Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM BIDANG PENDIDIKAN Mukhyar Mukhyar; Maskur Rosyid
ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2020): edisi JANUARI
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.246 KB) | DOI: 10.33853/istighna.v3i1.46

Abstract

This paper wants to see the other side of the role of various elements of society in contributing to nation-building. The acceleration of development is not solely the responsibility of the government as the holder of government administrative authority and state administration, but it is the joint responsibility of the whole community, including the Indonesian Ulama Council (MUI). In the context of education, MUI has contributed significantly in transforming the various developments of the times to contribute to improving the quality of Indonesian human resources. For example, MUI provides full support for equality of religious education and pesantren with public education institutions, provides full support for the existence of religious education institutions through the umbrella of the law, encouraging full strengthening and development of basic character education in educational institutions. From the various roles of the MUI in the development of education, it can be concluded that the greater the role of the MUI in the field of education, the more qualified Indonesian human resources are.
MEMBINCANG KEMBALI HUBUNGAN SYARIAH DAN FILSAFAT Maskur Rosyid
ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2019): edisi JANUARI
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.021 KB) | DOI: 10.33853/istighna.v2i1.13

Abstract

Mempertentangan Filsafat dengan Agama (Syariah) sama dengan mempertentangkan akal dengan wahyu sebagai sumber kebenaran. Diskursus tersebut memuncak ketika al-Ghazālī memberikan kritik tajam atas filsafat. Kritik tersebut dikritik oleh Ibn Rushd. Lebih dari itu, upaya rekonsiliasi filsafat dan Syariah diberikan oleh Ibn Rushd. Epistemologinya dibangun atas tiga hal, metode al-Khaṭabiyah (Retorika), metode al-Jadaliyyah (dialektika), dan metode al-Burhāniyyah (demonstratif) yang dilakukan dengan metode takwil. Dalam Bahasa uṣūl al-fiqh, Ibn Rushd menggunakan metode al-jam’ wa al-tawfīq. Akal dan wahyu diposisikannya secara proporsional. Akal dan wahyu sama-sama digunakan sebagai alat untuk menemukan pengetahuan tanpa mengunggulkan yang satu di atas yang lainnya.
ISTIṢḤĀB SEBAGAI SOLUSI PEMECAHAN MASALAH KEKINIAN Maskur Rosyid
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.044 KB) | DOI: 10.18592/sy.v18i1.2125

Abstract

Dinamisasi hukum Islam bisa dicapai dengan menekankan sisi kemaslahatan sebagai pertimbangan utama penetapan hukum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meninjau ulang istiṣḥāb sebagai dalil hukum, yaitu menetapkan sesuatu berdasarkan status asal. Adakalanya asal segala sesuatu adalah mubah, bebas dari tuntutan, hukum asal masih relevan, dan adakalanya sifat asal adalah tetap. Istiṣḥāb dapat diterapkan pada banyak kasus, baik bidang hukum keluarga, hukum pidana, hukum perdata, maupun hukum ekonomi. Lebih dari itu, kesesuaian prinsip istiṣḥāb dengan asas hukum di Indonesia (asas praduga tak bersalah), asas legalitas, dan prinsip nullum delictum nulapoena sine praevia leg poenali menjadikannya penting untuk diketahui lebih lanjut.
Reading Fatwas of MUI a Perspective of Maslahah Concept Maskur Rosyid; M. Nurul Irfan
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.591 KB) | DOI: 10.18592/sjhp.v19i1.2726

Abstract

Abstrak: Kemaslahatan dan kebaikan manusia merupakan tujuan pokok setiap bentuk peratuan, termasuk fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Salah satubidang fatwa yang diterbitkan MUI adalahhukumkeluarga. Fokusutamatulisaniniadalahmembacaulang dan menganalisa fatwa-fatwa MUI dalambidanghukumkeluargadenganperspektifkonsepmaslahatmayoritas fuqaha yang juga telahditerbitkandalam Fatwa MUI tentangKriteriaMaslahatNomor: 6/MUNAS VII/MUI/10/2005. Fatwa-fatwa tersebut, dilihatmenggunakanparadigmakonsepmaslahat, adakalanya masuk dalam kategori maṣlaḥahmu‘tabarah, maṣlaḥahmursalah, dan adaindikasibeberapa fatwa yang masuk kedalam kategori maṣlaḥah mulghah. Adapun fatwa MUI dalam bidang hukum keluarga yang dimaksud dalam tulisan ini yaitu fatwa tentang Aborsi, tentang Perkawinan Beda Agama, tentang Kewarisan Beda Agama, tentang Perkawinan Di BawahTangan (sirri, tidak dicatatkan), dan tentang Nikah Wisata.Kata kunci: Maṣlaḥah, GradasiMaṣlaḥah, MUI, HukumKeluargaAbstract: Human benefit and goodness are the main objectives of every form of regulation, including the fatwas of the Council of Indonesian Ulama (MUI). One of the fatwa fields issued by MUI is family law. The main focus of this paper is to reread and analyze the fatwas of the MUI in the field of family law with the perspective of the concept of majority fuqaha masses which have also been published in the MUI Fatwa concerning the Maslahat No. 6 / MUNAS VII / MUI / 10/2005. These fatwas, are seen using the concept of maslahat, sometimes include to the category of maṣlaḥahmu‘tabarah, maṣlaḥahmursalah, and there are indications of several fatwas that include to the category of maṣlaḥahmulghah. The fatwas of the MUI in the field of family law referred to in this article is a fatwa on Abortion, concerning Differential Marriage, about Different Religions, About Marriage Under the Hand (sirri, not recorded), and about Tourism Marriage.Keywords: Maṣlaḥah, Gradation of Maṣlaḥah, MUI, Family Law
PARADIGMA DAN ALIENASI KONSEP MASLAHAT AL-TUFI SEBAGAI LEGALITAS SUMBER SYARIAH Maskur Rosyid; Anwar Hafidzi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v19i2.3823

Abstract

AbstractThis paper aims to describe the al-Ṭūfī's concept of maṣlaḥah as the supremacy of Islamic law and its difference with the concept of maṣlaḥah by the majority of scholars. This research is in the form of library research with content analysis and comparison methods. The primary sources used were Sharḥ al-Arba'īn al-Nawāwī Mulḥiq al-Maṣlaḥah fi al-Tashrī 'al-Islāmī and Sharḥ Mukhtaṣar al-Rawḍah. Maṣlaḥah for al-Ṭūfī is all causes that lead to good, both in the field of worship and muamalah, and all efforts to realize maqāṣid al-sharī'ah. Al-Ṭūfī based his concept on text, consent, and intelligence. Al-Tufi places maṣlaḥah as the strongest and independent proposition in the field of mu’āmalah. This thought is what distinguishes it from the concept of maṣlaḥah in general. The methods he uses are takhṣīṣ and bayān, both of which only apply to ẓannī texts, not qaṭ'ī texts. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep maṣlaḥah al-Ṭūfī sebagai supremasi hukum syariah dan distingsinya dengan konsep maslahat mayoritas ulama. Penelitian ini berupa penelitian pustaka dengan metode content analisys dan komparasi. Sumber primer yang digunakan yaitu Sharḥ al-Arba‘īn al-Nawāwī Mulḥiq al-Maṣlaḥah fi al-Tashrī‘ al-Islāmī dan Sharḥ Mukhtaṣar al-Rawḍah. Penelitian ini menemukan bahwa menurut al-Ṭūfī, maslahat ialah segala sebab yang membawa kepada kebaikan, dalam bidang ibadah dan muamalah, serta segala upaya untuk merealisasikan maqāṣid al-sharī‘ah. Konsepnya didasarkan atas nash, ijmak, dan intelegensi. al-Tufi menempatkan maslahat sebagai dalil mandiri dan terkuat dalam bidang muamalah. Hal inilah yang membedakannya dengan konsep maslahat secara umum. Metode yang ia gunakan yaitu dengan takhṣīṣ dan bayān yang kedunya hanya berlaku pada nash ẓannī, bukan nash qaṭ‘ī. 
Pemahaman Produk Bank Syariah Guru Pondok Pesantren Di Kabupaten Tangerang dan Sikap Menggunakan Produk Bank Syariah Maskur Rosyid; Aris Aris
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 7, No 1 (2016): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v7i1.45

Abstract

Keberadaan pondok pesantren di KabupatenTangerang berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat dan dikelola oleh orang yang mengerti keagamaan. Seyogyanya,mereka mengerti konsep perbankan Syariah. Pemahaman yangmereka miliki dapat menalari pada anak didiknya, dapatmenjadi harapan berkembangnya bank syariah. Tulisan iniingin melihat tingkat pemahaman guru pondok pesantrenterhadap produk bank syariah, dan apakah berpengaruhterhadap sikap menggunakan produk tersebut di KabupatenTangerang, dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.Tempat penelitian di Pondok Pesantren Al-Ma’mur, IslahulUmmah dan Daar el-Qolam. Dari hasil analisis pemahaman dansikap para guru pondok pesantren di Kabupaten Tangerangterhadap perbankan syariah tinggi dan ada pengaruh antarapemahaman produk bank syariah guru pondok pesantrenterhadap sikap menggunakan produk bank syariah.
Pendampingan Etika Bisnis Syariah dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kebupaten Tangerang Maskur Rosyid; Eka Pratiwi
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 10, No 2 (2020): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v10i2.111

Abstract

This study aims to find out how the application of Sharia Business Ethnic for perpetrators UMKM which exists in Kecamatan Panongan, in enhancing the competitivesness of its business which underlies forms and principles contained in Sharia Business Ethich. In the business context, the application of sharia ethics faces obstacles in the form of process, people and technologi and marketing. This study uses qualitative method in which the researcher conducts interviews and direct observations to the perpetratos UMKM. So the results of this study are perpetratos UMKM. The application of sharia business ethics in conducting its business, in order to increase competitiveness or profit in the long run and good will obtained from the image of business from the image of business competitors that are run and can develop in the future, this research can be made into a framework or model for other business actors.
Pengetahuan Perbankan Syariah dan Pengaruhnya terhadap Minat Menabung Santri Dan Guru Maskur Rosyid; Halimatu Saidiah
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 7, No 2 (2016): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v7i2.53

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatpengetahuan santri dan guru Pondok Pesantren babus Salamterhadap minat menabung di Bank Syariah.Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkuantitatif, dimana data yang diperoleh merupakan data primerseperti menyebarkan kuesioner atau angket kepada 100 orangresponden sebagai sampel dalam penelitian ini. Pengujian statistikyang digunakan adalah model regresi sederhaha dan uji hipotesis.Hasil perhitungan statistik dengan data yang diperoleh dariresponden, variabel pengetahuan perbankan (X) menunjukkannilai t hitung 5,123 dan p value (sig) 0,000 dengan menggunakantingkat alpha 5%, maka posisi nilai probabilitas berada dibawahalpha, artinya variabel pengetahuan perbankan berpengaruhterhadap minat menabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai thitung lebih besar dari dari ttabel (5,123 > 1,660) maka Hoditolak dan Ha diterima, yang berarti adanya pengaruhpengetahuan perbankan terhadap minat menabung.
PRINSIP KEADILAN DALAM IJĀRAH MUNTAHIYAH BI ATTAMLĪK (IMBT); KUH PERDATA vs FIKIH KLASIK Maskur Rosyid
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 5, No 2 (2014): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v5i2.34

Abstract

Akad IMBT maupun sewa beli pertama kali muncul untukmenampung persoalan bagaimanakah caranya memberikan jalankeluar apabila pihak penjual menghadapi banyaknya permintaandari pembeli untuk membeli barangnya akan tetapi calon pembelibelum mampu membayar harga barang yang dibeli secara tunai.Pihak penjual bersedia menerima harga barang itu dicicil ataudiangsur oleh pembeli tetapi penjual memerlukan jaminan bahwabarangnya sebelum harga dibayar lunas tidak akan dijual lagi olehsi pembeli. Dengan dijadikannya penyewa, maka si pembeliterancam pidana manakala ia sampai berani menggelapkan obyekperjanjian. Keberadaan azas kebebasan berkontrak bagi para pihakyang akan melakukan perjanjian memberikan inspirasi bagi parapengusaha untuk mengembangkan bisnis dengan cara IMBT.Mereka berpandangan bahwa kalau mereka hanya denganmenggunakan jual beli semata maka barang dari pengusaha tidakakan laku, ini disebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yangrendah dan tidak memiliki banyak uang kontan.Sementara itu, pengumpulan dua akad dalam satu akad tidak samadengan pengumpulan dua akad yang terjadi dalam sewa-beli. Akadbai‘ yang dikumpulkan dengan akad ijarah atau hibah merupakandua akad yang berbeda dan dilaksanakan secara sendiri-sendiridalam waktu yang berbeda pula. Akad bai‘ merupakan akad pokoksedangkan akad ijarah atau akad hibah merupakan akad tambahansebagai syarat (digantungkannya) akad pokok. Sedangkan dalamsewa beli, akad ijārah dan bai‘ keduanya dicampur menjadi satukemudian dilaksanakan secara sekaligus dalam satu aktivitasmuamalah. Pembayaran yang dilakukakan selama masa angsurandapat berubah fungsi, tergantung dari kemampuan pembeli untukmelunasi angsurannya. Jika pembeli tidak dapat melunasiangsurannya, maka pembayaran tersebut berfungsi sebagai sewa,tetapi jika mampu melunasinya, berfungsi sebagai pembayaran88 │Jurnal ISLAMINOMIC Vol. V. No. 2, Agustus 2016harga jual beli. Adanya karakter sewa beli seperti itu menjadikanbentuk akad dalam sewa beli tidak jelas karena tidak termasukkategori bai’ maupun ijarah, dan tidak pula termasuk kategori akadbersyarat yang dibolehkan. Dengan tidak jelasnya bentuk akadtersebut, kiranya akad sewa beli dapat dikategorikan sebagai akadyang mengandung ”garār”. Selain itu, akad sewa beli yangseringkali disertai dengan klausul-klausul yang meniadakan hakhak pembeli atau yang mengeksploitir pembeli serta terjadinyaketidakseimbangan kedudukan antara penjual dan pembeli. Denganadanya klausul seperti itu, maka sewa beli dapat dikategorikansebagai akad yang mengandung syarat yang dilarang oleh syara’ danbisa juga dikategorikan sebagai akad yang mengandung “gubn”.Tulisan ini diketengahkan guna memperbandingkan kedua konseptersebut.
Mudharabah dan Murabahah; Pengaruhnya Terhadap Laba Bersih BUS Maskur Rosyid; Fitria Nurdina
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 6, No 2 (2015): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v6i2.39

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui pengaruhpembiayaan Mudharabah dan piutang Murabahah terhadap lababersih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif , sampel data yangdigunakan adalah laporan keuangan Bank Umum Syariah diIndonesia yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan dan beroperasisecara terus menerus selama periode tahun 2010-2013.Pengujian statistik yang digunakan adalah menggunakan modelregresi linier berganda (multiple regresion analysis) atas data yangtersedia bagi variabel dependen yaitu Laba Bersih (Y) dan variabelindependen yaitu Mudharabah (X1) dan Murabahah (X2).Penggunaan model diatas untuk menguji pengaruh kedua variabelindependen dengan variabel dependen baik secara individual(partial) maupun secara (simultan) dengan menggunakan programaplikasi SPSS 21. 0 for windows.Hasil penelitian dari analisis bersama-sama atau uji f antarapembiayaan Mudharabah dan piutang Murabahah menunjukanhasil yang signifikan. Dari hasil pembahasan ini maka piutangmurabahah lebih berpengaruh terhadap laba bersih karena peminatmurabahah lebih banyak dibandingkan dengan pembiayaanMudharabah.