Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH DOSIS MIKORIZA DAN PUPUK PHONSKA NPK 15-15-15 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Sari Nurul Ainun; Safruddin Safruddin; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza dan pupuk phonska NPK 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu: Faktor dosis mikoriza (M), terdiri dari 2 taraf: M0 = kontrol; M1= 450 gr/plot. Faktor kedua adalah  pupuk Phonska NPK 15–15–15, terdiri dari 3 taraf: P1 = 600 gr/plot; P2 = 450 gr/plot; P3 = 300 gr/plot. Pemberian dosis mikoriza menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter amatan. Pemberian pupuk phonska NPK 15-15-15 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter amatan. Interaksi pemberian dosis mikoriza dan pupuk phonska NPK 15-15-15 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, 6, 8 minggu setelah tanam, jumlah daun 4, 6, 8 minggu setelah tanam, waktu munculnya bunga, diameter klobot, diameter tanpa klobot, bobot tongkol dan bobot tongkol tanpa kobot, serta berpengaruh nyata pada jumlah daun 2 minggu setelah tanam dan panjang tongkol.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) HANTU DAN NPK CAIR GANDASTAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L.) Suhendra Suhendra; Safruddin Safruddin; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.141 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dan NPK Cair Gandastar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis Sativus L.). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Ketinggian tempat ± 100 m dpl dengan tofografi datar. Waktu penelitian pada bulan Januari – Maret 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dengan 4 taraf yaitu : H0 = (kontrol), H1 = 1,0 ml/l air/plot, H2 = 2,0 ml/l air/plot dan H3 = 3,0 ml/l air/plot. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk NPK Cair Gandastar terdiri dari N0 (tanpa perlakuan), N1  (1 ml/l air/plot) dan N2 (2 ml/l air/plot). Hasil penelitian perlakuan pemberian pupuk organik cair Hantu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 3,0 ml/l air/plot (H3) menghasilkan panjang tanaman 90,57 cm, jumlah buah sebesar 7,56 buah, produksi per tanaman 1,16 kg dan produksi per plot 6,97 kg. Perlakuan Pupuk NPK Cair Gandastar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 2 ml/l air/plot (N2) menghasilkan panjang tanaman 88,17 cm, jumlah buah sebesar 6,83 buah, produksi per tanaman 1,15 kg dan produksi per plot 6,93 kg. Interaksi pemberian pupuk organik cair HANTU dan NPK Cair Gandastar tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN NUTRISI AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK Suci Wahidma Sari; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di rumah hidroponik fakultas pertanian Universitas Asahan Jl. Ahmad Yani Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2019  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) secara hidroponik dengan sistem wick. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), Faktorial, yang terdiri dari 2 taraf dengan 3 level perlakuan untuk faktor pertama, yaitu : K1 = 15ml/liter air, K2 = 30ml/liter air, K3 = 45 ml/liter air. 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu : A1= 400 ppm, A2= 600 ppm, A3= 800 ppm. dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Cabang (cabang), pH Awal Air dalam plot, pH Akhir Air dalam plot, Produksi Tanaman Sampel (g), dan Produksi Tanaman Per Plot (g). Pemberian ekstrak daun kelor tidak berpengaruh pada semua parameter amatan, Nutrisi AB Mix berpengaruh pada tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 4 MST, produksi per sampel dan produksi per plot dengan pemberian AB Mix Terbaik yaitu A2 (600 ppm/plot). Interaksi pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
PENGARUH PERLAKUAN JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Sandi Irawan; Safruddin Safruddin; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.021 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2018. Bahan penelitian yang digunakan antara lain benih jagung varietas Hibrida Pioner 21, pupuk NPK, air, pestona (bahan aktif Azadiracthin) untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kacang tanah secara pestisida organik. Alat penelitian yang digunakan adalah parang babat, cangkul, garu dan parang bacok digunakan untuk membersihkan areal penelitian, gergaji, tang, papan, kuas, cat, paku dan palu digunakan untuk membuat plank dan papan plot penelitian. Ember untuk membuat larutan pestisida, Gembor dan Hand Sprayer sebagai alat penyiram, meteran untuk mengukur areal penelitian, ukuran plot dan tinggi tanaman dan alat tulis dan alat-alat yang kebutuhannya disesuaikan. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan jarak tanam (J) dengan 4 taraf yaitu J1 = 50 cm x 15 cm, J2  = 50 cm x 20 cm, J3 = 50 cm x 30 cm dan J4 = 50 cm x 50 cm. Hasil penelitian Perlakuan jarak tanam menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman jagung. Dengan perlakuan terbaik menggunakan jarak tanam 50 cm x 50 cm menghasilkan produksi jagung sebesar 5,18 kg. Perlakuan pemberian pupuk NPK menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, dengan perlakuan terbaik pada dosis 22,50 g/plot menghasilkan produksi 4,82 kg. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
EFFECT OF WATER HYACINTH BOKASHI FERTILIZER AND NPK 15-15-15 FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF PARIA (Momordica charantia L) Nur Fadillah Hutahayan; Cik Zulia; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 3 (2018): Bernas October 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.131 KB)

Abstract

This research was conducted on the research garden of Faculty of Agriculture University of Asahan, Kisaran Naga Village, Kisaran Timur Subdistrict, Asahan District in March to May 2017. The experiment was arranged in Randomized Complete Block Design with two factors and 3 replication. The first factor is four concentrate of water hyacinth bokashi fertilizer with B0 = 0 kg/plot, B1 = 1,08 kg/plot, B2 = 30 2,16 kg/plot, B3 = 3,24 kg/plot, while the second factor is theNPK 15-15-15 fertilizer with three levels is N0 = 0 g/plot, N1 = 25,31 g/plot, N2 = 50,63 g/plot. Parameters were observed: plant length, number of leaf, yield per plant and yield per plot. The analysis statistic showed that water hyacinth bokashi fertilizer and NPK 15-15-15 fertilizer traetment have significantly effect on the all parameters. The best effect showed with B2 treatment that on the parameter of plant length have 23,86 cm, the number of leaf have 10.52seet, the yield per plant have 2,41 kg and yield per plot have 7,50 kg. While the NPK 15-15-15 fertilizer treatment give the best effect with N1 treatment on the parameter of plant length have 26,13 cm, yield per plant have 2,64 kg and yield per plot have 8,02 kg.
UJI EFEKTIFITAS PUPUK POC G2 DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Tio Akbar Maulana Rasyid; Safruddin Safruddin; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Asahan dengan ketinggian tempat 10 m dpl, tipe iklim C (oldeman). Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk POC top G2 dengan 4 taraf yaitu : S0 = 0 cc/liter air/plot, S1 = 4 cc/liter air/plot, S2 = 8 cc/liter air/plot, S3 = 12 cc/liter air/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk kandang lembu dengan 3 taraf yaitu : Q0 = 0 kg/ha= 0kg/plot, Q1 = 5 kg/ha = 0,5 kg/plot, Q2 = 10 kg/ha = 1 kg/plot. Analisis keragaman menunjukkan bahwa penggunaan pupuk POC TOP G2 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi pertanaman, produksi pertanaman, produksi per plot. Pada penelitian ini pemberian dosis optimum adalah 12 cc/liter yang memiliki nilai tertinggi pada semua parameter yang diamati.
RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK GROWER DAN PUPUK FESES AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum (L) Anggi Winanda; Elfin Efendi; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.565 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 20 m dpl, topografi datar dan iklim tipe C. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2018 dan berakhir pada bulan Mei 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan, faktor pertama adalah pemberian pupuk NPK Grower (N) terdiri dari 3 taraf yaitu G0 (tanpa perlakuan), G1 (20 g/plot) dan G2 (40 g/plot), dan fator kedua adalah pemberian pupuk kandang ayam (A) terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (kontrol), A1 (0,5 kg/plot), A2 (1,0 kg/plot) dan A3 (1,5 kg/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK Grower berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan (G2) menghasilkan tinggi tanaman 35,35 cm, jumlah daun sebesar 11,67 helai, jumlah anakan sebesar 8,08 anakan. Perlakuan dosis pupuk feses ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 1,5 kg/plot (A3) menghasilkan tinggi tanaman 35,20 cm, jumlah daun sebesar 10,44 helai, jumlah anakansebesar 6,67 anakan. Interaksi perlakuan pupuk NPK Grower dan pupuk feses ayam tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
EFFECT OF SOLID FERTILIZER AND NPK FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF SWEET CORN (Zea mays saccharata Sturt.) Ikhfan Abdillah Panjaitan; Syafrizal Hasibuan; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 3 (2018): Bernas October 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.81 KB)

Abstract

This research was conducted on the research garden of Faculty of Agriculture University of Asahan, Kisaran Naga Village, Kisaran Timur Subdistrict, Asahan District in June to September 2017. The experiment was arranged in Randomized Complete Block Design with two factors and three replication. The first factor is 3 degree of the giving of solid fertilizer that is S0 = 0 ton/ha (0kg/plot), S1 = 10 ton /ha (1 kg/plot), S2 = 20 ton/ha (2 kg/plot), S3 = 30 ton/ha (3 kg/plot). Second factor is the giving of NPK 15–15–15 fertilizer that is N0 = 0 kg/ha (kontrol), N1 = 50 kg/ha (5 g/plot), N2= 100 kg/ha (10 kg/plot). Parameters were observed are plant height, production per plant, production per plot. The result of the research showed that solid fertilizer application haveeffect on plant height an production per plot. NPK 15–15–15 fertilizer application have effect on plant height, production per plant and production per plot. No interaction of solid fertilizer and NPK 15–15–15 fertilizer application on growht and yield of sweet corn.
VEGETATIVE GROWTH RATE TEST OF BOUGENVILE CUTTING AGAINST PLANT GROWTH REGULATION (PGR) AND MANURE APLLICATION IN POLYBAG Sahrul Romadona; Cik Zulia; Safruddin Safruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 3 (2018): Bernas October 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.575 KB)

Abstract

This research was conducted in Mentimun Street, Siumbut Baru Village, Kisaran Timur Subdistrict, Asahan Regency, North Sumatera Province. Study time from March to May 2017. This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is PGR with 4 levels: Z0 = without PGR, Z1 = Rootone F (2 g / l water), Z2 = Atonik (2 ml / l water) and Z3 = Hantu (2 ml / l water). The second factor is by giving the ratio of manure with 4 levels ie K0 = 1: 0 (1 part of soil + 0 parts of manure), K1 = 1: 1 (1 part of soil + 1 part manure), K2 = 2: 1 (2 part of soil + 1 part manure) and K3 = 3: 1 (3 parts of soil + 1 part manure). The results showed that the best treatment of PGR was obtained at PGR Rootone F which resulted in plant height 26,36 cm, leaf number 13,71 strand, stem diameter 5,29 mm, total live crop 3,75 crop. The treatment of manure on planting medium with aratio of 2: 1 (soil: manure) is the best treatment that produce plant height 25.09 cm, the number of leaves 13.54 pieces, stem diameter 5.25 mm, the number of plants live 3.67 plants. Interaction between PGR and manure had no significant effect on all observed variables.
Pengaruh Cara Pemberian Ampas Teh dan Dosis Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Suci Nur Fujiasih; Safruddin Safruddin; Ansoruddin Ansoruddin
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.806 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan tofografi ketinggian tempat ± 23 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2018. Bahan penelitian terdiri dari benih kecipir, ampas teh, pupuk KCl, pupuk kandang, insektisida matador 25 EC (bahan aktif deltrametrin 2 ml/liter) dan air. Alat penelitian yang digunakan adalah cangkul, garu, gergaji, martil, paku, tang, jangka sorong, triplek, kuas, cat, meteran, timbangan, gembor, kayu, tali rapiah, tugal dan alat tulis. Penelitian ini disusun berasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama cara pemberian ampas teh dengan 3 taraf, yaitu: A0 = tanpa ampas teh, A1 = dengan ditabur, A2 = ampas teh dicampur dengan air. Faktor kedua adalah dosis pupuk KCl dengan 4 taraf, yaitu K0 = tanpa perlakuan, K1 = 7,2  g/plot, K2 = 14,4 g/plot, K3 = 741,6 g/plot.