Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBEDAAN KETIDAKPUASAN TERHADAP BENTUK TUBUH DITINJAU DARI STRATEGI KOPING PADA REMAJA WANITA DI SMA NEGERI 2 NGAWI Gannis Eka Pramita Sari; . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.921 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.51

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan fisik, remaja wanita cenderung mengembangkan kepedulian yang berlebihan terhadap bentuk tubuh mereka, bahkan membuat remaja merasa tidak puas dengan bentuk tubuh apabila perubahan bentuk tubuh saat masa perkembangan tersebut tidak sesuai dengan impian. Ketidakpuasan bentuk tubuh merupakan masalah yang rumit bagi perkembangan remaja wanita, menyebabkan remaja memiliki kepercayaan diri dan harga diri yang rendah, menghalangi remaja wanita untuk bergaul dan mengembangkan diri, serta menimbulkan kecemasan, yang menuntut remaja untuk memilih dan menggunakan strategi koping yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakpuasan bentuk tubuh. Semua strategi koping merupakan cara yang efektif untuk meredakan masalah, namun strategi koping tertentu dapat memberikan hasil yang berbeda pada situasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari perbedaan strategi koping yang digunakan oleh remaja wanita. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Ngawi. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala strategi koping dan skala ketidakpuasan bentuk tubuh. Analisis data menggunakan teknik analisis independent sample t test. Hasil analisis data menghasilkan nilai rata-rata kelompok problem focused coping 53,13 dan kelompok emotional focused coping 56,18. Hal ini berarti bahwa remaja wanita yang menggunakan problem focused coping mempunyai ketidakpuasan bentuk tubuh yang lebih rendah daripada kelompok emotional focused coping. Uji independent sample t test menghasilkan t hitung = -2.383 dan t tabel = 1.984, dengan probabilitas p-value > 0,05 (0,019). Hal ini berarti hipotesis diterima, yaitu terdapat perbedaan ketidakpuasan bentuk tubuh ditinjau dari strategi koping pada remaja wanita di SMA Negeri 2 Ngawi. Kata kunci: Ketidakpuasan bentuk tubuh, strategi koping, remaja wanita
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) BHINNEKA KARYA SURAKARTA Anisa Ismi Nabila; . Hardjono; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.32 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.19

Abstract

Pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar pada seorang anak yang menginjak usia remaja. Banyak sekali tekanan yang dihadapi dari teman sebaya, misalnya rayuan, ajakan, bahkan paksaan untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan atau yang tidak pantas dilakukan. Dalam hal ini banyak remaja yang tidak berani atau ragu-ragu untuk berkata “tidak” karena alasan takut tidak memiliki teman, takut dimusuhi, atau takut dianggap tidak cool. Oleh karena itu, remaja membutuhkan suatu keterampilan sosial yaitu asertivitas untuk menolak pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mengajarkan asertivitas yaitu dengan melalui beberapa jam pelatihan. Pemberian pelatihan asertivitas dapat membantu mengurangi kecenderungan kenakalan remaja akibat pengaruh negatif yang berasal dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan rancangan eksperimental nonrandomized pretest-posttest control-group design. Subyek penelitian adalah 20 siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pelatihan asertivitas, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecenderungan kenakalan remaja yang dikenakan pada subyek sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik uji T-Test. Diperoleh nilai t=3,680 (t<2,101) dan  p= 0,002 (p<0,05). Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen adalah 90,6 sedangkan nilai rata-rata pada kelompok kontrol adalah 104,1. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa terdapat perbedaan pada kedua kelompok sebesar 13,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pelatihan asertivitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Bhinneka Karya Surakarta.   Kata Kunci : Kecenderungan kenakalan remaja, pelatihan asertivitas