Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PROTOTIPE MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN PADA BUDIDAYA KELINCI DENGAN KOMUNIKASI MODBUS PADA SENSOR XY-MD02 Br Perangin-angin, Syifa Lestari; Romadhona, Shinta; Hanni Pradana, Zein; Larasati, Solichah
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 3 (2024): SINTA - JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i3.21

Abstract

Dalam budidaya kelinci, , penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti suhu dan kelembapan udara di dalam kandang. Suhu dan kelembapan yang ideal akan menjaga kualitas bulu dan meningkatkan nafsu makan kelinci. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembapan udara rendah, kelinci bisa kehilangan nafsu makan dan bulunya menjadi mudah rontok.Oleh karena itu dengan melaukan pengukuran kelembapan dalam kandang kelinci bertujuan untuk dapat dimonitor secara serial dengan komunikasi modbus. Sensor yang dipakai pada pengukuran suhu dan kelembapan adalah XY-MD02 dengan komunikasi RS485. Sensor XY-MD02 akan berkomunikasi dan diproses dengan menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem akan menampilkan data suhu dan kelembapan kandang. Hasil pengujian akan mendapatkan nilai suhu dan kelembapan pada serial monitor. Pada tanggal 23, suhu siang hari berkisar antara 33°C hingga 34°C dengan kelembapan 64.2% hingga 66.9%, sementara pada sore hari suhu sekitar 30°C dengan kelembapan 73% hingga 74%. Pada tanggal 24, suhu siang hari berkisar sekitar 34°C dengan kelembapan 65%, dan pada sore hari suhu turun menjadi 28°C dengan kelembapan 84% hingga 85% akibat hujan. Dalam pengukuran selama dua hari ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap suhu dan kelembapan kandang. Suhu pada sore hari tanggal 24 lebih baik karena adanya hujan, yang membantu menurunkan suhu dan meningkatkan kelembapan secara signifikan. Dengan hasil penelitian diharapkan dapat membantu mengambil keputusan bebasis data dalam menjaga kualitas bulu dan meningkatkan nafsu makan kelinci, sehingga kelinci tetap sehat dan produktif.
SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA RUANGAN DENGAN PROTOKOL MQTT BERBASIS INTERNET OF THINGS Surbakti, Hairunisa Br; Ginting, Jafaruddin Gusti Amri; Romadhona, Shinta; Ginting, Melinda Br; Ni’amah, Khoirun
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 3 (2024): SINTA - JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i3.25

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan dan kenyaman manusia. Paparan terhadap polutan udara dalam ruangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, asma, penyakit pernapasan, dan bahkan kanker. Sistem pemantauan kualitas udara dapat dipantau dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroller ESP32. Sensor DHT22 dipilih karena keakuratannya dalam mendeteksi suhu dan kelembapan. Mikrokontroller ESP32 memungkinkan sistem untuk terhubung dengan jaringan WiFi, mendukung komunikasi dan pengolahan data secara akurasi. Monitoring bertujuan untuk menciptakan alat yang dapat menjaga stabilitas suhu dan kelembapan secara otomatis, mendukung kenyamanan dan kesehatan penghuni ruangan. Protokol MQTT berbasis Internet of Things (IoT) diimplementasikan dalam sistem ini untuk mengintegrasikan komponen-komponen tersebut. Metode yang digunakan mencakup perancangan dan pengujian sistem, pemantauan menggunakan DHT22 dan ESP32 yang terhubung melalui MQTT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa implementasi protokol MQTT memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan teknologi monitoring kualitas udara dalam ruangan. Sistem ini membuktikan kemampuannya untuk memantau dan menjaga kondisi udara secara efektif dan efisien.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DIGITAL PEMUDA KARANG TARUNA DESA KEBOCORAN MELALUI PELATIHAN KONTEN KREATOR Zen, Nur Afifah; Permatasari, Indah; Romadhona, Shinta
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2703

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi dan keterampilan digital pemuda Karang Taruna Desa Kebocoran dalam mengoptimalkan pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi potensi lokal desa. Salah satu potensi unggulan yang belum terkelola secara optimal adalah kebun melon, yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan agrowisata. Kurangnya kompetensi dalam produksi konten digital menghambat penyebarluasan informasi secara efektif. Kondisi ini menuntut adanya intervensi edukatif melalui program peningkatan kapasitas berbasis pelatihan keterampilan digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas teknis dan kreativitas pemuda Karang Taruna dalam memproduksi konten digital berbasis video yang informatif, menarik, dan mampu mempromosikan potensi lokal desa kebocoran secara efektif. Metode kegiatan meliputi tiga tahapan utama: survey lapangan untuk pengumpulan data visual, produksi video panen melon oleh peserta, dan pelatihan konten kreator yang menggabungkan teori, praktik, serta evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap seluruh tahapan produksi video, mulai dari perencanaan, pengambilan gambar dan suara, hingga proses editing menggunakan aplikasi digital. Peserta mampu menerapkan teknik sinematografi dasar dan memperlihatkan peningkatan kualitas dalam hasil karyanya. Selain itu, mereka juga menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam tim dan mengelola alur kerja produksi dengan lebih baik. Namun demikian, aspek distribusi konten melalui platform digital dan pemahaman terhadap karakteristik audiens masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil survei, mayoritas peserta mengalami peningkatan rasa percaya diri serta motivasi tinggi untuk terus mengembangkan keterampilan secara mandiri dalam bidang konten digital. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran, keterampilan, dan semangat kolaboratif di kalangan pemuda desa.
Penerapan Skema Automatic Cell Planning (ACP) untuk Meningkatkan Coverage Area Jaringan 4G-LTE pada Perumahan Bukit Kalibagor Indah Ayuningtyas, Retno Dwi; Praja, Muhammad Panji Kusuma; Romadhona, Shinta; Pradana, Zein Hanni
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i1.1188

Abstract

Peningkatan permintaan akses internet telah menyebabkan perkembangan cepat dari teknologi jaringan 4G LTE. Namun, coverage area jaringan masih terbatas, terutama di daerah perumahan, salah satunya perumahan Bukit Kalibagor Indah,Banyumas. Hal ini diperoleh dari simulasi eksisting yang dilakukan dan didapatkan bahwa setiap nilai Key Performance Indicator (KPI) berupa nilai Received Signal Reference Power (RSRP), Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Throughput masih tergolong buruk. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah optimasi jaringan, salah satunya menggunakan teknik optimasi Automatic Cell Planning (ACP) dengan menggunakan frekuensi 2100 MHz dan Base Transceiver Station (BTS) dengan 3 antena sektoral yang mempunyai nilai azimuth serta tilting yang berbeda. ACP merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan cakupan jaringan dengan mempertimbangkan parameter kunci seperti RSRP, SNR, dan Throughput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ACP skenario 1, nilai RSRP meningkat dari -131,46 dBm menjadi -110,64 dBm, SNR meningkat dari 2,09 dB menjadi 10,35 dB, dan Throughput meningkat dari 6187,74 kbps menjadi 17424,26 kbps. Pada ACP skenario 2, nilai RSRP mencapai -118,64 dBm, SNR mencapai 5,7 dB, dan Throughput mencapai 9190,41 kbps. Sedangkan pada ACP skenario 3, nilai RSRP mencapai -120,09 dBm, SNR mencapai 4,72 dB, dan Throughput mencapai 8346,81 kbps. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan skema ACP secara signifikan meningkatkan cakupan area jaringan 4G-LTE di perumahan Bukit Kalibagor Indah.