Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemanfaatan Website E-Learning Terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Hesti Puspita Sari; Ria Yuni Lestari; Febrian Alwan Bahrudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7408

Abstract

This research was based on the results of direct field observations conducted at SMK Pasundan 1 Serang City. The results of this investigation were derived from direct field observations conducted at SMK Pasundan 1 Serang City. This research indicated that the conventional learning previously implemented at SMK Pasundan 1 Serang City was insufficient to draw students' interest in learning. The approach lacked innovation and creativity. As a result, the lessons become tedious and repetitive. The objective of this study was to investigate the extent to which students' interest in the learning process of Pancasila and Civics Education subjects is influenced by the use of E-learning websites. The descriptive qualitative research methods used in this study were utilized to provide a detailed account of the conditions of E-learning website utilization and its influence on the learning interest of class XII students at SMK Pasundan 1 Serang City. The results indicated that the implementation of E-learning websites in learning Pancasila and Citizenship Education has been successful, as evidenced by the utilization of these websites in the learning process and the schools' policies. Using an E-learning website in the classroom as a learning media includes various features, such as student attendance, material delivery, and individual or group questions for evaluation, which can also be used as an exam media. Thus, e-learning websites are essential to students' interest in learning during the learning process and following technological developments in education.
Peran WhatsApp Group Dalam Mendorong Kewirausahaan Masyarakat  Modern Ria Yuni Lestari; Mayang Sari; Tubagus Faai Faujan; Ahyani; Ahmad Zidni Hudaya; Mohamad Firdaus; Idzma Nuraini; Desi Nurafiyani; Supiati
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/70h95090

Abstract

Penilitian ini menganalisis peran WhatsApp Group "Pasar Online" dalam mendorong kewirausahaan di masyarakat modern, khususnya di kompleks Banten Indah Permai, Taman Banten Lestari, dan Taman Mutiara Indah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana platform ini memfasilitasi interaksi antara pelaku usaha dan konsumen serta dampak sosial yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaku usaha. Temuan menunjukkan bahwa WhatsApp Group berfungsi sebagai alat pemasaran yang efektif dan sarana berbagi informasi, menciptakan komunitas yang solid serta mendukung inovasi. Namun, tantangan seperti keamanan dan interaksi yang tidak sehat juga diidentifikasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa WhatsApp Group memiliki potensi besar dalam mendukung kewirausahaan, meskipun perlu adanya strategi untuk mengatasi tantangan yang ada demi memaksimalkan manfaatnya.  
PERAN BADAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA KOTA SERANG DALAM PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA SITI ALIKHA ALLYASARI; Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Yuni Lestari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the steps and obstacles and challenges experienced by the Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) of Serang City in implementing protection for Indonesian Migrant Workers. This study uses a qualitative methodology with a descriptive approach. The results of the study obtained were a.) The Role of Protection provided by BP2MI of Serang City is divided into 2 (two), namely administrative protection and legal protection; b.) Obstacles experienced by BP2MI Serang City in implementing protection for Migrant Workers include the departure of PMI in a Non-Procedural (Illegal) manner; and c.) Challenges experienced by BP2MI in implementing protection for PMI are differences in handling PMI who are departed in a Procedural and Non-Procedural manner. This step has shown that BP2MI Serang City and Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Serang City have carried out their performance well in implementing Law Number 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers (UU PPMI). For existing obstacles and challenges, they will be followed up firmly both legally, socially and administratively to strengthen supervision and protection for Workers and Prospective Indonesian Migrant Workers. Keywords : Migrant Workers, Protection, Implementation.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MILLEA LAB TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (STUDI QUASI EKSPERIMEN PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 8 KOTA SERANG PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA) Chindi Widiya Arifin; Wika Hardika Legiani; Ria Yuni Lestari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6402

Abstract

ABSTRACT This study was carried out with the aim of analysing the impact of using MilleaLab teaching materials on the cognitive learning outcomes of Class VIII students in Pancasila subjects at SMP Negeri 8 in the city of Serang. The methodology used was a quantitative method with a quasi-experimental approach, using a non-equivalent control group design. The research sample was randomly selected, namely class VIII B as the experimental class and class VIII C as the control class, assuming that the two classes had identical or homogeneous characteristics. Data was collected using multiple-choice learning tests based on Bloom's revised taxonomy. Data analysis began with initial tests of normality and homogeneity, followed by hypothesis testing using the T-test for independent samples. The results of the analysis showed that using the MilleaLab support had a significant effect on improving cognitive learning outcomes. This was reflected in the experimental class's highest pre-test score of 81 and highest post-test score of 100, while in the control class the highest pre-test score was 77 and the highest post-test score was 92. The significant increase in the test class shows that the MilleaLab learning environment can contribute positively to students' cognitive learning outcomes. The hypothesis test shows a significant value (two-tailed) of 0.000, which is below the threshold of α = 0.05, so that H₁ is accepted. It can be concluded that the use of MilleaLab learning aids has a significant impact on Grade 8 students' cognitive learning outcomes in Pancasila subjects at SMP Negeri 8 in Serang City. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya pengaruh penggunaan bahan ajar MilleaLab terhadap pencapaian hasil belajar kognitif siswa kelas VIII pada mata pelajaran pendidikan Pancasila di SMP Negeri 8 Kota Serang. Metodologi yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Sampel penelitian dipilih secara acak, yaitu Kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan Kelas VIII C sebagai kelas kontrol, dengan asumsi bahwa kedua kelas tersebut memiliki karakteristik yang sama atau homogen. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dengan menggunakan soal pilihan ganda yang dikembangkan berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi. Analisis data diawali dengan uji normalitas dan homogenitas awal, dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan T-test untuk sampel independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan dukungan MilleaLab memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif. Hal ini tercermin dari nilai pre-test tertinggi pada kelas eksperimen sebesar 81 dan nilai post-test tertinggi sebesar 100, sedangkan pada kelas kontrol nilai pre-test tertinggi sebesar 77 dan nilai post-test tertinggi sebesar 92. Peningkatan yang lebih signifikan pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa media pembelajaran MilleaLab dapat memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar kognitif siswa. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikan (dua sisi) sebesar 0,000 yang berada di bawah batas α = 0,05, sehingga H₁ diterima. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran MilleaLab berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VIII pada mata pelajaran pendidikan Pancasila di SMP Negeri 8 Kota Serang.
Peran Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kota Serang Siti Asyiah; Ria Yuni Lestari; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4243

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan UMKM di kota serang yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang. Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Serang. Untuk mengetahui inovasi yang dilakukan Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang dalam melakukan Pemberdayaan UMKM di Kota Serang. Metode yang digunakan ialah metode pendekatan kualitatif. Adapun sumber informan dalam penelitian ini diantaranya kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang, Kepala Bidang UMKM Pemerintah Kota Serang, dan pelaku UMKM (mikro) di Kota Serang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang Dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Serang sudah cukup baik dalam pemberdayaan terhadap Usaha Kecil Menengah. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Serang adalah pertama, keterbatasan sumber daya manusia diantaranya adalah konsultan dan tenaga penyuluh. Kedua, terbatasnya anggaran yang dimilki. Ketiga, kesulitan permodalan UMKM. Keempat, Permasalahan teknis UMKM. Permasalahan teknis yang dihadapi oleh UMKM adalah seputar proses produksi, teknik pemasaran, promosi produk. Inovasi yang dilakukan Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Koperasi UMKM Pemerintah Kota Serang dalam melakukan Pemberdayaan UMKM di Kota Serang adalah pertama, adanya struktur yang terintegrasi. Kedua, adanya Koperasi yang menaungi UMKM. Ketiga, pemanfaatan teknologi ebusiness. Keempat, dukungan pihak-pihak terkait. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Serang memilki pegawai yang sebagian kurang berkompeten dalam bidang UMKM sehingga perlu mengembangkan jaringan kerjasama dengan Dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdangan. Kata Kunci: Peran, UMKM, Pemberdayaan Masyarakat. Abstract This study aims to determine the empowerment of UMKM in the city of Serang carried out by the Department of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM, Serang City Government. To find out the challenges faced by the Department of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM in Serang City Government in Empowering UMKM in Serang City. To find out the innovations made by the Department of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM, Serang City Government, in empowering UMKM in Serang City. The method used is a qualitative approach method. The sources of informants in this study include the head of the Department of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM in Serang City Government, Head of the UMKM Division of Serang City Government, and UMKM (micro) actors in Serang City. The results showed that the role of the Department of Trade, Industry and UMKM Cooperatives of Serang City Government in Empowering UMKM in Serang City was quite good in empowering Small and Medium Enterprises. There are several challenges faced by the Office of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM in Serang City Government in empowering UMKM in Serang City. First, the limitations of human resources include consultants and extension workers. Second, the limited budget they have. Third, the difficulty of UMKM capital. Fourth, UMKM technical problems. The technical problems faced by UMKM are around the production process, marketing techniques, product promotion. The innovations carried out by the Department of Trade, Industry and Cooperatives of UMKM in Serang City Government in empowering UMKM in Serang City are the first, the existence of an integrated structure. Second, there is a cooperative that houses UMKM. Third, the use of e-business technology. Fourth, the support of related parties. The Office of Cooperatives and UMKM in Serang City has employees who are partially incompetent in the field of UMKM, so it is necessary to develop a network of cooperation with related agencies such as the Department of Industry and Trade. Keywords: Role, UMKM, Community Empowerment.
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN DI SEKOLAH Najwa Bening Putri; Ria Yuni Lestari
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 18 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11571

Abstract

Karakter merupakan seperangkat nilai, prinsip, dan pola perilaku yang tertanam pada diriindividu yang tercermin melalui cara berpikir, bersikap, bertindak, dan berinteraksi denganlingkungan. Perundungan pada peserta didik dipahami sebagai tindakan kekerasan, intimidasi,pelecehan, serta perlakuan merendahkan baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital yangterjadi secara berulang sehingga memberikan tekanan emosional pada korban. Artikel inimengkaji pembentukan karakter peserta didik melalui penerapan program anti perundungan disekolah sebagai upaya menanamkan empati, rasa saling menghargai, serta tanggung jawabsosial sebagai fondasi pembentukan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan metodestudi kepustakaan dengan menelaah literatur dan dokumen yang berhubungan denganpendidikan karakter dan pencegahan bullying di satuan pendidikan. Tantangan utama yangdihadapi adalah belum terinternalisasinya nilai dan perilaku positif secara merata dalamkeseharian peserta didik, sehingga kesadaran sosial, kontrol diri, dan empati belum terbentuksecara kuat. Melalui pelaksanaan program anti perundungan, peserta didik diharapkanmemiliki moralitas yang baik, mampu menolak tindakan kekerasan, serta menciptakanlingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan karakter secaramenyeluruh.
Implementasi Nilai-Nilai Multikultural Pada Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Ageng Budi Wibowo; Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Yuni Lestari
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 10 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v10i2.1404

Abstract

Abstract: Multiculturalism is a belief that states that ethnic or cultural groups can coexist peacefully and respect each other. The purpose of implementing multicultural values in the Merdeka Student Exchange Program is to discover how the process of implementing activities describes and the factors that hinder the implementation of multicultural values. The method used is a qualitative case study, where the research takes data directly on ongoing activities through interviews, observation, and documentation, then conducts data processing activities from data relevant to the discussion. The results of this discussion are the implementation of multicultural values in the Independent Student Exchange program:(1) Multicultural values have been well implemented, as seen from democratic values, humanist values, and pluralist values; (2) Some activities illustrate implementing multicultural values in the independent student exchange program; (3) The factors that hinder the implementation of multicultural values are internal factors and external factors.Keywords: implementation; independent Student Exchange; multicultural value.  Abstrak: Multikultural merupakan sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa sebuah kelompok-kelompok etnik atau budaya dapat hidup secara berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lain. Tujuan implementasi nilai-nilai multikultural pada Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk mengetahui bagaimana proses implementasi kegiatan yang menggambarkan dan faktor yang menghambat dari pengimplementasian nilai-nilai multikultural. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, dimana proses penelitian yang mengambil data langsung pada kegiatan yang berlangsung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian melakukan kegiatan mengolah data dari data yang relevan dengan pembahasan. Hasil dari pembahasan ini adalah implementasi nilai-nilai multikultural dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka: (1) Nilai-nilai multikultural telah terimplementasikan dengan baik terlihat dari nilai demokratis, nilai humanis, dan nilai pluralis; (2) Terdapat Kegiatan yang menggambarkan implementasi nilai-nilai multikultural dalam program pertukaran mahasiswa merdeka; (3) Adanya faktor yang menghambat dari pengimplementasian nilai-nilai multikultural adalah faktor internal dan faktor eksternal.Kata kunci: implementasi, nilai-nilai multikultural, pertukaran Mahasiswa Merdeka
PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENANAMKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KEWARGANEGARAAN (INTELLECTUAL CIVIC SKILLS) PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Herdi Winangun; Damanhuri Damanhuri; Ria Yuni Lestari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2035

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan elearning dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis kewarganegaraan Peserta Didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidik memanfaatkan bentuk atau fitur-fitur yang tersedia di microsoft teams seperti fitur chating, memberikan ulangan atau kuis melalui fitur penugasan, mengadakan diskusi dan memerintahkan untuk On Cam, memberikan penugasan berbentuk file yang dapat di save di one drive. Strategi penerapan Pendidik dan kepala sekolah yaitu mengembangkan keterampilan diri dan mengembangkan instrument evaluasi hasil belajar. Faktor pendukung yaitu faktor intenal berupa peran pendidik dan kepala sekolah serta sarana dan pra sarana, sedangkan faktor eksternal yaitu berasal dari pemerintah dan orang tua, adapun faktor penghambat seperti terkendala dijaringanKata Kunci: E-learning, Kemampuan Berpikir Kritis, PPKn AbstractThe purpose of this study is to determine the use of e-learning in instilling students critical thinking skills in citizenship through learning pancasila and citizenship education at SMA Negeri 1 kota attack. This study uses a qualitative approach with the descriptive. The data collection technique in this study used the technique of interviews, observations and documentation. The result showed that educators take advantage of forms or features available in microsoft teams such as chat featrures, giving tests or quizzes through the assignment feature, hold discussions and order to on cam, give assignment in the form of files that can saved on one drive. Strategy for implementing educators and principals, namely develoving self-skills and developing learning outcomes evalution instrument. Supporting factors are internal factors in the form of: the role of the educators and school principals as well as facilities and infrastructure, while the external that comes from the government and parents, as for the inhibiting factors like being constrained in the network.Keywords: E-learning, Critical Thinking Skills,
PERAN CIWISATA (CINIBUNG WISATA) DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG CINIBUNG Samsul Ma'arif; Ria Yuni Lestari; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2234

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Ciwisata dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal masyarakat kampung Cinibung, serta kendala apa yang dihadapi Ciwisata dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal masyarakat kampung Cinibung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kelompok Ciwisata, tokoh masyarakat kampung Cinibung, masyarakat kampung Cinibung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kelompok Ciwisata berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di kampung Cinibung dengan membuat patung badak Ujung Kulon yang memiliki nilai jual, produk-produk kelompok Ciwisata juga bersifat ikonis yaitu badak bercula satu Ujung Kulon. Dalam proses pembuatan produknya Ciwisata juga memberdayakan masyarakat sekitar, memberi pelatihan pembuatan patung badak agar masyarakat memiliki kemampuan dan bisa mandiri perihal ekonomi serta bisa mensejahterakan masyarakat.Kata Kunci: Kelompok Ciwisata, Ekonomi Kreatif, Kearifan Lokal. AbstractThe study has been conducted with a view to discovering the role of Ciwisata in developing a creative economy based on local wisdom from Cinibung communities, as well as to what obstacles the Ciwisata faces in developing a creative economy based on the local wisdom of Cinibung communities. It is a qualitative descriptive study. The subject of this study is the Ciwisata group, public figures of Cinibung village, the people of Cinibung village. Data collection techniques using interviews, observations, documentation. Analysis uses data reduction, data presentation and deduction drawing. The validity of data is done with technical triangulation and source triangulation. The study found that Ciwisata groups play a role in developing a creative economy based on local prudence in the Cinibung village by creating market-point rhinoceros, products of the Ciwisata group as well as iconic one-culled rhino Ujung Kulon. In the process of producing these products tourism also empowers the neighborhood, giving training to build rhinoceros sculptures to provide economic development and economic development for society.Keywords: Ciwisata Group, Creative Economy, Local Wisdom.
Proses Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kurikulum 2013 Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Deskriptif di Kelas IX SMP Negeri 10 Kota Serang) Desti Angraeni; Ria Yuni Lestari; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2518

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, untuk mengetahui peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan untuk mengetahui kendala pemanfaatan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 10 Kota Serang.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik SMP Negeri 10 Kota serang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dilakukan dengan tahap melakukan analisis kurikulum, menyusun peta kebutuhan LKPD, menentukan judul KPD, menulis LKPD dan menentukan alat penilaian. Terdapat peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yaitu menciptakan suatu kondisi dimana peserta didik memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri, sebagai sarana pembelajaran agar peserta didik mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah yang dihadapi, sebagai alat untuk menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik atas apa yang dilakukannya. Adapun kendala yang dihadapi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik itu sendiri baik internal maupun eksternal adalah konsistensi, kreatifitas, kurangnya focus peserta didik, lemahnya daya tangkap peserta ddik dalam memahami materi serta pembelajaran jarak jauh pada kondisi pandemik covid 2019.Kata kunci: LKPD, Kemandirian, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AbstractThe purpose of this study was to describe the process of making the 2013 Curriculum LKPD in Pancasila and Citizenship Education subjects, to determine the role of the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students in Pancasila and Citizenship Education subjects, and to find out the obstacles to using the 2013 Curriculum LKPD in increasing independence. students in Pancasila and Citizenship Education lessons at SMP Negeri 10 Serang City. This study uses a descriptive method with a qualitative approach and data collection through the results of interviews, observations and documentation to the deputy principal of the curriculum, teachers, and students of Junior High School Number 10 of  Serang City. The results of this study indicate that the process of making LKPD Curriculum 2013 in the subjects of Pancasila and Citizenship Education is carried out by conducting curriculum analysis, compiling a map of LKPD needs, determining the title of KPD, writing LKPD and determining assessment tools. There is a role for the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students' learning in the subjects of Pancasila and Citizenship Education, namely creating a condition where students have a competitive desire to advance for their own good, as a learning tool so that students are able to take decisions and take initiatives to deal with problems that arise. faced, as a tool to foster students' confidence in what they are doing. The obstacles faced by teachers and students in utilizing the 2013 Curriculum LKPD in increasing the learning independence of students themselves both internally and externally are consistency, creativity, lack of student focus, weak grasping power of students in understanding the material and distance learning in pandemic conditions. covid 2019.Keywords: LKPD, Independence, Pancasila Education and Citizenship