Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

The Effect of Turmeric Extract (Curcuma longa l.) As a Potential Anthelmintic on Reducing Endoparasites in Naturally-Infected Sheep Diky Ramdani; Dwi Cipto Budinuryanto; Juju Julaeha
Jurnal Agripet Vol 21, No 1 (2021): Volume 21, No. 1, April 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i1.17791

Abstract

ABSTRACT. Turmeric extract (Curcuma longa L.) has the potential to be a natural anthelmintic and alternative to commercial deworming drugs for naturally-infected local sheep. A completely randomized design was used to compare the effect of 5 different oral treatments of turmeric extract tablets at 0 (TET-0), 200 mg (TET-200), 400 mg (TET-400), 800 mg (TET-800), and commercial Oxfendazole 225mg (Oxfen-225) on reducing endoparasites (fecal egg counts, FEC) of naturally-infected local yearling ewes at day-0 (before treatments), day-7, day-14, and day-21 (after treatments) using 4 replicates (n = 4). At day-0, all experimental ewes were naturally infected by FEC Strongyles nematode ranging from 85.0 32.8 to 638 230 eggs/g. Meanwhile, FEC Fasciola spp. and Paramphistomum spp. (Trematode), Monieza spp. (Cestode), dan Eimeria spp. (coccidia) were found a little in a small number of ewes. Therefore, further analysis focused on FEC Strongyles. On day-7, only Oxfen-225 and TET-800 treatments reduced (P0.05) FEC Strongyles by 100% and 64%, respectively. There was no difference (P0.05) in the increased or reduced percentages of FEC Strongyles infections among group treatments during day-14 and day-21 although only Oxfen-225 treatment showed a constant decrease. It seems that orally administering turmeric extract tablet at 800 mg have the potential to reduce FEC Strongyles in sheep by 64% although its anthelmintic potential is still weaker than commercial oxfendazole 225 mg. (Pengaruh Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antelmintik terhadap Penurunan Endoparasit pada Domba yang Terinfeksi secara Alami) ABSTRAK. Ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) mempunyai potensi sebagai antelmintik alami pengganti obat cacing komersial pada domba lokal yang terinfeksi cacing. Rancangan acak lengkap digunakan untuk membandingkan pengaruh 5 perbedaan perlakuan ekstrak kunyit dalam bentuk tablet dengan dosis: 0 (TET-0), 200 mg (TET-200), 400 mg (TET-400), 800 mg (TET-800), dan Oxfendazole komersil 225mg (Oxfen-225) terhadap penurunan jumlah telur cacing pada feses (Fecal egg counts, FEC) domba betina muda yang terinfeksi cacing secara alami pada hari ke-0 (sebelum perlakuan), hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21 setelah perlakuan menggunakan 4 ulangan (n = 4). Pada hari ke-0, semua domba eksperimen terinfeksi secara alami oleh nematoda Strongyles sebanyak 85.0 32.8 sampai 638 230 telur/gram feses. Sedangkan FEC Fasciola spp. dan Paramphistomum spp. (Trematoda), Monieza spp. (Cestoda), dan Eimeria spp. (Koksidia) hanya ada di beberapa domba saja dalam jumlah yang sedikit. Sehingga Analisa selanjutnya difokuskan kepada FEC Strongyles. Pada hari ke-7, hanya perlakuan Oxfen-225 dan Cur-800 yang dapat mengurangi (P0.05) persentase FEC Strongyles sebanyak 100% dan 64%, secara berurutan. Tidak ada perbedaan (P0.05) pada peningkatan atau penurunan persentase FEC Strongyles pada semua perlakuan selama hari ke-14 dan hari ke-21 walaupun perlakuan Oxfen-225 memperlihatkan pengurangan persentase FEC Strongyles secara konstan. Ekstrak kunyit dalam bentuk tablet pada dosis 800 mg mempunyai potensi menurunkan infeksi FEC Strongyles sekitar 64% pada minggu pertama, tetapi kemampuan antiparasitiknya masih di bawah oxfendazole 225 mg.
Dampak Pemberian Mikroenkapsulasi Minyak Ikan dalam Pakan terhadap Kolesterol Darah dan Performa pada Domba Ganesha Ade Riemas; Iman Hernaman; Diky Ramdani; Bambang Nurhadi
Jurnal Agripet Vol 21, No 1 (2021): Volume 21, No. 1, April 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i1.16627

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini untuk mengukur seberapa besar pengaruh minyak ikan yang sudah terenkapsulasi terhadap kolesterol darah dan performa pada Domba. Penelitian telah dilakukan di Sub Unit Pelayanan Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Kambing (SUPPPTDK) Bunihayu, Subang pada tanggal 20 Januari 2020 sampai 27 Maret 2020. Sebanyak 18 ekor domba Ekor Tipis jantan dengan bobot 15,990,98 kg dialokasikan ke dalam 3 perlakuan secara acak. Domba tersebut diberi ransum perlakuan yang disuplementasi dengan mikroenkapsulasi minyak ikan sebanyak 0% (P0), 2,5% (P1), dan 5% (P2). Data yang terkumpul dilakukan analisis ragam dan bila hasil berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa mikroenkapsulasi minyak ikan dapat menurunkan kolesterol darah (P0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi ransum (P0,05). Penurunan kadar kolesterol terjadi pada kelompok domba dengan perlakuan mikroenkapsulasi sebanyak 2,5% (P1) dan mikroenkapsulasi 5% (P2). Kadar kolesterol darah masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 100,70 mg/dl (P0); 96,20 mg/dl (P1); dan 78,76 mg/dl (P2). Rataan yang terbaik pada pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering harian, dan konversi ransum terdapat pada P2 yaitu 63,96 g/hari, 574,13 g/hari, dan 9,08. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mikroenkapsulasi minyak ikan dapat menurunkan kolesterol darah, dengan penurunan tertinggi pada pemberian 5%. (The impact of microencapsulation fish oil in feed on blood cholesterols and performance on sheep) ABSTRAK. This study measured the effect of encapsulated fish oil on blood cholesterol and sheep performance. The study was conducted at the Bunihayu Sheep and Goat Breeding Services Bunihayu, Subang on January 20, 2020 to March 27, 2020. A total of 18 male thin-tailed sheep 15.990.98 kg were allocated randomly into 3 treatments. The sheep were given feed supplemented with fish oil microencapsulation of 0% (P0), 2.5% (P1), and 5% (P2). The data were collected and analyzed by analysis of variance and, if the result is significantly different, continued by Duncan's test. The results showed that fish oil microencapsulation decreased blood cholesterol levels (P0.05). However, it did not affect body weight gain, consumption, and feed conversion (P0.05). Decreased levels of cholesterol occurred in the group of sheep with 2.5% microencapsulation (P1) and 5% microencapsulation (P2). Blood cholesterol levels of each treatment were 100.70 mg/dl (P0); 96.20 mg/dl (P1); and 78.76 mg/dl (P2), respectively. Averagely, the highest body weight gain, dry matter intake and feed conversion were found in P2 as much as 63.96 g/day, 574.13 g/day, and 9.08, respectively. The results can be concluded that microencapsulation of fish oil can reduce blood cholesterol, with the highest decrease at the level of 5%.
Pengaruh Perendaman Dengan Filtrat Abu Jerami Padi (FAJP) Terhadap Lignin Dan Serat Kasar Tongkol Jagung Iman Hernaman; Budi Ayuningsih; Diky Ramdani; Romy Zamhir Al Islami
Jurnal Agripet Vol 17, No 2 (2017): Volume 17, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v17i2.8389

Abstract

ABSTRAK. Potensi tongkol jagung sebagai pakan ruminansia sangat besar, namun dibatasi penggunaannya karena kadar ligninnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui hubungan antara kandungan lignin dan serat kasar tongkol jagung yang direndam dengan berbagai konsentrasi filtrat abu jerami padi (FAJP). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perendaman, yaitu R1 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FAJP konsentrasi 5%, R2 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FAJP konsentrasi 10%, R3 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FAJP konsentrasi 15%, R4 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FAJP konsentrasi 20%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil menunjukkan bahwa FAJP berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar lignin dan serat kasar pada tongkol jagung (p0,05). Hubungan antara perlakuan dengan kadar lignin membentuk persamaan regresi Y = 9,29 -0,172X dengan R2 =0,92, sedangan antara serat kasar dan lignin memiliki hubungan yang sangat erat dengan nilai r =0,85. Perendaman tongkol jagung dengan FAJP 20% menghasilkan persentase lignin dan serat kasar yang paling rendah yaitu 5,88dan 32,03 %.Kesimpulan, penggunaan FSJP dengan konsentrasi 20% merupakan perlakuan yang terbaik.(The effect of soaked by rice straw ash filtrate on lignin and crude fiber content of corn cob)ABSTRACT. Utilization of corncobs as a ruminant feed is highly potential but its high lignin content may limit its use. The objective of this experiment was to investigate the effect of soaking in the water containing different concentration of rice straws ash filtrate (RSAF) on lignin and crude fiber contents of corncob. A completely randomized design was employed to compare 5 different treatments: R1 = corncob with RSAF hydrolysis 5%, R2 = corncob with RSAF hydrolysis 10%, R3 = corncob with RSAF hydrolysis 15%, and R4 = corncob with RSAF hydrolysis 20%. Each treatment was repeatedfour times (n=4). The result showed that RSAF had a significant effect (P0.05) in reducing lignin and crude fiber contents. The relationship between treatment and lignin content followed a regression equation: Y = 9.29 -0.172X with R2 =0.92, while crude fiber and lignin had a close relationship with r =0.85. Soaking corncobs with RSAF as much as 20% resulted the lowest lignin and crude fiber contents which were 5.88 and 32.03% respectively. It concluded that utilization of RSAF 20% was the best treatment.
Pengaruh Serbuk Teh Hijau Sebagai Pakan Aditif terhadap Performa Domba Betina yang Diinfeksi Strongyles Utama, Aldyansah Putra; Mayasari, Novi; Yuniarti, Endah; Ramdani, Diky
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.30182

Abstract

ABSTRAK. Serbuk teh hijau merupakan salah satu bahan aditif yang dapat ditambahkan ke dalam pakan ternak yang dapat berfungsi sebagai anthelmintik dalam mengurangi infeksi cacing dan meningkatkan kualitas pakan bagi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis serbuk teh hijau terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan domba betina yang diinfeksi Strongyles Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Ternak Domba dan Kesehatan Hewan, Jurusan Peternakan, Polbangtan, Bogor pada bulan Agustus-Oktober 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan tingkat pemberian serbuk teh hijau, yaitu P0= 0%, P1= 0,75%, P2= 1,5% dari bahan kering ransum, dengan enam ulangan untuk setiap perlakuannya sehingga total ternak adalah 18 ekor. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan ukuran-ukuran tubuh ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk teh hijau 1,5% (P2) dalam pakan domba betina tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, tinggi pundak, tinggi pinggang, lebar pinggul, pertambahan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, dan lebar dada domba yang diinfeksi, namun dapat menekan penurunan bobot badan yang diakibatkan oleh parasit cacing.(The effect of green tea dust as a feed additive on performance ewes infected by strongyles)ABSTRACT. Green tea dust is one of feed additives that can be added to animal diet which can function as an anthelmintic in reducing worm infections and improving the performance of the livestock. This study aimed to determine the effect of various doses of green tea dust supplementation on dry matter intake (DMI, g/kg DM), average daily gain (ADG, g/kg DM), and body measurements(cm) of ewes infected with Strongyles. The research was conducted at the Sheep Farm and Animal Health Laboratory, Department of Animal Husbandry, Polbangtan, Bogor in August-October 2021. A completely randomized design was used as the experimental method consisted of three treatments of different levels of green tea dust supplementation, namely P0= 0%, P1= 0.75%, P2= 1.5% from dry matter ration, using 6 replicatess to obtain a total of 18 experimental units. The results showed that the administration of 1.5% green tea dust (P2) had no significant effect on DMI, ADG, and body measurements such as shoulder height, waist height, hip width, body length, chest circumference, and chest width of sheep, which were infected with Strongyles, but it tended to reduce their body weight losses.
Co-Authors An An Nurmeidiansyah An An Nurmeidiansyah An An Nurmeidiansyah Anggraeni, Adinda Fauziah Dwi Anita Fitriani Anuraga Jayanegara Asep Anang Atik Puspita Rilla Aulia Sabrina Faisal Bermani Azhar, Khaerul Bambang Nurhadi Bayani, Matni Syifa Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Chaudhry, Abdul Shakoor Daud Rivianda Andre Daud, Andre Rivanda Daud, Andre Rivianda Dede Lusi Deden Kris Maolana Denie Heriyadi Denie Heriyadi Denie Heriyadi Diny Putri Istiqomah Dwi Cipto Budinuryanto Endah Yuniarti Endah Yuniarti Endah Yuniarti, Endah Endang Yuni Setyowati Farah Lasti Utami Fitriyani Fitriyani Ganesha Ade Riemas Ghoffar Husnu Harsa, Jois Hendi Setiyatwan Heni Indrijani Hery Supratman Husmy Yurmiati Husmy Yurmiaty Husna, Afifah Ihsan, Tegar Pribadi Iin Susilawati Iman Hernaman Jihan Fakhira Juandita, Karina Natasya Juju Julaeha Ken Ratu Gharizah Alhuur Ken Ratu gharizah Alhuur Kevin Immanuel Khofifah Ayu Mesa Maisarah Muhammad Arkan Lamiday Muhammad Farhan Ardi Wiguna Mulyati Binti Mustapa Nabil Humam Ghifari Nani Solihati Nena Hilmia Nopi Hanafiah Novi Mayasari Nur Kholis Puradireja Rino Hadiwijaya Puradireja, Rino Hadiwijaya Putri, Verlia Dwi Raden Febrianto Christi Raden Febrianto Christi Rahmat Hidayat Rahmatillah, Ririn Siti Ratu Asyfa Rini Widyastuti Romy Zamhir Al Islami Sauland Sinaga Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siti Nurachma Siti Zulaiha Siti Zulaiha Sulastri, Erni Tati Rohayati Titin Nurhayatin Utama, Aldyansah Putra Zalfa Hasna Nadhira Zulkarnaen, Mochammad Hafizh