Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penentuan Lokasi Park and Ride di Kota Depok Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Subroto, Prayogo Halim; Murtejo, Tedy; Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7053

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ekonomi di daerah Jabodetabek terpusat di daerah Jakarta. Setiap hari ada sekitar 9,96 juta perjalanan per hari menuju Jakarta. Hal ini mengakibatkan padatnya jalan arah luar Kota Depok yang mengakibatkan kemacetan panjang yang berdampak pada roda perkonomian warga. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah solusi untuk mengurangi kemacetan dengan cara memaksimalkan manfaat dari transportasi umum seperti Commuter Line Jabodetabek, dan angkutan kota atau bus yang nantinya dapat menghubungkan setiap tempat di daerah Jabodetabek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lokasi terbaik Park and Ride di Kota Depok menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Survei demand parkir dan wawancara dilakukan di Stasiun Citayam, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Depok Baru dan Terminal Jatijajar kemudian diolah menggunakan Microsotf Excel untuk mengetahui akumulasi parkir sampai skala prioritas dari hasil analis Analitycal Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya data wawawncara diolah untuk mengetahui karakteristik calon pengguna Park and Ride yang ditinjau dari moda yang dipakai ke stasiun, minat menggunakan Park and Ride, dan tarif yang diinginkan menggunakan Park and Ride waktu survei dilakukan pada pukul 06.00-18.00 WIB. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik calon pengguna dan skala prioritas lokasi park and ride di Kota Depok yaitu lokasi Stasiun Depok Baru dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 350 SRP mobil dan 3354 SRP motor, Stasiun Pondok Cina dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 183 SRP motor, Stasiun Citayam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 207 SRP sepeda motor, sedangkan kebutuhan ruang parkir di Terminal Jatijajar sudah terpenuhui dengan fasilitas yang sudah tersedia yang artinya pada lokasi ini belum membutuhkan fasilitas park and ride. Kata kunci: Park and Ride, Kota Depok, Analitycal Hierarchy Process (AHP)ABSTRACT Economic activities in the Greater Jakarta area correspond to the Jakarta area. Every day there are around 9.96 million trips per day to Jakarta. This resulted in congested roads outside the city of Depok which resulted in long traffic jams that impacted the people's economy. Therefore, a solution is needed to reduce congestion by maximizing the benefits of public transportation such as the Jabodetabek Commuter Line, and city transportation or buses that can later connect every place in the Greater Jakarta area. This study aims to find the best location for a park and ride system in Depok City by using Analytical Hierarchy Process (AHP). Parking demand survey and interview were conducted at Citayam Station, Pondok Cina Station, Depok Baru Station, and Jatijajar Terminal. Then the data were processed in Microsoft Excel to discover the parking accumulation up to the priority scale based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) analysis results. The interview data are also used to identify the characteristics of the potential park and ride users in terms of mode of transportation to the station, interest in using Park and Ride, and desired park and ride rate. The survey activity was started from 06.00 a.m. until 06.00 p.m. From the data results, the characteristics of potential users and the priority scale of park and ride in Depok City is the location of Depok Baru with a parking space requirement of 36 SRP for Cars and 468 SRP for Motorcycles, Pondok Cina Station with a parking space requirement of 71 SRP for Motorcycles, Citayam Station with a parking space requirement of 60 SRP for Motorcycles while the need for parking space at Jatijajar Terminal has been fulfilled with the available facilities.Key word: Park and Ride, Depok City, Analitycal Hierarchy Process (AHP)
Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Trans Pakuan Trayek Terminal Bubulak via Cidangiang – Ciawi di Kota Bogor Murtejo, Tedy; Muhajir, Ahmad; Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.7367

Abstract

ABSTRAKBiskita Trans Pakuan Kota Bogor koridor 2 diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum sehingga dapat mengatasi kemacetan dan permasalahan lainnya. Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah kinerja operasional bus sudah sesuai standar. Indikator yang digunakan dalam evaluasi mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat SK.687/AJ.206/DRJD/2002 "Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional pelayanan angkutan umum berbasis jalan Bus BTP Koridor 2 Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Kinerja operasional yang dinilai meliputi load factor, frekuensi, waktu tempuh, kecepatan perjalanan dan ketersediaan bus. Hasil penelitian menunjukkan 70% dari indikator load factor penumpang dari weekday hingga weekend tidak memenuhi standar, dan hasil rata-ratanya adalah 60,67%. Indikator 5-10 menit yaitu weekday hingga weekend tidak memenuhi kriteria dengan nilai rata-rata 15,08 menit. Frekuensi indikator 4-6 kendaraan/jam sudah mencapai standar 4 kendaraan/jam. Waktu tempuh bus 60-90 menit sudah mencapai standar 68,25 menit. Kecepatan bus 10-30 km/jam telah mencapai standar 24 km/jam. Ketersediaan bus dengan indikator 80-90% sudah mencapai standar 93%. Hasil rekapitulasi untuk enam metrik faktor beban yang tidak tepat sasaran pada rata-rata hari kerja hingga akhir pekan. Berdasarkan hal tersebut, kinerja operasional bus BTP Bogor Koridor belum memenuhi standar karena faktor bebannya masih di bawah 70%.Kata kunci: Load Factor, Headway, Frekuensi, Waktu Tempuh, Kecepatan Perjalanan, KetersediaanABSTRACTBiskita Trans Pakuan Bogor City corridor 2 is expected to encourage people to switch from private transportation to public transportation so that they can overcome congestion and other problems. Assessment is needed to find out whether the operational performance of the bus is up to standard. The indicators used in the evaluation refer to the Decree of the Director General of Land Transportation SK.687/AJ.206/DRJD/2002 "Technical Guidelines for the Implementation of Public Passenger Transport in Urban Areas in Fixed and Regular Routes”. This study aims to determine the operational performance of road-based public transportation services Bus BTP Corridor 2 Bogor City. This research uses quantitative methods. Operational performance assessed includes load factor, frequency, travel time, travel speed and bus availability. The results showed that 70% of the passenger load factor indicators from weekdays to weekends did not meet the standards, and the average result was 60.67%. The 5-10 minute indicator, namely weekdays to weekends, does not meet the criteria with an average value of 15.08 minutes. The indicator frequency of 4-6 vehicles/hour has reached the standard of 4 vehicles/hour. Bus travel time of 60-90 minutes has reached the standard of 68.25 minutes. The bus speed of 10-30 km/hour has reached the standard of 24 km/hour. The availability of buses with an 80-90% indicator has reached the 93% standard. The recapitulation results for the six load factor metrics are not on target on the average weekday to weekend. Based on this, the operational performance of the BTP Bogor Corridor bus has not met the standard because the load factor is still below 70%.Key word: Load Factor, Headway, Frequency, Travel Time, Travel Speed, Availability
Studi Penataan Kawasan Simpang Ciawi sebagai Simpul Transportasi Ashab, Muhammad Mauludhy; Murtejo, Tedy; Alimuddin, Alimuddin; Sudrajat, Endang
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i2.8391

Abstract

Abstract: In 2016 Bogor City was named the city with the 2nd worst traffic in the world by the Waze version. One of the worst congestion points in the Puncak Bogor area is the Ciawi Intersection which is located in Harjasari, Bogor Selatan District, Bogor City. The purpose of this study was to determine and analyze the performance of the road sections and intersection performance, to identify and analyze the location of the transportation nodes, and to analyze the land use allocation at the Ciawi intersection. The method used in this study is collecting primary data such as traffic volume, traffic speed, and traffic capacity, through a traffic survey followed by data processing using the MKJI 1997 technical guidelines. Based on the analysis results, there are 2 roads with service level C: the Jagorawi toll road section and the Gadog st., and 2 roads with a service level F: Tajur st., and Cibadak st. As for the level of intersection service, there are 3 roads with an F value: Jagorawi toll road, Cibadak st., and Gadog Puncak st. with successive delays of 156.64 seconds, 282.15 seconds and 243.01 seconds. Tajur st. intersection received a service level score of B’s, with a delay of 6.90 seconds. The planned location of the transportation node at the Ciawi intersection is located at coordinates 6o39'20.89” S; 106o50'49.76” E. The land use allocation in the Simpang Ciawi area is in accordance with the structure and pattern of spatial use based on the Bogor City and Bogor Regency development plans, both related to the planning of transportation nodes in the area and the current use of the land.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN SURYAKENCANA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN PERDA NO.4 TAHUN 2012 Anggraini, Rizky; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.835

Abstract

Jalan Suryakencana merupakan pusat perdagangan dan pasar dengan perkantoran. Dalam skripsi ini membagi Jalan Suryakencana menjadi 2 segmen, dimana segmen pertama itu dari simpang Pasar Bogor sampai simpang Gang Aut (Suryakencana) dan segmen berikutnya dari simpang Gang Aut (Suryakencana) sampai simpang Batutulis (Siliwangi). kapasitas pada ruas Jalan Suryakencana ini memiliki kapasitas 4 lajur satu arah, untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Suryakencana dilakukan pengevaluasian terhadap kinerja ruas Jalan Suryakencana sebelum dan sesudah diterapkan perda no. 4 tahun 2012 tentang retribusi parkir dengan menaikkan tarif parkir sebesar 300 % dari tarif parkir sebelumnya. Adapun tujuan penelitian pada skripsi ini adalah ingin mengetahui hubungan antara kinerja ruas jalan dengan parkir badan jalan dan efektifitas penerapan kebijakan perda no. 4 tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas jalan dan parkir Jalan Suryakencana tahun 2012 dengan tahun 2015 yang terdiri dari kecepatan sesaat kendaraan, volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan, kerapatan ruas jalan, dan v/c ratio nya. Bahwa dari hasil analisa disimpulkan kenaikan kinerja akibat kenaikan tarif parkir dapat dilihat dari v/c ratio, volume lalu lintas dan kerapatannya yang meningkat menyebabkan kecepatannya menurun dengan kapasitas yang tetap. Hal ini menandakan belum signifikasinya kebijakan perda no. 4 tahun 2012 yang menaikkan tarif berbasis zona pada ruas jalan dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan pada ruas jalan tersebu. Hal ini dapat dilihat masih belum bisa meningkatkan kinerja ruas jalan, terbukti justru kendaraan yang parkir pada jalan meningkat yang menyebabkan hambatan sampingnya semakin besar dan menurunkan kecepatan laju kendaraan dan juga meningkatkan DS nya.
ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN TERMINAL TERPADU STASIUN LRT (Studi Kasus pada Terminal Terpadu Tanah Baru Kota Bogor) Niandi, Ilham Putra; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 6 No. 1 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i1.2260

Abstract

Pertambahan penggunaan transportasi di suatu wilayah mengakibatkan wilayah tersebut mengalami kemacetan. Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah ataudaerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun terminal yang berlokasi di daerah Tanah Baru. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasimaka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona.Jaringan Output dari model ini adalah potensi Demand pada tahun 2020 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang.Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan Tanah Baru dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja dalam SMP/jam, setelah itu di buat jaringanserta MAT tahun 2025 -230 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. Dan hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan nilai arus lalu-lintas yang terjadi  sepanjang hari minggu dan senin terutama pada jam puncak sibuk kerja pada hari Senin(17.00-18.00 sore) dan jam puncak libur kerja (16.00-17.00 sore dan 17.00-18.00 sore hari). Pada Demand Flow untuk tahun 2020-2025 terjadi penurunan sehingga pembangunan kawasanterpadu Tanah Baru kota Bogor tidak berdampak signifikan. Juga untuk mengetahui bahwa semakin besar tingkat perjalanan di kota Bogor pada masa mendatang yang nantinya bisa dibuat rencana ataupun solusi kedepannya untuk mengurangi tingginya jumlah penduduk dalamperjalanan jalan di kota Bogor.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA TRANSPAKUAN BOGOR (Studi kasus: Pelayanan di Halte dan Pelayanan di dalam Bus Transpakuan Bogor) Savitri, Aris; Murtejo, Tedy; Rulhendri, Rulhendri
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2266

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa pelanggan yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. pengukuran kinerja merupakan alat atau metode yang digunakan untuk memberikan penilaian seberapa besar tingkat prestasi kerja atau capaian tujuan dan sasaran  yang telah ditentukan. Bus Tran s Pakuan kota Bogor adalah bus rapit transit di kota Bogor, yang diresmikan pada tanggal 3 Juni 2007 melayani Koridor Cidangiang-Bubulak, Koridor Cidangiang– Harjasari, Koridor Cidangiang-Bellanova dan lain-lain. Analisis dilakukan dengan metode Customer Satisfaction Index dan didapat karakteristik penumpang Trans Pakuan Bogor didominasi oleh wanita (52%), usia antara 18-28 tahun (54,3%), jenis pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa (47,9%), status keluarga belum bekeluarga (62,4%), dan pendapatan < Rp. 1.000.000 (34,6%). Dari metode Customer Satisfaction  Index  didapat  kepuasan  dan kepentingan  pelanggan  terhadap  kinerja Trans Pakuan Bogor dalam pelayanan Halte diperoleh nilai sebesar 48% (di antara 35,00%  -  50,99%)  bahwa  menandakan  pengguna  kurang  merasa  puas  terhadap tingkat   standard   pelayanan   halte   dan   tingkat   kepuasaan   pelanggan   terhadap pelayanan  di  dalam  Bus diperoleh nilai sebesar  51%  (di antara  51%  - 65,99%) menunjukan bahwa menandakan pengguna cukup puas terhadap tingkat standard pelayanan bus. Analisis ini juga menggunakan metode Importance-Satisfaction Analysis yaitu dengan membandingkan kinerja Transpakuan Bogor berdasakan metode Importance-Satisfaction Analysis menunjukkan bahwa aspek yang perlu dipelihara pada Pelayanan Halte adalah Aksebilitas, fasilitas penutup halte, fasilitas penerangan, kenyamanan tempat duduk, fasilitas kebersihan dll dan Pada Pelayanan di dalam Bus adalah waktu operasional bus, kenyamanan didalam bus, petugas keamanan, fasilitas pegangan tangan, akses turun naik disabilitas.
ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN (Studi Kasus pada Stasiun LRT Kedunghalang Kota Bogor) Dwi, Aristian Putra; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2267

Abstract

Adanya  pembangunan disuatu wilayah akan menimbulkan potensi bangkian dan tarikan. Bangkitan dan tarikan adalah tahapan permodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang tertarik ke suatu tata guna lahan atau zona,Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah atau daerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun stasiun LRT yang berlokasi di daerah kedunghalang. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasi maka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona. Data yang digunakan dalam model bangkitan dan tarikan adalah berbassih sebuah zona dan jaringan Output dari model simulasi ini adalah potensi Demand pada tahun 2016 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang. Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan kedunghalang dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja, yang nantinya sehingga akan di dapat satuan mobil penumpang, setelah itu di buat jaringan serta MAT tahun 2020-2030 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan bahwa dengan adanya pembanguanan LRT didaerah Kedunghalang akan menimbulkan bangkitan dan tarikan di wilayah Bogor Utara.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI FINANSIAL (Studi Kasus: Perumahan BIA Residence) Natasasmita, Ginanjar; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol. 7 No. 1 (2018): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v7i1.2272

Abstract

Bekasi merupakan salah satu kota yang berkembang dalam dunia properti pembangunan perumahan, menurut BPS Kota Bekasi jumlah penduduk Jatimurni Kec. Pondokmelati ditahun 2017 ±155.407 jiwa, PT. Bina Infra Antarnusa selaku developer akan membangun sebuah perumahan komersil. Perumahan ini diberi nama BIA Residence yang terletak dijalan Pabuaran, Jatimurni, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dengan luas tanah yang ada ±1170 . Perumahan BIA Residence dibangun khusus bagi masyarakat menengah kebawah, tapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat umum memiliki rumah di perumahan BIA Residence. Mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar dalam jangka waktu yang panjang, maka perlu dilakukan penyusunan studi kelayakan investasi secara cermat dan tepat untuk menghindari resiko kerugian di masa yang akan datang dan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan apakah proyek perumahan BIA Residence dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Upaya yang dapat dilakukan dengan posisi wilayah yang strategis adalah untuk mendapatkan hasil analisis studi kelayakan proyek pembangunan Perumahan BIA Residence ditinjau dari aspek teknis dan aspek finansial. Hasil yang diperoleh dari aspek teknis dengan luasan tanah yang ada ±1170  direncanakan jumlah rumah sebanyak 10 unit dengan type 45/80 sebanyak 2 unit, type 45/84 sebanyak 6 unit, dan type 57/96 sebanyak 2 unit.  Dari hasil aspek finansial menggunakan metode NPV didapat nilai sebesar Rp94.547.544,21,(NPV>0) maka proyek perumahan BIA Residence layak dijalankan dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, dari metode IRR menggunakan suku bunga 10%-30% didapat hasil 22% dengan nilai MAAR 15%, maka IRR 22%>MARR 15% layak untuk dijalankan, tingkat suku bunga lebih besar dari pada MARR.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN FASILITAS VARIABLE MESSAGE SIGNS DI KOTA DAN KABUPATEN BOGOR Naufal, Achmad; Murtejo, Tedy; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 8 No. 1 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i1.2285

Abstract

Bogor merupakan kawasan padat penduduk terbesar di Indonesia. Pada tahun 2016 menurut Badan Pusat Statistik kota Bogor memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.064.687 jiwa dan kabupaten bogor memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.587.390 jiwa, dengan kepadatan penduduk yang tinggi, maka menyebabkan kemacetan yang sangat tinggi juga. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah kebutuhan VMS untuk penempatan dan titik lokasi fasilitas VMS di kota Bogor yang sudah terpasang ada 3 titik VMS, yaitu di jalan keluar toll Bogor kearah Baranangsiang, jalan Jenderal Sudirman dan pertigaan jalur Tajur. Adapun usulan lokasi dan jenis pemasangan VMS yang berjumlah 3 buah yaitu di Jalan Raya Bogor (Simpang BORR), Jalan Raya Dramaga (Simpang Laladon) serta Jalan Baru (Simpang Yasmin ) serta di wilayah kabupaten Bogor yang berjumlah 3 buah yaitu berada di Jalan Raya Bogor (Simpang Sentul, Simpang Pemda dan Simpang Cibinong). Setelah itu segera dibangun VMS secepatnya agar bermanfaat untuk pengguna kendaraan, penumpang serta pejalan kaki di kota dan kabupaten Bogor.
EVALUASI PELAYANAN PARKIR DI RUAS JALAN UTAMA SURYAKENCANA (Studi Kasus Lahan Parkir di Suryakencana Bogor) Abdillah, Mis'al; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol. 8 No. 1 (2019): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i1.2286

Abstract

Suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dalam melakukan aktivitas yaitu transportasi. Tarikan pergerakan dipengaruhi oleh aktivitas pusat kota yang tinggi. Kondisi ini tergantung terutama pada sistem transportasi yang ada dan parkir merupakan komponen utama dari sistem transportasi. Terdapat permasalahan parkir di badan jalan, seperti adanya juru parkir liar yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di ruas jalan suryakencana akibat adanya parkir sementara, hal tersebut mendorong peneliti dalam melakukan pemecahan permasalahan parkir di jalan suryakencana bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional parkir di wilayah studi dengan penyelesaian rekomendasi yang telah di tentukan yang ditinjau dari faktor karakteristik parkir seperti akumulasi parkir, durasi parkir, volume parkir, indeks parkir, kinerja ruas jalan suryakencana dan pelayanan parkir yang ada di jalan suryakencana. Data – data diperoleh  melalui survey lapangan pada hari pengamatan. Hasil evaluasi dengan merujuk pada standar peraturan daerah kota bogor nomor 4 tahun 2012 tentang perparkiran.