safrina dyah hardiningtyas
1Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Jalan Agatis, Bogor 16680 Jawa Barat Telepon (0251) 8622909, 8622907, Faks. (0251) 8622907

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Karakteristik kimia, mikrob dan daya terima kukis sagu yang diperkaya Spirulina dan rumput laut: Sago cookies enriched with Spirulina and seaweed: chemical, microbial characteristics, and acceptability Pari, Rizfi Faris; Setyaningsih, Iriani; Ramadhan, Wahyu; Tarman, Kustiariyah; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Nurhayati, Tati; Desniar, Desniar; Uju, Uju; Aini, Khusnul
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.44664

Abstract

Kukis merupakan makanan ringan bergluten yang digemari banyak kalangan, dengan kandungan serat dan protein yang rendah. Peningkatan kualitas kukis dengan mengganti terigu menjadi tepung sagu, penambahan Spirulina dan rumput laut merah Eucheuma cottonii dapat mengurangi kadar gluten, meningkatkan kandungan protein dan serat, serta meningkatkan daya tarik. Tujuan penelitian ini menentukan pengaruh penambahan E. cottonii terhadap mutu kukis sagu Spirulina berdasarkan karakteristik kimia, mikrob dan daya terima. Kukis dibuat dengan mencampurkan bahan menggunakan metode creaming (margarin dan gula), whisking (penambahan kuning telur) dan all in (penambahan tepung sagu, Spirulina dan rumput laut). Kukis diuji proksimat, total plate count (TPC), aktivitas air (aw), senyawa bioaktif, angka kecukupan gizi (AKG) dan uji hedonik. Hasil analisis kimia kukis menunjukkan kandungan air dan serat kasar meningkat sebesar 4,32% dan 0,56%. Hasil TPC dalam batas aman berdasarkan SNI (<105). Kukis tergolong makanan kering dengan aw 0,5 dan mengandung senyawa aktif flavonoid, steroid dan saponin. Hasil perhitungan AKG, konsumsi sebanyak 15 g kukis menghasilkan energi total 76 kkal. Hasil penilaian hedonik menunjukkan kukis dengan penambahan E. cottonii dan Spirulina dapat diterima. Secara keseluruhan, penambahan rumput laut dan Spirulina pada kukis meningkatkan gizi dan dapat diterima oleh panelis.
Potensi Mangrove (Rhizophora mucronate) Sebagai Tisane yang Kaya Fenol Dan Antioksidan Hardiningtyas, Safrina Dyah; Purwaningsih, Sri; Alam, M. Sastra; Sinulingga, Fahri
Akuatika Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v9i2.48695

Abstract

Rhizophora mucronata (R. mucronata) merupakan jenis mangrove yang banyak dijumpai di Indonesia. Daun, buah dan bunga R. mucronata diketahui mengandung komponen bioaktif sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tisane atau teh herbal. Kandungan fenol dan aktivitas antioksidan tisane dari beberapa bagian R. muconata masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menentukan komponen kimiawi serta aktivitas antioksidan yang terkandung dalam tisane daun, bunga dan buah R. mucronata. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan bagian meliputi daun, bunga dan buah dengan tiga kali ulangan. Metode penelitian meliputi karakterisasi komponen kimiawi daun, bunga dan buah, antara lain proksimat, logam berat, dan fitokimia; ekstraksi komponen bioaktif, serta analisis total fenol dan aktivitas antioksidan ekstrak R. mucronata. Ketiga bagian tanaman R. mucronata dikeringkan dengan menggunakan dehydrator suhu 50 ºC, kemudian diekstraksi dengan maserasi menggunakan air panas suhu ±100 ºC selama 1 jam untuk memperoleh bioaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun, bunga dan buah R. mucronata memiliki kandungan logam berat dibawah standar SNI teh kering dalam kemasan dan aman untuk dikonsumsi. Ekstrak bunga memiliki aktivitas antioksidan tertinggi 55,21±5,156 mg asam askorbat/g ekstrak dan total fenol tertinggi 2,44±0,354 mg/g. Terdapat korelasi positif antara aktivitas antioksidan dan total fenol. Kandungan senyawa bioaktif pada ekstrak bunga yaitu fenol, saponin, flavonoid, tanin dan triterpenoid.
DEVELOPMENT OF LOW-COST OPTICAL SENSOR-BASED DEVICE FOR REAL-TIME MICROALGAE CONCENTRATION MEASUREMENT Syafutra, Heriyanto; Rustami, Erus; Claudia, Stephanie; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Supriyanto, Supriyanto; Zuhri, Mahfuddin
Indonesian Physical Review Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v8i2.473

Abstract

Conventional methods for measuring microalgae concentration in water require several steps and must be carried out in the laboratory. These measurements are usually performed by counting microalgae filaments under an optical microscope using the Sedgewick Rafter Counting (SRC) method or by spectroscopy, utilizing light absorption by microalgae's chlorophyll. In this study, we propose an innovative and portable spectroscopic device for real-time measurement of microalgae concentration by integrating a light-dependent resistor (LDR) sensor and a microcontroller-based processing unit. The microalgae used in this study were Spirulina, a filamentous microalga from the class Cyanophyceae. The SRC method was used as a reference for measuring Spirulina concentration. UV-Vis spectroscopy data showed that the absorption of chlorophyll a and b was in the range of 400 - 450 nm. The absorption coefficients obtained from the UV-Vis absorbance vs. concentration relationship were in good agreement with those obtained from the logarithmic light intensity vs. concentration relationship across all tested predictive models. We confirmed that the emission spectrum of the LED used was aligned with the dominant absorption of Spirulina chlorophyll, ensuring accurate optical detection of microalgae concentration. The developed device demonstrated rapid estimation of microalgae concentration, with an average accuracy of more than 75%. This study showed that a portable and low-cost microalgae concentration measurement system can be developed using optical sensors and microcontrollers as an alternative to laboratory-based measurements. In addition, the designed device can be integrated with Internet of Things (IoT) platforms, enabling real-time monitoring of environmental conditions for applications such as water quality assessment, aquaculture, and biofuel production.
The effect of extraction methods on phenolic content, antioxidant activity, and compound identification of Spirulina platensis: Pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan total fenol, aktivitas antioksidan dan identifikasi senyawa pada Spirulina platensis Ghaisani, Aatikah Dewi; Setyaningsih, Iriani; Hardiningtyas, Safrina Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i7.64276

Abstract

Spirulina platensis adalah mikroalga berbentuk spiral dan berfilamen yang diklasifikasikan sebagai sianobakteri, dikenal karena beragam sifat bioaktifnya, termasuk aktivitas antioksidan, antimalaria, antidiabetes, antikanker, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi terbaik berdasarkan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan S. platensis, serta mengidentifikasi fitokimia yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan. Biomassa S. platensis diperoleh setelah 14 hari kultivasi. Metode ekstraksi yang dievaluasi adalah maserasi dan ekstraksi berbantuan ultrasonik (ultrasound-assisted extraction/UAE), dengan menggunakan etanol sebagai pelarut dalam rasio 1:20 (b/v). Hasil menunjukkan bahwa metode UAE menghasilkan rendemen ekstrak, kandungan total fenolik, dan aktivitas antioksidan (IC₅₀) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan metode maserasi (p<0,05). Nilai yang diperoleh dengan metode UAE berturut-turut adalah 14,70 ± 1,97%, 128,657 ± 2,67 mg GAE/g, dan 148,652 ± 7,78 ppm. Kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan enam bercak pada ekstrak, dan dua di antaranya memiliki nilai Rf masing-masing 0,78 dan 0,98 (menunjukkan aktivitas antioksidan yang ditandai dengan munculnya warna kuning). Analisis fitokimia lebih lanjut menggunakan FeCl₃ mengonfirmasi bahwa bercak tersebut mengandung senyawa polifenol. Metode UAE efektif dalam mengekstraksi senyawa fenolik dari S. platensis, serta meningkatkan hasil fenolik dan aktivitas antioksidan. Temuan ini mendukung potensi penggunaan ekstrak S. platensis sebagai antioksidan alami untuk aplikasi pangan fungsional dan farmasi.
Peningkatan Kapabilitas Pelaku Usaha dalam Pengembangan Produk Berbasis Lele Bidang Pengolahan, Keuangan, dan Pemasaran di Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor Pramesti, Nabilla Adhiany; Mandela, Risco; Jayanti, Feby Dwi; Jannah, Arum; Nazihah, Nilna Tsabita; Kurniawan, Farhan; Nurhaliza, Ghefira; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Nugraha, Roni; Desniar, Desniar; Ibrahim, Bustami
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i2.44290

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah produk perikanan di Desa Rancabungur mengalami kendala dalam akses biaya dan pengetahuan manajemen. Tim Mahasiswa Teknologi Hasil Perairan, Institut Pertanian Bogor, merancang program pengabdian masyarakat melalui pembentukan Asosiasi Profesi Pengolah Ikan Lele (APRIL). Program ini berfokus pada sektor pengolahan, keuangan, dan pemasaran dengan pendekatan partisipatif, sosialisasi, pencerdasan, pelatihan, dan pendampingan kepada 45 warga dari 4 RW. Program dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2023 dengan sasaran 1 kelompok usaha utama dan 5 pelaku usaha individu. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat signifikan 22,14% bidang pengolahan produk, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat telah tercapai dengan indikator keberhasilan 90% dan kategori baik. Kegiatan ini berhasil menciptakan produk inovatif berbasis ikan lele “CLARINET” (Clarias with Innovation and Integrity) dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha Rp400.000/minggu. Program pengabdian mampu mendukung peningkatan kapabilitas pelaku usaha serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, pihak desa, mitra, dan masyarakat dalam pengembangan perekonomian desa berbasis potensi lokal.
Purification of Phycocyanin from Spirulina platensis Using Natural Deep Eutectic Solvents with Varied Hydrogen Bond Donor Tentua, Eirene; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Setyaningsih, Iriani
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.54788

Abstract

Graphical Abstract  Highlight Research NaDES-based purification offers a sustainable and cost-effective method for extracting phycocyanin from Spirulina platensis. ChCl:Citric Acid (NaDES) achieved 2.3-fold purity (71.83%), surpassing ammonium sulfate precipitation (70.15%). Phycocyanin retained its structural integrity, with enhanced antioxidant activity (IC50 = 40.54 ppm) post-purification. The aqueous two-phase system (ATPs) efficiently separated impurities, improving extraction scalability. This method supports applications in nutraceuticals, cosmetics, and functional food industries as a green alternative.     Abstract Phycocyanin, a pharmacologically potent blue pigment extracted from Spirulina platensis, requires optimal purity for effective utilization. Traditional purification methods, although effective, are impeded by time and cost constraints. Addressing this challenge, aqueous two-phase systems (ATPs) incorporating natural deep eutectic solvents (NaDES) emerge as promising alternatives. These systems offer operational simplicity and cost-effectiveness, ensuring efficient purification with high purity and optimal recovery of phycocyanin. This study investigated the impact of various types of hydrogen bond donors (HBD) within choline chloride-based natural deep eutectic solvents (NaDES) on the purification of phycocyanin. Phycocyanin was extracted from Spirulina platensis biomass through ultrasonication and purified using an aqueous two-phase system with various HBD of NaDES, including urea, glycerol, and citric acid. The experimental design adhered to a completely randomized design. The initial purity index and yield of crude extract phycocyanin were 0.54±0.02 and 12.79±0.27%, respectively. The NaDES system with ChCl:citric acid exhibited superior performance, demonstrating a high purity index and recovery (2.3-fold, 71.83±2.36%) compared to ammonium sulfate (1.5-fold, 70.15±4.10%). The obtained phycocyanin was partially pure compared to commercial phycocyanin (purity index: 1.60), as indicated by SDS-PAGE. Moreover, the antioxidant activity of phycocyanin was enhanced post-purification, evident in the IC50 value of 40.54 ppm. In summary, organic acid-based NaDES has proven effective in increasing the purity and achieving a significant recovery percentage of phycocyanin compared to conventional ammonium sulfate methods. The antioxidant activity of phycocyanin was enhanced after purification. These results indicate the promising potential of NaDES-based ATP systems for producing functional protein-based ingredients, exemplified by phycocyanin.
Efek Penambahan Sorbitol terhadap Karakteristik Film Bioplastik Berbasis Kitosan dan Agar Hardiningtyas, Safrina Dyah; Winarsih, Dwi; Ibahim, Bustami
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i1.949

Abstract

Bioplastik merupakan material kemasan berbasis biomassa atau bahan terbarukan yang dapat digunakan untuk menanggulangi sampah plastik. Agar dan kitosan diketahui dapat  disintesis menjadi bioplastik. Namun, karakteristik mekanik campuran agar dan kitosan masih belum sesuai dengan ekspektasi yakni memiliki nilai elongasi yang rendah. Plasticizer sangat dibutuhkan untuk memperbaiki karakteristik bioplastik. Penggunaan sorbitol sebagai plasticizer dalam pembuatan bioplastik berbasis agar dan kitosan hingga saat ini belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi sorbitol terbaik terhadap peningkatan karakteristik bioplastik berbasis agar dan kitosan. Metode yang dilakukan adalah mencampurkan sorbitol dengan konsentasi 0%, 1%, 1,25%, dan 1,5% (b/v) pada larutan utama bioplastik yaitu larutan agar 1% dan larutan kitosan 2%. Karakteristik bioplastik diketahui dengan melakukan uji ketebalan, kuat tarik, elongasi, daya serap air, gugus fungsi dengan FTIR, dan uji degradasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi sorbitol mempengaruhi karakteristik bioplastik. Formulasi bioplastik terpilih yaitu perlakuan penambahan sorbitol 1,25% dengan nilai ketebalan, daya serap air, kuat tarik,  dan elongasi masing-masing sebesar 0,096±0,004 mm, 18,80±0,94%, 18,83±2,93 MPa, 95,89±12,62%. Bioplastik dengan 1,25% sorbitol membutuhkan waktu untuk terdegradasi sempurna selama 20 hari. Simpulan penelitian ini adalah karakteristik mekanis dari bioplastik berbasis kitosan dan agar dapat ditingkatkan dengan penambahan sorbitol 1,25% AbstractBioplastic is a packaging material based on biomass or renewable materials that can be used to address plastic waste. Agar and chitosan are known to be able to be synthesized into bioplastic. However, the mechanical characteristics of agar and chitosan mixture are still not in line with expectations, particularly having low elongation values. Plasticizers are highly needed to improve the characteristics of bioplastics. The use of sorbitol as a plasticizer in the production of agar and chitosan-based bioplastics has not been reported to date. The aim of this research is to determine the optimal concentration of sorbitol for improving the characteristics of agar and chitosan-based bioplastics. The method involved mixing sorbitol at concentrations of 0%, 1%, 1.25%, and 1.5% (w/v) in the main bioplastic solution, which consists of 1% agar solution and 2% chitosan solution. The characteristics of the bioplastic were determined by conducting tests on thickness, tensile strength, elongation, water absorption, functional groups using FTIR, and degradation tests. The results of this study showed that the concentration of sorbitol affects the characteristics of bioplastics. The selected bioplastic formulation was the treatment with the addition of 1.25% sorbitol, with thickness, water absorption, tensile strength, and elongation values of 0.096±0.004 mm, 18.80±0.94%, 18.83±2.93 MPa, and 95.89±12.62%, respectively. Bioplastic with 1.25% sorbitol required 20 days to degrade completely. In conclusion, the mechanical characteristics of chitosan and agar-based bioplastics can be improved by the addition of 1.25% sorbitol.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Warga Desa Babakan melalui Pelatihan Pembuatan Cookies Spirulina Setyaningsih, Iriani; Tarman, Kustiariyah; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Pari, Rizfi Faris; Uju, Uju; Ramadhan, Wahyu; Nurhayati, Tati; Desniar
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.76-84

Abstract

Cookies are dry cakes made with flour as the primary baking ingredient. Spirulina platensis was rich in protein, amino acids, glycoproteins, essential fatty acids, polysaccharides, and beta-carotene. Therefore, using sago flour combined with spirulina and seaweed in cookies can increase the nutritional value and produce gluten-free cakes. This training aims to increase knowledge about spirulina, packaging, and product marketing strategies and the skills of Babakan village residents by providing training on making spirulina cookies. This community service activity was conducted by counseling and training on making spirulina cookies in Babakan Village, Dramaga. Counseling activities were carried out to increase knowledge about the potential of spirulina, good packaging, and product marketing strategies, as well as training on making spirulina cookies to improve the skills of Babakan village residents. There were 18 training participants: Family Welfare Empowerment administrators and members. Pre-tests and post-tests were carried out before and after the training activities regarding the topic provided by the speakers. The achievements of the training activities were seen from an increase in post-test results, which was 60% answered correctly compared to only 40% for the pre-test. The evaluation results of the participant's acceptance of training topics and training speakers had an average of 58 to 69%, respectively, perfect. While the participants's assessment of the training facilities and consumption had an average of 50%, they were good.
Ultrasonic-assisted Biosynthesis of Silver Nanoparticle using Green Seaweed Ulva lactuca Extract Hardiningtyas, Safrina Dyah; Abrar, Muhammad Naufal; Ramadhan, Wahyu; Wakabayashi, Rie; Uju, Uju
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 2 (2023): August 2023
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.802

Abstract

Ulva lactuca, a green seaweed that is widely distributed in Indonesia, is abundant but still underutilized. Even though this seaweed contains a sulfated polysaccharide called ulvan as much as 30-40% of its dry biomass and secondary metabolite. These components can be applied in various fields including as a reducing agent for silver ions in the bottom up synthesis of silver nanoparticles. The utilization of seaweed extract combined with ultrasonication is expected to enhance the efficacy of environmentally friendly silver nanoparticle synthesis. The objective of this study was to obtain he crude extract of U. lactuca andto investigatethe impact of extract concentration and ultrasonication duration on the biosynthesis of silver nanoparticles. The study consists of two main phases 1) bio-synthesis employing different concentrations of the U. lactuca crude extract, and 2) bio-synthesis using selected extract concentrations combined with ultrasonic assistance for varying durations. The results of this study indicate that the crude extract of U. lactuca is a crude ulvan polysaccharide with a yield value and sulfate content of 26.9 ± 0.90% and 20.04 ± 1.02%, respectively. A reddish-brown color indicates the formation of silver nanoparticles. Based on the absorbance intensity, a 10% (v/v) concentration of ulvan crude extract produced the highest absorbance intensity (0.038 a.u). In addition, the ultrasonication duration of 60 minutes has succeeded in producing the smallest particle size (267.40 ± 6.52 nm) with a homogeneous particle distribution (PdI 0.265 ± 0.05). Scanning electron microscope (SEM) images depicted oval-shaped silver nanoparticles, while the Fourier-transform infrared (FTIR) spectrum indicated the degradation of sulfate and polysulfide functional groups in the crude extract during the biosynthesis process. These findings highlight the significant role of sulfate/sulfide groups present in the U. lactuca crude extract in the biosynthesis of silver nanoparticles. 
Isolasi heparin dari jeroan ikan tuna (Thunnus sp.) : Isolation of heparin from tuna viscera (Thunnus sp.) Hardiningtyas, Safrina Dyah; Kartika, Hanin Bela; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46634

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditas penting Indonesia dengan nilai produksi yang meningkat setiap tahun. Pengolahan ikan tuna menghasilkan limbah 50-70%. Jeroan merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biomaterial baru, contohnya heparin. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan komponen heparin dari beberapa bagian jeroan ikan tuna, yaitu hati, lambung, usus dan sekum pilorus. Ekstraksi heparin dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan enzim papain. Ekstrak kasar heparin dipurifikasi lebih lanjut dengan fraksinasi aseton. Gugus fungsi heparin murni dianalisis menggunakan FTIR spektrofotometer dan kandungan heparin ditentukan menggunakan sulfate GAG assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usus dan sekum pilorus menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 0,66±0,06% dengan kandungan heparin 43%. Heparin murni dari jeroan ikan tuna memiliki gugus fungsi penciri senyawa heparin, yaitu karboksil, asetil, hidroksil, siklus ester, dan atom N tersulfasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jeroan ikan tuna dapat menjadi alternatif sumber heparin.