Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINJAUAN STYLE INTERIOR KOSAKU COFFEE LAB TERHADAP PENGALAMAN KONSUMEN Zahran, Talitha Annora; Nastiti, Ratna Andriani
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15779

Abstract

Banyaknya kafe bermunculan di Surabaya merupakan pengaruh dari berkembangnya industri hiburan dan gaya hidup di Indonesia. Sebagai bagian dari tren ini, styleinterior kafe menjadi semakin penting dalam menarik perhatian konsumen dan menciptakan pengalaman yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh styleinterior terhadap pengalaman konsumen. Metode yang akan digunakan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis hasil penelitian. Adapun pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur, sehingga diperoleh data yang sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian menjelaskan adanya perbedaan pada masing-masing persepsi konsumen terhadap styleKasoku coffee lab. Namun secara umum persepsi konsumen terhadap café berfokus pada aspek visual baik dari style, warna, pencahayaan hingga sirkulasi pada desain interior Kosaku coffee lab. Studi ini diharapkan dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi pengusaha kafe atau restoran dalam mengembangkan desain interior yang menarik dan bisa memberikan pengalaman yang berkesan dan mendorong loyalitas konsumen untuk datang kembali.   Kata Kunci:, Interior kafe, Kosaku Coffee Lab, pengalaman konsumen., style interior, warna,pencahayaan
Eksplorasi Limbah Kertas Melalui Pelatihan Pembuatan Lamp Shade pada PKK Desa Bhinor hadina hasya, astrini; Wulandari, Sri; Nastiti, Ratna Andriani; Nuruddin, Muhammad Helmi; Ayuningrum, Agnes Athalia; Setiyoko, Devin Eka
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bhinor di Kabupaten Probolinggo menghadapi permasalahan sampah kertas yang belum terkelola dengan optimal. Sampah kertas yang menumpuk di lingkungan sekitar sangat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Berbekal dari kondisi ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi kegiatan utama pembuatan kerajinan tangan berupa lamp shade dari limbah kertas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi kreatif dalam mengelola sampah kertas sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Ibu-ibu PKK Desa Bhinor yang diketuai oleh Ibu Hasti Retno Dewi dilibatkan sebagai pelaku utama dalam kegiatan ini, karena mereka memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi baru dalam pemanfaatan limbah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyalurkan ilmu dan keterampilan baru kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah kertas di Desa Bhinor, tetapi juga membuka peluang baru bagi sirkular ekonomi warga. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan desa yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan.
Persepsi Wisatawan Lokal pada Interior Onshore Floating Resort Nastiti, Ratna Andriani; Ayuswantana, Alfian Candra; Tanadda, Onna Anieko; Fata, Ibrahim; Herwina, Nevlin Cresentia; Dini, Mazaya Islami
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 1 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i1.11424

Abstract

The concept of healing has gained significant popularity in Indonesia, particularly in light of the recent surge in Covid-19 cases. The term "healing" has gained popularity in Google searches as a replacement for the term "traveling". An intriguing therapeutic retreat is the Bee Jay Bakau Resort, located in Probolinggo. One notable coastal destination with promising potential is the floating resort. In general, floating resorts offer distinctive accommodations that provide a unique experience of being on the sea. Tourists can immerse themselves in the oceanic lifestyle, enjoying panoramic views and the company of marine fauna. The aforementioned experience can be imparted to tourists through the aid of a captivating and unforgettable floating interior design. The objective of the research is to identify visual elements that can impact tourists' perception while inside the floating resort. The study will utilize a qualitative descriptive method, employing the snowball sampling approach to recruit participants. Data acquisition is accomplished through the utilization of the semi-structured interview technique to get information from respondents. The study findings revealed variations in the perspective of individual tourists, with a predominant emphasis on the visual elements of the interior. Moreover, the outcomes of this study are anticipated to serve as a standard for developing interior designs for floating resorts, particularly in the context of a post-pandemic environment.
Pelatihan pembuatan visual branding berupa logo desa wisata agro Lembah Kecubung Widyasari, Widyasari; Setiawan, Bayu; Nastiti, Ratna Andriani; Kamal, Musthofa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34304

Abstract

Abstrak Sejalan dengan pengembangan Desa Wisata Agro Lembah Kecubung yang digagas oleh BUMDES Ki Ageng Arya, visual branding berupa logo sangat diperlukan untuk memperkenalkan potensi dan citra positif Desa Wisata Agro Lembah Kecubung kepada konsumen. Namun, pihak BUMDES Ki Ageng Arya belum memiliki wawasan dan pengetahuan terkait pembuatan logo. Berangkat dari permasalahan ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengadakan kegiatan pelatihan dengan topik Visual Branding Desa Wisata dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pendampingan dalam rangka mengoptimalkan visual branding berupa logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, dengan menggunakan metode presentasi, diskusi dan praktik. Rangkaian kegiatan pelatihan ini adalah pemberian wawasan dan pengetahuan terkait visual branding desa wisata, diskusi penyusunan potensi Desa Wisata Agro Lembah Kecubung,  pembuatan konsep visual dan sketsa logo, praktik pembuatan logo digital. Selama kegiatan pelatihan berlangsung, peserta mengapresiasi kegiatan pelatihan ini dengan baik, memiliki semangat dan antusias dalam membut logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung. Peserta pelatihan juga memahami dan menyerap materi pelatihan serta aktif melakukan diskusi dua arah, sehingga respon positif ini nampak dari terciptanya logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung yang baru. Kata kunci: desa wisata; Lembah Kecubung; logo; visual branding Abstract In line with the development of the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung initiated by BUMDES Ki Ageng Arya, visual branding design as a logo is considered essential to promote the village’s potential and cultivate a positive image among prospective visitors. However, BUMDES Ki Ageng Arya currently lacks sufficient insight and expertise in logo design. Responding to this issue, a Community Service Team from the Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangungan Nasional “Veteran” Jawa Timur, organized a training program entitled Visual Branding for Tourism Villages. The program aimed to provide knowledge and guidance in the creation of visual branding, specifically the logo for the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung. The training activities encompassed three stages: preparation, implementation and evaluation, employing methods such as presentations, group discussions and hands-on practice. The series of activities included: delivering conceptual knowledge on visual branding for tourism villages, facilitating discussions to identify the unique potentials of Lembah Kecubung, developing visual concepts and logo sketches and practicing digital logo design. Throughout the training, participants showed high levels of enthusiasm and appreciation for the program. The actively engaged in the learning process, absorbed the material effectively and participated in two-way discussions. This positive response was reflected in the successful design of a new logo for the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung. Keywords: tourism village; Lembah Kecubung; logo, tourism village; visual branding