Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan ekstrak daun inai (Lawsonia inermis l.) sebagai bakterisida terhadap Aeromonas hydrophila yang menginfeksi ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) Sofyatuddin Karina; Mimie Saputri; Muhammad Naufal
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3056

Abstract

Abstract. The objective of this research was to find out the effectiveness of henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) on A. hydrophila in vitro and its effect on the survival rate of Clarias gariepinus that infected by those bacterias in vivo. The research was conducted at chemistry laboratory of Teacher Training and Education Faculty, Syiah Kuala University and at Microbiology laboratory, Brackishwater aquaculture Department Center, Ujong Batee on Avril to September, 2015. The research involved in vitro test with the inhibition zone as measured parameter and in vivo test with the survival rate value as measured parameter. The treated concentrations were 1, 2, 3, 4 and 5% of extract. The result of in vitro test showed that henna leaf extract was effective against A. hydrophila with the inhibition zone for 1, 2, 3, 4, and 5% extract were 5.45; 5.7; 6.5; 7.5; and 9.6 mm, respectively. The result of ANOVA test showed that henna leaf extract has a significant effect on the survival rate of catfish (P0.05). The best survival rate was obtained at 4% of extract concentration. Keywords: Aeromonas hydrophila; henna leaf extract; catfishAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun inai (Lawsonia inermis L.) terhadap A. hydrophila secara in vitro dan pengaruhnya secara in vivo terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang terinfeksi bakteri ini dengan cara perendaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium kimia, FKIP Unsyiah dan Laboratorium Mikrobiologi Balai Budidaya Perikanan Air Payau (BBAP) Ujong Batee pada dari bulan April hingga bulan September 2015. Penelitian ini meliputi uji in vitro dengan parameter uji berupa zona hambat ekstrak terhadap bakteri dan uji in vivo dengan parameter uji berupa nilai kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang pasca perlakuan dengan ekstrak. Konsentrasi perlakuan yang dilakukan adalah 1, 2, 3, 4, dan 5%. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun inai (Lawsonia inermis L.) terbukti efektif terhadap Aeromonas hydrophila dengan nilai zona hambat secara berturut-turut terhadap konsentrasi 1, 2, 3, 4 dan 5% adalah 5,45; 5,7; 6,5; 7,5; dan 9,6 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun inai berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Tingkat kelangsungan hidup ikan terbaik diperoleh pada konsentrasi ekstrak 4%.Kata kunci : Aeromonas hydrophila; ekstrak daun inai; ikan lele sangkuriang
Uji Kualitas Air Laut Di Perairan Kuala Pesisir Menggunakan Metode Storet Laisa Sara Sabrina Sinambela; Khairunnisa Khairunnisa; Maria Ulfah; Sofyatuddin Karina; Sri Agustina
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.42272

Abstract

Penelitian Uji Kualitas Air Laut Di Perairan Kuala Pesisir Menggunakan Metode Storet ini dilakukan pada bulan Maret April 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas perairan berdasarkan metode STORET di Perairan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Parameter yang diukur meliputi parameter fisika dan kimia air kemudian hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu untuk menentukan nilai metode storet dan parameter yang mempengaruhi kualitas air serta tingkat pencemarannya. Hasil analisa dengan metode storet menunjukkan kualitas perairan di daerah ini untuk biota laut dan wisata bahari berada pada kategori kelas C cemar sedang dengan skor -20 dan untuk Pelabuhan berada pada kategori kelas B cemar ringan dengan total skor -10. Parameter kecerahan untuk biota laut, wisata bahari dan pelabuhan tidak melebihi baku mutu dengan nilai rata rata 1,15 126 meter, sedangkan fosfat untuk biota laut dan wisata bahari menunjukkan nilai yang melebihi baku mutu dengan nilai konsentrasi fosfat berkisar 0,585 mg/L 1.635 mg/L. Untuk parameter TSS, suhu, pH, salinitas, DO, dan nitrat masih sesuai baku mutu air laut untuk biota laut, wisata bahari, dan pelabuhan.Kata Kunci: Kualitas perairan, metode STORET, biota laut, wisata bahari