Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO PADA PEMBUATAN BATA RINGAN NON STRUKTURAL DENGAN METODE CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) Abi, Gerardus; Susilo, Billy; ., Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat digunakan sebagai material pozzolan karena kaya kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Pada penelitian ini, lumpur Sidoarjo dimanfaatkan dalam pembuatan bata ringan non-struktural dengan metode cellular lightwieght concrete (CLC). Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bata ringan ini adalah harus memenuhi syarat ASTM C 869, yaitu kuat tekan > 1.4 MPa, dry density < 700 kg/m3 dan water absorption < 25% berdasarkan volume. Variabel penelitiannya adalah perbandingan volume foam agent : air, perbandingan massa foam : cementitious material dan penambahan pasir silika sebagai agregat halus untuk mengurangi penggunaan pasta campuran. Dari hasil penelitian, perbandingan volume foam agent : air yang memenuhi syarat ASTM C 869 adalah 1 : 50. Bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa pasir silika, penambahan pasir silika menyebabkan kuat tekan berkurang dan water absorption lebih tinggi, untuk dry density yang relatif sama.
KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERDASARKAN VARIASI WAKTU PENGAMBILAN FLY ASH Satria, Juan; Sugiarto, Agung; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton geosintetik yang tidak menggunakan semen sebagai bahan dasar, tetapi menggunakan bahan pozzolan berupa fly ash yang banyak mengandung unsur alumina (Al) dan silika (Si) dimana unsur ini sangat memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik beton geopolimer. Oleh karena itu, dilakukan pengambilan fly ash sebanyak sepuluh kali untuk mengetahui perbedaan ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia pada tiap-tiap fly ash. Dari variasi fisik dan kandungan kimia fly ash, peneliti ingin mengetahui setting time dan kuat tekan dari geopolimer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia fly ash turut mempengaruhi dalam setting time dan kuat tekan beton. Kandungan kimia fly ash yang sangat mempengaruhi adalah kadar kalsium. Semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka fly ash tersebut tergolong fly ash yang bagus karena menghasilkan setting geopolimer yang jauh lebih cepat dan kuat tekan geopolimer yang lebih tinggi dibanding dengan fly ash yang memiliki kadar kalsium yang lebih rendah. Kadar kalsium juga turut mempengaruhi nilai pH fly ash, semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka semakin tinggi juga nilai pH fly ash.
PENGARUH KONSISTENSI FLY ASH TERHADAP SIFAT - SIFAT MORTAR HVFA Widianto, Alvin Krisnanta; Wiranegara, Jerry Laksmana; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Fly ash merupakan hasil dari pembakaran batubara banyak digunakan sebagai bahan pengganti semen. Keuntungan penggunaan fly ash pada beton segar ialah kehalusan dan bentuk partikel fly ash yang bulat dapat meningkatkan workability, serta mengurangi terjadinya bleeding dan segregasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penggunaan fly ash ini adalah kemampuan untuk mengontrol mutu fly ash yang dihasilkan.Fly ash berwarna abu-abu hingga kehitaman warna kehitaman karena adanya karbon, hal ini disebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Juga dari penelitian lain disebutkan bahwa kandungan dari fly ash dipengaruhi dari asal batu bara, teknik pembakaran batu bara, kandungan mineral, metode pengumpulan, lama waktu penyimpanan, dan periode pengambilan sampel.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, perbedaan waktu pengambilan fly ash memungkinkan terjadinya perbedaan antara masing-masing fly ash. Dalam penelitian ini kami ingin melihat konsistensi dari setiap fly ash yang kami ambil dengan waktu yang berbeda-beda. Kandungan mineral yang terdapat dalam fly ash bervariasi, dan variasi ini tentu bisa menyebabkan perbedaan pada kualitas dan mutu beton yang dihasilkan. Variasi fly ash yang ada dapat dilihat dari kandungan kimia yang ada, kehalusan, dan loss on ignition (LOI). Kualitas dari fly ash dapat dengan mudah ditentukan melalui pengukuran nilai pH fly ash.Dalam penelitian ini menggunakan campuran mortar high volume fly ash (HVFA) dimana menggunakan penggantian semen hingga 50%.
IDENTIFIKASI POTENSI FLY ASH PLTU NGORO DENGAN SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZED BED SEBAGAI BAHAN DASAR GEOPOLIMER Natanegara, Albert; Dmitri, Benedictus Trista; Hardjito, Djwantoro; Antoni, Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.574 KB)

Abstract

Geopolimer dibuat dengan mencampurkan dua bahan dasar yakni fly ash dan alkali activator. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan fly ash tipe C sebagai bahan dasarnya dan pada penelitian kali ini menggunakan fly ash dari PLTU Ngoro yang memiliki tipe F. PLTU ini memiliki sitem pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB), di mana karakteristik fly ash yang dihasilkan berbeda dengan fly ash PLTU pada umumnya, yang memakai sistem Pulverized Coal Combustion (PCC). Perbedaan karakteristik diakibatkan perbedaan kualitas batu bara dan suhu pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi fly ash Ngoro dan pengaruh sodium silikat terhadap kuat tekan, workability, dan setting time geopolimer. Kadar molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M sampai 14M. Campuran dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama dengan perbandingan massa sodium silikat:NaOH(solid) 2,5; Tahap kedua dan ketiga ditentukan berdasarkan hasil tahap pertama. Tahap pertama menunjukkan kuat tekan sebesar 37,8 MPa. Namun semakin tinggi sodium silikat yang dipakai, semakin turun kekuatannya. Tahap kedua digunakan perbandingan massa Si:Al = 3 namun justru menunjukkan hasil kuat tekan turun drastis hingga 8,4 MPa. Tahap ketiga dilakukan penambahan jumlah silikat. Pada tahap ketiga menunjukkan hasil kuat tekan tertinggi adalah 34,8 MPa pada umur 7 hari.
PENELITIAN AWAL PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN BETON DI LINGKUNGAN PANTAI Ghozali, Kurniawati Ester; Yonathan, Albertus; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.498 KB)

Abstract

PLTU Suralaya merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia. PLTU Suralaya ini menghasilkan limbah batu bara sebesar 1750 ton setiap harinya yang berupa fly ash dan bottom ash. Sama halnya dengan fly ash, bottom ash juga merupakan residu yang berasal dari proses pembakaran batu bara. Namun, pemanfaatan bottom ash di Indonesia masih sangat jarang. Hal ini dikarenakan bentuk partikelnya yang tidak teratur dan porous sehingga mengurangi workability beton segar. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaatkan fly ash dan bottom ash untuk pembuatan beton break water atau bangunan pemecah ombak. Struktur beton break water berfokus pada durabilitas, permeabitas dan berat volumenya bukan kekuatannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pemakaian fly ash PLTU Suralaya dapat meningkatkan kelecakan pada beton. Sehingga membantu melawan sifat bottom ash yang mengurangi kelecakan beton segar. Dengan memperhatikan gradasi ukuran bottom ash, mortar HVFA yang menggunakan bottom ash 100% sebagai agregat halus dapat mencapai kekuatan 36.6 MPa pada umur 28 hari dengan w/cm sebesar 0.35. Sedangkan beton yang menggunakan bottom ash sebagai pengganti agregat halus dapat mencapai kekuatan 24.8 MPa pada umur 28 hari. Durabilitas beton yang menggunakan fly ash dan bottom ash di dalam lingkungan sulfat juga menunjukkan performa yang cukup baik.
PENGARUH VARIASI WATER/FLY ASH RATIO DAN METODE PENCAMPURAN KALSIUM PADA PASTA 100% FLY ASH TIPE C Angdiarto, Stella Patricia; Thomas, Chrisco Nathaniel; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.485 KB)

Abstract

Beberapa penelitian tentang beton 100% fly ash telah dilakukan, sehingga fly ash dapat digunakan dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan semen. Fly ash yang digunakan merupakan fly ash tipe C yang mengandung kalsium oksida (CaO) yang sangat tinggi, karena dengan kadar kalsium yang tinggi maka kekuatan beton akan semakin bertambah. Meninjau dari hasil penelitian Sirapanji & Hadinata, di mana CaO dan Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) yang ditambahkan menyebabkan kerusakan pada campuran pasta, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan kadar kalsium yang beragam, metode pemberian kalsium yang paling sesuai, serta menentukan w/FA terendah yang dapat dilakukan pada campuran pasta 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash yang ditambahkan Ca(OH)2 (metode A) dengan kadar 10% terbukti meningkatkan kuat tekan dan kepadatan lebih baik daripada penambahan Ca(OH)2 (Metode A) dengan kadar 5%. Sampel mengalami peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Tetapi w/FA yang terlalu rendah (dibawah 0,20) dapat merusak sampel yang ditambahkan Ca(OH)2 dengan kadar 10%. Penambahan CaO (metode B) terbukti membuat sampel mengalami kerusakan. Kerusakan semua sampel diakibatkan oleh adanya pengembangan volume kapur bebas dan perubahan suhu yang besar dalam waktu yang cepat.
PENGGUNAAN FLY ASH DARI PLTU NGORO SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DALAM PEMBUATAN MORTAR Wardoyo, Vellyana; Christanto, Daniel; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.389 KB)

Abstract

Proses pembuatan semen yang berbahaya bagi lingkungan menimbulkan berbagai penelitian yang bertujuan untuk menemukan material pengganti semen. Salah satu material yang dapat menggantikan semen adalah fly ash karena sifatnya yang mengikat. Pada umumnya, fly ash menambah kelecakan pada campuran karena bentuknya yang bulat. Namun dari informasi yang dikumpulkan saat kunjungan ke PLTU Ngoro, fly ash Ngoro justru tidak menambah workability malah membutuhkan air yang banyak. Uji Konsistensi Normal dilakukan untuk mengtahui kebutuhan air dasar dari fly ash PLTU Ngoro dan memang air yang dibutuhkan semakin meningkat seiring bertambahnya fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash PLTU Ngoro terhadap kuat tekan dan workability mortar Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa sifat fly ash Ngoro menyerap air dan berlawanan dengan sifat fly ash pada umumnya. Hal ini terjadi karena bentuk partikelnya yang tidak bulat yang membuat air malah terserap ke dalam pori-pori. Bentuk partikelnya terjadi karena tipe boiler yang digunakan yaitu Fluidized Bed Combustion. Fly ash Fluidized Bed Combustion tetap bisa dimanfaatkan namun dengan bantuan superplasticizer dan memiliki kuat tekan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan mortar kontrol yang terbuat dari 100% semen.
OPTIMASI PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU TINGGI Gan, Aldwin Ivan; Sutikno, Henry; Antoni, Antoni; Hardjito, Djwantoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.574 KB)

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang dapat dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Pemanfaatan bottom ash masih sangat jarang, sehingga pada penelitian ini bottom ash dan fly ash dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian agregat halus dan semen dalam pembuatan paving block. Untuk menghasilkan paving block dengan kuat tekan yang optimal, perlu dicari kepadatan tertinggi dari kombinasi agregat halus yang digunakan. Selain kuat tekan, penyerapan air dan ketahanan aus juga menjadi kualifikasi dalam penentuan mutu paving block.Dari hasil pembuatan paving block, kuat tekan tertinggi yang bisa didapat dari penambahan bottom ash yaitu 41.60 MPa dengan kode C1BA3 yang masuk dalam kelas A. Namun untuk uji penyerapan air dan ketahanan aus, paving C1BA3 hanya masuk dalam kelas B dan C. Dengan penambahan fly ash, kuat tekan maksimum yang dihasilkan hanya mencapai 26.80 MPa yang masuk dalam kelas B. Akan tetapi penambahan fly ash berdampak pada ketahanan aus yang pada awalnya hanya memenuhi kelas C, kini bisa mencapai kelas A. Secara keseluruhan, paving block yang menghasilkan mutu paling bagus dan ekonomis yaitu paving dengan kode C5F5B30, dengan komposisi 50% semen : 50% fly ash dan 100% bottom ash.
PEMBUATAN PASTA RINGAN GEOPOLIMER CELLULER LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) BERBASIS CAMPURAN LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH Febrina Ekaputri Susanto; Alvin Adiputra Widjaja; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.537 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas upaya pemanfaatan lumpur Sidoarjo dan sisa pembakaran batubara berupa fly ash agar dapat bermanfaat untuk dunia konstruksi sebagai pengganti semen. Penelitian ini menggunakan bahan dasar lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH, sodium silikat, dan foam agent. Variasi kadar sodium silikat yang digunakan pada percobaan sebesar 30%, 40%, 50% dan 60% dari massa campuran lumpur dan fly ash,dengan memperhatikan perbandingan massa larutan sodium silikat dengan larutan NaOH. Variasi molaritas NaOH yang digunakan pada percobaan sebesar 5M, 6M, 7M dan 8M.Untuk menghasilkan berat jenis yang lebih kecil maka ditambahkan foam agent. Perbandingan volume foam agent dengan air yang digunakan adalah 1:50. Pada masing-masing penelitian tersebut diberikan variasi pemberian foam sebesar 0.5 liter, 1 liter, dan 1.5 liter yang dikonversi menjadi perbandingan massa foam dengan massa binder (campuran lumpur Sidoarjo, fly ash, NaOH padat, sodium silikat dan air). Pengujian yang dilakukan adalah tes kuat tekan pada benda uji berukuran 5×5×5 cm3, dan uji berat jenis.Hasil terbaik dari penelitian ini, yaitu campuran fly ash murni dengan komposisi larutan sodium silikat 480 gram (60%), NaOH 5M, dan penambahan foam 1.5 liter.Hasil kuat tekan umur 7 hari sebesar 1.44 MPa dan berat jenis sebesar 0.61 gr/cm3.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SECARA MAKSIMAL DENGAN CAMPURAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER Andi Widjaya; Chrysilla Natallia; , Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.463 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan sebelumnya. Salah satu cara usaha pemanfaatan yang dilakukan adalah menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai bahan pembuatan mortar geopolimer. Pada penelitian kali ini lumpur Sidoarjo yang digunakan digiling selama 12 jam dan fly ash digiling selama 6 jam. Ketika kedua material ini lebih halus, maka luas permukaan partikel bertambah sehingga partikel menjadi lebih reaktif dan juga mortar akan semakin padat. Pada penelitian ini menggunakan variasi water to binder ratio (w/b) dari 0,25; 0,3; 0,35; 0,4. Dari hasil yang didapat, dipilih komposisi campuran dengan w/b yang memiliki kuat tekan dan kelecakan yang bagus yaitu w/b 0,3 dan 0,35. Lumpur Sidoarjo dan fly ash digunakan bersama-sama, dengan perbandingan massa lumpur Sidoarjo yang digunakan mulai dari 0%, 25%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggilingan lumpur Sidoarjo dan fly ash, mortar memiliki berat jenis yang lebih tinggi, tetapi penggilingan fly ash tidak memberikan tambahan kuat tekan pada mortar geopolimer. Perbandingan massa lumpur Sidoarjo dan fly ash yang menghasilkan kuat tekan paling tinggai adalah 50% : 50%. Kemudian nilai kuat tekan mortar geopolimer dengan massa lumpur Sidoarjo dari 60% hingga 90% memiliki nilai yang tidak jauh berbeda.
Co-Authors , Antoni A. C. Djoewardi A. C. Djoewardi A. I. Wijaya A. I. Wijaya A. Jodjana A. Jodjana A. S. Goey A. S. Goey A. Stefianus A. Stefianus Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Akbar, Rizky T. Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Anuraga, Bangkit Tegar T. Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B. K. Sudiarto B. K. Sudiarto B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw D. Setiawan D. Setiawan Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Mihardja, Edwin Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio R. Susanto R. Susanto Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Riady, Elbert G. Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Suhendro, Samuel V. Susanto, Tri E. Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus