Djwantoro Hardjito
Petra Christian University

Published : 82 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN BORAKS DAN KALSIUM OKSIDA TERHADAP SETTING TIME DAN KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Austin Purwantoro; Widya Suyanto; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.898 KB)

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang berbahan dasar material yang kaya akan unsure alumina (Al) dan silica (Si). Salah satu material yang bisa digunakan adalah fly ash. Namun, penggunaan fly ash dengan tipe C bisa berakibat pada situasi flash set di mana beton mengeras dengan cepat. Mengatasi masalah ini, digunakan boraks sebagai bahan tambahan dalam larutan alkali agar memperlambat setting time dan juga menggunakan kalsium oksida (CaO) agar membantu peningkatan kuat tekan beton geopolimer. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa penambahan boraks pada larutan alkali memberi pengaruh terhadap setting time. Penambahan boraks bisa memperlambat setting time sesuai dengan jumlah kadar boraks yang ditambahkan. Penambahan boraks cenderung menurunkan kuat tekan beton namun, bergantung pada karakteristik fly ash yang digunakan. Penggantian sebagian fly ash dengan kalsium oksida (CaO) memberi pengaruh peningkatan kuat tekan pada beton geopolimer.
PENGAPLIKASIAN LUMPUR SIDOARJO KADAR TINGGI PADA MORTAR DAN BETON Lucky Chandra; Teguh Hermawan Widodo; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.668 KB)

Abstract

Berbagaipenelitian mengenai pemanfaatan material lumpur Sidoarjo, khususnya sebagai material pengganti semen (pozzolan) telah dilakukan. Penelitian ini berfokus pada penggunaan lumpur Sidoarjo dengan kadar yang tinggi, yaitu >50%, serta membandingkan hasil tersebut dengan fly ash. Analisa terhadap materialdilakukan menggunakan XRF (X-Ray Flouresence) untuk mengetahui karakteristik dari material tersebut. Analisa juga dilakukan terhadap pengaruh ukuran butiranmenggunakan PSA (Particle Size Analysis).Lumpur dilakukan treatment dari pengeringan, pembakaran hingga digiling menggunakan bar-mill dengan lama penggilingan bervariasi untuk mendapatkan ukuran butiran berbeda. Presentase kadar yang digunakan adalah 50%, 55% dan 60% dari total cementitious material. Mortar dan beton digunakan ukuran 5x5x5 cm3 dan 15x15x15 cm3 lalu dilakukan pengujian berupa kuat tekan, workability dan setting time. Hasil menunjukkan semakin halus ukuran butiran, semakin tinggi kuat tekan dan workability-nya. Diantara kadar 50%-60% penggantian semen dengan lumpur Sidoarjo, kadar 50% merupakan yang paling efektif.Pada beton dengan lumpur Sidoarjo menghasilkan slump test sebesar 8,5 cm dengan kuat tekan 34,07 MPa pada umur 37 hari.
KETAHANAN DI LINGKUNGAN ASAM, KUAT TEKAN DAN PENYUSUTAN BETON DENGAN 100% FLY ASH TANPA AKTIVATOR Ryan Renaldo Wijaya; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.644 KB)

Abstract

Penggunaan bahan sisa seperti fly ash pada beton sebagai pengganti semen semakin meningkat karena bahan sisa menyebabkan murahnya biaya konstruksi dan meningkatkan beberapa sifat fisik, mekanik, dan ketahanan pada beton di lingkungan yang ekstrim. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah daya tahan beton HVFA (High Volume Fly Ash) pada jangka waktu lama. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap ketahanan di lingkungan asam, kuat tekan dan penyusutan terhadap beton HVFA dengan penambahan boraks dan kalsium hidroksida. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada penambahan boraks dan kalsium hidroksida berperan positif baik ketahanan pada lingkungan asam maupun pada kekuatan tekan HVFA sampai umur beton 90 hari tetapi penambahan boraks hanya dapat meningkatkan kekuatan tekan beton sampai suatu titik tertentu. Selain itu penambahan boraks juga dapat meminimalkan penyusutan pada beton. Lebih dari itu, ketahanan beton HVFA pada lingkungan asam ternyata lebih baik dari beton dengan semen
EFEK MATERIAL PENGISI KALSIUM KARBONAT DAN WASTE MARBLE DUST TERHADAP SIFAT MEKANIK MORTAR Gregorius Franky Tanggu; Geraldo Theodore Santoso; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.777 KB)

Abstract

Semen merupakan material utama dalam mengikat campuran dalam campuran beton, namun penggunaan yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi lingkungan sehingga banyak penelitian yang telah dilakukan agar penggunaan material lain digunakan sebagai material pengganti semen ataupun sebagai material tambahan. Kalsium karbonat dan WMD (limbah debu marmer) bisa digunakan sebagai material tambahan dalam campuran beton. Kalsium karbonat yang digunakan memiliki ukuran butiran yang halus (15μm, 12μm, 8μm) sehingga bisa mengisi celah-celah kosong. Sedangkan WMD berasal dari batu marmer yang merupakan batuan yang terbentuk dari kristalisasi batuan Gamping (CaCO3). Pada penelitian ini kalsium karbonat dan WMD (Waste Marble Dust) akan digunakan sebagai material tambahan ke dalam campuran mortar yang terdiri dari binder (semen, fly ash, dan silica fume) dan agregat halus berupa pasir silika. Material pengisi ini akan digunakan sebanyak 5%, 10% dan 15%. Kemudian dilakukan beberapa variasi campuran terhadap material pengisi. Pencampuran kalsium karbonat menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 67.47 MPa dan pada WMD sebesar 64.27 MPa
DURABILITAS MORTAR GEOPOLYMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO David Wiyono; Agie Vianthi; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.879 KB)

Abstract

Lumpur Sidoarjo merupakan salah satu material yang sedang dikembangkan sebagai pengganti semen selain fly ash. Alasan yang mendasari digunakannya lumpur Siodarjo adalah jumlahnya yang melimpah di lapangan yang dianggap sebagai permasalahan lingkungan yang belum dapat teratasi, serta telah terbukti memiliki kandungan yang dapat menggantikan fungsi semen.Adapun salah satu karakteristik material konstruksi yang penting untuk diperhatikan pada lingkungan agresif adalah durabilitas.Mengingat belum adanya penelitian mengenai durabilitas geopolymer dengan lumpur Sidoarjo, maka penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari serangan asam dan difusi ion klorida terhadapmaterial geopolimer dengan lumpur Sidoarjo. Pada penelitian ini dilakukan pengujian durabilitas, yaitu ketahanan terhadap serangan asam sulfat dan penetrasi ion klorida. Pada pengujian terhadap serangan sulfat digunakan dua metode yaitu metode perendaman biasa dan wet dry cycle. Pengujian penetrasi ion klorida menggunakan metode Rapid Migration Test dengan standart Nordtest 492. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa durabilitas mortar geopolimer dengan lumpur Sidoarjo dapat dikatakan baik terutama pada segi penampilan fisik mortar.
PENGARUH METODE PEMBUATAN DAN KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Michael Benjamin Honny; Joshua Wilson Thiofilus; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.823 KB)

Abstract

Penggunaan fly ash tipe C pada pembuatan beton geopolimer dapat menyebabkan terjadinya flash set. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini membahas mengenai pengaruh metode pembuatan, perbandingan komposisi alkali activator serta metode curing terhadap karakteristik beton geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C. Alkali activator yang digunakan berupa larutan Na2SiO3 dan larutan NaOH dengan molaritas sebesar 8M. Perbandingan alkali activator yang digunakan sebesar 0.66, 1.5, dan 2.5. Pengujian yang dilakukan yaitu initial setting time, workability, dan kuat tekan beton geopolimer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode pembuatan dan perbandingan komposisi alkali activator mempengaruhi initial setting time dan workability beton geopolimer. Pembuatan beton geopolimer dengan metode pencampuran terpisah yaitu mencampurkan larutan NaOH dengan fly ash terlebih dahulu dapat mengatasi flash set. Selain itu semakin kecil perbandingan alkali activator hingga 0.66, maka akan semakin lama initial setting time yang terjadi. Penggunaan curing oven dapat meningkatkan kuat tekan beton geopolimer. Akan tetapi curing tanpa menggunakan oven masih dapat menghasilkan kuat tekan beton geopolimer yang cukup tinggi sebesar 29 MPa pada umur 28 hari.
OPTIMASI PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PLTU SURALAYA DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK MUTU TINGGI Aldwin Ivan Gan; Henry Sutikno; Antoni Antoni; Djwantoro - Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.556 KB)

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang dapat dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Pemanfaatan bottom ash masih sangat jarang, sehingga pada penelitian ini bottom ash dan fly ash dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian agregat halus dan semen dalam pembuatan paving block. Untuk menghasilkan paving block dengan kuat tekan yang optimal, perlu dicari kepadatan tertinggi dari kombinasi agregat halus yang digunakan. Selain kuat tekan, penyerapan air dan ketahanan aus juga menjadi kualifikasi dalam penentuan mutu paving block.Dari hasil pembuatan paving block, kuat tekan tertinggi yang bisa didapat dari penambahan bottom ash yaitu 41.60 MPa dengan kode C1BA3 yang masuk dalam kelas A. Namun untuk uji penyerapan air dan ketahanan aus, paving C1BA3 hanya masuk dalam kelas B dan C. Dengan penambahan fly ash, kuat tekan maksimum yang dihasilkan hanya mencapai 26.80 MPa yang masuk dalam kelas B. Akan tetapi penambahan fly ash berdampak pada ketahanan aus yang pada awalnya hanya memenuhi kelas C, kini bisa mencapai kelas A. Secara keseluruhan, paving block yang menghasilkan mutu paling bagus dan ekonomis yaitu paving dengan kode C5F5B30, dengan komposisi 50% semen : 50% fly ash dan 100% bottom ash.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH DARI SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZES BED BURNING DAN DARI BOILER SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM PEMBUATAN MORTAR Wangsa Hioewono Chandra; Kevin Saputra Yusuf; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.995 KB)

Abstract

PLTU Ngoro adalah PLTU yang menggunakan sistem pembakaran CFBD (Circulated Fluidzied Bed Burning) terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Terdapat juga perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC (Pulverized Coal Combustion). Batu bara yang digunakan menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash. Karena bottom ash memiliki permukaan yang kasar dan berpori, pemanfaatannya sebagai agregat halus akan mengakibatkan penurunan workability campuran. Tetapi penggunaan fly ash berkualitas baik dapat membantu melawan sifat bottom ash yang menurunkan workability campuran. Bottom ash yang didapat dari PLTU Ngoro dengan sistem pembakaran CFBD dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berwarna lebih terang dinamakan bottom ash Ngoro cerah, dan yang berwarna lebih gelap dinamakan bottom ash Ngoro gelap, sedangkan bottom ash dari perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC bersifat homogen. Dari penelitian ini, penggunaan bottom ash Ngoro cerah dengan kadar fly ash hingga 50 % dapat mencapai kuat tekan 52,27 MPa pada umur 56 hari. Penggunaan bottom ash Ngoro gelap menghasilkan rata - rata kuat tekan tertinggi yaitu 38 MPa pada umur 7 hari, 55 MPa pada umur 28 hari, dan 58 MPa pada umur 56 hari. Sedangkan penggunaan bottom ash dari perusahaan M memiliki rata – rata kuat tekan yang relatif rendah.
PENGARUH VARIASI WATER/FLY ASH RATIO DAN METODE PENCAMPURAN KALSIUM PADA PASTA 100% FLY ASH TIPE C Stella Patricia Angdiarto; Chrisco Nathaniel Thomas; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.485 KB)

Abstract

Beberapa penelitian tentang beton 100% fly ash telah dilakukan, sehingga fly ash dapat digunakan dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan semen. Fly ash yang digunakan merupakan fly ash tipe C yang mengandung kalsium oksida (CaO) yang sangat tinggi, karena dengan kadar kalsium yang tinggi maka kekuatan beton akan semakin bertambah. Meninjau dari hasil penelitian Sirapanji & Hadinata, di mana CaO dan Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) yang ditambahkan menyebabkan kerusakan pada campuran pasta, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan kadar kalsium yang beragam, metode pemberian kalsium yang paling sesuai, serta menentukan w/FA terendah yang dapat dilakukan pada campuran pasta 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash yang ditambahkan Ca(OH)2 (metode A) dengan kadar 10% terbukti meningkatkan kuat tekan dan kepadatan lebih baik daripada penambahan Ca(OH)2 (Metode A) dengan kadar 5%. Sampel mengalami peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Tetapi w/FA yang terlalu rendah (dibawah 0,20) dapat merusak sampel yang ditambahkan Ca(OH)2 dengan kadar 10%. Penambahan CaO (metode B) terbukti membuat sampel mengalami kerusakan. Kerusakan semua sampel diakibatkan oleh adanya pengembangan volume kapur bebas dan perubahan suhu yang besar dalam waktu yang cepat.
PENGARUH TREATMENT PADA BOTTOM ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON HIGH VOLUME FLY ASH Kevin Desailly; Singgih Suryajaya; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.093 KB)

Abstract

Pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia sedang berkembang, agar tidak merusak keseimbangan ekosistem akibat proses konstruksi maka pembangunan berkelanjutan sangat diperlukan. Penggunaan material-material yang bersifat tidak merusak alam dan pemanfaatan limbah sebagai material konstruksi harus dilakukan. Bottom ash dan fly ash merupakan limbah hasil pembakaran PLTU yang masih dapat digunakan sebagai material pembuatan beton. Dalam dunia konstruksi pemanfaatan fly ash sudah dilakukan, sedangkan untuk bottom ash masih sangat jarang padahal bottom ash mempunyai potensi untuk menggantikan pasir sebagai agregat halus dalam beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberi treatment berupa pencucian dan pencampuran antara bottom ash kasar dan halus hingga mencapai kepadatan maksimum sebelum akhirnya digunakan untuk membuat beton High Volume Fly Ash (HVFA). Pengujian slump dan kuat tekan akan dilakukan pada beton HVFA. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwa treatment pencucian bottom ash dan pencampuran 75% bottom ash kasar dan 25% bottom ash halus akan menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton yang menggunakan bottom ash tanpa treatment ataupun bottom ash dengan treatment pencucian.
Co-Authors , Antoni Agie Vianthi Agie Vianthi Agung Sugiarto Akbar, Rizky T. Albert Natanegara Albertus Yonathan Aldi Vincent Sulistio Aldwin Ivan Gan Aldwin Ivan Gan Aleksander Jodjana Aleksander Jodjana Alvin Adiputra Widjaja Alvin Adiputra Widjaja, Alvin Adiputra Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Cahyadi Djoewardi Alvin Krisnanta Widianto Alvin Krisnanta Widianto, Alvin Krisnanta Andi Widjaya Andi Widjaya Andreas Andreas Andry Wirananda Angdiarto, Stella Patricia Anton Prayogo Go Anton Prayogo Go Antoni , Antoni , Antoni . Antoni . Antoni . Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Antoni Anuraga, Bangkit Tegar T. Ariyanto Mulya Sim Ariyanto Mulya Sim, Ariyanto Mulya Arnold Phengkarsa Arnold Phengkarsa Arthur Arthur Austin Purwantoro B.V Rangan Benedictus Trista Dmitri Billy Susilo Billy Susilo, Billy Chrisco Nathaniel Thomas Christanto, Daniel Chrysilla Natallia Chrysilla Natallia Chrystian Hadinata Crystie Angelina Leuw Crystie Angelina Leuw Daniel Christanto David Christianto David Christianto David Wiyono David Wiyono David Wiyono David Wiyono Dewanti Ratna Paramitha Diar Januar Utomo Diar Januar Utomo Dmitri, Benedictus Trista Dody M.J. Sumajouw Ediantonius Lubis Edvan Benefisco Edwin Christian Edwin Valentino Edwin Valentino Eric Budisetiawan Eric Budisetiawan Erwin Suryawangi Erwin Suryawangi Evelin Anastasia Fanuel Jeffry Christianto Fanuel Jeffry Christianto Febrina Ekaputri Susanto Febrina Ekaputri Susanto, Febrina Ekaputri Felicia Tria Nuciferani Gan, Aldwin Ivan Gary Kartadinata Gary Kartadinata Geraldo Theodore Santoso Gerardus Abi Gerardus Abi, Gerardus Ghozali, Kurniawati Ester Goey Frengki Gregorius Franky Tanggu Hans Tobias Wijaya Hendra S. Wibawa Hendra S. Wibawa Hendra Surya Wibawa Henry Sutikno Hilda Utami Citra Hilda Utami Citra Jason Ghorman Herianto Jerry Laksmana Wiranegara Jerry Laksmana Wiranegara, Jerry Laksmana Jonathan Robby Joshua Wilson Thiofilus Juan Satria Juan Satria, Juan Kent Setiono Kevin Desailly Kevin Guyana Kevin Klarens Kevin Saputra Kevin Saputra Yusuf Krisno Phoanajaya Krisno Phoanajaya Kristella Nathania Lairenz Kuncoro, Albert Kurniawati Ester Ghozali Lucky Chandra Lucky Chandra Lydia Yuniarti Meok Maria Lupita Maria Lupita Masyogo Pangestu Masyogo Pangestu, Masyogo Meok, Lydia Yuniarti Michael Benjamin Honny Michael Indranata Mihardja, Edwin Natanegara, Albert Nataniel Alexsander Roberto Nico Christiono Oswyn Karsten Wattimena Owen Malvin Sirapanji Paramitha, Dewanti Ratna Permana Putra Prasetio Permana Putra Prasetio Raven Andrean Subroto Raven Andrean Subroto Reiner Tirtamulya Surja Riady, Elbert G. Ricard Mintura Ricky Surya Ryan Renaldo Wijaya Sam Wahyudi Winata Sam Wahyudi Winata Samuel Santosa Samuel Wahjudi Singgih Suryajaya Stacia Dwi Shenjaya Stacia Dwi Shenjaya Stanley Filberto Steenie E. Wallah Stella Patricia Angdiarto Sugiarto, Agung Suhendro, Samuel V. Susanto, Tri E. Sutikno, Henry Teguh Hermawan Widodo Teguh Hermawan Widodo Thomas, Chrisco Nathaniel Vellyana Wardoyo Vindy Satrya Wangsa Hioewono Chandra Wardoyo, Vellyana Wempy Erlando Widya Suyanto William Alexander Yoanes Maria Louis Adhi Prasetya Yohanes Christian Yohanes Takarendehang Yohanes Takarendehang Yonathan, Albertus