Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Diversifikasi menjadi Produk Selai dan Peningkatan Mutu Jus Aloe Vera di SIGMA Food Sawangan Depok Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Tri Yuni Hendrawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 2 (2018): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3880.168 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.29242

Abstract

Community engagement activities, science and technology development for community for one of the partner SIGMA Food, Sawangan, Depok, has been done with purpose to overcome the priority problems, which are improving quality and quantity of Aloe vera juice products and diversification of Aloe vera products into jams. The abdimas team, act as the facilitator and instructor, has trained/accompanied (a) quality improvement training/counseling for Aloe vera juice by preservative addition; (b) quality improvement of Aloe vera juice in SIGMA Food by pasteurization and sterilization; and (c) diversification of Aloe vera jam product processing. The result of this training is known for improving partner’s understandings in (a) quality improvement of Aloe vera juices by preservative addition, bottle packaging sterilization process, and Aloe vera juice pasteurization; and (b) diversification of Aloe vera products.
PENGARUH JENIS ADSORBEN TERHADAP EFEKTIFITAS PENURUNAN KADAR TIMBAL LIMBAH CAIR RECYCLE AKI BEKAS Rohmat Mufti Ali; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati; Nurul Hidayati Fithriyah
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.87-92

Abstract

Pengolahan air limbah Aki bekas dilakukan karena menghasilkan timbal (Pb) sebagai polutan beracun terutama jika memasuki perairan sebagai air baku air minum. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh jenis adsorben (zeolit dan karbon aktif) dan konsentrasinya (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) terhadap penurunan kandungan Pb dalam air limbah dari proses daur ulang aki mobil bekas. Pembuatan sampel imitasi air limbah dilakukan dengan perendaman komponen aki mobil bekas, seperti pelat dan larutan asam, dalam 4 liter air selama 10 hari yang menghasilkan kadar awal Pb sebesar 8,02 mg/L dan pH sebesar 2. Adsorben diaktivasi dengan perlakuan kimia dan fisika, kemudian ditambahkan ke dalam sampel limbah sebanyak 100ml, lalu diaduk dengan kecepatan 150 rpm selama 1 jam. Volume NaOH 0,5 M yang dibutuhkan untuk menetralkan 10 ml sampel limbah yaitu 35,7 ml. Kadar Pb terendah dalam sampel limbah adalah 0,239mg/L yang diperoleh pada adsorpsi menggunakan adsorben karbon aktif 25%.
Pemilihan Prioritas Pemanfaatan Daun Binahong(Bassela Rubra Linn) Dengan Metode AHP(Analytical Hierarkhi Process) Ade Nurul Hidayat; Ninin Asminah; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara agraris yang memiliki banyak sekali potensi tanaman yang dapat digunakan sebagai obat-obatan, Binahong ( Anredera Cordifolia ) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang berfungsi sebagai obat untuk proses penyembuhan menurut survey social ekonomi nasional. Flavonoid yang terkandung dalam daun binahong dapat berfungsi sebagai obat herbal alami dengan bermacam-macam efek anti inflamasi, analgetik, anti radang dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas pemanfaatan daun binahong yang efektif menggunakan software CDP(Criterium Decision Plus) dan metoda AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan mempertimbangkan kriteria kandungan zat aktif, ketersediaan bahan baku, harga, adanya efek samping dan kemudahan dalam membudidayakan daun binahong tersebut. Data – data diperoleh dari data primer dan sekunder yaitu berupa data atau catatan dari jurnal terdahulu, wawancara ahli dan kuisioner yang didapat peneliti, sehingga didapatkan hasil analisis AHP bahwa hasil pemilihan prioritas pemanfaatan daun binahong adalah sebagai (Obat Luka Bakar) dengan nilai tertinggi 0,930 diikuti dengan 0,740 sebagai anti oksidan & antiseptik dan 0,620 sebagai obat jerawat.
Pemilihan Bagian Tanaman Jeruk Purut (CITRUS HYSTRIX D.C) Potensial Sebagai Minyak Essensial Aromaterapi Hasil Proses Maserasi Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Rusnia Junita Hakim; Yully Mulyani; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aromaterapi merupakan istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, banyak dikenal dalam bentuk minyak essensial yang berguna untuk mengatur fungsi kognitif dan kesehatan. Citrus hystrix salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak essensial. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemilihan bagian tanaman citrus hystrix (daun, kulit, ranting) sebagai sumber minyak essensial aroma terapi hasil proses ekstraksi macerasi dan menggunakan software analytical hierarkhi process dengan mempertimbangkan kriteria berupa ketersediaan bahan baku, hasil rendemen, harga jual minyak, pemasaran (packing), aroma serta warna minyak essensial. Daun, kulit dan ranting jeruk di jemur kering, dirajang direndam dalam pelarut di dalam toples kaca tertutup, kemudian didiamkan selama beberapa hari sambil dilakukan pengadukan agar kelarutan minyak atsiri merata, menyaring dan mengepres larutan hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan cara pengendapan atau penyaringan. Citronellal dalam citrus hystrix merupakan bahan baku utama penghasil minyak atsiri. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bagian daun merupakan bagian prioritas sebagai bahan untuk pembuatan minyak essensial dengan bobot 0,88 diikuti dengan kulit dengan bobot 0,77 dan ranting dengan bobot 0,575.
PEMBUATAN INDIKATOR ALAMI ASAM-BASA DARI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Dela Astria Virliantari; Annisa Maharani; Ukhti Lestari; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu limbah rumah tangga maupun limbah perindustrian yang jarang dimanfaatkan. Selain itu kulit bawang merah memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut dapat mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai indikator asam-basa berdasarkan pigmen warna yang dimiliki kulit bawang merah dan untuk mengetahui waktu maserasi optimal serta konsentrasi optimal dari ekstrak kulit bawang merah sebagai indikator asam-basa. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest dan alkohol 96%. Variasi yang digunakan, waktu maserasi (1, 2, 3, 4, 5) hari dan konsentrasi pelarut (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) 200ml. Dari hasil perobaan menunjukkan bahwa waktu maserasi yang paling optimal adalah 3 hari dengan nilai absorban terbesar yaitu 1,277 dengan panjang gelombang maksimum 520nm dan trayek pH 8-9. Konsentrasi pelarut yang paling optimal adalah 50% dengan nilai absorban terbesar yaitu 1,298 dengan panjang gelombang maksimum 500nm dan trayek pH 3-5. Metode titrasi menggunakan indikator ekstrak kulit bawang merah memiliki keakuratan lebih rendah dibanding metode titrasi dengan indikator phenolphtalein dan methyl orange.
The Influence of Operation Conditions of Gedi Leaf Drying Process (Abelmoschus Manihot. L) On Antioxidant Activity Siska Ayu Anggraini; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol 3, No 2 (2020): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jasat.3.2.57-64

Abstract

Gedi leaf (Abelmoschus manihot L) is a type of plant that is categorized in a group of medicinal plants / herbal plants and grows mostly in North Sulawesi and is a tropical plant of the Malvacea family, gedi leaves contain flavonoids, tannins, alkaloids, anthraquinone saponins and anthocyanins which have antioxidant activity. Antioxidants are important compounds in maintaining a healthy body. Because it functions as a free radical scavenger. In this study, examined the use of gedi leaf drying as an alternative source of antioxidants to be applied for face masks. Gedi leaf powder sample was tested by Proximate testing to determine the characteristics of gedi leaf powder and gedi leaf powder used as a powder mask preparation. The method used to obtain dry gedi leaves is the oven with a temperature variation used 40; 50; 60 ° C and 5 time variations; 6; 7 hours. The results showed that the best yield of drying gedi leaf powder against time to temperature was 5 hours with a temperature of 70⸰C, from the best yield it was processed into masks divided into 3 formulas, namely 10; 20; 30% dried gedi leaves in a 40gr formula with rice flour as an added ingredient. From the results of making 3 dry gedi leaf mask formulas tested proximate with the help of 20 panelists, the results of the panelists' assessment of formula 2 with 20% gedi leaves are preferred and get a value of 20% higher. Measurement of the 3 formulas obtained pH values of gedi leaf masks of 5.63, 5.68, and 5.72.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM TRANSPORTASI DARAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL DI JAKARTA Muh Kadarisman; Aang Gunawan; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol 2, No 1 (2015): MARET
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v2i1.129

Abstract

Transportation is the backbone in creating social welfare in Jakarta. Therefore, if there are problems in the transportation system, it will have an impact on the smooth traffic flow and will ultimately hamper the achievement of public welfare. This study used a descriptive-qualitative method. This study refers to the theory proposed by Anderson (in Tachjan, 2006: 23) and Sarana, et al (2009: 9). The results of the study are as follows. Policy implementation transportation system in Jakarta has been able to improve the social welfare of most citizens, which means some people have to feel and enjoy the outcome of transportation development  in Jakarta. However, others have not optimally felt the positive impact of the policy. Even, it is perceived negatively; such as traffic jams which are almost evenly distributed throughout Jakarta causing high air pollution, hampered economic activity and generated high economic costs that social welfare was also weakened. This is reinforced by the increasing poverty rate in 2014 that reached 393,980 people thousand compared to previous years.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN BUS TRANSJAKARTA DALAM MENCAPAI STANDAR PELAYANAN MINIMUM Ismiyati Ismiyati; Miskul Firdaus; Dian Artanti Arubusman
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol 3, No 2 (2016): JULI
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v3i2.92

Abstract

This study aims to analyze the operational management system to improve the Transjakarta bis maintenance needs of safety and comfort for the user community. The method used is qualitative descriptive method. Results of the study: 1. Implementation of busway that has been and are going to be implemented by the local government of DKI Jakarta through the Department of Transportation (Dinas Perhubungan) and the Agency of Busway management (BP) has met the expectation like infrastructure such as ticketing system, bis stops, bis facilities, human resources and publications, 2. Performance in implementating busway program, in general has shown its satisfaction level. Busway is considered as an alternative public transport that is safe, comfortable and punctual, 3. Evaluation of the implementation of the busway program since last year have shown satisfying results. Busway passengers are around 17.4 million. 7.6 percent has shifted from private transportation to busway. It is higher than the average of shift rate in the world that is only 4 to 5 percent. The income from this program in 2015 for DKI Jakarta is Rp. 42.7 billion and it also has successfully changed people's attitude to use public transportaion. However, congestion problem is not significantly decreased.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DESTILASI TERHADAP KONSENTRASI FLUORIDA PADA PENJERNIHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM DENGAN PROSES DESTILASI SEDERHANA Ayu Kurniasih; Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Air limbah banyak mengandung senyawa kimia yang beracun. Ada beberapa parameter yang harus diuji. Salah satu parameter uji dalam analisa air Iimbah adalah Fluorida. Fluorida dalam kandungan yang besar dalam air dapat menyebabkan beberapa masalah serius terhadap kesehatan. Untuk itu Fluorida menjadi salah salah satu parameter penting dalam pengujian air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum destilasi pada suhu 180°C. Destilasi yang dilakukan dengan variasi waktu, 20, 30, 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Dengan variasi yang digunakan, dapat diketahui hasil proses penjernihan (destilat), dimana selanjutnya destilat akan digunakan pada analisa kadar fluorida metode SPADNS. Penelitian ini dilakukan Environmental Laboratory - PT. Sucofindo, yang berlokasi di Jl. Arteri Tol Cibitung No.l Cibitung - Bekasi. Metode analisa yang digunakan adalah metode kolorimetri dengan larutan SPADNS sehingga banyak disebut dengan metode spands. Hasil dari destilasi (destilat) yang jernih diukur dengan spektrofometer, dengan terlebih dahulu diberikan larutan SPADNS untuk memberikan penurunan warna merah. Nilai optimal yang dihasilkan adalah pada waktu destilasi 60 menit. Korelasi antara konsentrasi flourida dengan waktu destilasi. menghasilkan persamaan Y= -1,140417 + 0,0602722 x - (-0,000524 x2) Kata Kunci: Air limbah, destilasi, fluorida, metode kolorimetri, metode SPADNS 
PENGARUH FORMULASI PATI SINGKONG–SELULOSA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN HIDROFOBISITAS PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK Hananto Wisnu Sulityo; Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari sumber yang dapat diperbaharui yaitu dari senyawa - senyawa dalam tanaman misalnya pati. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati seperti singkong, jagung, beras dan tanaman lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui temperatur gelatinisasi dan pengaruh formulasi pati-selulosa serta menentukan kondisi terbaiknya terhadap sifat mekanik dan ketahanan air bahan bioplastik. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai pembuatan bioplastik campuran pati, selulosa dan gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan variasi temperatur gelatinisasi yaitu pada T = 80o, 90o, dan 100oC serta variasi rasio massa antara pati dan selulosa yaitu 6:4, 7:3, 8:2, 9:1 dan 10:0 (m/m). Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik (film plastic) yang diuji sifat mekaniknya dengan alat Universal Testing Machine serta uji ketahanan air (water uptake). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan tingkat ketahanan air dan sifat fisik terbaik terdapat pada formulasi pati-selulosa 8:2 dan temperature gelatinasi 90°C dengan nilai penyerapan air sebesar 33 %, Tensile Strength 10.32 MPa, persen perpanjangan 27.91 % dan modulus young 36.97 Mpa. Kata kunci : Bioplastik, , gelatinisasi, hidrofobisitas, pati singkong, selulosa