kedekatan personal untuk memahami orang lain dan menjadi fondasi dasar yang kuat dalam membangun profesionalisme organisasi. Hal ini juga tidak lepas dari adanya transformasi digital, media sosial, dan aplikasi pesan daring. Namun begitu, kesadaran seperti empati dan kemampuan mendengar aktif seringkali tergerus. Sejauh ini sekolah Pascal Montessori Bandung belum banyak mengikuti lokakarya yang menitikberatkan pada komunikasi interpersonal dan organisasi melalui media digital. Lokakarya ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi Sekolah Pascal Montessori Bandung. Berdasarkan hal ini, Universitas Telkom mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan masyarakat sasar Sekolah Pascal Montessori Bandung.Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lokakarya ini dilakukan melalui dua sesi seperti yang tertera pada Gambar 1. Sesi pertama menerangkan teori melalui presentasi dan sesi kedua simulasi komunikasi interpersonal dan organisasi melalui media digital. Media digital yang digunakan adalah ponsel dan laptop. Lokakarya ini dihadiri 16 orang staf yang terdiri dari guru, staf, dan juga pengelola yayasan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan materi presentasi, demonstrasi, dan praktik selama satu hari pada 18 November 2022. Lokakarya ini berimplikasi positif dengan feedback 87.5% menyatakan lokakarya ini menambah pengetahuan dan kemampuan komunikasi interpersonal dan organisasi mereka.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Organisasi, Montessori, Media Digital, Bandung
PENINGKATAN KOMPETENSI PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA BARAT DAN BANTEN DALAM PRODUKSI KONTEN DIGITAL PARIWISATA DI SOSIAL MEDIA Dimas Satrio Wijaksono; Rah Utami Nugrahani; Sylvie Nurfebiaraning; Pradipta Dirgantara
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.525 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i1.18434

Abstract

Pandemi Covid-19 dan himbauan physical distancing, membuat para pengelola destinasi wisata merasa kualahan dalam menghidupkan sektor pariwisata. Perum Perhutani Divre Jabar Bante mendukung secara khusus karena pihak Perum Perhutani Divre Jabar Banten memiliki beberapadaerah ekowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat.. Berdasarkan wawancara kepadasalah satu volunteer Perum Perhutani Divre Jabar Banten, teridentifikasi beberapa kendala yangdialami dan dihadapi dalam rangka bertahan di tengah pandemi. Turunnya jumlah kunjunganwisatawan ke ekowisata yang dikelola Perum Perhutani Divre Jabar Banten membuat neracakeuangan Perum Perhutani Divre Jabar Banten menjadi defisit karena beban cost operasional yangharus ditanggung selama pandemi ini. Berdasarkan permasalahan dan potensi yang sudah diuraikandi atas, maka solusi yang bisa diterapkan adalah menyamakan persepsi masyarakat lebih dulumengenai urgensitas mempertahankan keberadaan Perum Perhutani Divre Jabar Banten sebagaisitus budaya Jawa Barat baik melalui media massa secara umum maupun langsung mengarah padapenggunaan social media khususnya Instagram dengan membuat kampanye social melalui videostorytelling dan kampanye komunikasi lingkungan. Hal ini bertujuan membuka awarenessmasyarakat mengenai kiprah Perum Perhutani Divre Jabar Banten memajukan kesenian dan budayakhas Jawa Barat serta menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk turut serta melestarikanbudaya bangsa. Kata kunci: kampanye social, videostorytelling, event virtual.
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK ADVOKASI ISU LINGKUNGAN DI SMKN 2 BANDUNG Pradipta Dirgantara, Dirgantara; Adi Bayu Mahadian
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.168 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18602

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bentang alam dan juga potensi keanekaragaman hayati tertinggi di dunia mengalami beragam persoalan lingkungan. Penggunaan internet dan media sosial bisa digunakan sebagai media pembelajaran termasuk advokasi lingkungan tersebut. Isu lingkungan seperti perubahan iklim, pemanasan global, deforestasi, polusi, dan overpopulasi bisa diadvokasi melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, dsb. Pelajar sekolah merupakan Generasi Z yang menjadi penerus bangsa dalam menjaga lingkungan sekitarnya masing-masing, termasuk siswa-siswi di SMK Negeri 2 Bandung. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diadakan Universitas Telkom ini adalah mengenalkan pemanfaatan media sosial untuk advokasi lingkungan kepada siswa-siswi SMK Negeri 2 Bandung. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pelatihan ini meliputi dua langkah, yaitu memberikan pemaparan materi berupa teori yang kemudian dilanjutkan melalui simulasi interaktif menggunakan media sosial. Pelatihan ini dilaksanakan selama satu hari pada Rabu, 7 September 2022 dan diikuti oleh 36 siswa-siswi SMKN 2 Bandung seperti yang tertera pada gambar 1.           Gambar 1. Simulasi Interaktif untuk Advokasi Lingkungan di Media Sosial     Simulasi interaktif yang diberikan menggunakan media sosial terdiri dari tiga tahap: 1) identifikasi biotik dan abiotik untuk menunjukkan ragam persepsi mereka terhadap objek dan subjek ekosistem, 2) Message Box yang merupakan alat bantu sederhana dalam memetakan, menganalisis, dan mencari solusi atas satu isu lingkungan, 3)  mengunggah hasil kerja siswa-siswi di media sosial seperti Instagram dan Twitter. Kegiatan ini diharapkan berimplikasi positif terhadap kesadaran siswa-siswi agar bisa kritis menggunakan media sosial untuk advokasi isu lingkungan. Kata kunci: internet dan media sosial, media pembelajaran, lingkungan hidup