Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SELEKTIVITAS LIGAN DI-2-ETILHEKSIL FOSFAT (D2EHPA) UNTUK EKSTRAKSI LOGAM TANAH JARANG DENGAN SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER Dewi, Ratna Sari; Nst, Hafni Indriati; Syafei, Minda Syafina; Sembiring, Surya Julius; Br Ginting, Ela Riana; Karmina, Putri; Mutholib, Abdul; Anggraeni, Anni; Bahti, Husein H; Yusuf, Muhammad; Janitra, R S; Hardianto, Ari
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10177

Abstract

Logam Tanah Langka (REE) berguna dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi. Kebutuhan akan LTJ semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Memisahkan dan memurnikan REE sulit dilakukan karena REE memiliki sifat yang mirip satu sama lain. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode untuk memisahkan dan memurnikan REE dari mineralnya. Salah satu metode pemisahannya menggunakan ligan Di-(2-etilheksil)asam fosfat (D2EHPA) yang memiliki banyak keunggulan sebagai ekstraktan dalam ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ligan yang memiliki selektivitas tertinggi untuk pemisahan REE menggunakan dinamika molekuler dan untuk mengetahui ligan mana yang dapat terdistribusi lebih baik ke dalam fasa organik. Metodologinya dilakukan dengan menggunakan pemodelan molekuler BIOVIA Discovery Studio 2016 dan optimalisasi energi menggunakan program AMBER18. Studi komputasi dapat dilakukan untuk menemukan titik awal sintesis di laboratorium. Kompleks REE dengan ligan D2EHPA dan tiga perairan dapat digunakan dalam pemisahan REE karena lebih efisien dan stabilitas kompleks lebih besar.Rare Earth Metals (REEs) are useful in a variety of high-tech applications. The need for LTJ is increasing over time. Separating and purifying REEs is difficult because REEs have similar properties to one another. So it is necessary to develop methods for separating and purifying REEs from their minerals. One of the separation methods uses the ligand Di-(2-ethylhexyl)phosphoric acid (D2EHPA) which has many advantages as an extractant in extraction. The aim of this research is to find out the ligand with the highest selectivity for REE separation using molecular dynamics and to find out which ligand can be better distributed into the organic phase. The methodology was carried out using BIOVIA Discovery Studio 2016 molecular modeling and energy optimization using the AMBER18 program. Computational studies can be performed to find starting points for synthesis in the laboratory. The REE complex with the D2EHPA ligand and three waters can be used in REE separation because it is more efficient and the stability of the complex is greater.
Penentuan Kadar Asam Folat dalam Konjugat Folat Termodifikasi Silan dengan Spektrofotometer UV Sutanto, Cindy Florencia; Rokhmat, Launa Silky Karenindra; Zahra, Sahlaa Alifah; Hardianto, Ari; Wyantuti, Santhy; Fauzia, Retna Putri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konjugasi asam folat (FA) termodifikasi silan merupakan pendekatan yang banyak digunakan untuk meningkatkan spesifisitas sistem penghantaran obat, terutama dalam menargetkan sel kanker yang mengekspresikan reseptor folat secara berlebih. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis, karakterisasi, dan penentuan kadar FA dalam konjugat aminopropil trimetoksisilana–polietilen glikol–asam folat (APTMS-PEG-FA) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Konjugasi dilakukan melalui aktivasi gugus karboksilat FA menggunakan EDC dan NHS, dilanjutkan dengan pengikatan terhadap NH₂-PEG-COOH dan APTMS dalam pelarut DMSO. Karakterisasi UV-Vis menunjukkan puncak serapan khas asam folat pada panjang gelombang 288 nm (π→π*) dan 358 nm (n→π*), mengindikasikan keberhasilan konjugasi. Kurva kalibrasi asam folat dibuat pada rentang konsentrasi 0,002–0,010 mM dengan hubungan linear yang sangat baik (R² = 0,99933). Nilai LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,000270 mM dan 0,000820 mM menunjukkan sensitivitas metode yang tinggi. Berdasarkan kurva ini, kadar FA dalam APTMS-PEG-FA diperoleh sebesar 0,33 ± 0,05 mM. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan konjugasi yang digunakan efektif dalam menghasilkan konjugat dengan integritas kimia dan kuantitatif yang baik, serta berpotensi untuk digunakan dalam aplikasi biomedis, khususnya dalam sistem penghantaran nanopartikel bertarget untuk terapi dan pencitraan kanker.
Understanding The Role of Diffusion in The Separation of Rare Earth Elements in Water-n-hexane Systems: A Molecular Dynamics Simulation Study Hardianto, Ari; Janitra, Regaputra Satria; Fauzi, Muhammad Ryan; Juliandri, Juliandri; Anggraeni, Anni; Soedjanaatmadja, Ukun Mochammad Syukur
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 10 No. 2 (2023): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v10i2.30680

Abstract

Liquid-liquid extraction is one of the methods for separating rare earth elements (REE) in the presence of an extractant. The separation of REE ions, complex with an extractant, involves interfacial migrations that are influenced by the diffusion of the respective ions. Therefore, we performed molecular dynamics simulations on REE ions (La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+) in a water-n-hexane system to determine if each ion exhibited a distinct diffusion coefficient. By employing molecular dynamics simulations, we calculated diffusion coefficients for these ions based on the Einstein relation. The diffusion coefficients for La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+ were found to be 4.21×10–6, and 3.96×10–6, 4.57×10–6, 4.17×10–6, and 5.19×10–6 cm2/s, respectively. However, statistical analysis via the Kruskal-Wallis test revealed no significant variance in the diffusion coefficients (p-value greater than 0.05), indicating that diffusion is not a rate-limiting factor in REE separation. The findings suggest that effective mixing during extraction can eliminate the role of diffusion as a differentiating factor in REE separation. Overall, this study offers critical insights into optimizing REE extraction processes