Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Understanding The Role of Diffusion in The Separation of Rare Earth Elements in Water-n-hexane Systems: A Molecular Dynamics Simulation Study Ari Hardianto; Regaputra Satria Janitra; Muhammad Ryan Fauzi; Juliandri Juliandri; Anni Anggraeni; Ukun Mochammad Syukur Soedjanaatmadja
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 10, No 2 (2023): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v10i2.30680

Abstract

Liquid-liquid extraction is one of the methods for separating rare earth elements (REE) in the presence of an extractant. The separation of REE ions, complex with an extractant, involves interfacial migrations that are influenced by the diffusion of the respective ions. Therefore, we performed molecular dynamics simulations on REE ions (La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+) in a water-n-hexane system to determine if each ion exhibited a distinct diffusion coefficient. By employing molecular dynamics simulations, we calculated diffusion coefficients for these ions based on the Einstein relation. The diffusion coefficients for La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+ were found to be 4.21×10–6, and 3.96×10–6, 4.57×10–6, 4.17×10–6, and 5.19×10–6 cm2/s, respectively. However, statistical analysis via the Kruskal-Wallis test revealed no significant variance in the diffusion coefficients (p-value greater than 0.05), indicating that diffusion is not a rate-limiting factor in REE separation. The findings suggest that effective mixing during extraction can eliminate the role of diffusion as a differentiating factor in REE separation. Overall, this study offers critical insights into optimizing REE extraction processes
Selektivitas Ligan DBDTP Terhadap Isomer Ligan Dbdtp untuk Ekstraksi Logam Tanah Jarang Berdasarkan Kajian Simulasi Dinamika Molekuler Ratna Sari Dewi; Abdul Mutholib; Anni Anggraeni; Hesein H. Bahti; Ari Hardianto; Muhammad Yusuf
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 2 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i2.6504

Abstract

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan suatu material strategis nasional. Tingkat kebutuhan terhadap LTJ semakin lama semakin meningkat pesat. Pemisahan LTJ dapat menggunakan berbagai metode pemisahan, salah satunya dengan menggunakan ligan pengompleks. Ligan Dibutyl dithiophosphate (DBDTP) memiliki banyak keuntungan ketika digunakan sebagai ekstraktan dalam ekstraksi. Simulasi komputer membutuhkan suatu metode akurat dalam memodelkan sistem yang dikaji. Simulasi sering dilakukan dengan kondisi yang sangat mirip dengan eksperimen, sehingga hasil perhitungan kimia komputasi dapat dibandingkan secara langsung dengan eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan prediksi pemisahan ekstraksi LTJ (Sm dan Gd) menggunakan ligan DBDTP dan isomer ligan DBDTP dengan menghitung kestabilan kompleks berdasarkan dinamika molekuler. Ligan DBDTP dan Isomer ligan DBDTP dibuat dengan program BIOVIA Discovery studio 2016, lalu  dihubungkan dengan atom pusat dan dilakukan optimasi energi menggunakan program AMBER 16, kemudian disimulasikan dengan sistem satu pelarut selama 10 ns secara eksplisit..Hasil simulasi kompleks UTJ dengan isomer ligan DBDTP dan tiga air secara dinamika molekuler menunjukkan bahwa semakin kecil radian atom maka semakin kecil nilai energi ikatan dan semakin stabil. Energi untuk masing-masing kompleks LTJ (Sm dan Gd) untuk ligan DBDTP adalah -40,43 dan -121,13 Kkal/mol dan ligan isomer DBDTP sebesar -287,62 dan -438,38 Kkal/mol. Hal ini menunjukkan bahwa kompleks LTJ (Sm dan Gd) dengan isomer ligan DBDTP lebih stabil dibandingkan dengan ligan DBDTP.
Oksidasi Serium Berdasarkan Agen Pengoksidasi: Oxidation of Cerium Based on Oxidizing Agents Juliana Puteri; Anni Anggraeni; Ari Hardianto; Husein H. Bahti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1722

Abstract

Rare earth elements (REEs) is the name given to 15 elements from the lanthanide group and 2 elements have the same chemical properties that make them included in the REEs, namely scandium and yttrium. The use of rare earths triggers the development of new materials for application, one of which is cerium metal. Currently, cerium is widely applied in industry to improve product quality, one example is as a catalyst to increase the power output of Ni-MH batteries. In the world of health, cerium has been developed for use in electrochemical sensing and electrochemical biosensors, as well as drug delivery systems, antioxidants, and detection of various diseases by utilizing the characteristics of cerium. Separation of cerium from REEs can be done by oxidation of cerium(III) to cerium(IV), so it is very important to take advantage of the valence property of cerium which can be changed so that cerium is separated from other REEs(III). In acidic solutions, the oxidation of Ce(III) to Ce(IV) can occur by chemical oxidation with strong oxidizing agents such as persulfate, permanganate, or perchlorite by electrochemical oxidation or by direct oxidation. This review discusses some commonly used oxidizing agents, such as potassium permanganate (KMnO4), sodium hypochlorite (NaOCl), hydrogen peroxide (H2O2), sulfuric acid (H2SO4), and caroic acid (H2SO5). Keywords: REEs, Oxidation, Separation, Cerium Abstrak Logam tanah jarang (LTJ) merupakan nama yang diberikan untuk 15 unsur dari kelompok lantanida serta 2 unsur memiliki sifat kimia yang sama sehingga termasuk dalam unsur LTJ, yaitu skandium dan yttrium. Penggunaan LTJ ini memicu berkembangnya material baru untuk diaplikasikan, salah satunya adalah logam serium. Saat ini, serium banyak diaplikasikan dalam bidang industri guna meningkatkan kualitas produk, salah satu contohnya sebagai katalis untuk meningkatkan power output dari baterai Ni-MH. Dalam dunia kesehatan, serium dikembangkan dalam penggunaanan sensing elektrokimia serta biosensor elektrokimia, digunakan juga sebagai sistem penghantar obat, antioksidan, dan deteksi berbagai penyakit dengan memanfaatkan karakteristik serium. Pemisahan serium dari LTJ dapat dilakukan dengan metode oksidasi serium(III) menjadi serium(IV), sehingga sangat penting untuk memanfaatkan sifat valensi serium yang dapat diubah agar serium terpisah dari LTJ(III) lainnya. Dalam larutan asam, oksidasi Ce(III) menjadi Ce(IV) dapat terjadi melalui oksidasi kimia dengan oksidator kuat seperti persulfat, permanganat, atau perklorit dengan oksidasi elektrokimia atau dengan oksidasi secara langsung. Tinjauan ini membahas beberapa oksidator yang umum digunakan, seperti kalium permanganat (KMnO4), natrium hipoklorit (NaOCl), hidrogen peroksida (H2O2), asam sulfat (H2SO4), dan caro’s acid (H2SO5). Kata Kunci: LTJ, Oksidasi, Pemisahan, Serium
Penggunaan Agen Pengendap terhadap Pengendapan Lantanum dan Neodimium: Use of Precipitating Agents against the Precipitation of Lanthanum and Neodymium Petricia Hendriana; Anni Anggraeni; Ari Hardianto; Husein H. Bahti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1723

Abstract

Rare earth elements (REEs) are a group of 17 elements including scandium (Sc), yttrium (Y), and 15 lanthanides from lanthanum (La,57) to lutetium (Lu, 71). The global demand for rare earths has increased in technological applications over the last decade due to their chemical, catalytic, electrical, magnetic and optical properties. The majority of the world's rare earths are stored in three minerals basnasite, monazite, and senotime. Monazite consists of monazite (Ce), monazite (Nd), and monazite (La). Lanthanum hydroxide inhibits the development of vascular calcification by lowering serum phosphorus levels while neodymium acts as a magnet in MRI imaging device so diseases can be cured in the presence of contrast compounds. Separation of REEs can be done in various ways, solvent extraction, ion exchange resins, and precipitation. Precipitation technique is chosen because it’s easy, fast, and cheap. Precipitating agents are used in the REEs separation process is expected to provide good recovery results. Precipitation efficiency using different precipitating agents can be seen from the recovery obtained. The highest precipitation efficiency was shown by oxalic acid and ammonium hydroxide of 98.68 and 99.99%, respectively. This review describes how well precipitating agents are used to separate rare earths into their individual rare earths. Keywords: Rare earth elements (REEs), monazite, precipitation, precipitating agent Abstrak Logam tanah jarang (LTJ) merupakan kelompok dari 17 unsur termasuk scandium (Sc), yttrium (Y), dan 15 lantanida dari lantanum (La,57) ke lutetium (Lu, 71). Permintaan global terkait LTJ telah meningkat dalam aplikasi teknologi selama dekade terakhir karena sifat kimia, katalitik, listrik, magnetik, dan optik yang dimilikinya. Mayoritas dari tanah jarang dunia disimpan di tiga mineral basnasit, monasit, dan senotim. Monasit terdiri atas monasit(Ce), monasit(Nd), dan monasit (La). Lantanum hidroksida berperan dalam menghambat perkembangan kalsifikasi vaskular dengan menurunkan level serum fosfor sedangkan neodimium berperan sebagai magnet dalam suatu pencitraan alat MRI sehingga penyakit dapat dibantu disembuhkan dengan adanya senyawa pengontras tersebut. Pemisahan LTJ dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu ekstraksi pelarut, resin penukar ion, dan pengendapan. Teknik pengendapan dijadikan pilihan karena mudah, cepat dan murah. Agen pengendap digunakan dalam proses pemisahan LTJ diharapkan mampu memberikan hasil recovery yang baik. Efisiensi pengendapan menggunakan agen pengendap berbeda dapat dilihat dari recovery yang didapatkan. Efisiensi pengendapan tertinggi ditunjukkan oleh agen pengendap asam oksalat dan amonium hidroksida masing-masing sebesar 98.68 dan 99.99%. Tinjauan ini menjelaskan seberapa baik agen pengendap yang digunakan untuk memisahkan LTJ menjadi tanah jarang individunya. Kata Kunci: Logam Tanah Jarang (LTJ), monasit, pengendapan, agen pengendap
MAQASHID AL-QURAN DAN MAQASHID SYARIAH SEBAGAI BASIS PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Hardianto, Ari; Fata, Badrus Samsul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 8 No 1 (2025): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i1.722

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep maqashid Al-Qur'an dan maqashid syariah sebagai pendekatan filosofis dan operasional dalam sistem pendidikan di Indonesia. Maqashid Al-Qur'an mengacu pada tujuan utama wahyu Al-Qur'an dalam membimbing manusia menuju kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat, sedangkan maqashid syariah menekankan perlindungan lima aspek utama kehidupan: agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dari berbagai sumber primer, seperti ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, serta sumber sekunder berupa jurnal, buku, dan dokumen pendidikan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini mengkaji relevansi kedua konsep tersebut dalam konteks pendidikan modern di Indonesia, dengan menyoroti bagaimana mereka dapat memengaruhi kurikulum, metodologi pengajaran, dan tujuan pendidikan nasional. Hasilnya adalah penerapan maqashid Al-Qur'an dan maqashid syariah sebagai basis paradigma pendidikan di Indonesia menawarkan solusi untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan relevan.
Exploration of Anti-FABP3 Aptamer Conformation Using Coarse-Grained Molecular Dynamics Simulation Aathirah, A Sayyidatina; Hardianto, Ari; Gaffar, Shabarni
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12s2.58912

Abstract

Aptamers have been extensively utilized in the development of diagnostic and therapeutic methodologies for a variety of diseases. Aptamer N13, obtained through the SELEX process in previous research, has been identified as an anti-FABP3 ssDNA aptamer to enhance diagnostic techniques for myocardial infarction. This study provides an in-depth examination of the conformation and structural dynamics of aptamer N13 using in-silico methods. These include secondary structure prediction via DNA-fold, 3D structures modeling through RNA-Composer, and coarse-grained molecular dynamics (MD) simulations with SIRAH AMBER. The 83 μs MD simulation results reveal that the predicted conformation generally struggles to maintain stability, as indicated by the RMSD values and their fluctuations. However, residues 1-50 demonstrate relatively stable conformations, particularly beyond the 40 μs point in the simulation. In contrast, residues 51-90, constituting the free end, exhibit persistent conformational instability. This instability is likely attributable to their single-stranded and free nature compared to the other regions characterized by loops that confer greater stability. Our findings suggest that the predicted conformation from existing tools does not yet provide the most stable reference structure, necessitating further exploration through extended molecular dynamics simulations. While current simulations offer a relatively stable conformational reference, additional simulations are warranted to determine the most stable configuration of the free-end region, thereby elucidating its role in the aptamer’s affinity and specificity
SELEKTIVITAS LIGAN DI-2-ETILHEKSIL FOSFAT (D2EHPA) UNTUK EKSTRAKSI LOGAM TANAH JARANG DENGAN SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER Dewi, Ratna Sari; Nst, Hafni Indriati; Syafei, Minda Syafina; Sembiring, Surya Julius; Br Ginting, Ela Riana; Karmina, Putri; Mutholib, Abdul; Anggraeni, Anni; Bahti, Husein H; Yusuf, Muhammad; Janitra, R S; Hardianto, Ari
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10177

Abstract

Logam Tanah Langka (REE) berguna dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi. Kebutuhan akan LTJ semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Memisahkan dan memurnikan REE sulit dilakukan karena REE memiliki sifat yang mirip satu sama lain. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode untuk memisahkan dan memurnikan REE dari mineralnya. Salah satu metode pemisahannya menggunakan ligan Di-(2-etilheksil)asam fosfat (D2EHPA) yang memiliki banyak keunggulan sebagai ekstraktan dalam ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ligan yang memiliki selektivitas tertinggi untuk pemisahan REE menggunakan dinamika molekuler dan untuk mengetahui ligan mana yang dapat terdistribusi lebih baik ke dalam fasa organik. Metodologinya dilakukan dengan menggunakan pemodelan molekuler BIOVIA Discovery Studio 2016 dan optimalisasi energi menggunakan program AMBER18. Studi komputasi dapat dilakukan untuk menemukan titik awal sintesis di laboratorium. Kompleks REE dengan ligan D2EHPA dan tiga perairan dapat digunakan dalam pemisahan REE karena lebih efisien dan stabilitas kompleks lebih besar.Rare Earth Metals (REEs) are useful in a variety of high-tech applications. The need for LTJ is increasing over time. Separating and purifying REEs is difficult because REEs have similar properties to one another. So it is necessary to develop methods for separating and purifying REEs from their minerals. One of the separation methods uses the ligand Di-(2-ethylhexyl)phosphoric acid (D2EHPA) which has many advantages as an extractant in extraction. The aim of this research is to find out the ligand with the highest selectivity for REE separation using molecular dynamics and to find out which ligand can be better distributed into the organic phase. The methodology was carried out using BIOVIA Discovery Studio 2016 molecular modeling and energy optimization using the AMBER18 program. Computational studies can be performed to find starting points for synthesis in the laboratory. The REE complex with the D2EHPA ligand and three waters can be used in REE separation because it is more efficient and the stability of the complex is greater.
Penentuan Kadar Asam Folat dalam Konjugat Folat Termodifikasi Silan dengan Spektrofotometer UV Sutanto, Cindy Florencia; Rokhmat, Launa Silky Karenindra; Zahra, Sahlaa Alifah; Hardianto, Ari; Wyantuti, Santhy; Fauzia, Retna Putri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konjugasi asam folat (FA) termodifikasi silan merupakan pendekatan yang banyak digunakan untuk meningkatkan spesifisitas sistem penghantaran obat, terutama dalam menargetkan sel kanker yang mengekspresikan reseptor folat secara berlebih. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis, karakterisasi, dan penentuan kadar FA dalam konjugat aminopropil trimetoksisilana–polietilen glikol–asam folat (APTMS-PEG-FA) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Konjugasi dilakukan melalui aktivasi gugus karboksilat FA menggunakan EDC dan NHS, dilanjutkan dengan pengikatan terhadap NH₂-PEG-COOH dan APTMS dalam pelarut DMSO. Karakterisasi UV-Vis menunjukkan puncak serapan khas asam folat pada panjang gelombang 288 nm (π→π*) dan 358 nm (n→π*), mengindikasikan keberhasilan konjugasi. Kurva kalibrasi asam folat dibuat pada rentang konsentrasi 0,002–0,010 mM dengan hubungan linear yang sangat baik (R² = 0,99933). Nilai LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,000270 mM dan 0,000820 mM menunjukkan sensitivitas metode yang tinggi. Berdasarkan kurva ini, kadar FA dalam APTMS-PEG-FA diperoleh sebesar 0,33 ± 0,05 mM. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan konjugasi yang digunakan efektif dalam menghasilkan konjugat dengan integritas kimia dan kuantitatif yang baik, serta berpotensi untuk digunakan dalam aplikasi biomedis, khususnya dalam sistem penghantaran nanopartikel bertarget untuk terapi dan pencitraan kanker.
Understanding The Role of Diffusion in The Separation of Rare Earth Elements in Water-n-hexane Systems: A Molecular Dynamics Simulation Study Hardianto, Ari; Janitra, Regaputra Satria; Fauzi, Muhammad Ryan; Juliandri, Juliandri; Anggraeni, Anni; Soedjanaatmadja, Ukun Mochammad Syukur
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 10 No. 2 (2023): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v10i2.30680

Abstract

Liquid-liquid extraction is one of the methods for separating rare earth elements (REE) in the presence of an extractant. The separation of REE ions, complex with an extractant, involves interfacial migrations that are influenced by the diffusion of the respective ions. Therefore, we performed molecular dynamics simulations on REE ions (La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+) in a water-n-hexane system to determine if each ion exhibited a distinct diffusion coefficient. By employing molecular dynamics simulations, we calculated diffusion coefficients for these ions based on the Einstein relation. The diffusion coefficients for La3+, Sm3+, Eu3+, Gd3+, and Tb3+ were found to be 4.21×10–6, and 3.96×10–6, 4.57×10–6, 4.17×10–6, and 5.19×10–6 cm2/s, respectively. However, statistical analysis via the Kruskal-Wallis test revealed no significant variance in the diffusion coefficients (p-value greater than 0.05), indicating that diffusion is not a rate-limiting factor in REE separation. The findings suggest that effective mixing during extraction can eliminate the role of diffusion as a differentiating factor in REE separation. Overall, this study offers critical insights into optimizing REE extraction processes
Studi In Silico Aktivitas Senyawa Steroid Terhadap Antikanker Payudara Menggunakan Estrogen Alfa (ER-α) Nurlelasari, Nurlelasari; Widyana, Almas; Julaeha, Euis; Hardianto, Ari; Huspa, Desi Harneti Putri; Maharani, Rani; Mayanti, Tri; Darwati, Darwati; Hanafi, Muhammad; Supratman, Unang
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.62384.44-52

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kedua terbanyak kematian pada wanita akibat kanker setelah kanker paru-paru di seluruh dunia. Steroid merupakan kelompok senyawa aktif yang diantaranya berhasil diisolasi dari genus Chisocheton yang dilaporkan memiliki aktivitas melawan sel kanker payudara MCF-7. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi senyawa steroid terhadap estrogen alfa (ER-α) melalui metode in silico, yaitu penambatan molekul. Pemodelan struktur tiga dimensi (3D) senyawa steroid dilakukan dengan memperhatikan keadaan terprotonasinya pada pH 7,4. Metode in silico divalidasi melalui penambatan ulang struktur kristal ER-α, hingga diperoleh nilai RMSD < 2 Å, dengan program AutoDock 4.2.6. Dengan program yang sama, senyawa-senyawa steroid ditapis dengan metode penambatan molekul. Hasil penapisan menghasilkan nilai energi bebas dari kedua senyawa steroid yaitu -10,08 kkal/mol (7α-hidroksi-β-sitosterol) dan -10,75 kkal/mol (stigmast-5-en-3β-ol), yang nilainya lebih baik dari estradiol (-9,62 kkal/mol), sebagai ligan alami ER-α. Kedua senyawa ini berpotensi untuk menginhibisi estrogen alfa, dimana senyawa stigmast-5-en-3β-ol memiliki potensi yang lebih besar karena nilai energi bebasnya lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa modifikasi struktur senyawa mampu mengubah nilai energi ikatan dan interaksi antara ligan dan reseptor.In Silico Study of Steroid Compound Activity Against Breast Cancer Using Estrogen Alpha (ER-α). Breast cancer is the second worldwide leading cause of cancer death in women after lung cancer. Steroids are a group of active compounds isolated from the Chisocheton genus that has activity against MCF-7 breast cancer cells. This study aimed to determine the interaction activity of steroid compounds against alpha estrogen receptor (ER-α) through in silico method specifically mlecular docking. The modeling of the three-dimensional structure (3D) of steroid compounds was performed by considering their protonation states at pH 7.4. The in silico method was validated by redocking the crystal structure of ER-α until obtaining an RMSD value < 2 Å, using the AutoDock 4.2.6 program. Steroids compounds were screened with the same program namely the molecular docking method. Screening results show that the free energy values of the steroid compounds were -10.08 kcal/mol (7α-hydroxy-β-sitosterol) and -10.75 kcal/mol (stigmast-5-en-3β-ol), which are stronger than estradiol (-9.62 kcal/mol) as native ligand of ER-α. Both of these compounds can inhibit the alpha estrogen receptor, in which the stigmast-5-en-3β-ol compound has a greater potential because of its lower free energy value. This finding indicates that modification of the compound's structure could change the binding energy value and interaction between ligands and receptors.