Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA RUANGAN DENGAN PROTOKOL MQTT BERBASIS INTERNET OF THINGS Surbakti, Hairunisa Br; Ginting, Jafaruddin Gusti Amri; Romadhona, Shinta; Ginting, Melinda Br; Ni’amah, Khoirun
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 3 (2024): SINTA - JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i3.25

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan dan kenyaman manusia. Paparan terhadap polutan udara dalam ruangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, asma, penyakit pernapasan, dan bahkan kanker. Sistem pemantauan kualitas udara dapat dipantau dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroller ESP32. Sensor DHT22 dipilih karena keakuratannya dalam mendeteksi suhu dan kelembapan. Mikrokontroller ESP32 memungkinkan sistem untuk terhubung dengan jaringan WiFi, mendukung komunikasi dan pengolahan data secara akurasi. Monitoring bertujuan untuk menciptakan alat yang dapat menjaga stabilitas suhu dan kelembapan secara otomatis, mendukung kenyamanan dan kesehatan penghuni ruangan. Protokol MQTT berbasis Internet of Things (IoT) diimplementasikan dalam sistem ini untuk mengintegrasikan komponen-komponen tersebut. Metode yang digunakan mencakup perancangan dan pengujian sistem, pemantauan menggunakan DHT22 dan ESP32 yang terhubung melalui MQTT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa implementasi protokol MQTT memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan teknologi monitoring kualitas udara dalam ruangan. Sistem ini membuktikan kemampuannya untuk memantau dan menjaga kondisi udara secara efektif dan efisien.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DIGITAL PEMUDA KARANG TARUNA DESA KEBOCORAN MELALUI PELATIHAN KONTEN KREATOR Zen, Nur Afifah; Permatasari, Indah; Romadhona, Shinta
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2703

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi dan keterampilan digital pemuda Karang Taruna Desa Kebocoran dalam mengoptimalkan pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi potensi lokal desa. Salah satu potensi unggulan yang belum terkelola secara optimal adalah kebun melon, yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan agrowisata. Kurangnya kompetensi dalam produksi konten digital menghambat penyebarluasan informasi secara efektif. Kondisi ini menuntut adanya intervensi edukatif melalui program peningkatan kapasitas berbasis pelatihan keterampilan digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas teknis dan kreativitas pemuda Karang Taruna dalam memproduksi konten digital berbasis video yang informatif, menarik, dan mampu mempromosikan potensi lokal desa kebocoran secara efektif. Metode kegiatan meliputi tiga tahapan utama: survey lapangan untuk pengumpulan data visual, produksi video panen melon oleh peserta, dan pelatihan konten kreator yang menggabungkan teori, praktik, serta evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap seluruh tahapan produksi video, mulai dari perencanaan, pengambilan gambar dan suara, hingga proses editing menggunakan aplikasi digital. Peserta mampu menerapkan teknik sinematografi dasar dan memperlihatkan peningkatan kualitas dalam hasil karyanya. Selain itu, mereka juga menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam tim dan mengelola alur kerja produksi dengan lebih baik. Namun demikian, aspek distribusi konten melalui platform digital dan pemahaman terhadap karakteristik audiens masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil survei, mayoritas peserta mengalami peningkatan rasa percaya diri serta motivasi tinggi untuk terus mengembangkan keterampilan secara mandiri dalam bidang konten digital. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran, keterampilan, dan semangat kolaboratif di kalangan pemuda desa.
Penerapan Skema Automatic Cell Planning (ACP) untuk Meningkatkan Coverage Area Jaringan 4G-LTE pada Perumahan Bukit Kalibagor Indah Ayuningtyas, Retno Dwi; Praja, Muhammad Panji Kusuma; Romadhona, Shinta; Pradana, Zein Hanni
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i1.1188

Abstract

Peningkatan permintaan akses internet telah menyebabkan perkembangan cepat dari teknologi jaringan 4G LTE. Namun, coverage area jaringan masih terbatas, terutama di daerah perumahan, salah satunya perumahan Bukit Kalibagor Indah,Banyumas. Hal ini diperoleh dari simulasi eksisting yang dilakukan dan didapatkan bahwa setiap nilai Key Performance Indicator (KPI) berupa nilai Received Signal Reference Power (RSRP), Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Throughput masih tergolong buruk. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah optimasi jaringan, salah satunya menggunakan teknik optimasi Automatic Cell Planning (ACP) dengan menggunakan frekuensi 2100 MHz dan Base Transceiver Station (BTS) dengan 3 antena sektoral yang mempunyai nilai azimuth serta tilting yang berbeda. ACP merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan cakupan jaringan dengan mempertimbangkan parameter kunci seperti RSRP, SNR, dan Throughput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ACP skenario 1, nilai RSRP meningkat dari -131,46 dBm menjadi -110,64 dBm, SNR meningkat dari 2,09 dB menjadi 10,35 dB, dan Throughput meningkat dari 6187,74 kbps menjadi 17424,26 kbps. Pada ACP skenario 2, nilai RSRP mencapai -118,64 dBm, SNR mencapai 5,7 dB, dan Throughput mencapai 9190,41 kbps. Sedangkan pada ACP skenario 3, nilai RSRP mencapai -120,09 dBm, SNR mencapai 4,72 dB, dan Throughput mencapai 8346,81 kbps. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan skema ACP secara signifikan meningkatkan cakupan area jaringan 4G-LTE di perumahan Bukit Kalibagor Indah.
Design of Rectangular Patch Microstrip Antenna with Defected Ground Structure Method at 3.5 GHz Frequency for 5G Technology Galuh Kartikasari; Muhammad Panji Kusuma Praja; Shinta Romadhona
Journal of Information Technology and Its Utilization Vol 6 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jitu.6.2.5259

Abstract

5G technology is currently developing rapidly in various countries. 5G technology has three sub-frequencies: low band, midband and high band. Midband frequencies in Indonesia are between 2.6 GHz and 3.5 GHz. In order for 5G technology is able to be used in Indonesia, it needs an antenna that can work at 3.5 GHz and has a wide bandwidth. Microstrip antenna is a simple and efficient antenna. However, microstrip antenna has minimal bandwidth. To overcome this, certain methods are needed, one of which is the defected ground structure (DGS) method. The initial design of the antenna has dimensions according to the results of the calculation formula. Then optimization is carried out by reducing the dimensions of the antenna components. After that, the DGS method is applied to widen the bandwidth. The initial design of the single-patch antenna before using the DGS method has a return loss value of -19.96 dB, VSWR 1.22, with a gain value of 3.812 dB and bandwidth 105.1 MHz. The simulation results of the antenna using DGS have a return loss value of -39.76 dB, VSWR of 1.02, with a gain value 3.16 dB and a bandwidth of 158.4 MHz. These results prove that the use of the DGS method can increase bandwidth.
Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (ChatGPT), Googlesheet dan Video untuk Peningkatan Kapasitas Digital UMKM Desa Kroya Shinta Romadhona; Linahtadiya Andiani; Eko Fajar Cahyadi
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 2 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i2.11138

Abstract

This community service activity aims to identify the level of understanding, utilization, and perceived benefits of Artificial Intelligence technology, specifically ChatGPT, Google Sheets, and basic video content creation, for Small, and Medium Enterprises (SMEs) in Kroya Village. The program was designed as a digital capacity-building initiative to support SMEs in improving marketing effectiveness, administrative efficiency, and creative content production. A quantitative descriptive approach was employed using a survey instrument consisting of 15 Likert-scale questions distributed to 25 SME participants. The survey measured digital literacy, perceived usefulness, implementation readiness, and training relevance. The results show that the average response score of participants ranged between 3.8 and 4.6, indicating a high level of acceptance and positive perception toward AI-based tools. The highest average scores were observed in aspects related to marketing content creation and efficiency improvement. These findings demonstrate that ChatGPT and supporting digital tools are highly relevant for SME empowerment, particularly in strengthening promotional strategies and operational efficiency. The activity concludes that structured training in AI-based digital tools can significantly enhance SME readiness for digital transformation.
Implementasi Teknologi Pengusir Burung Otomatis untuk Petani Padi Desa Muntang Muhammad Panji; Nur Afifah Zen; Prasetyo Yuliantoro; Shinta Romadhona; Dodi Zulherman
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 2 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i2.11424

Abstract

Farmers in Muntang Village, Kemangkon, Purbalingga, face substantial crop losses due to bird attacks during the ripening stage of rice cultivation. Conventional deterrents such as scarecrows and hanging cans have become ineffective as birds have adapted to their static nature. This community engagement initiative implements an automatic, solar-powered bird-repellent system combining ultrasonic sensors, servo-driven mechanical noise elements, and electronic buzzers. The stages included system design, component procurement, device assembly, field installation, farmer training, and performance evaluation. Two units were successfully deployed in the rice fields, demonstrating effective responses to bird movement. More than twenty farmers participated in hands-on training and increased their understanding of appropriate agricultural technology. Initial field observations indicated reduced bird intrusion, improved crop protection, and enhanced labor efficiency. This initiative contributes to food security at the village level and supports the adoption of simple smart-farming innovations in rural agricultural settings.
Pemberdayaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Banyumas melalui Pelatihan Teknologi Asistif Brailltek untuk Pembelajaran Mandiri Sevia Indah Purnama; Adanti Wido Paramadini; Irmayatul Hikmah; Dodi Zulherman; Afin Muhammad Nurtsani; Rizki Amalia Pratiwi; Shinta Romadhona
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 3 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i3.12403

Abstract

Visually impaired students in Banyumas face significant challenges in accessing inclusive education due to the scarcity of adaptive learning media. Most students rely heavily on conventional Braille and constant teacher assistance, which hinders their independent learning capabilities. This community service aims to empower teachers and students at SLB Kuncup Mas Banyumas through the socialization and training of BraillTek, a bilingual RFID-based assistive device designed to support independent literacy. The method employed was a participatory approach involving 30 participants, consisting of teachers and students. The activities were conducted on December 9, 2025, encompassing socialization of disability rights, direct demonstration of the device, and hands-on training where students practiced using BraillTek while teachers were introduced to AI-based educational tools. The results indicated high program effectiveness, with evaluation data showing that 100% of participants agreed the material was highly relevant to their needs. Students demonstrated the ability to operate the device independently after a single session, effectively learning vocabulary without constant supervision. The program successfully introduced a viable solution for inclusive education, significantly reducing student dependence on teachers and improving teacher competency in utilizing assistive technology.