Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS PADA LOKASI BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI SUNGAI KOMERING Hoyauna Hoyauna; Hilda Hilda; Husnah Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1650

Abstract

Study on macrozoobenthos community lived under fish cage culture had been carried out at Komering river in October 2001 and January 2002. The objective of this study was to know macrozoobenthos community lived under fish cage culture area and compared it with non fish cage culture area. Two sampling point in each station. The result of this study revealed that macrozoobenthos found in station I and II was 18 and 21 species, respectively. The abundance of macrozoobenthos in October 2001 in station I was 3064 ind/m2 and in station II was 200 ind/m2, while the abundance on both stations in January 2002 was relatively similar which was 1370 ind/m2 in station I and 1415 ind/m2 in station II. Diversity index was lower in station I (1,61-1,73) than that in station II (1,80-1,96). Similarity index in both stations were lower in October 2001 (13,55%) than January 2002 (44,95%). The organic matter content of sediment in station I (C=0,39%, N=10,86%, P2O5 = 159,50 mg P2O5/100 g soil) was higher than in station II which relate to the presence of species of Tubificidae (Brancura sp, Nais sp, and Tubifex sp), Diptera (Subfamili Chironominae and Chironomus sp) and Mesogastropoda (Melanoides tuberculata). The study indicated that the presence of cage culture affected macrozoobenthos composition, abundance, diversity and homegenity indexes.Keywords : macrozoobenthos, community, fish cage, Komering river.
KEBIASAAN MAKAN IKAN LAMPAM (Barbodes schwanenfeldii. Blkr) DI SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU Ashfi Rayhanu; Endri Junaidi; Husnah Husnah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1666

Abstract

Study in order to know feeding behavior of Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr) in Kampar river, Riau Province, was carried out in July and October 2003. Study was conducted by using field survey and Laboratory Analysis. Two sampling sites in Kampar River. Desa Pulau located at the upper part of Kampar river and Desa Danau Bingkuang located at the middle part of Kampar river were chosen based on stratification method. The research showed us, that the sequence of the feeding habit of the Asian Barb in Kampar river, in July and October 2013. Concist of fitoplankton the main food with the preponderance index value of 41,57%-48,37% The complementary food which consisf plants with prefonderance index value of 31,75%-37,99%, unidentified food with prefonderance index value of 2,09%-3,17%: the zooplankton with prefonderance index value of 0,49%-1,23% and nematode with prefonderance index value of 0,14%-0,65%. Based on the sequence of the feeding habit of the Asian Barb and tha correlation between the length of the body with ratio the length of the intestine and the length of the body Asian Barb, Asian Barb in Kampar river categorized as herbivorous fish. The environmental condition in the upper and the middle of Kampar river this can still support the growth of Asian Barb.  Keywords: Asian Barb (Barbodes schwanenfeldii, Blkr), Kampar river, Indeks of Profenderance Value
EVALUASI KINERJA FILTER KERAMIK DENGAN PROSES KOAGULASI PADA AIR RAWA Husnah Husnah
Jurnal Media Teknik Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Air Rawa merupakan salah satu sumber air permukaan yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air. Tetapi tidak semua air rawa memenuhi parameter kualitas air yang layak digunakan bahkan untuk kebutuhan air minumpun sebagian masyarakat masih memanfaatkan air rawa. Kondisi air rawa dilihat secara langsung umumnya keruh karena itu penulis melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas air rawa menggunakan membran dengan pretreatment melalui proses koagulasi. Filter yang digunakan pada penelitian kali ini adalah jenis membran keramik. Proses filtrasi dilakukan dengan beda tekanan 32 psi dan   36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Evaluasi kinerja membran keramik bisa dilihat dari nilai fluks yang dihitung berdasarkan volume permeate yang didapat per luas penampang membran. Nilai fluks terbaik adalah 2937,28 l/m2.jam.  Kata kunci : Air Rawa, Filtrasi, Membran keramik, Fluks membran, Koagulasi
PENGARUH FILTRASI TERHADAP PENURUNAN KADAR Fe DALAM AIR RAWA Husnah Husnah
Jurnal Media Teknik Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK    Sebagai salah satu sumber air yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, Air Rawa menjadi layak untuk diperhatikan baik kulaitas air maupun kelestariannya baik oleh pemerintah maupun oleh mayarakat sekitarnya. Secara umum kualitas air rawa tidak begitu layak untuk digunakan sebagai air bersih terutama air minum karena beberapa logam kandungannya cukup tinggi di dalam Air Rawa . Karena itu penulis  ingin meneliti pengaruh  filtrasi terhadap penurunan kadad Fe dalam Air Rawa.  Kata kunci  : Air Rawa, Filtrasi, kadar Fe
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN PIDIE Putri Tamara Dasantos; Herlina Dimiatri; Husnah Husnah
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 6: No. 2 (November, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i2.2649

Abstract

Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki panjang badan atau tinggi badan kurang dan jika dibandingkan dengan umurnya atau disebut juga kerdil. Stunting merupakan masalah gizi kronik pada balita yang memiliki banyak faktor penyebabnya seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, panjang badan dan berat badan lahir, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Stunting harus dicegah karena akan berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif kedepannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di Kabupaten Pidie. Penelitian dilakukan di 10 desa di Kabupaten Pidie pada tanggal 26 Oktober sampai dengan 1 Desember 2019 terhadap 160 balita, terdiri dari 80 kasus dan 80 kontrol dengan desain case control. Metode sampling probability sampling dengan teknik stratified sampling. Berat badan lahir dan panjang badan lahir diperoleh dari buku KIA atau KMS. Stunting diperoleh dari pengukuran tinggi badan balita dan disesuaikan dengan tabel Permenkes. Hasil penelitian ini mayoritas pada usia 25-60 bulan (78,8%) kasus dan (72,5%) kontrol, berjenis kelamin laki-laki (50%) kasus dan (52,5%) kontrol, pendidikan terakhir ayah yaitu SMA (51,3%) kasus dan (47,5%) kontrol, pendidikan terakhir ibu yaitu SMA (41,3%) kasus dan (48,8%) kontrol, pekerjaan ayah yaitu petani (53,8%) kasus dan (55%) control dan pekerjaan ibu yaitu ibu rumah tangga baik (73,7%) kasus dan (72,4%) kontrol. Data dianalisa dengan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan berat badan lahir (p=1,000; OR = 1,000) dan panjang badan lahir (p=0,227; OR = 1,645) dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Pidie. Anak dengan panjang badan lahir pendek beresiko 1,645 kali dapat menjadi stunting.
PENGARUH HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN, DAN VARIAN RETURN SAHAM TERHADAP BID-ASK SPREAD (Survey Pada Perusahaan Sektor Konsumsi di Bursa Efek Indonesia) WAHYU AFRIZA; HUSNAH HUSNAH
Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Tadulako (JIMUT) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jimut.v7i4.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga saham, volume perdagangan, dan varian return saham secara simultan terhadap bid-ask spread dan pengaruh parsial harga saham, volume perdagangan, dan varian return saham terhadap bid-ask spread pada industri konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 perusahaan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, dari jumlah populasi yang ada 31 perusahaan yang menjadi sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.              Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode 2016-2017 (1) Secara simultan harga saham, volume perdagangan, dan varian return saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap bid-ask spread pada industri konsumsi di Bursa Efek Indonesia, (2) Harga saham berpengaruh negatif dan signifikan terhadap bid-ask spread pada industri konsumsi di Bursa Efek Indonesia, (3) Volume perdagangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap bid-ask spread pada industri konsumsi di Bursa Efek Indonesia, (4) Varian return saham berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap bid-ask spread pada industri konsumsi di Bursa Efek Indonesia.
PERBEDAAN LINGKAR PINGGANG DAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL PASIEN STROKE ISKEMIK DAN HEMORAGIK Winny Hafnizar; Imran Imran; Husnah Husnah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.78 KB)

Abstract

Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke dikarenakan peningkatan sekresi mediator inflamasi yang dihasilkan mempercepat terjadinya proses aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. Obesitas sentral dapat dinilai berdasarkan Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan LP dan RLPP pasien stroke iskemik dan hemoragik. Jenis penelitian yang digunakan  analitik observasional dengan desain cross sectional dilaksanakan pada  Juli sampai September 2016 di poliklinik saraf, ruang rawat RSUDZA dan RSUDM, Banda Aceh. Didapatkan 60 sampel yang dikumpulkan secara concequtive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 42 laki-laki (70%) dan 18 perempuan (30%). Berdasarkan jenis stroke sebanyak 45 pasien (75%) stroke iskemik dan 15 pasien (25%)  stroke hemoragik. Dengan menggunakan uji T tidak berpasangan didapatkan bahwa rerata RLPP terhadap stroke iskemik 0,90 dan hemoragik 0,85 dengan nilai P=0,003. Sedangkan rerata LP terhadap stroke iskemik 86,5 cm dan hemoragik 82,3 cm dengan nilai P=0,096,  rerata LP lebih tinggi pada stroke iskemik namun berdasarkan analisis uji T tidak berpasangan LP belum dapat menggambarkan perbedaan terhadap jenis stroke dengan nilai p0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan RLPP terhadap stroke iskemik dan hemoragik, namun LP tidak menggambarkan perbedaan terhadap stroke iskemik dan hemoragikCentral obesity is a risk for stroke due to increased secretion of inflammatory mediators produced accelerate the process of atherosclerosis in the walls of blood vessels. Central obesity can be assessed based on  Waist Circumference (WC) and Waist to Hip Ratio (WHR). The objective of this study was to determine the differences of WC and WHR in ischemic and hemorrhagic stroke patients. This study employed analytical observational study with cross-sectional design carried  out in July to September 2016 in the neurology polyclinic of dr. Zainoel Abidin and Meuraxa General Hospital (RSUDZA and RSUDM), Banda Aceh. Samples obtained were  60 patients collected by using comcecutive sampling technique comprising of  42 men (70%) and 18 women (30%). The results showed that based on the type of stroke, 45 patients (75%) suffered from an ischemic stroke and 15 patients (25%) suffered from a hemorrhagic stroke. By using the unpaired t-test, it was found that the average WHR of ischemic stroke patients was 0.90 and hemorrhagic stroke was 0.85 with p-value = 0.003. Meanwhile, the average WC of ischemic stroke patients was 86.5 cm and the average WC of hemorrhagic stroke patients was 82.3 cm with  p-value = 0.096. The average WC of the ischemic stroke patients was higher but based on the unpaired t-test analysis the WC could not describe the difference between the types of stroke, with p0.05. It can be concluded that there were differences in WHR of ischemic and  hemorrhagic stroke, but the WC did not describe the difference between ischemic and hemorrhagic stroke.
EPIDEMIOLOGI KASUS DIFTERI SUSPEK DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 2013 – BULAN FEBRUARI 2016: Suspect Diphtheria Epidemiology Cases In The District Gresik Year 2013 - Month February 2016 Husnah Husnah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 2 No. 2 (2016): JIKeb | September 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.667 KB)

Abstract

Pendahuluan : diphteri merupakan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.Akan tetapi kejadian difteri di Indonesia setiap tahunya meningkat.Provinsi Jawa Timur merupakan penyumbang terbesar kejadian difteri >60%. Kabupaten Gresik setiap tahun mengalami penurunan penemuan kasus akan tetapi pada tahunn 2016 bulan Februari meningkat kembali. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui epidemiologi kejadian difteri suspek berdasarkan orang (umur, jenis kelamin, status imunisasi), tempat (kecamatan, sumber penemuan kasus), dan waktu (tahun). Metode : penelitian mengunakan kualitatif dengan pendekatan non-reaktif, Mengunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik difteri tahun 2013 sampai bulan Februari 2016. Besar sampel kasus difteri adalah 49 kasus.Analisis data dengan univariat membandingka proporsi kejadian difteri dengan variabel penelitian. Hasil : berdasarkan waktu kejadian difteri selalu turun akan tetapi meningkat kembali pada tahun 2016. Persebaran kejadian difteri di kecamatan terkonsentrasi pada wilayah kecamatan tertentu.Berdasarkan sumber penemuan kasus sebagian besar banyak ditemukan oleh puskesmas daripada rumah sakit.Sebagian besar kejadian difteri pada umur >7 tahun, jenis kelamin perempuan, dan status imunisasi lengkap. Pembahasan dan Kesimpulan : persebaran difteri masih terkonsentrassi pada wilayah tertentu karena belum adanya pelaporan dari puskesmas tertentu.Sumber penemuan kasus pada puskesmas akan mencegah dan penangulangan difteri secara dini. Umur penderita difteri tidak memiliki hubungan erat dengan kejadian difteri karena danya faktor lain yaitu status imunisasi. Kejadian difteri di Kabupaten Gresik dapat digambarkan menurut epidemiologi yaitu waktu, tempat, dan orang. Gambaran kejadian difteri ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk program difteri bagi pemerintah atau dinas kesehatan. Kata kunci : difteri, waktu, tempat, orang
PENGARUH PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN PAC DAN SODIUM ALGINATE PADA HASIL FILTRASI AIR SUNGAI MUSI Husnah Husnah
Jurnal Redoks Vol 2, No 1 (2017): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.443 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v2i1.2031

Abstract

ABSTRAKKoagulan yang umumnya diapakai dalam pengolahan air Sungai adalah PAC karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan koagulan lainnya. Dalam penelitian ini koagulan PAC divariasikan dengan Sodium Alginate sebagai treatment awal dalam proses filtrasi air Sungai Musi menggunakan membran kermaik. Proses Pengolahan ini  bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Musi tersebut. Proses filtrasi dilakukan dengan tekanan 36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati pada proses filtrasi ini adalah fluks, pH, kekeruhan dan TDS.Kata kunci : Air Sungai Musi, Koagulan PAC, Sodium Alginate, Filtrasi.
STUDI TEKNOLOGI MEMBRAN MIKRO UNTUK PEMURNIAN AIR UMPAN BOILER DIPUSAT PENGUMPUL PRODUKSI (PPP) PERTAMINA EP ASSET 2 FIELD PRABUMULIH Aan Safentry; Husnah Husnah; Fahron Habib
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.386 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3071

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan dalam permurnian air umpan boiler  adalah metode teknologi membran mikro. Membran separasi yaitu suatu teknik pemisahan campuran dua atau lebih komponen dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeabel. Proses pemisahan dengan membran berdasarkan perbedaan sifat fisik dan kimia dari membran serta komponen yang dipisahkan. Komponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran dan bentuknya. Penelitian ini dilakukan dengan metode perancangan alat membran mikro dan uji laboratorium sampel air umpan boiler sebelum menggunakan membran mikro dan setelah menggunakan membran mikro. Penelitian ini mengacu pada standar baku yang ditetapkan oleh Chemtreat.inc. Dari hasil data uji sampel di laboratorium diperoleh data awal untuk air sungai modong TDS/TS 47,600 Mg/L , Kekeruhan 41,100 NTU , Salinitas 0,050 0/00 , TSS 0,300 Mg/L , Suhu 22,700C , Besi (Fe) 158,321 μg/L , kesadahan total 41,41 Mg/L , pH 6,71.Untuk air WTP TDS/TS 75,1 Mg/L , Kekeruhan 29,100 NTU , Salinitas 0,070 0/00 , TSS 0,200 Mg/L , Suhu 22,800C , Besi (Fe) 61,744 μg/L , kesadahan total 24,000 Mg/L , pH 6,50.3. Sedangkan hasil data uji sampel setelah air umpan boiler menggunakan membran mikro yaitu TDS/TS 75,900 Mg/L , Kekeruhan 1,890 NTU , Salinitas 0,070 0/00 , TSS 0,600 Mg/L , konduktivitas (DHL) 160,200 μS , Besi (Fe) 51,860 μg/L , kesadahan total 48,480 Mg/L , pH 6,73. Kata Kunci:Membran Mikro, Studi Teknologi Membran Mikro.