Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Motivasi Calon Pengantin Wanita dalam Mendapatkan Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin Dea Lailani Giopani; Fitri Yuliana; Ali Rakhman Hakim
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.319

Abstract

Pendahuluan: Motivasi mendorong atau menggerakan perilaku seseorang ke suatu tujuan. Karena itu Ketika seseorang mempunyai motivasi yang kuat pemberian imunisasi TT juga meningkat karna kesadaran akan dorongan untuk meningkatkan Kesehatan yang dapat di cegah dengan imunisasi. data catin ditempat penelitian pada tahun 2023 terhitung dari Januari-Juni sebanyak 58 catin Wanita yang melakukan imunisasi TT, data Dinkes kota Banjarmasin sebanyak 75 orang dan jumlah T-1 semua kota Banjarmasin 536 maka hasil penelitian motivasi yang dimiliki dalam kategori kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi calon pengantin Wanita yang mendapatkan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sasaran penelitian calon pengantin Wanita dengan jumlah sampel sebanyak 30 dengan analisis data univariat. Hasil: Dari hasil penelitian motivasi pemberian imunisasi TT dalam kategori kuat. Motivasi mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan khususnya bagi Kesehatan dirinya sendiri. Kesimpulan: Adanya motivasi calon pengantin Wanita dalam mendapatkan imunisasi TT di puskesmas cempaka putih.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri Irnayanti; Fitri Yuliana; Noval; Laurensia Yunita
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1019

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang tidak periksa dengan teratur akan terjadi komplikasi lanjut yang bisa mengakibatkan kematian ibu serta bayi. Angka capaian kunjungan kehamilan (K4) di Puskesmas Tumbang Miri dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang fluktuatif. Pada tahun 2022 terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 54,4%. Angka capaian ini masih jauh dari angka yang ditargetkan, yaitu 85% kunjungan kehamilan (K4). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Metode: Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang tercatat di Puskesmas Tumbang Miri hingga Bulan Mei 2023, sejumlah 30 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 13 orang (43,3%), tidak mendapat dukungan dari suami dalam melakukan kunjungan kehamilan sebanyak 22 orang (73,3%), memiliki jarak rumah yang jauh menuju pelayanan kesehatan yaitu sebanyak 24 orang (80%) dan tidak teratur dalam melakukan kunjungan kehamilan yaitu sebanyak 19 orang (63,3%). Terdapat pengaruh pengetahuan (0,001), dukungan suami (0,028) dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan (0,016) terhadap kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri adalah pengetahuan, dukungan suami dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan.
Identifikasi Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas Januriah Januriah; Putri Yuliantie; Putri Vidiasari Darsono; Fitri Yuliana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1073

Abstract

Pendahuluan: Capaian pemberian ASI eksklusif menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Hal ini disebabkan rendahnya cakupan pemberian ASI secara eksklusif. Di Puskesmas Lanjas didapatkan cakupan ASI eksklusif 65% di tahun 2023, sedangkan target SPM 100%, target RENSTRA 75%, dan cakupan ASI eksklusif 64,2% di tahun 2022 serta 63% di tahun 2021. Banyak faktor yang memengaruhi ibu dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah efikasi diri, Efikasi diri merupakan satu keyakinan yang mendorong individu untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Pentingnya mengetahui keyakinan ibu dalam pemberian ASI eksklusif, khususnya dalam menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan: Mengidentifikasi Breastfeeding Self-Efficacy pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi 30 orang ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. Pengkajian data dilakukan menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengidentifikasi Breastfeeding Self Efficacy Pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas didapatkan kategori responden mayoritas dengan usia ibu 20-35 tahun sebanyak 30 responden atau 100%, usia anak responden sebagian besar berusia 6 bulan yaitu 9 orang atau 30%, jumlah anak responden mayoritas 2 anak dengan jumlah responden 22 orang atau 73.3% Dan efikasi diri ibu menyusui sebagian besar ditemukan dengan efikasi tinggi yaitu 19 responden atau 63.3%. Simpulan: Terdapat efikasi yang tinggi pada ibu yang memiliki keinginan dan niat untuk menyusui bayinya, yang diidentifikasi berdasarkan pola pikir, reaksi emosional dalam menghadapi kesulitan menyusui, usaha kegigihan, dan pemilihan perilaku menyusui.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang Arbainah Arbainah; Frani Mariana; Fitri Yuliana; Dede Mahdiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1074

Abstract

Pendahuluan: Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil minimal 6 kali meliputi 1 (satu) kali pada trimester pertama, 2 (dua) kali pada trimester kedua, dan 3 (tiga) kali pada trimester ketiga. Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang capaian kunjungan ANC K1 sebanyak 71,6%, K4 sebanyak 60,42% dan kunjungan K6 sebanyak 48,48%, dari data ini dapat diketahui bahwa capaian kunjungan ANC jauh di bawah target dinas kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel seluruh ibu nifas di bulan Februari-April 2024 di wilayah UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang berjumlah 72 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden kategori usia risiko rendah sebanyak 53 orang (73,6%), kategori pendidikan rendah sebanyak 40 orang (55,6%), kategori pengetahuan kurang sebanyak 38 orang (52,8%), kategori primipara sebanyak 33 orang (45,8%), dukungan suami kategori positif sebanyak 59 orang (81,9%), frekuensi kunjungan ANC K6 kategori lengkap sebanyak 37 orang (51,4%). Terdapat hubungan dengan usia (p-value 0,005 < 0,05), nilai OR sebesar 2,092, tingkat pendidikan (p-value 0,011 < 0,05), pengetahuan (p-value 0,001 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,001 < 0,05). Tidak ada hubungan paritas dengan kunjungan ANC ke-6 dengan nilai signifikansi p-value 0,343 > 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara umur, pendidikan, dan pengetahuan dengan dukungan suami pada kunjungan ANC ke-6. Tidak ada hubungan antara paritas dan kunjungan K6 ANC.
ASI Eksklusif sebagai Faktor Dominan Kejadian Diare pada Bayi dan Balita Janatin Aliah; Fitri Yuliana; Dwi Rahmawati; Hairiana Kusvitasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1460

Abstract

Penyakit diare masih termasuk dalam kelompok penyebab utama kematian dan rasa sakit pada anak-anak balita. Berbagai faktor diduga berkontribusi terhadap terjadinya diare termasuk tingkat pengetahuan ibu, sikap ibu, serta bayi yang memperoleh ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kejadian diare pada bayi dan balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 40 orang dijadikan responden melalui teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan regresi logistik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (45%), sikap positif (55%), namun praktik pemberian ASI eksklusif belum optimal (52,5%). Sebagian besar anak-anak kecil, seperti bayi dan balita, tidak mengalami diare, yaitu sekitar 55%. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memengaruhi terjadinya diare, tetapi praktik pemberian ASI secara eksklusif terbukti mempengaruhi kejadian diare. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa menyusui secara eksklusif berpengaruh terhadap kejadian diare pada bayi dan anak balita, sehingga upaya pencegahan diare perlu difokuskan pada peningkatan menyusui secara eksklusif.
Edukasi Pemanfaatan Bahan Makanan Lokal Tinggi Protein Sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Labat Muara Sarkiah Sarkiah; Yuni Riska Nur Fariana; Fitri Yuliana; Dewi Pusparani Sinambela; Ni Wayan Pitriyani; Widiya Maharani; Annisa Rahmah; Wilda Wati
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1822

Abstract

Pendahuluan: Desa Labat Muara masih menghadapi berbagai masalah kesehatan ibu dan anak. Hasil pengkajian menunjukkan 16,7% balita mengalami stunting, 20% tidak rutin ditimbang di Posyandu, dan 16,7% bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Berdasarkan skoring, balita berisiko mengalami stunting menjadi prioritas utama dengan skor 18. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan balita. Metode: Pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis komunitas melalui pengkajian, identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui kunjungan rumah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan data desa. Intervensi meliputi penyuluhan pencegahan stunting, demonstrasi pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta edukasi pentingnya Posyandu. Hasil: Kegiatan terlaksana tanpa hambatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting, kemampuan mempraktikkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi pangan lokal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendukung pencegahan stunting. Kegiatan dilanjutkan melalui edukasi berkala dan pendampingan kader di Posyandu.
Faktor yang Berkaitan dengan Rendahnya Keikutsertaan Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Witri Alya; Fitri Yuliana; Kunti Nastiti
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i3.2577

Abstract

One of the easiest ways to detect cervical cancer early is with a visual examination of acetic acid. Early detection of cervical cancer by visual examination with acetic acid is guaranteed by the government, namely BPJS Kesehatan, and is included in the national health insurance program. The purpose of the study was to determine the low participation of women of childbearing age in acetic acid visual examination by UPT Puskesmas Timpah. The method used in this study is descriptive research. Questionnaires made by purposive sampling technique are used as data collection instruments; The maximum number of samples in the study sample is 30 samples. The respondents of this study were women of childbearing age. The results showed that based on respondents' knowledge of information, 26 respondents were uninformed (86.66%), 20 respondents (93.33%) did not support men. In the field of education, 21 people were found to have elementary and junior high school education as much as 70%, in the support of officers it was found that 20 people did not support (66.67%). Regarding access to information, it is known that 22 people did not get any assistance to get information (73.33%).
Gambaran Peningkatan Informasi dan Sikap Wus dalam Pemeriksaan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Selatan Wariyam Wariyam; Fitri Yuliana; Ahmad Hidayat
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v4i1.2827

Abstract

IVA test is one of the first steps to detect early cancer easily, cheaply, and can be done by midwives and provide immediate results, done visually using 3-5% vinegar acid. The low IVA test examination at the South Paringin Health Center from January to November 2022 of 82 WUS people or 1.89% % of the total WUS may be due to low information and negative WUS attitudes. This research method uses a descriptive method. With the population of all WUS in the working area of the South Paringin Health Center, precisely in Tarangan village in November 2022, using a saturated sample technique of 56 people. The results of the study found that 49 people (87.5%) had increased information in the good category and 56 people (100%) had a positive attitude.