Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU TINGGI Aldwin Ivan Gan; Henry Sutikno; Antoni Antoni; Djwantoro - Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.556 KB)

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang dapat dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Pemanfaatan bottom ash masih sangat jarang, sehingga pada penelitian ini bottom ash dan fly ash dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian agregat halus dan semen dalam pembuatan paving block. Untuk menghasilkan paving block dengan kuat tekan yang optimal, perlu dicari kepadatan tertinggi dari kombinasi agregat halus yang digunakan. Selain kuat tekan, penyerapan air dan ketahanan aus juga menjadi kualifikasi dalam penentuan mutu paving block.Dari hasil pembuatan paving block, kuat tekan tertinggi yang bisa didapat dari penambahan bottom ash yaitu 41.60 MPa dengan kode C1BA3 yang masuk dalam kelas A. Namun untuk uji penyerapan air dan ketahanan aus, paving C1BA3 hanya masuk dalam kelas B dan C. Dengan penambahan fly ash, kuat tekan maksimum yang dihasilkan hanya mencapai 26.80 MPa yang masuk dalam kelas B. Akan tetapi penambahan fly ash berdampak pada ketahanan aus yang pada awalnya hanya memenuhi kelas C, kini bisa mencapai kelas A. Secara keseluruhan, paving block yang menghasilkan mutu paling bagus dan ekonomis yaitu paving dengan kode C5F5B30, dengan komposisi 50% semen : 50% fly ash dan 100% bottom ash.
PEMANFAATAN CAMPURAN LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER MUTU TINGGI A. Jodjana; A. C. Djoewardi; Antoni ,; D. Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.263 KB)

Abstract

Luapan lumpur Sidoarjo merupakan permasalahan lingkungan yang hingga saat ini belum dapat diatasi, lewat penelitian ini diharapkan dapat memanfaatkan lumpur Sidoarjo sebagai material geopolimer. Kandungan yang terdapat pada lumpur Sidoarjo terbukti dapat menggantikan semen. Akan tetapi hingga saat ini penelitian yang menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai material geopolimer, belum memenuhi syarat mortar geopolimer mutu tinggi. Sedangkan fly ash terbukti dapat digunakan sebagai mortar geopolimer mutu tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material mortar geopolimer yang diharapkan dapat memenuhi syarat mortar geopolimer mutu tinggi. Selain itu penelitian ini juga memvariasikan molaritas NaOH, perbandingan massa larutan NaOH dengan sodium silikat, perbandingan larutan dengan pasta, serta perbandingan massa lumpur Sidoarjo dengan fly ash. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan, berat jenis, kelecakan dengan menggunakan metode flow table dan initial setting test dengan menggunakan penetrometer. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui karakteristik mortar geopolimer tersebut, sehingga dapat dianalisa untuk penerapan di lapangan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan mencampurkan fly ash terhadap lumpur Sidoarjo sebagai material geopolimer, maka akan meningkatkan kuat tekan mortar geopolimer tersebut. Dengan memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash, penelitian ini berhasil mencapai 62.7 MPa yang telah memenuhi syarat mortar geopolimer mutu tinggi.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH DARI SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZES BED BURNING DAN DARI BOILER SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM PEMBUATAN MORTAR Wangsa Hioewono Chandra; Kevin Saputra Yusuf; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.995 KB)

Abstract

PLTU Ngoro adalah PLTU yang menggunakan sistem pembakaran CFBD (Circulated Fluidzied Bed Burning) terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Terdapat juga perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC (Pulverized Coal Combustion). Batu bara yang digunakan menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash. Karena bottom ash memiliki permukaan yang kasar dan berpori, pemanfaatannya sebagai agregat halus akan mengakibatkan penurunan workability campuran. Tetapi penggunaan fly ash berkualitas baik dapat membantu melawan sifat bottom ash yang menurunkan workability campuran. Bottom ash yang didapat dari PLTU Ngoro dengan sistem pembakaran CFBD dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berwarna lebih terang dinamakan bottom ash Ngoro cerah, dan yang berwarna lebih gelap dinamakan bottom ash Ngoro gelap, sedangkan bottom ash dari perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC bersifat homogen. Dari penelitian ini, penggunaan bottom ash Ngoro cerah dengan kadar fly ash hingga 50 % dapat mencapai kuat tekan 52,27 MPa pada umur 56 hari. Penggunaan bottom ash Ngoro gelap menghasilkan rata - rata kuat tekan tertinggi yaitu 38 MPa pada umur 7 hari, 55 MPa pada umur 28 hari, dan 58 MPa pada umur 56 hari. Sedangkan penggunaan bottom ash dari perusahaan M memiliki rata – rata kuat tekan yang relatif rendah.
PENGARUH VARIASI WATER/FLY ASH RATIO DAN METODE PENCAMPURAN KALSIUM PADA PASTA 100% FLY ASH TIPE C Stella Patricia Angdiarto; Chrisco Nathaniel Thomas; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.485 KB)

Abstract

Beberapa penelitian tentang beton 100% fly ash telah dilakukan, sehingga fly ash dapat digunakan dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan semen. Fly ash yang digunakan merupakan fly ash tipe C yang mengandung kalsium oksida (CaO) yang sangat tinggi, karena dengan kadar kalsium yang tinggi maka kekuatan beton akan semakin bertambah. Meninjau dari hasil penelitian Sirapanji & Hadinata, di mana CaO dan Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) yang ditambahkan menyebabkan kerusakan pada campuran pasta, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan kadar kalsium yang beragam, metode pemberian kalsium yang paling sesuai, serta menentukan w/FA terendah yang dapat dilakukan pada campuran pasta 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash yang ditambahkan Ca(OH)2 (metode A) dengan kadar 10% terbukti meningkatkan kuat tekan dan kepadatan lebih baik daripada penambahan Ca(OH)2 (Metode A) dengan kadar 5%. Sampel mengalami peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Tetapi w/FA yang terlalu rendah (dibawah 0,20) dapat merusak sampel yang ditambahkan Ca(OH)2 dengan kadar 10%. Penambahan CaO (metode B) terbukti membuat sampel mengalami kerusakan. Kerusakan semua sampel diakibatkan oleh adanya pengembangan volume kapur bebas dan perubahan suhu yang besar dalam waktu yang cepat.
PENGARUH TREATMENT PADA BOTTOM ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON HIGH VOLUME FLY ASH Kevin Desailly; Singgih Suryajaya; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.093 KB)

Abstract

Pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia sedang berkembang, agar tidak merusak keseimbangan ekosistem akibat proses konstruksi maka pembangunan berkelanjutan sangat diperlukan. Penggunaan material-material yang bersifat tidak merusak alam dan pemanfaatan limbah sebagai material konstruksi harus dilakukan. Bottom ash dan fly ash merupakan limbah hasil pembakaran PLTU yang masih dapat digunakan sebagai material pembuatan beton. Dalam dunia konstruksi pemanfaatan fly ash sudah dilakukan, sedangkan untuk bottom ash masih sangat jarang padahal bottom ash mempunyai potensi untuk menggantikan pasir sebagai agregat halus dalam beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberi treatment berupa pencucian dan pencampuran antara bottom ash kasar dan halus hingga mencapai kepadatan maksimum sebelum akhirnya digunakan untuk membuat beton High Volume Fly Ash (HVFA). Pengujian slump dan kuat tekan akan dilakukan pada beton HVFA. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwa treatment pencucian bottom ash dan pencampuran 75% bottom ash kasar dan 25% bottom ash halus akan menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton yang menggunakan bottom ash tanpa treatment ataupun bottom ash dengan treatment pencucian.
FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB PEMUAIAN DALAM PEMBUATAN AGREGAT RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO Hilda Utami Citra; Crystie Angelina Leuw; Antoni ,; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.302 KB)

Abstract

Semburan lumpur Sidoarjo merupakan bencana sekaligus permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, karena semburan lumpur yang tak kunjung berhenti sehingga menyebabkan volume lumpur semakin banyak dan tidak berguna. Makalah ini membahas upaya pemanfaatan lumpur tersebut sebagai agregat ringan buatan melalui proses geopolimerisasi khususnya pada faktor-faktor penyebab pemuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan sodium silikatyang melebihi 50% massa lumpur membuat benda uji mengalami pemuaian sehingga menghasilkan berat jenis yang lebih kecil. Larutan sodium silikat yang digunakan bervariasi dari 50%, 55%, 60%, serta 70% dari massa lumpur. Molaritas NaOH yang digunakan sebesar 2M serta suhu curing divariasikan pada 60°, 85°, dan 110°C. Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan serbuk aluminium yang di variasikan sebanyak 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari massa lumpur. Pengujian kuat tekan dilakukan pada sample berukuran 5×5×5 cm3, sedangkan uji berat jenis, stabilitas serta absorbsi pada pelet berdiameter ± 1cm. Hasil terbaik yang diperoleh adalah agregat ringan buatan dengan berat jenis 0,97 gr/cm3 dan kuat tekan sebesar 4,02 MPa pada usia 7 hari.
KETAHANAN DI LINGKUNGAN ASAM, KUAT TEKAN DAN PENYUSUTAN BETON DENGAN 100% FLY ASH PADA JANGKA PANJANG Ryan Renaldo Wijaya; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.566 KB)

Abstract

Penggunaan bahan sisa pada beton sebagai pengganti semen semakin meningkat karena bahan sisa ini dapat menyebabkan lebih murahnya biaya konstruksi dan meningkatkan beberapa sifat fisik, mekanik, dan ketahanan pada mortar atau beton di lingkungan yang ekstrim. Perhatian utama pada lingkungan ini adalah evaluasi daya tahan mortar 100% fly ash pada jangka panjang. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap ketahanan di lingkungan asam, kuat tekan dan penyusutan mortar 100% fly ash dengan penambahan boraks dan kalsium hidroksida. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil-hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan boraks dan kalsium hidroksida berperan positif baik terhadap ketahanan di lingkungan asam maupun terhadap kekuatan tekan mortar 100% fly ash hingga umur 90 hari. Akan tetapi penambahan boraks hanya dapat meningkatkan kekuatan tekan mortar sampai suatu titik tertentu. Penambahan boraks juga dapat meminimalkan penyusutan pada mortar. Lebih dari itu, ketahanan mortar 100% fly ash di lingkungan asam lebih baik dari mortar dengan semen
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN FLY ASH DENGAN BERBAGAI KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR 100% FLY ASH Kent Setiono; Nico Christiono; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.062 KB)

Abstract

Fly ash telah banyak digunakan sebagai additive maupun pengganti semen yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen. Permasalahan yang sering terjadi dalam penggunaan fly ash adalah kadar kalsium yang dimiliki fly ash lebih rendah dibandingkan kadar kalsium pada semen yang menyebabkan rendahnya kuat tekan campuran mortar ataupun beton. Oleh karena itu diperlukan penambahan senyawa kalsium hidroksida pada campuran mortar yang berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan mortar 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ini, dapat disimpulkan bahwa penggantian fly ash dengan berbagai jenis sumber kalsium hidroksida pada campuran mortar 100% fly ash dapat meningkatkan kuat tekan mortar itu sendiri. Kalsium hidroksida yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kuat tekan mortar adalah kalsium hidroksida yang bersumber dari limbah karbit dan gamping. Kadar optimum penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida untuk campuran yang menggunakan fly ash tipe C dan tipe F adalah 40% dan 50% penggantian, dimana kuat tekan yang dicapai adalah 41.03 MPa dan 36.8 MPa untuk fly ash tipe C dan F pada umur 28 hari. Penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida juga berbanding lurus dengan kebutuhan Superplasticizer (SP) tiap campuran, dimana semakin tinggi penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida, semakin banyak pula kadar SP yang dibutuhkan.
PENGEMBANGAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR CIRCULATING FLUIDIZED BED COMBUSTION FLY ASH Stacia Dwi Shenjaya; Maria Lupita; Djwantoro Hardjito; David Wiyono; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.674 KB)

Abstract

Berdasarkan sistem pembakarannya, terdapat 2 jenis fly ash, yaitu Pulverized Coal Combustion (PCC) dan Fluidized Bed Combustion (FBC). Berdasarkan tingkat fluidisasinya, terdapat 2 jenis FBC fly ash yaitu bubbling bed unit dan circulating unit (CFBC). PCC fly ash lebih sering digunakan sebagai bahan dasar geopolimer dibandingkan CFBC fly ash karena bentuknya yang tidak beraturan dan luas permukaannya lebih besar sehingga membutuhkan lebih banyak air. Penelitian ini berfokus untuk membandingkan variasi konsentrasi larutan NaOH dan variasi perbandingan alkali activator terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer, serta menganalisa tampilan fisik mortar geopolimer berbahan dasar CFBC fly ash tipe F. Konsentrasi larutan NaOH yang digunakan sebesar 6M, 8M, 10M, dan 12M, sedangkan perbandingan alkali activator yang digunakan sebesar 3.0, 2.5, 2.0, 1.0, dan 0.5. CFBC fly ash tipe F yang digunakan diambil 2 kali dengan waktu yang berbeda pada sumber yang sama. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa CFBC fly ash memiliki potensi sebagai bahan dasar dalam pembuatan mortar geopolimer. Hal ini didukung dengan hasil kuat tekan mortar geopolimer tertinggi yang dihasilkan, yaitu sebesar 33.4 MPa pada usia 90 hari meskipun tidak konsisten jika menggunakan fly ash yang berbeda waktu pengambilannya.. Selain itu, konsentrasi larutan NaOH sebesar 12M dan perbandingan alkali activator sebesar 0.5 merupakan komposisi yang tidak tepat.
PENGGUNAAN FLY ASH DARI PLTU NGORO SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DALAM PEMBUATAN MORTAR Vellyana Wardoyo; Daniel Christanto; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.389 KB)

Abstract

Proses pembuatan semen yang berbahaya bagi lingkungan menimbulkan berbagai penelitian yang bertujuan untuk menemukan material pengganti semen. Salah satu material yang dapat menggantikan semen adalah fly ash karena sifatnya yang mengikat. Pada umumnya, fly ash menambah kelecakan pada campuran karena bentuknya yang bulat. Namun dari informasi yang dikumpulkan saat kunjungan ke PLTU Ngoro, fly ash Ngoro justru tidak menambah workability malah membutuhkan air yang banyak. Uji Konsistensi Normal dilakukan untuk mengtahui kebutuhan air dasar dari fly ash PLTU Ngoro dan memang air yang dibutuhkan semakin meningkat seiring bertambahnya fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash PLTU Ngoro terhadap kuat tekan dan workability mortar Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa sifat fly ash Ngoro menyerap air dan berlawanan dengan sifat fly ash pada umumnya. Hal ini terjadi karena bentuk partikelnya yang tidak bulat yang membuat air malah terserap ke dalam pori-pori. Bentuk partikelnya terjadi karena tipe boiler yang digunakan yaitu Fluidized Bed Combustion. Fly ash Fluidized Bed Combustion tetap bisa dimanfaatkan namun dengan bantuan superplasticizer dan memiliki kuat tekan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan mortar kontrol yang terbuat dari 100% semen.
Co-Authors , Antoni A. C. Djoewardi A. C. Djoewardi A. I. Wijaya A. I. Wijaya A. Jodjana A. Jodjana A. S. Goey A. S. Goey A. Stefianus A. Stefianus Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Akbar, Rizky T. Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Anuraga, Bangkit Tegar T. Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B. K. Sudiarto B. K. Sudiarto B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw D. Setiawan D. Setiawan Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Mihardja, Edwin Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio R. Susanto R. Susanto Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Riady, Elbert G. Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Suhendro, Samuel V. Susanto, Tri E. Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus