Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA GEMPA DI DESA DANGIANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Diah Rahmawati; Alpiana Alpiana; Ilham Zitri; Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.138 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3389

Abstract

ABSTRAKMinyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Virgin coconut oil mengandung asam laurat CH3(CH2)10COOH 50% dan asam kaprilat CH3(CH2)6COOH 7%. Kedua asam ini merupakan asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah dimetabolisir dan bersifat anti mikroba. Di dalam tubuh, asam laurat menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprilat menjadi monokaprin (Sutarmi, 2006). Monolaurin adalah monogliserida antiviral, antibakteri dan antiprotozoal yang digunakan oleh sistem kekebalan manusia dan hewan untuk menghancurkan virus-virus pelindung lemak, seperti HIV, herves, influenza berbagai bakteri patogen. Asam kaprat yang juga berfungsi sebagai zat kekebalan tubuh ketika diubah menjadi monokaprin di dalam tubuh manusia atau hewan. Monokaprin memiliki efek antiviral terhadap HIV dan herpen simplex serta bakteri yang tertular melalui hubungan seks (Novarianto, 2007). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa minyak ini memiliki banyak manfaat sehingga tim PKM memandang perlu mengadakan  pelatihan pembuatan minyak VCO yang diadakan di desa Danging Kabupaten Lombok Utara yang memiliki sumber daya alam yang besar yang merupakan desa terdampak bencana gempa tahun 2018 lalu. Metode observasi partisipatoris atau observasi partisipan dan praktik langsung telah dipergunakan dalam PKM ini dengan melibatkan pula Komunitas Relawan Mataram yang juga tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Nusa Tenggara Barat. Hasil capaian dan kesimpulan dalam kegiatan ini adalah a. dimilikinya pengetahuan dan pemahaman yang merupakan upaya pemberdayaan bagi para perempuan di desa ini agar memiliki ketrampilan dalam pengolahan kelapa khususnya pembuatan minyak VCO, dan b. memberikan ketrampilan yang lebih akan pemanfaatan sumber daya alam agar menjadi tambahan penghasilan atau mampu meningkatkan pendapatan (income) yang cukup potensial sebagai langkah awal membangun masyarakat yang berdayaguna. Kata kunci: kelapa; minyak VCO ABSTRACTPure coconut oil, otherwise known as Virgin Coconut Oil (VCO), is a modification of the making process which produces products with low moisture and fatty acid content that is clear, clear in color, smells good, and has a long shelf life of more than 12 months. Virgin coconut oil contains CH3(CH2)10COOH 50% lauric acid and CH3(CH2)6COOH 7% kaprilic acid. Both of these acids are medium-chain saturated fatty acids that are easily metabolized and anti-microbial. In the body, lauric acid becomes monolaurin, while kaprilic acid becomes monokaprin (Sutarmi, 2006). Monolaurin is an antiviral, antibacterial and antiprotozoal monoglyceride used by the human and animal immune systems to destroy fat-protective viruses, such as HIV, herves, influenza and various pathogenic bacteria. Kaprat acid also serves as an immune substance when converted into monokaprin in the human or animal body. Monokaprin has antiviral effects on HIV and herpen simplex as well as bacteria infected through sex (Novarianto, 2007). Based on this, it can be said that this oil has many benefits, so that the PKM team considers it necessary to hold vco oil manufacturing training which held in Danging village of North Lombok Regency which has a large natural resource that is a village affected earthquake by the 2018. Participatory observation methods or observations of participants and direct practice have been used in this PKM by involving mataram volunteer community which is also incorporated in Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) West Nusa Tenggara. The results of the achievements and conclusions in this activity are a. knowledge and understanding which is an empowerment effort for women in this village to have skills in coconut processing, especially making vco oil, and b. provide more skills for utilization of natural resources in order to be additional or able to increase income that is potential enough as the first step in building a empowered society. Keywords: coconut; VCO oil.
PENGEMBANGAN GEOPRODUK GEOPARK TAMBORA UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS INTERPRETASI GEOLOGI Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Joni Safaat Adiansyah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.265 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2194

Abstract

ABSTRAKGeopark atau taman Bumi merupakan sebuah kawasan yang di dalamnya memiliki keunikan geologi (outstanding geology), yaitu nilai arkeologi, ekologi dan budaya, dengan mengikut sertakan masyarakat setempat untuk berperan dalam melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Geopark Tambora merupakan salah satu Geopark Nasional diantara 9 (sembilan) Geopark nasional lainnya. Kawasan Geopark Tambora berada di Provinsi NTB. Geopark Tambora yang berada di Pulau Sumbawa melingkupi Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, meliputi Kecamatan Pekat, Kempo, Tambora, Sanggar dan sebagian wilayah Kecamatan Manggalewa. Dalam rangka melakukan upaya konservasi warisan geologi dan sekaligus memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari Geopark Tambora diperlukan suatu perencanaan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat lokal merupakan hal yang sangat perlu dilakukan, karena partisipasi masyarakat sangatlah penting. Geopark bertujuan untuk memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dilakukan di kawasan Geopark Tambora yaitu di Desa Kempo, Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Metode pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat dengan tahapan : Melakukan pelatihan dalam pembuatannya kepada kelompok wanita di Desa Kempo, Melakukan pemberian nama sesuai dengan interpretasi geologi terhadap geokuliner yang dihasilkan dan Pelatihan pengemasan geokuliner dan bentuk promosi yang bisa dipasarkan melalui Geopark Corner. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu pengembangan geoproduk berbasis masyarakat lokal dengan interpretasi geologi yaitu : Kegiatan pelatihan mendapatkan dukungan dari peserta pelatihan di Desa Kempo, Hasil pelatihan akan menjadi produk di Geopark Corner Geopark Tambora, dan Dengan adanya geokuliner diharapkan peran perempuan Desa Kempo akan mendapatkan keuntungan ekonomi. Kata kunci: geopark; pemberdayaan; masyarakat; geokuliner. ABSTRACTGeopark or park of the Earth is an area in which it has a unique geology, namely archeological, ecological and cultural values, by involving local people to play a role in protecting and enhancing the function of natural heritage. Tambora Geopark is one of the National Geopark among 9 (nine) other national Geoparks. Tambora Geopark region is in the NTB Province. Tambora Geopark located on Sumbawa Island covers Bima and Dompu Regencies, including Pekat, Kempo, Tambora, Sanggar Districts and parts of the Manggalewa District. In order to make efforts to conserve geological heritage and at the same time obtain sustainable benefits from Tambora Geopark, planning and empowerment of the community is needed. Empowerment of local communities is a very necessary thing to do, because community participation is very important. Geopark aims to provide benefits for improving the welfare of the surrounding community. Community Service Activities are carried out in the Tambora Geopark area, namely in the Village of Kempo, Kempo District, Dompu Regency. Community service implementation method with stages: Conduct training in making it to a group of women in Kempo Village, Give a name in accordance with the geological interpretation of the resulting geoculiner and geoculiner packaging training and promotional forms that can be marketed through Geopark Corner. The conclusion in this community service activity is the development of local community-based geoproducts with geological interpretation, namely: Training activities get support from training participants in Kempo Village, the results of the training will be a product at the Geopark Tambora Geopark, and with the presence of a geokuliner the role of women in Kempo Village will be get economic benefits. Keywords: geopark; empowerment; public; geoculiner.
Bantuan Teknis Pembuatan Peta Administrasi Untuk Desa Teros Lombok Timur Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; M.Fathin Firaz; Ariyanto Ariyanto; Bedy Fara Aga Matrani; Joni Safaat Adiansyah
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2022): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.996 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v2i2.10003

Abstract

Desa Teros terletak di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Namun, Desa Teros belum memiliki peta wilayah administrasi baik yang digital maupun yang bisa dipasang di lokasi yang strategis. Sehingga perlu diberikan pelatihan kepada perangkat Desa Teros dan Pemuda Karang Taruna tentang pembuatan peta. Pelatihan dilaksanakan di Aula Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan adalah ceramah, diskusi, dan praktek aplikasi pembuatan peta dengan SIG menggunakan software ArcGIS 10.8. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat menghasilkan beberapa peta administrasi yang dibutuhkan oleh Desa terutama untuk pengembangan pembangunan di Desa Teros. Desa perlu memiliki basis data terkait peta administrasi sebagai rujukan untuk penentuan perencanaan pembangunan tahun berikutnya. Batas desa yang sudah jelas akan membantu Desa untuk menntukan jumlah pendapatan dari penarikan dan pengurusan adminitrasi terkait lahan
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PETA SEBARAN LOKASI PENAMBANGAN BATUAN KOMODITAS PASIR DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUAPTEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Ariyanto Ariyanto; M. Fathin Firaz; Husni Randa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15043

Abstract

ABSTRAK      Negara Indonesia merupakan negara dengan potensi sumberdaya alam yang tinggi, termasuk diantaranya sumberdaya pasir. Potensi sumberdaya pasir di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dominan adalah Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan pertambangan yang akan dilakukan merupakan kegiatan yang berwawasan lingkungan atau menerapkan good mining practice dengan memperhatikan segi teknis, ekonomis, dan efisiensi untuk menjaga kelestarian sumberdaya lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi terkait potensi bahan galian sirtu di Kecamatan Labuhan Haji dalam bentuk peta. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan data terkait jumlah lokasi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang ada di wilayah Kecamatan Labuhan Haji. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berlokasi di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan Kerjasama dengan berbagai komponen dianataranya mahasiswa program studi S1 Teknik Pertambangan UMMAT, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, dan Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji. Hasil dan aplikasi yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat berbasis Sistem Infomasi Geografis (SIG) dengan menggunakan software ArcGIS 10.8. Berdasarkan hasil dari pengabdian pada masyarakat, di lokasi pengabdian pada masyarakat kondisi Geologi daerah Lombok dimulai dengan terbentuknya batuan gunung api Tersier yaitu Miosen Awal yang terdiri dari Formasi Kawangan dan Formasi Pengulung yang saling menjemari. Kondisi topografi di lokasi kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu berada pada daerah landau hingga topografi berbukit dengan elevasi lokasi berada pada 180 mdpl hingga 14 mdpl. Kata kunci: pasir; pertambangan; perizinan ABSTRACTIndonesia is a country with high natural resource potential, including sand resources. The dominant potential of sand resources in West Nusa Tenggara Province is Labuhan Haji District. Mining activities that will be carried out are activities that are environmentally sound or apply good mining practices with due regard to technical, economic and efficiency aspects to preserve environmental resources. The purpose of this community service activity is to provide information regarding the potential of mineral sirtu in Labuhan Haji District in the form of a map. The purpose of this community service activity is to provide data related to the number of Production Operation Mining Business Permit locations in the Labuhan Haji District area. In carrying out community service activities located in Labuhan Haji District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, it collaborates with various components including students of the UMMAT Mining Engineering Study Program, the Office of Energy and Mineral Resources of the Province of West Nusa Tenggara, the Office of the Provincial Environment and Forestry NTB, and Labuhan Haji District Government. Results and applications used in community service based on Geographic Information Systems (GIS) using ArcGIS 10.8 software. Based on the results of community service, the geological conditions of the Lombok region began with the formation of Tertiary volcanic rocks, namely the Early Miocene, which consists of the Kawangan Formation and the Pengulung Formation which intertwine. The topographical conditions at the location of community service activities are from sloping areas to hilly topography with elevations ranging from 180 to 14 meters above sea level. Keywords: sand; mining; licensing
Evaluasi Potensi Bahaya Kegiatan Penambangan Batu Andesit: Studi Kasus di PT. Eka Praya Jaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat Nushrati Nushrati; Joni Safaat Adiansyah; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3778

Abstract

Abstrak. PT. Eka Praya Jaya merupakan perusahaan penambangan batuan andesit, yang menerapkan sistem tambang terbuka dengan menggunakan metode “quarry mine “. Kegiatan penambangan tentu memiliki potensi terhadap terjadinya risiko kecelakaan dan kerugian. Selain itu, konsekuensi dari kegiatan penambangan juga akan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Kecelakaan tambang dapat dihindari dengan mengetahui dan mengenal berbagai potensi-potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa potensi bahaya dan strategi kontrol terhadap kegiatan pengangkutan pada operasi penambangan PT. Eka Praya Jaya. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA), dimana tiga parameter utama yang dianalisa adalah tahapan kegiatan, bahaya yang mungkin terjadi, dan hierarki kontrol terhadap bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Eka Praya Jaya belum memiliki dokumen JSA untuk potensi bahaya di seluruh kegiatan penambangan yang ada termasuk kegiatan pengangkutan. Dokumen matrik risiko yang ada hanya menampilkan potensi bahaya dari aspek lingkungan. Hasil analisa JSA terhadap kegiatan pengangkutan di PT. Eka Praya Jaya menunjukkan bahwa beberapa potensi bahaya yang muncul adalah kendaraan tergelincir, tangan terjepit dan melepuh terkena mesin panas, dan terkena swing bucket excavator. Potensi bahaya tersebut di kontrol dengan menggunakan teori risiko manajemen melalui eliminasi, subtitusi, desain teknik, administrasi, dan alat pelindung diri (APD). Aplikasi metode JSA akan memberikan peningkatan keselamatan baik untuk pekerja, lingkungan, dan properti perusahaan.Kata Kunci: Andesit, Hierarki kontrol, Job Safety Analysis, Kecelakaan, Penambangan, Potensi Bahaya
Identifikasi Kedalaman Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Satu Dimensi (1D) di Dusun Rojet, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Darmansyah Darmansyah; Gde Dharma Atmaja; Diah Rahmawati; Arif Wijaya
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3781

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan di Dusun Rojet, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dengan tujuan untuk mengetahui kedalaman airtanah mengunakan metode geolistrik satu dimensi (1D). Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari tentang sifat aliran listrik di dalam bumi berdasarkan hukum-hukum kelistrikan. Metode geolistrik ini merupakan metode yang banyak sekali digunakan dan hasilnya cukup baik untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di bawah permukaan. Metode geolistrik yang digunakan dalam pengukuran airtanah pada penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan pengukuran dilakukan sebanyak dua titik. Berdasarkan hasil pengolahan data keberadaan akuifer pada titik pertama pada kedalaman 34,8 – 49,2 m dan keberadaan akuifer pada titik kedua mulai dari kedalaman 38,5 – 55,1 meter di bawah permukaan setempat dengan litologi lapisan pasir lempungan – pasir. Lapisan pasiran mempunyai sifat kelulusan air yang besar, sehingga potensi menyimpan air besar juga. Sementara untuk lapisan yang diinterpretasikan sebagai lapisan non akuifer (akuiclud) yaitu lapisan lempung dan lava. Airtanah pada daerah penelitian dapat dimanfaatkan dengan melakukan pengeboran minimal pada kedalaman 50 m.Kata Kunci: Akuifer, metode geolistrik resistivitas, konfigurasi schlumberger
EVALUASI PEMBANGUNAN JALAN TAMBANG YANG BERDEKATAN DENGAN KAWASAN ADAT (MASYARAKAT) PADA PT. STM Taufikurrachman Taufikurrachman; Alsal Ma'arif Putra; Andika Anandaita; Karlin Ratuliaun; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i2.12703

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya ketidaksesuaian letak antara perusahaan pertambangan dengan kawasan adat yang berdekatan dengan pembangunan fasilitas jalan tambang yang berfungsi sebagai sarana transportasi pengangkutan barang tambang saat eksplorasi penambangan. Pembangunan jalan tambang tersebut berdekatan dengan kawasan adat atau situs bersejarah masyarakat Desa Hu’u tepatnya di Gunung Puma. Awalnya masyarakat setempat menolak adanya pembangunan jalan tambang tersebut, dan sering terjadi aksi penolakan (Demonstrasi) dari masyarakat yang bersangkutan karena membuat masyarakat merasa terganggu dan mengakibatkan kerugian akibat pembangunan jalan tambang dari PT. STM tersebut disamping berdekatan dengan kawasan adat atau situs bersejarah juga mengambil lahan (Kebun) masyarakat yang menjadi tempat mata pencarian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang efektif terkait masalah yang terjadi selama proses pembangunan jalan tambang berlangsung. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan metode Survei, serta teknik dan alat pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah adanya kesepakatan antara warga setempat dengan pihak Perusahaan dan Pemerintah berupa kontrak sewa guna lahan, dimana PT. STM melakukan kontrak awal selama 10 tahun dan apabila masa kontrak tersebut selesai maka akan dilakukan perpanjangan kontrak. Sedangkan pembangunan jalan yang berdekatan dengan kawasan adat akan dipindahkan ke lokasi lain yang berjauhan dengan kawasan adat tersebut.
Analisis Kestabilan Bendung Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air (Studi Kasus Kota Bima) Muhammad Fathin Firaz; Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Isfanari Isfanari; Ariyanto Ariyanto
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v2i2.7390

Abstract

Saat ini sering sekali ditemukan bendung-bendung yang rusak atau tidak stabil sehingga akan mempengaruhi produksi para petani. Sebuah bangunan bendung harus memenuhi persyaratan stabilitas yang menjadi salah satu syarat penting guna menjamin umur bendung dan kemampuannya untuk menaikkan muka air yang mengalir menuju lahan pertanian. Rencana pembangunan Bendung Dodu di Sungai Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima harus dilakukan perhitungan stabilitas. Hal ini bertujuan untuk menjamin bendung memiliki stabilitas yang aman. Dengan bendung yang aman, maka masyarakat di Kecamatan Rasanae Barat dapat tercukupi kebutuhan air dengan umur bendung yang lebih lama. Manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai bahan referensi bagi pihak yang akan melakukan penelitian yang sama terkait stabilitas suatu bendung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis dengan perhitungan momen, daya dukung tanah, dan faktor keamanan. Berdasarkan dari hasil perhitungan kestabilan bendung Dodu diperoleh bahwa dimensi mercu bendung Dodu yang diusulkan memiliki tinggi 4,5 meter, lebar 6 m dan panjang 20 meter. Dengan geometri Bendung Dodu tersebut hasil perhitungan Faktor Keamanan terhadap geser yaitu 5,85 dan lebih besar dari 1,5 sehingga aman atau stabil dan untuk keamanan terhadap guling yaitu sebesar 2,58 yang lebih besar dari 1,5 sehingga aman (stabil).
Kajian Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Kegiatan Eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Darmawan Darmawan; Gde Dharma Atmaja; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3777

Abstract

Abstrak. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan parameter yang penting dalam setiap proses dan operasional, khususnya dalam sektor industri pertambangan. PT. Sumbawa Timur Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pertambangan tembaga dan emas. Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dan kuisioner. Pertanyaan di dalam kuisioner mengacu pada Peraturan Pemerintah tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan batubara dimana penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan meliputi 7 (tujuh) elemen. Ketujuh elemen tersebut adalah kebijakan, perencanaan, organisasi dan personel, implementasi, evaluasi dan tindak lanjut, dokumentasi, dan tinjauan manajemen. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Sumbawa Timur Mining melakukan identifikasi bahaya dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP) dan inspeksi.  Hasil kuisioner terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) menunjukkan bahwa persentase penerapan terhadap elemen SMKP pada PT. Sumbawa Timur Mining yaitu Kebijakan K3 (67,4%), Perencanaan K3 (72,4%), Organisasi dan Personel (55,9%), Implementasi (63,7%), Pemantauan Evaluasi dan Tidak Lanjut (55,6%), Dokumentasi (49,9%) dan Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kerja (63,2%).Kata Kunci: Eksplorasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen, SOP
IDENTIFIKASI PERUBAHAN GEOMORFOLOGI AKIBAT PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN SIRTU DI KECAMATAN LABUAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Isfanari Isfanari; Ariyanto Ariyanto; Muhammad Fatin Firaz; Bedy Fara Aga Matrani
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 3, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v3i1.10005

Abstract

Kecamatan Labuan Haji Kabupaten Lombok timur memiliki potensi bahan galian Sirtu yang melimpah. Potensi tersebut sebagain besar berada pada morfologi alluvial pantai. Belum adanya kajian tentang hubungan antara penambangan sirtu dengan perubahan geomorfologi menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan. Sehingga dampak-dampak kegiatan pertambangan sirtu dapat diketahui khususnya dari faktor perubahan geomorfologi. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geomorfologi akibat kegiatan pertambangan sirtu di Kecamatan Labuhan Haji. Perubahan geomorfologi akan menyebabkan beberapa kemungkinan yang menyebabkan perubahan pola penggunaan tata ruang dan potensi lainnya akibat perubahan tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi dan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) kegiatan pertambangan menyebabkan perubahan morfologi (bentang lahan) berupa penurunan elevasi atau ketinggian dari ketinggian 25 mdpl menjadi 20 mdpl (2) Perubahan morfologi mengakibatkan perubahan pola tata guna lahan yang awalnya berupa perkebunan kelapa menjadi areal persawahan dengan tanaman tertentu. Akibat yang ditimbulkan dari kegiatan pertambangan tidak hanya menimbulkan dampak negatif tetapi dapat menjadi dampak positif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemilik lahan.