Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Leadership of the Principal as Supervisor in Improving Teacher Performance at SMPN 10 Mataram Fahrizal M Ismail; Sawaludin Sawaludin; Lalu Sumardi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3465

Abstract

The principal's leadership as a supervisor plays an important role in improving teacher performance at SMPN 10 Mataram. This research aims to examine how school principals' supervision practices can improve teacher performance. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Research findings show that school principals implement several effective supervision strategies, including providing constructive feedback, organizing training and workshops, and providing intensive guidance in planning and implementing learning. In addition, effective leadership is demonstrated through good communication skills, creating a conducive work environment, as well as motivating and rewarding teachers. This research concludes that the principal's supervisory leadership significantly contributes to improving teacher performance, which ultimately has a positive impact on the quality of education at SMPN 10 Mataram
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning di SMA Negeri 1 Narmada Muhammad Abdul Haris; Mohamad Mustaru; M. Samsul Hadi; Sawaludin Sawaludin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS 2 dalam mata pelajaran PPKn melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning di SMA Negeri 1 Narmada. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Pada pre-test siklus pertama, tercatat 3 siswa (8%) memiliki minat yang sangat rendah, 31 siswa (86%) dengan minat rendah, dan 2 siswa (6%) dengan minat sedang, sehingga persentase rata-rata mencapai 64,8%. Namun, hasil post-test pada siklus pertama menunjukkan perbaikan, di mana 10 siswa (28%) masih memiliki minat rendah, sementara 26 siswa (72%) menunjukkan minat sedang, dengan persentase rata-rata meningkat menjadi 71,1%. Pada post-test siklus kedua, terdapat 10 siswa (28%) yang masih menunjukkan minat rendah, 16 siswa (44%) memiliki minat sedang, dan 10 siswa (28%) telah menunjukkan minat tinggi, sehingga persentase rata-rata mencapai 77,5%.  Kemudian di siklus ketiga, hasil kuisioner menandakan bahwa rata-rata minat belajar siswa telah meningkat secara signifikan dan memenuhi target yang ditetapkan oleh peneliti, yaitu sebesar 88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Game Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Faktor Penyebab Putus Sekolah pada Masyarakat Batu Bangke Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Ismaini Ismaini; Lalu Sumardi; Sawaludin Sawaludin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan putus sekolah serta penanggulangan putus sekolah pada masyarakat Batu Bangke Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yanng digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teori Miles, Huberman, dan Saldana, meliputi kondensasi data (Data Condensations), penyajian data (Data Display), dan penarikan simpulan atau verifikasi (Conclusion Drawing and Verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab putus sekolah terdiri dari faktor internal yaitu rendahnya motivasi dan minat anak sekolah, masalah kelurga, serta masalah kesehatan; dan faktor eksternal, meliputi sosial ekonomi (pendapatan dan pekerjaan orang tua, keterlibatan anak dalam pekerjaan, dan pendidikan orang tua) dan  sosial budaya (lingkungan tempat tinggal dan pernikahan muda). Sedangkan, penanggulangan putus sekolah pada masyarakat Batu Bangke dikelompokkan menjadi dua bentuk penanggulangan yaitu penanggulangan secara langsung melalui pendidikan alternatif, dan penanggulangan secara tidak langsung melalui kampanye pendidikan dan optimalisasi komunikasi orang tua dan anak. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan sinergis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, dalam membangun kesadaran serta dukungan pendidikan, khususnya di komunitas pedesaan dengan kendala ekonomi dan sosial budaya. Program pendidikan alternatif yang fleksibel perlu diperkuat dan diperluas, sementara kampanye  pendidikan dan optimalisasi komunikasi orang tua dan anak juga menjadi kunci dalam mencegah putus sekolah serta meningkatkan partisipasi pendidikan berkelanjutan.
Perbandingan Model Pendidikan Karakter Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram Lalu Sumardi; Yuliatin Yuliatin; Sawaludin Sawaludin; Baiq Fina Maulidiya; Basariah Basariah; Maria Grace Putri Edi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4045

Abstract

Pendidikan karakter menjadi domain penting dalam dunia pendidikan yang posisinya sejajar dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai jalur pendidikan formal awal memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui praktik terbaik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (Miles, Huberman, & Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif meningkatkan soft skills peserta didik seperti disiplin, kerja sama, kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian sosial. MTs Negeri 1 Mataram menekankan tema kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan suara demokrasi, sementara SMP Negeri 2 Mataram fokus pada kewirausahaan, kebinekaan, dan kebugaran jasmani. Keterbatasan dana (MTs Negeri 1 Mataram) dan rendahnya partisipasi siswa akibat penjadwalan yang kurang tepat (SMP Negeri 2 Mataram) menjadi tantangan utama. Upaya perbaikan dilakukan melalui evaluasi reflektif, penyesuaian jadwal, dan rencana integrasi P5 secara berkelanjutan dalam kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan model pendidikan karakter berbasis P5 yang aplikatif dan adaptif terhadap konteks sekolah.
Penguatan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan Watak Kewarganegaraan (Civic Disposition) Melalui Sabtu Budaya di SMP Negeri Se-Kota Mataram Sawaludin Sawaludin; Muh. Zubair; I Nengah Agus Tripayana; Basariah Basariah; Fitriah Artina; Sirrul Auvia; Khairil Khanim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sabtu Budaya dalam memperkuat kearifan lokal (local wisdom) dan membentuk watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa SMP Negeri di Kota Mataram. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, holistik, dan berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study design). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan Sabtu Budaya di beberapa sekolah negeri di Kota Mataram. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Budaya berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sasambo ke dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kegiatan seperti begibung, pertunjukan seni, dan permainan tradisional menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, gotong royong, serta toleransi di kalangan siswa. Lebih jauh, praktik ini memperkuat civic disposition melalui keterlibatan aktif dan refleksi sosial budaya yang menumbuhkan sikap partisipatif, empati, dan kesadaran demokratis. Implementasi Sabtu Budaya juga memperlihatkan keterpaduan antara nilai lokal dan visi Global Citizenship Education, di mana siswa belajar menjadi warga global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan variasi dukungan kebijakan, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas budaya mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Sabtu Budaya menjadi model pembelajaran transformatif yang tidak hanya melestarikan tradisi Sasambo, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, toleran, dan berkarakter Pancasila.
Hambatan Guru PPKn Dalam Implementasi Pembelajaran Diferesnsiasi Candra Candra; Sawaludin Sawaludin; Zedi Muttaqin; Aliahardi Winata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4178

Abstract

Pendekatan pembelajaran diferensiasi diperlukan untuk menggali potensi diri siswa, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hambatan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran PPKn dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi. Secara spesifik, tujuan penelitian ini mencakup: pertama, untuk mengevaluasi efektivitas pemerintah dalam mensosialisasikan dan memberikan pelatihan tentang pembelajaran diferensiasi di sekolah; kedua, untuk mengidentifikasi proses perencanaan pembelajaran diferensiasi di SMA di daerah pulau lombok; dan ketiga, untuk menilai pelaksanaan pembelajaran diferensiasi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif, dan analisis data menggunakan model Bogdan & Biklen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi oleh guru PPKn di SMAN dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi mencakup beberapa aspek. Pertama, pelatihan dan sosialisasi yang telah dilakukan belum sepenuhnya memberikan pemahaman yang memadai kepada guru mengenai pembelajaran diferensiasi. Kedua, guru mengalami kesulitan dalam mengelola waktu saat perencanaan pembelajaran, termasuk merencanakan pembelajaran serta memilah pengetahuan dan keterampilan saat menyusun instrumen diagnosis awal. Ketiga, dalam pelaksanaan pembelajaran, kendala utama meliputi keterbatasan waktu, perangkat pembelajaran, dan kesulitan dalam menggunakan metode yang sesuai dengan profil belajar siswa.
PERAN ORANG TUA DALAM MENGONTROL PERGAULAN REMAJA DI DESA NCERA KABUPATEN BIMA Uswatun Hasanah; Yuliatin Yuliatin; Sawaludin Sawaludin; Edy Kurniawansyah
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i1.28098

Abstract

The role of parents is essential in monitoring adolescents' social interactions. Parents bear full responsibility for supervising and managing adolescents' peer relationships. However, current conditions indicate that many parents are increasingly neglecting their roles and responsibilities due to factors such as busy schedules and other commitments. This situation has led to a decline in parental control over adolescents' social interactions. This studdy aims to analyze the implementation of parental roles in controlling adolescents' social interactions and identify the factors influencing these roles in Ncera Village. The research adopts a qualitative approach with a case study design. Informants were selected using purposive sampling, and data analysis involved data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The findings reveal that the implementation of parental roles in supervising adolescents' social interactions remains inadequate. Moreover, several factors influence the effectiveness of parental roles in Ncera Village, including parents' educational background, economic status, type of employment, availability of time, peer influence, and social media usage.
Peran watak kewarganegaraan sebagai landasan etika berinternet mahasiswa Sirrul Auvia; Sawaludin Sawaludin; Jumrawati Jumrawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.992

Abstract

This study aims to analyze the role of civic disposition as a foundation for students’ internet ethics among students of the Pancasila and Civic Education Study Program at the University of Mataram, as well as to identify the factors influencing its internalization. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of students and lecturers selected using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. This study also considers ethical issues in the research process. The findings indicate that civic disposition plays a significant role in shaping students’ internet ethics, as reflected in the values of honesty, responsibility, politeness, discipline, and tolerance. Furthermore, the internalization of civic disposition is influenced by environmental factors, education, emotional or self-regulation, and individual awareness. Therefore, strengthening civic disposition is essential in fostering ethical, wise, and responsible digital behavior among students.
Integrasi Teams Games Tournament dan Kahoot: Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Yulia Susanti; Edy Herianto; Sawaludin Sawaludin; Rispawati Rispawati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.31709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Kahoot terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn yang sering dianggap monoton, normatif, dan kurang menarik apabila disampaikan melalui metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain post-test only control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas VII di MTsN 1 Lombok Tengah yang dipilih secara acak, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran TGT berbantuan Kahoot dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang disusun berdasarkan lima indikator, yaitu hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, serta lingkungan belajar yang kondusif. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen sebesar 102,07, sedangkan kelas kontrol sebesar 86,26, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi TGT dan Kahoot efektif meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn. Model ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, kompetitif, menyenangkan, serta relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the effect of implementing the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Kahoot on students’ learning motivation in Civic Education. The study was grounded in the problem of low student motivation in Civic Education learning, which is often perceived as monotonous, normative, and less engaging when delivered through conventional teaching methods. This research employed a quantitative approach using a post-test only control group design. The sample consisted of two seventh-grade classes at MTsN 1 Lombok Tengah selected randomly. The experimental class received instruction using the TGT model assisted by Kahoot, while the control class was taught through conventional learning. The research instrument was a learning motivation questionnaire developed based on five indicators: desire and intention to succeed, learning needs and encouragement, future expectations and aspirations, appreciation in learning, and a conducive learning environment. The data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent sample t-test. The results revealed a significant difference in students’ learning motivation between the experimental and control classes. The mean score of the experimental class was 102.07, while the control class obtained a mean score of 86.26, with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that integrating TGT with Kahoot effectively enhances students’ learning motivation in Civic Education. This learning model creates an active, collaborative, competitive, enjoyable, and meaningful learning atmosphere. Therefore, TGT assisted by Kahoot can serve as an innovative instructional strategy that supports student-centered learning and responds to the demands of twenty-first-century education.
Pembinaan Karakter Kepemimpinan Pada Organisasi Resimen Mahasiswa Universitas Mataram Zemi Azrin; Lalu Sumardi; Sawaludin Sawaludin; Edy Kurniawansyah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.31724

Abstract

Kepemimpinan mahasiswa merupakan salhh satu kompetensi yang perlu dibentuk melalui organisasi kemahasiswaan. Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Mataram menjadi salah satu wadah strategis dalam upaya pembinaan karakter kepemimpinan berbasis kedisiplinan dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembinaan karakter kepemimpinan yang diterapkan di Menwa Unram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari pengurus organisasi dan senior alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama dalam pembinaan karakter kepemimpinan yaitu: pembinaan mental dan fisik, peningkatan kemampuan komunikasi, latihan kepemimpinan melalui pendelegasian tugas, serta penanaman nilai disiplin. Faktor pendukung mencakup dukungan institusional, peran aktif senior dan alumni, serta ketersediaan fasilitas organisasi. Adapun faktor hambtan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi anggota aktif serta benturan jadwal kegiatan dengan jadwal kuliah. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter kepemimpinan di Menwa Unram bersifat kontekstual dan berbasis pengalaman langsung yang berperan dalam membentuk kader pemimpin mahasiswa yang berintegritas, tangguh, dan bertanggung jawab.Student leadership is one pf the essential competencies that needs to be developed through student organization. The Student Regiment (Menwa) at the University of Mataram serves as a strategic platform for fostering leadership character based on discipline and responsibility. This study aims to describe the strategies for leadership character development implemented within the student regiment (Menwa) at the University of Mataram. This research employs a qualitative descriptive approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The informants consist of current organizational administrator and senior alumni. The findings reveal four main strategies: mental and physical training, enhancement of communication skills, leadership practice through task delegation, and the inculcation of discipline values. The supporting include institutional support, the active role of seniors alumni, and the availability of adequate organizational facilities. Meanwhile, inhibiting factors include low partipation of active members and scheduling conflicts between organizational activies and academic responsibilities. The study concludes that leadership character development in Menwa Unram is contextual and ground in direc experience, playing a vital role in shaping students leaders who are resilient, responsible, and uphold integrity.