Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Astonjadro

Paid Parking Performance Evaluation at Depok Baru Station Syaiful, Syaiful; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri; Gunawan, Dede; Wardhani, Asri Kusuma; Lestari, Dini Hari Mulya
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.15729

Abstract

Depok Baru Station is a train operating facility that stops regularly to pick up and drop off passengers, Depok Baru Station is in the operational area of DAOP 1 Jakarta. Depok Baru Station has so many passengers that one of the motorized vehicle parking facilities cannot accommodate vehicles parked in the area at Depok Baru Station. Therefore, it is necessary to study parking analysis at Depok Baru Station to provide benefits for motorbike users who do not get parking space, this is to create comfort and security for passengers who park their motorbikes in the Depok Baru Station area. So that it can provide an alternative parking control at Depok Baru Station so that no more motorized vehicles are found that are not parked neatly. This study aims to obtain the existing capacity of parking locations at Depok Baru Station and to obtain parking characteristics (accumulation, duration of each vehicle, parking space turnover rate and parking index) of motorized vehicles in the Depok Baru Station area. This study uses quantitative methods, data collection is carried out by means of observation as primary data, including data on the number of incoming vehicles, data on the number of outgoing vehicles, data representing peak hours, peak days, normal hours, normal days, number of Parking Space Units (SRP) . The results of this study are that the existing parking lot obtained secondary data using the survey method to produce existing data on an area of 840m2 motorcycle parking area with a capacity of 300 SRP (parking space units) and a slope angle of 90° at Depok Baru Station. the largest accumulation stasis was 358 vehicles with an average parking duration of 12.20 hours on Tuesday 13 June 2023. During the eight days of the survey, the maximum parking volume was 480 vehicles with a maximum accumulated vehicle parking of 424 vehicles which occurred on Monday June 12, 2023, the highest turn over for motorcycle parking at Depok Baru Station reached 161.00%, therefore the performance of motorcycle parking is quite high. The capacity of motorcycle parking spaces at Depok Baru Station cannot accommodate the available parking space requirements. This can be reviewed by looking at the parking index which exceeds 100%.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN SURYAKENCANA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN PERDA NO.4 TAHUN 2012 Anggraini, Rizky; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.835

Abstract

Jalan Suryakencana merupakan pusat perdagangan dan pasar dengan perkantoran. Dalam skripsi ini membagi Jalan Suryakencana menjadi 2 segmen, dimana segmen pertama itu dari simpang Pasar Bogor sampai simpang Gang Aut (Suryakencana) dan segmen berikutnya dari simpang Gang Aut (Suryakencana) sampai simpang Batutulis (Siliwangi). kapasitas pada ruas Jalan Suryakencana ini memiliki kapasitas 4 lajur satu arah, untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Suryakencana dilakukan pengevaluasian terhadap kinerja ruas Jalan Suryakencana sebelum dan sesudah diterapkan perda no. 4 tahun 2012 tentang retribusi parkir dengan menaikkan tarif parkir sebesar 300 % dari tarif parkir sebelumnya. Adapun tujuan penelitian pada skripsi ini adalah ingin mengetahui hubungan antara kinerja ruas jalan dengan parkir badan jalan dan efektifitas penerapan kebijakan perda no. 4 tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas jalan dan parkir Jalan Suryakencana tahun 2012 dengan tahun 2015 yang terdiri dari kecepatan sesaat kendaraan, volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan, kerapatan ruas jalan, dan v/c ratio nya. Bahwa dari hasil analisa disimpulkan kenaikan kinerja akibat kenaikan tarif parkir dapat dilihat dari v/c ratio, volume lalu lintas dan kerapatannya yang meningkat menyebabkan kecepatannya menurun dengan kapasitas yang tetap. Hal ini menandakan belum signifikasinya kebijakan perda no. 4 tahun 2012 yang menaikkan tarif berbasis zona pada ruas jalan dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan pada ruas jalan tersebu. Hal ini dapat dilihat masih belum bisa meningkatkan kinerja ruas jalan, terbukti justru kendaraan yang parkir pada jalan meningkat yang menyebabkan hambatan sampingnya semakin besar dan menurunkan kecepatan laju kendaraan dan juga meningkatkan DS nya.
ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN TERMINAL TERPADU STASIUN LRT (Studi Kasus pada Terminal Terpadu Tanah Baru Kota Bogor) Niandi, Ilham Putra; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 6 No. 1 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i1.2260

Abstract

Pertambahan penggunaan transportasi di suatu wilayah mengakibatkan wilayah tersebut mengalami kemacetan. Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah ataudaerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun terminal yang berlokasi di daerah Tanah Baru. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasimaka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona.Jaringan Output dari model ini adalah potensi Demand pada tahun 2020 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang.Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan Tanah Baru dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja dalam SMP/jam, setelah itu di buat jaringanserta MAT tahun 2025 -230 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. Dan hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan nilai arus lalu-lintas yang terjadi  sepanjang hari minggu dan senin terutama pada jam puncak sibuk kerja pada hari Senin(17.00-18.00 sore) dan jam puncak libur kerja (16.00-17.00 sore dan 17.00-18.00 sore hari). Pada Demand Flow untuk tahun 2020-2025 terjadi penurunan sehingga pembangunan kawasanterpadu Tanah Baru kota Bogor tidak berdampak signifikan. Juga untuk mengetahui bahwa semakin besar tingkat perjalanan di kota Bogor pada masa mendatang yang nantinya bisa dibuat rencana ataupun solusi kedepannya untuk mengurangi tingginya jumlah penduduk dalamperjalanan jalan di kota Bogor.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA TRANSPAKUAN BOGOR (Studi kasus: Pelayanan di Halte dan Pelayanan di dalam Bus Transpakuan Bogor) Savitri, Aris; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2266

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa pelanggan yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. pengukuran kinerja merupakan alat atau metode yang digunakan untuk memberikan penilaian seberapa besar tingkat prestasi kerja atau capaian tujuan dan sasaran  yang telah ditentukan. Bus Tran s Pakuan kota Bogor adalah bus rapit transit di kota Bogor, yang diresmikan pada tanggal 3 Juni 2007 melayani Koridor Cidangiang-Bubulak, Koridor Cidangiang– Harjasari, Koridor Cidangiang-Bellanova dan lain-lain. Analisis dilakukan dengan metode Customer Satisfaction Index dan didapat karakteristik penumpang Trans Pakuan Bogor didominasi oleh wanita (52%), usia antara 18-28 tahun (54,3%), jenis pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa (47,9%), status keluarga belum bekeluarga (62,4%), dan pendapatan < Rp. 1.000.000 (34,6%). Dari metode Customer Satisfaction  Index  didapat  kepuasan  dan kepentingan  pelanggan  terhadap  kinerja Trans Pakuan Bogor dalam pelayanan Halte diperoleh nilai sebesar 48% (di antara 35,00%  -  50,99%)  bahwa  menandakan  pengguna  kurang  merasa  puas  terhadap tingkat   standard   pelayanan   halte   dan   tingkat   kepuasaan   pelanggan   terhadap pelayanan  di  dalam  Bus diperoleh nilai sebesar  51%  (di antara  51%  - 65,99%) menunjukan bahwa menandakan pengguna cukup puas terhadap tingkat standard pelayanan bus. Analisis ini juga menggunakan metode Importance-Satisfaction Analysis yaitu dengan membandingkan kinerja Transpakuan Bogor berdasakan metode Importance-Satisfaction Analysis menunjukkan bahwa aspek yang perlu dipelihara pada Pelayanan Halte adalah Aksebilitas, fasilitas penutup halte, fasilitas penerangan, kenyamanan tempat duduk, fasilitas kebersihan dll dan Pada Pelayanan di dalam Bus adalah waktu operasional bus, kenyamanan didalam bus, petugas keamanan, fasilitas pegangan tangan, akses turun naik disabilitas.
ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN (Studi Kasus pada Stasiun LRT Kedunghalang Kota Bogor) Dwi, Aristian Putra; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2267

Abstract

Adanya  pembangunan disuatu wilayah akan menimbulkan potensi bangkian dan tarikan. Bangkitan dan tarikan adalah tahapan permodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang tertarik ke suatu tata guna lahan atau zona,Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah atau daerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun stasiun LRT yang berlokasi di daerah kedunghalang. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasi maka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona. Data yang digunakan dalam model bangkitan dan tarikan adalah berbassih sebuah zona dan jaringan Output dari model simulasi ini adalah potensi Demand pada tahun 2016 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang. Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan kedunghalang dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja, yang nantinya sehingga akan di dapat satuan mobil penumpang, setelah itu di buat jaringan serta MAT tahun 2020-2030 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan bahwa dengan adanya pembanguanan LRT didaerah Kedunghalang akan menimbulkan bangkitan dan tarikan di wilayah Bogor Utara.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI FINANSIAL (Studi Kasus: Perumahan BIA Residence) Natasasmita, Ginanjar; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 7 No. 1 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i1.2272

Abstract

Bekasi merupakan salah satu kota yang berkembang dalam dunia properti pembangunan perumahan, menurut BPS Kota Bekasi jumlah penduduk Jatimurni Kec. Pondokmelati ditahun 2017 ±155.407 jiwa, PT. Bina Infra Antarnusa selaku developer akan membangun sebuah perumahan komersil. Perumahan ini diberi nama BIA Residence yang terletak dijalan Pabuaran, Jatimurni, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dengan luas tanah yang ada ±1170 . Perumahan BIA Residence dibangun khusus bagi masyarakat menengah kebawah, tapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat umum memiliki rumah di perumahan BIA Residence. Mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar dalam jangka waktu yang panjang, maka perlu dilakukan penyusunan studi kelayakan investasi secara cermat dan tepat untuk menghindari resiko kerugian di masa yang akan datang dan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan apakah proyek perumahan BIA Residence dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Upaya yang dapat dilakukan dengan posisi wilayah yang strategis adalah untuk mendapatkan hasil analisis studi kelayakan proyek pembangunan Perumahan BIA Residence ditinjau dari aspek teknis dan aspek finansial. Hasil yang diperoleh dari aspek teknis dengan luasan tanah yang ada ±1170  direncanakan jumlah rumah sebanyak 10 unit dengan type 45/80 sebanyak 2 unit, type 45/84 sebanyak 6 unit, dan type 57/96 sebanyak 2 unit.  Dari hasil aspek finansial menggunakan metode NPV didapat nilai sebesar Rp94.547.544,21,(NPV>0) maka proyek perumahan BIA Residence layak dijalankan dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, dari metode IRR menggunakan suku bunga 10%-30% didapat hasil 22% dengan nilai MAAR 15%, maka IRR 22%>MARR 15% layak untuk dijalankan, tingkat suku bunga lebih besar dari pada MARR.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN FASILITAS VARIABLE MESSAGE SIGNS DI KOTA DAN KABUPATEN BOGOR Naufal, Achmad; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 8 No. 1 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i1.2285

Abstract

Bogor merupakan kawasan padat penduduk terbesar di Indonesia. Pada tahun 2016 menurut Badan Pusat Statistik kota Bogor memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.064.687 jiwa dan kabupaten bogor memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.587.390 jiwa, dengan kepadatan penduduk yang tinggi, maka menyebabkan kemacetan yang sangat tinggi juga. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah kebutuhan VMS untuk penempatan dan titik lokasi fasilitas VMS di kota Bogor yang sudah terpasang ada 3 titik VMS, yaitu di jalan keluar toll Bogor kearah Baranangsiang, jalan Jenderal Sudirman dan pertigaan jalur Tajur. Adapun usulan lokasi dan jenis pemasangan VMS yang berjumlah 3 buah yaitu di Jalan Raya Bogor (Simpang BORR), Jalan Raya Dramaga (Simpang Laladon) serta Jalan Baru (Simpang Yasmin ) serta di wilayah kabupaten Bogor yang berjumlah 3 buah yaitu berada di Jalan Raya Bogor (Simpang Sentul, Simpang Pemda dan Simpang Cibinong). Setelah itu segera dibangun VMS secepatnya agar bermanfaat untuk pengguna kendaraan, penumpang serta pejalan kaki di kota dan kabupaten Bogor.
EVALUASI PELAYANAN PARKIR DI RUAS JALAN UTAMA SURYAKENCANA (Studi Kasus Lahan Parkir di Suryakencana Bogor) Abdillah, Mis'al; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 8 No. 1 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i1.2286

Abstract

Suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dalam melakukan aktivitas yaitu transportasi. Tarikan pergerakan dipengaruhi oleh aktivitas pusat kota yang tinggi. Kondisi ini tergantung terutama pada sistem transportasi yang ada dan parkir merupakan komponen utama dari sistem transportasi. Terdapat permasalahan parkir di badan jalan, seperti adanya juru parkir liar yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di ruas jalan suryakencana akibat adanya parkir sementara, hal tersebut mendorong peneliti dalam melakukan pemecahan permasalahan parkir di jalan suryakencana bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional parkir di wilayah studi dengan penyelesaian rekomendasi yang telah di tentukan yang ditinjau dari faktor karakteristik parkir seperti akumulasi parkir, durasi parkir, volume parkir, indeks parkir, kinerja ruas jalan suryakencana dan pelayanan parkir yang ada di jalan suryakencana. Data – data diperoleh  melalui survey lapangan pada hari pengamatan. Hasil evaluasi dengan merujuk pada standar peraturan daerah kota bogor nomor 4 tahun 2012 tentang perparkiran.
TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) IN KAWASAN BAKRIE NIRWANA RESIDENCE MULYA HARJA Al Munawar, Muhammad Agil; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 10 No. 1 (2021): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v10i1.3532

Abstract

The regional development plan and integrated transportation network in the city of Bogor, especially in the Bogor Nirwana Residence Mulya Harja area, requires a plan for determining transit-based movements. The concept of transit oriented development (TOD) is a spatial engineering approach that focuses its development around transit points. The space developed in a transit-oriented area has the characteristics of high density, various mixes (updates) and a design area that is friendly to pedestrians and bicycle users. As for anticipating the emergence of transportation problems in the development of the TOD area, a study is carried out on the analysis of potential generation and attraction to find out how much movement is entering a zone or leaving a zone.to predict the amount of traffic pull generation to and from the TOD area development location. Data collection techniques include existing observations, traffic surveys and document review. The analysis of land use designation refers to the standards and regulations related to the development of transit-oriented areas, while the calculation of the generation of attraction uses the coefficient ofITE (Institute Transportation Engineers) Generation 9th. The results of the research are the level of conformity of the Basic Building Coefficient (KDB), Building Floor Coefficient (KLB) and Green Base Coefficient (KDH) on land use designation on the application of the TOD concept in the BNR area. The results were KDB with a preset rate of 64%, KLB with a percentage rate of 3.28 and KDH of 10%. In the calculation results of the movement generation obtained in the study area with a total of 2,118 (Trips / Hour), while for the results of the movement of the movement obtained in the study area with a total of 31,780 (trips/hour).
ANALYSIS VISIBILITY PARK AND RIDE TANGERANG DISTRICT (case study Cisauk Station) Lestari, Ayu; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 10 No. 2 (2021): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v10i2.3542

Abstract

Tangerang Regency is an area located in Tatar Pasundan, Banten Province, Indonesia. This area is located 30 km west of Jakarta and 90 km southeast of Serang. With an annual population growth rate of ± 2.15 percent, the total population of Tangerang Regency in 2020 is ± 2,838,621 according to the Central Statistics Agency (BPS) of South Tangerang Regency. South Tangerang Regency which has an area of 959.6 kilometers. This research was conducted to determine the feasibility level of the Park and Ride development plan in Tangerang Regency. Traffic counting surveys and interviews were carried out on main road sections which were then processed using Microsoft Excel to determine the parking accumulation until the fluctuation of motorbikes and cars was known. Furthermore, the interview data is processed to determine the amount of public interest in the development of Park and Ride which is reviewed based on gender, age, trip duration, trip intent, parking duration, monthly fuel expenditures, desired parking rates and those who agree to use Park and Ride when the survey was conducted. at 06.00-21.00 WIB on the road in the Cisauk Station area. From the results of processing this data using Microsoft Excel, it was found that the characteristics of Park and Ride facilities users and also the number of users of Park and Ride facilities for motorbikes were 2349, while for cars of 272 with a plan age until 2021, this proves there is a need for increased interest in motorbikes. Park and Ride development at Cisauk Station, Tangerang Regency.