Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 81 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGAPLIKASIAN LUMPUR SIDOARJO KADAR TINGGI PADA MORTAR DAN BETON Chandra, Lucky; Widodo, Teguh Hermawan; ., Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Berbagaipenelitian mengenai pemanfaatan material lumpur Sidoarjo, khususnya sebagai material pengganti semen (pozzolan) telah dilakukan. Penelitian ini berfokus pada penggunaan lumpur Sidoarjo dengan kadar yang tinggi, yaitu >50%, serta membandingkan hasil tersebut dengan fly ash. Analisa terhadap materialdilakukan menggunakan XRF (X-Ray Flouresence) untuk mengetahui karakteristik dari material tersebut. Analisa juga dilakukan terhadap pengaruh ukuran butiranmenggunakan PSA (Particle Size Analysis).Lumpur dilakukan treatment dari pengeringan, pembakaran hingga digiling menggunakan bar-mill dengan lama penggilingan bervariasi untuk mendapatkan ukuran butiran berbeda. Presentase kadar yang digunakan adalah 50%, 55% dan 60% dari total cementitious material. Mortar dan beton digunakan ukuran 5x5x5 cm3 dan 15x15x15 cm3 lalu dilakukan pengujian berupa kuat tekan, workability dan setting time. Hasil menunjukkan semakin halus ukuran butiran, semakin tinggi kuat tekan dan workability-nya. Diantara kadar 50%-60% penggantian semen dengan lumpur Sidoarjo, kadar 50% merupakan yang paling efektif.Pada beton dengan lumpur Sidoarjo menghasilkan slump test sebesar 8,5 cm dengan kuat tekan 34,07 MPa pada umur 37 hari.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SECARA MAKSIMAL DENGAN CAMPURAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER Widjaya, Andi; Natallia, Chrysilla; Antoni, ,; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan sebelumnya. Salah satu cara usaha pemanfaatan yang dilakukan adalah menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai bahan pembuatan mortar geopolimer. Pada penelitian kali ini lumpur Sidoarjo yang digunakan digiling selama 12 jam dan fly ash digiling selama 6 jam. Ketika kedua material ini lebih halus, maka luas permukaan partikel bertambah sehingga partikel menjadi lebih reaktif dan juga mortar akan semakin padat. Pada penelitian ini menggunakan variasi water to binder ratio (w/b) dari 0,25; 0,3; 0,35; 0,4. Dari hasil yang didapat, dipilih komposisi campuran dengan w/b yang memiliki kuat tekan dan kelecakan yang bagus yaitu w/b 0,3 dan 0,35. Lumpur Sidoarjo dan fly ash digunakan bersama-sama, dengan perbandingan massa lumpur Sidoarjo yang digunakan mulai dari 0%, 25%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggilingan lumpur Sidoarjo dan fly ash, mortar memiliki berat jenis yang lebih tinggi, tetapi penggilingan fly ash tidak memberikan tambahan kuat tekan pada mortar geopolimer. Perbandingan massa lumpur Sidoarjo dan fly ash yang menghasilkan kuat tekan paling tinggai adalah 50% : 50%. Kemudian nilai kuat tekan mortar geopolimer dengan massa lumpur Sidoarjo dari 60% hingga 90% memiliki nilai yang tidak jauh berbeda.
RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH DENGAN MENGGUNAKAN FOAM AGENT Subroto, Raven Andrean; Utomo, Diar Januar; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas upaya pemanfaatan lumpur Sidoarjo untuk dapat dijadikan sebagai agregat ringan buatan melalui proses geopolimerisasi. Penelitian ini menggunakan bahan dasar lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH, sodium silikat, dan foam agent. Kadar sodium silikat yang digunakan sebesar 30%, 40%, 50% dan 60% dari massa pozzolan (lumpur dan fly ash) dan memperhatikan perbandingan massa larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Setelah itu, penelitian ini menggunakan variasi Molaritas NaOH sebesar 5M, 6M, 7M dan 8M. Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan foam agent. Perbandingan volume foam agent dengan air yang digunakan adalah 1:20 dan 1:50. Pada masing-masing penelitian tersebut diberikan variasi pemberian foam sebesar 2 liter, 3 liter, 4 liter dan 5 liter yang dikonversi menjadi perbandingan massa foam : massa binder (campuran lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH padat, sodium silikat dan air). Pengujian kuat tekan dilakukan pada sampel berukuran 5×5×5 cm3, sedangkan uji berat jenis, stabilitas serta absorpsi pada pelet berdiameter ± 1,5 cm. Hasil terbaik dari penelitian ini, yaitu agregat ringan geopolimer dengan berat jenis 0.82 g/cm3 dan kuat tekan sebesar 2.31 MPa pada umur 7 hari.
PENGARUH DARI PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP RHEOLOGY PASTA DAN MORTAR DENGAN CEMENTITIOUS MATERIALS Winata, Sam Wahyudi; Christianto, Fanuel Jeffry; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Tercapainya kualitas dari suatu beton merupakan hal yang paling utama. Dalam proses pembuatan suatu beton banyak faktor yang mempengaruhi kualitas beton seperti air, aggregat, admixture, dan cementitious materials. Suatu campuran beton biasa yang menggunakan air, semen, aggregat halus, dan aggregat kasar masih terdapat banyak rongga – rongga, cementious material seperti silica fume dapat mengisi rongga tersebut sehingga didapatkan campuran yang lebih padat. Selain hal tersebut, pada penelitian ini mengukur kualitas dari mortar untuk menentukan sifat dari beton segar seperti kelecakan, berat jenis, kehilangan berat, dan kuat tekan dalam beton. Rheology suatu campuran dipengaruhi oleh rasio dari volume air dan powder (Vw/Vp) dan juga penggunaan superplasticizer. Penelitian dalam skala kecil ini harus lebih diperhatikan setiap material yang dipakai dan proses pelaksanaanya.Pada penelitian ini didapat bahwa campuran Mortar dengan tambahan fly ash paling menghasilkan perubahan diameter dan kuat tekan yang bagus, hal ini disebabkan fly ash memiliki kebutuhan air yang sedikit jika dibandingkan dengan campuran Mortar saja ataupun dengan penambahan silica fume.
PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURES DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP RHEOLOGI MORTAR DAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE Pangestu, Masyogo; Sim, Ariyanto Mulya; ., Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC) merupakan salah satu teknologi bahan konstruksi yang berkembang dengan pesat karena kebutuhan terhadap SCC yang semakin banyak. Hal ini disebabkan semakin banyaknya struktur beton yang mempunyai keanekaragaman bentuk dan nilai artistik yang tinggi, yang menimbulkan tantangan dalam pembuatannya. Dalam pembuatan SCC terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya, namun penelitian ini difokuskan terhadap pengaruh admixtures yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasirheologi dan kuat tekan mortar dan beton SCC. Penelitian ini menggunakan dua jenis admixtures yaitu superplasticizer dan Viscosity Modifying Admixtures (VMA). Pada mortar digunakan mix design berdasarkan volume, dengan perbandingan pasir : pasta sebesar 50:50 dan Vw/Vp sebesar 0.8. Pada beton SCC digunakan mix desain berdasarkan volume dengan perbandingan agregat kasar : mortar sebesar 30:70, pasir : pasta sebesar 40:60, dan Vw/Vp sebesar 0.8. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi VMA dan Superplasticizer yang tepat pada mortar dan beton dapat menstabilkan campuran yang mengalami bleeding dan segregasi. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai flow dan kuat tekan bila dibandingkan dengan campuran yang mengalami bleeding dan segregasi.
PEMBUATAN PASTA RINGAN GEOPOLIMER CELLULER LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) BERBASIS CAMPURAN LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH Susanto, Febrina Ekaputri; Widjaja, Alvin Adiputra; ., Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas upaya pemanfaatan lumpur Sidoarjo dan sisa pembakaran batubara berupa fly ash agar dapat bermanfaat untuk dunia konstruksi sebagai pengganti semen. Penelitian ini menggunakan bahan dasar lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH, sodium silikat, dan foam agent. Variasi kadar sodium silikat yang digunakan pada percobaan sebesar 30%, 40%, 50% dan 60% dari massa campuran lumpur dan fly ash,dengan memperhatikan perbandingan massa larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Variasi molaritas NaOH yang digunakan pada percobaan sebesar 5M, 6M, 7M dan 8M.Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan foam agent. Perbandingan volume foam agent dengan air yang digunakan adalah 1:50. Pada masing-masing penelitian tersebut diberikan variasi pemberian foam sebesar 0.5 liter, 1 liter, dan 1.5 liter yang dikonversi menjadi perbandingan massa foam dengan massa binder (campuran lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH padat, sodium silikat dan air). Pengujian yang dilakukan adalah tes kuat tekan pada benda uji berukuran 5×5×5 cm3, dan uji berat jenis.Hasil terbaik dari penelitian ini, yaitu campuran fly ash murni dengan komposisi larutan sodium silikat 480 gram (60%), NaOH 5M, dan penambahan foam 1.5 liter.Hasil kuat tekan umur 7 hari sebesar 1.44 MPa dan berat jenis sebesar 0.61 gr/cm3.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO PADA PEMBUATAN BATA RINGAN NON STRUKTURAL DENGAN METODE CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) Abi, Gerardus; Susilo, Billy; ., Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat digunakan sebagai material pozzolan karena kaya kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Pada penelitian ini, lumpur Sidoarjo dimanfaatkan dalam pembuatan bata ringan non-struktural dengan metode cellular lightwieght concrete (CLC). Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bata ringan ini adalah harus memenuhi syarat ASTM C 869, yaitu kuat tekan > 1.4 MPa, dry density < 700 kg/m3 dan water absorption < 25% berdasarkan volume. Variabel penelitiannya adalah perbandingan volume foam agent : air, perbandingan massa foam : cementitious material dan penambahan pasir silika sebagai agregat halus untuk mengurangi penggunaan pasta campuran. Dari hasil penelitian, perbandingan volume foam agent : air yang memenuhi syarat ASTM C 869 adalah 1 : 50. Bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa pasir silika, penambahan pasir silika menyebabkan kuat tekan berkurang dan water absorption lebih tinggi, untuk dry density yang relatif sama.
KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERDASARKAN VARIASI WAKTU PENGAMBILAN FLY ASH Satria, Juan; Sugiarto, Agung; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton geosintetik yang tidak menggunakan semen sebagai bahan dasar, tetapi menggunakan bahan pozzolan berupa fly ash yang banyak mengandung unsur alumina (Al) dan silika (Si) dimana unsur ini sangat memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik beton geopolimer. Oleh karena itu, dilakukan pengambilan fly ash sebanyak sepuluh kali untuk mengetahui perbedaan ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia pada tiap-tiap fly ash. Dari variasi fisik dan kandungan kimia fly ash, peneliti ingin mengetahui setting time dan kuat tekan dari geopolimer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia fly ash turut mempengaruhi dalam setting time dan kuat tekan beton. Kandungan kimia fly ash yang sangat mempengaruhi adalah kadar kalsium. Semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka fly ash tersebut tergolong fly ash yang bagus karena menghasilkan setting geopolimer yang jauh lebih cepat dan kuat tekan geopolimer yang lebih tinggi dibanding dengan fly ash yang memiliki kadar kalsium yang lebih rendah. Kadar kalsium juga turut mempengaruhi nilai pH fly ash, semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka semakin tinggi juga nilai pH fly ash.
PENGARUH KONSISTENSI FLY ASH TERHADAP SIFAT - SIFAT MORTAR HVFA Widianto, Alvin Krisnanta; Wiranegara, Jerry Laksmana; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Fly ash merupakan hasil dari pembakaran batubara banyak digunakan sebagai bahan pengganti semen. Keuntungan penggunaan fly ash pada beton segar ialah kehalusan dan bentuk partikel fly ash yang bulat dapat meningkatkan workability, serta mengurangi terjadinya bleeding dan segregasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penggunaan fly ash ini adalah kemampuan untuk mengontrol mutu fly ash yang dihasilkan.Fly ash berwarna abu-abu hingga kehitaman warna kehitaman karena adanya karbon, hal ini disebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Juga dari penelitian lain disebutkan bahwa kandungan dari fly ash dipengaruhi dari asal batu bara, teknik pembakaran batu bara, kandungan mineral, metode pengumpulan, lama waktu penyimpanan, dan periode pengambilan sampel.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, perbedaan waktu pengambilan fly ash memungkinkan terjadinya perbedaan antara masing-masing fly ash. Dalam penelitian ini kami ingin melihat konsistensi dari setiap fly ash yang kami ambil dengan waktu yang berbeda-beda. Kandungan mineral yang terdapat dalam fly ash bervariasi, dan variasi ini tentu bisa menyebabkan perbedaan pada kualitas dan mutu beton yang dihasilkan. Variasi fly ash yang ada dapat dilihat dari kandungan kimia yang ada, kehalusan, dan loss on ignition (LOI). Kualitas dari fly ash dapat dengan mudah ditentukan melalui pengukuran nilai pH fly ash.Dalam penelitian ini menggunakan campuran mortar high volume fly ash (HVFA) dimana menggunakan penggantian semen hingga 50%.
IDENTIFIKASI POTENSI FLY ASH PLTU NGORO DENGAN SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZED BED SEBAGAI BAHAN DASAR GEOPOLIMER Natanegara, Albert; Dmitri, Benedictus Trista; Hardjito, Djwantoro; Antoni, Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.574 KB)

Abstract

Geopolimer dibuat dengan mencampurkan dua bahan dasar yakni fly ash dan alkali activator. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan fly ash tipe C sebagai bahan dasarnya dan pada penelitian kali ini menggunakan fly ash dari PLTU Ngoro yang memiliki tipe F. PLTU ini memiliki sitem pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB), di mana karakteristik fly ash yang dihasilkan berbeda dengan fly ash PLTU pada umumnya, yang memakai sistem Pulverized Coal Combustion (PCC). Perbedaan karakteristik diakibatkan perbedaan kualitas batu bara dan suhu pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi fly ash Ngoro dan pengaruh sodium silikat terhadap kuat tekan, workability, dan setting time geopolimer. Kadar molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M sampai 14M. Campuran dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama dengan perbandingan massa sodium silikat:NaOH(solid) 2,5; Tahap kedua dan ketiga ditentukan berdasarkan hasil tahap pertama. Tahap pertama menunjukkan kuat tekan sebesar 37,8 MPa. Namun semakin tinggi sodium silikat yang dipakai, semakin turun kekuatannya. Tahap kedua digunakan perbandingan massa Si:Al = 3 namun justru menunjukkan hasil kuat tekan turun drastis hingga 8,4 MPa. Tahap ketiga dilakukan penambahan jumlah silikat. Pada tahap ketiga menunjukkan hasil kuat tekan tertinggi adalah 34,8 MPa pada umur 7 hari.
Co-Authors , Antoni Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus